
Bab 63. Membentuk Aliansi.
Bloodlust Axe mengatakan, jika hanya Guru Agung yang mampu mengeluarkan kekuatan, tapi tidak dengan maksimal karena kekuatan jiwanya tergolong rendah.
Dewa Binatang mengangguk sebagai respon. Matanya melihat Mahkota Maharaja yang dianggapnya paling tua dan bijaksana.
"Setelah ini, apakah kalian bergabung atau tidak?" tanya Dewa Binatang kepada Mahkota Maharaja.
Mahkota Maharaja tersenyum manis, lalu dia berbicara panjang lebar.
"Seperti yang sudah kita katakan tadi. Setelah Penguasa memiliki semua sembilan Artefak Alami, baru kita akan menyatu. Ketika waktu itu terjadi, tubuh dan jiwa Penguasa akan hidup abadi. Walaupun Penguasa menemui musuh lebih kuat, dia tidak akan mudah membunuh Anda, kecuali diri Anda sendiri yang berkehendak untuk mengakhiri hidup. Seandainya itu terjadi, kita semua akan selalu tetap bersama dengan jiwa Anda, bersemayam bersama dengan Batu Keabadian di dalam jiwa Anda."
Dewa Binatang mengangguk paham, dia tahu untuk mengumpulkan empat Artefak Alami tidaklah mudah karena harus berhadapan dengan Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa.
"Dengan adanya kalian, untuk mendapatkan keempat Artefak Alami lainnya akan lebih mudah... Ya, walaupun harus dengan susah payah untuk mendapatkannya...," kata Dewa Binatang dan berhenti sejenak karena Shuǐ Jingling memeluk lengannya.
"Jika suatu saat nanti aku bertemu dengan Artefak Alami lain, apa artefak itu juga bisa menyatu?" lanjutnya dengan bertanya.
Kali ini Shuǐ Jingling yang menjawab, "apapun Artefak Alami itu, pada dasarnya bisa menyatu denganmu, tapi itu tergantung pada jenis artefak apa. Seperti diriku yang tidak bisa menyatu dengan artefak lain karena wanita."
Dewa Binatang tersenyum sambil melihat Shuǐ Jingling, lalu dia bertanya, "Guci Air Mata Dewi tidak termasuk bagian kalian, apakah ada yang lainnya?"
Mahkota Maharaja mengangguk sebagai respon, lalu dia menjelaskan secara singkat, "benar yang dikatakan oleh Kakak tertua. Untuk menjaga kesucian kita, saat penyatu harus dengan jenis gender yang sama. Ini seperti diibaratkan Yang sebagai pria dan Yin adalah wanita, semua memiliki tujuan."
Menurut hipotesis dari Mahkota Maharaja, sembilan Artefak Alami yang bisa disatukan akan membantu tubuh abadi. Jika semua Artefak Alami adalah wanita, maka jiwa si pemilik akan menjadi abadi. Berhubung Dewa Binatang memiliki Batu Keabadian, dia tidak perlu khawatir jika jiwanya akan musnah.
...****************...
Ketika Dewa Binatang berkomunikasi dengan semua Artefak Alami miliknya, semua orang yang berada di luar kabut tebal terlihat kebingungan dengan fenomena ini. Mereka yang ingin mendekati kabut tebal selalu terpental ke belakang.
Raja Long Ying yang paling khawatir jika Bloodlust Axe berhasil dimiliki oleh Dewa Binatang. Awal rencananya membuat sayembara ini demi untuk melindungi kerajaannya, tapi dia tidak menginginkan Bloodlust Axe jatuh ke tangan pihak lain.
Seperti pendahulunya, dia akan memanfaatkan orang yang mampu mengeluarkan kekuatan dari Bloodlust Axe untuk mengalahkan musuhnya. Setelah musuhnya dikalahkan, dia akan kembali mengambil Bloodlust Axe.
__ADS_1
"Kepala Suku, apa yang terjadi dengan suami Anda?" tanya Raja Long Ying kepada Dao Li Xia, dia masih terbiasa dengan memanggilnya seperti ini.
Dao Li Xia tersenyum masam karena tidak tahu. Dengan jujur dia menjawab, "ini baru pertama kalinya bagi kita, bagaimana kita tahu? Kita tunggu saja, nanti Kepala Suku akan berbicara dengan apa yang dialaminya!"
Raja Long Ying menghela nafas berat sambil kembali duduk di singgasananya. Perasaannya makin berkecamuk, seolah-olah Bloodlust Axe telah berpindah tangan.
Jika sampai itu terjadi, maka kekuasaannya akan dipertaruhkan, semua pejabat dan penduduknya jelas tidak lagi tunduk kepadanya. Diam-diam dia merapal mantra untuk mengendalikan Bloodlust Axe, namun dia tidak merasa koneksi dengan senjata legendaris warisan leluhurnya.
Datang seorang perwira kerajaan dengan tergesa-gesa. Dia terkejut melihat kabut tebal berada di tengah ruang istana. Dengan berjalan menghindari kabut tebal, lalu dia berlutut ala prajurit dihadapan Raja Long Ying.
"Lapor, Yang Mulia. Ternyata Golem Batu didukung oleh pihak luar. Pihak lain itu juga telah menguasai Ras Undeed. Saat ini, Ras Undeed bergerak ke arah Gerbang Timur. Sekian laporan!"
Laporan dari perwira itu sontak mengejutkan Raja Long Ying dan semua orang, kecuali Dao Li Xia dan rombongannya yang sudah tahu. Melawan Ras Giant sudah sangat merepotkan, apalagi didukung oleh pihak luar dan Ras Undeed, sudah pasti Ras Naga beserta ras lainnya akan kesulitan untuk bertahan hidup.
Tanpa banyak bicara dan bertanya siapa pihak luar itu, Raja Long Ying memberikan perintah kepada semua pejabat dan jenderalnya, "kerahkan semua pasukan dan pergunakan semua persenjataan milik kita untuk mempertahankan Gerbang Timur! Nanti, aku bersama Kepala Suku ikut serta dalam masalah ini!"
Sebelum semua pejabat dan jenderal melaksanakan perintah Raja Long Ying, Dao Li Xia segera mencegahnya karena ingin menyampaikan tujuannya.
"Tunggu, Yang Mulia, aku ingin mengutarakan tujuan kami datang ke sini!"
"Cepat katakan, apa tujuanmu?" tanya Raja Long Ying dengan tidak sabaran, sebab situasinya sangat mendesak.
"Aku sebagai istri Kepala Suku Pohon, mewakilinya. Tujuan kita datang untuk mengusulkan membentuk aliansi melawan penjajah dari Ras Pleidian. Dengan adanya aliansi, maka kita bisa bekerjasama untuk melawan penjajah. Semua Bangsa Elves telah bersatu, seperti yang Anda sekalian lihat. Ini sesuai dengan petunjuk dari Cermin Kebenaran, bahwa akan ada penjajah yang ingin menguasai Mysterious Land...,"
Panