
Bab 57. Bersatunya Bangsa Elves.
Kemudian, Dao Li Bai menjamu rombongan Dewa Binatang dengan makan seadanya. Karena para penjaga makam vegetarian, maka makanan kebanyakan sayuran.
Tidak masalah bagi Dewa Binatang yang suka makan sayuran, dia dengan lahap menghabiskan banyak makanan. Sambil makan, Dao Li Bai bertanya mengenai Guru Agung dan dijawab oleh Dewa Binatang sesuai dengan tugasnya.
Karena Dewa Binatang Batu Alam yang jumlahnya sangat fantastik, dia membagikan setiap orang diberi 14 jenis Batu Alam yang berbeda. Itu sebagai bentuk ucapan terima kasih telah menjaga makam Guru Agung, dia memberikan dua jenis botol giok berisi Pil Kultivasi dan Pil Penyembuh, setiap botol berisi 10 butir.
"Terima kasih!" ucap Kepala Suku Penjaga Makam dan diikuti oleh anggotanya.
"Karena kita menghadapi musuh yang sama. Bagaimana jika kita bekerjasama untuk melawan mereka dengan membentuk aliansi sementara. Setelah Mysterious Land kembali damai, Anda bisa kembali tinggi di sini. Tapi, alangkah baiknya jika bangsa Elves tetap terus bersatu walaupun tidak ada lagi invasi!" tawaran Dewa Binatang kepada Dao Li Bai.
Dao Li Bai tersenyum manis sambil menatap wajah tampan Dewa Binatang. Sejujurnya dia iri terhadap keberuntungan Dao Li Xia. Lalu dia berkata, "karena Anda adalah pengganti Guru Agung, apapun perkataan Anda adalah amanat. Jadi, sesuai dengan perintah Anda, kita akan selalu mematuhinya!"
Dewa Binatang tertawa ringan karena bahagia. Ternyata tidaklah sulit untuk menyatukan bangsa Elves yang tercerai-berai. Tinggal Putri Hua yang kemungkinan sudah bertemu dengan Kepala Suku Air.
"Kekuatan Anda sangat saya butuhkan, tidak mungkin saya melawan mereka sendirian. Untuk langkah awal, kita berkumpul di wilayah Suku Pohon, membentuk pertahanan terakhir, meningkatkan kekuatan dan juga melindungi Cermin Kebenaran. Apakah Anda siapa untuk keluar dari Makam Mysterious Land?" ucap Dewa Binatang dengan diakhiri pernyataan.
"Sesuai dengan kehendak Guru Agung, kami siap mematuhi perintah!" jawab Dao Li Bai.
"Bagus... Bagus! Sebagai hadiah untuk kalian semua ...." Setelah Dewa Binatang berbicara, muncul banyak pil berwarna putih dengan garis tujuh, jumlahnya sesuai dengan semua orang yang hadir.
Semua istrinya dan seluruh penjaga makam berbinar-binar melihat pil tersebut, mereka merasa jiwanya sangat segar, seperti mendapatkan semangat jiwa gadis muda.
"Ini adalah Pil Usia, memperpanjang usia kalian hingga 1.000 tahun. Setelah memakannya, kalian akan kembali muda, bahkan... Maaf, selaput dara kalian kembali pulih seperti perawan! Ambillah setiap orang satu butir. Ini hadiah untuk kalian," jelas Dewa Binatang.
Sontak mereka kegirangan mendapatkan Pil Usia, siapapun orangnya apalagi mereka adalah wanita, sudah pasti memiliki usia muda dan panjang umur adalah idaman, impian setiap kehidupan. Apalagi menjadi perawan, siapapun wanitanya tidak akan menolaknya.
Evilyn segera mengambil satu butir Pil Usia yang melayang di depannya, lalu segera menelannya. Kemudian, diikuti oleh Angela, Dao Li Xia dan semua wanita tua.
Setelah menelan Pil Usia, tubuh setiap wanita mengeluarkan cahaya, tapi hanya dalam sekejap saja. Setelah itu, Evilyn, Angela yang paling muda diantara mereka, wajah mereka makin cantik seperti usia 13 tahun. Mereka juga kembali menjadi seorang perawan.
Demikian juga dengan Dao Li Xia yang lebih cantik dari sebelumnya dan kembali perawan. Perubahan drastis terjadi pada Dao Li Bai yang sudah sangat tua, kini wajahnya kembali pulih seperti usia muda, usia 20 tahunan. Semua wanita tua penjaga makam juga mengalami hal yang sama.
Seandainya saat ini, empat tetua Suku Pohon melihat semua penjaga makam, mereka sudah pasti tidak akan mengenali wajah mereka. Dan tentunya akan meminta Pil Usia jika mengetahuinya.
__ADS_1
Dewa Binatang tersenyum melihat dirinya dikelilingi wanita cantik yang sedang menatapnya dengan penuh pemujaan. Baginya, hal seperti ini sudah biasa.
"Bagaimana, aku makin cantik, kan?" tanya Angela sambil menari-nari di hadapan semua orang untuk memamerkan keindahan tubuh serta kecantikannya.
Dewa Binatang tertawa sambil mengacungkan dua jempol tangannya sebagai pujian. Evilyn dan Dao Li Xia memberikan ciuman di pipi sebagai ucapan terima kasihnya.
Kemudian, Dao Li Xia menggoda Dao Li Bai dan semua penjaga makam, "kalian semua kembali muda dalam sekejap mata. Apakah sudah ada pikiran untuk menikah lagi?"
Dao Li Bai dan semua penjaga makam tertawa. Karena sudah kembali muda dan menjadi perawan apalagi menjadi lebih cantik, jelas sudah ada pikiran untuk memiliki pasangan lagi. Tatapan mereka pun terfokus kepada Dewa Binatang, seorang pria yang lebih tampan dari siapapun yang pernah mereka temui selama ini.
Segera Evilyn mengepalkan tangan kanannya kepada penjaga makam, dia tahu arti tatapan mereka yang dipenuhi dengan nafsu kepada suaminya.
"Persiapkan kalian untuk tinggal di Suku Pohon!" pinta Dewa Binatang kepada Dao Li Bai dan semua penjaga makam.
Tidak butuh waktu lama, semua penjaga makam telah siap untuk meninggalkan rumah mereka, tempat sepi yang selalu menemani mereka selama ratusan tahun. Kini mereka memiliki harapan hidup yang lebih cerah bersama Dewa Binatang.
Kemudian, Dewa Binatang mengeluarkan banyak Kuda Surgawi sebagai tunggangan, dia tidak menggunakan Scorpion ATV karena terlalu banyak orang. Mereka bersama-sama menuju ke Suku Pohon...
...****************...
Dengan menggunakan Scorpion ATV, Putri Hua membantai Demon Rabbit Mythical yang berjumlah 9 ekor. Tidak satupun Mulut Besar lolos dari serangan senjata plasma dan laser karena memiliki sistem penguncian target.
Setelah Demon Rabbit Mythical dimusnahkan, Putri Hua keluar dari dalam Scorpion ATV saat melihat Kepala Suku Air yang terluka parah. Sedangkan Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua tetap berada di dalam Scorpion ATV untuk memeriksa sekitar hunian Suku Air.
"Ming Lien-Hua... Terima kasih!" ucap Kepala Suku Air yang baru, teman bermain Putri Hua, dia menahan rasa sakitnya sambil berusaha untuk bangun.
Tanpa banyak bicara, Putri Hua memasuki Pil Penyembuh ke mulut sahabatnya. Kepala Suku Air adalah seorang wanita muda seumur dengan Putri Hua, dia bernama Bian Fen.
Dalam hitungan menit, seluruh tubuh Bian Fen yang terluka kembali pulih. Dia segera memeluk Putri Hua sambil menangis. Merasakan kesedihan sahabatnya, Putri Hua juga ikut menangis karena mengalami hal yang sama karena ulah Demon Rabbit Mythical yang dengan sengaja dilepas.
"Ayo, kita rawat rakyatmu yang terluka!" ucap Putri Hua.
Bian Fen mengangguk sebagai respon, dia melihat sekitarnya di mana rakyatnya berteriak kesakitan. Lalu dia berkata kepada Putri Hua, "obatmu sangat manjur, apakah ada lagi untuk mereka?"
"Ada, tapi tidak banyak untuk semua rakyatmu yang terluka. Kita gunakan untuk mereka yang terluka parah. Nanti setelah bertemu dengan suamiku, aku akan meminta Pil Penyembuh!" jawab Putri Hua yang mengejutkan Bian Fen.
__ADS_1
Bian Fen sebagai sahabat tidak mengetahui Putri Hua telah menikah jelas terkejut. Karena situasinya yang tidak memungkinkan untuk bertanya, dia segera berkata, "terima kasih!"
Kemudian, bersama dengan Putri Hua, Bian Fen merawat penduduk yang mengalami luka parah dan hampir mati, yang didahulukan adalah anak-anak. Setelah menghitung rakyatnya yang masih hidup, dari 3.000 jiwa tersisa kurang dari 1.000 lebih orang.
Setelah Scorpion ATV tidak mendeteksi adanya Demon Rabbit Mythical, Dao Li Xia dan Dao Li Chunhua ikut membantu rakyat Suku Air yang terluka. Untungnya mereka memiliki banyak persediaan Pil Penyembuh pemberian suaminya.
Setelah semua rakyat sembuh dan sebagian yang tidak mengalami luka parah, segera Putri Hua mengutarakan tujuannya kepada Bian Fen. Dia membicarakan apapun, dari awal bertemu dengan Dewa Binatang dan datangnya penjajah.
Setelah Putri Hua selesai berbicara dan mengutarakan tujuannya, Bian Fen sejenak untuk berpikir. Dikarenakan di tempat ini tidak lagi damai dan aman, Bian Fen memutuskan untuk bergabung dengan Suku Pohon.
Tapi, dia meminta waktu untuk berkabung dengan membakar jasad keluarga serta rakyat yang menjadi korban kebiadaban Demon Rabbit Mythical.
Untung saja, Scorpion ATV dilengkapi dengan alat komunikasi sehingga Putri Hua bisa melapor kepada suaminya. Dewa Binatang yang mendapat laporan Putri Hua, dia meminta titik koordinat wilayah Suku Air.
Dao Li Nuwa segera mengirim titik koordinat wilayah Suku Air. Kemudian, Dewa Binatang meminta kepada Evelyn dan Angela untuk memimpin Suku Penjaga Makam. Sedangkan dirinya bersama Dao Li Xia menuju ke Suku Air. Tidak butuh waktu lama, Dewa Binatang muncul bersama Dao Li Xia untuk menjemput.
Kedatangan Dewa Binatang membuat Putri Hua terharu, dan segera meminta Pil Penyembuh untuk rakyat Suku Air yang belum mendapatkan penyembuhan.
Bian Fen terpesona melihat ketampanan suami sahabatnya, selain tampan juga memiliki kemampuan berpindah tempat dalam sekejap. Berhubungan situasi yang sedang dalam masa duka, dia menepis pikiran kagumnya.
Hari itu juga Bian Fen mengadakan ritual penghormatan terakhir bagi keluarga dan rakyatnya. Selama dua hari Dewa Binatang berada di Suku Air. Setelah itu, dia bersama Suku Air pergi menuju ke Suku Pohon...
Saat ini, wilayah Suku Pohon makin ramai dengan kedatangan Suku Air dan Suku Penjaga Makam. Kemudian, Dewa Binatang memberikan tugas kepada empat tetua untuk memimpin semua orang, dia memberikan perintah untuk menanam Batu Formasi Array.
Batu Formasi Array mengelilingi wilayah Suku Pohon, dipendam sedalam 20 meter, tidak boleh kurang atau lebih. Pekerjaan itu selesai selama dua hari. Kemudian, dengan disaksikan oleh semua orang, Dewa Binatang mengaktifkan Formasi Perlindungan.
Semua orang bersorak-sorai karena bahagia memiliki seorang pemimpin yang memiliki banyak kemampuan. Dan, sosok Dewa Binatang makin dikagumi oleh rakyatnya.
Dengan adanya Formasi Perlindungan, maka Dewa Binatang tidak lagi khawatir meninggalkan rakyatnya selama perjalanan menemui pemimpin Ras Naga, Ras Giant dan ras kecil lainnya.
Dewa Binatang memberikan hadiah berupa Pil Usia kepada empat tetua, Putri Hua, Dao Li Xia, Dao Li Chunhua dan Bian Fen. Dia juga memberikan hadiah bagi siapapun yang berkontribusi besar terhadap kemakmuran bangsa Elves...
Yang belum diketahui oleh Dewa Binatang, wilayah Ras Giant saat ini dalam keadaan kacau-balau karena kedatangan penjajah. Dewa Tombak Api memerintahkan kepada King Pleidian Wing untuk menggunakan parasit bintang laut.
Tujuannya, Dewa Tombak Api akan memperbudak Ras Giant untuk mendapatkan sumber daya alam, terutama Batu Alam yang dibutuhkan oleh Maharaja Yaksa untuk membuat artefak bintang tujuh, pengganti artefak alami yang sulit didapatkan.
__ADS_1
Tetapi, melawan Ras Giant tidak semudah bayangan, di mana mereka memiliki fisik kuat, terutama bangsa Golem yang struktur tubuhnya dari elemen batu, api dan air, sehingga menyulitkan parasit bintang laut merasuki tubuh mereka.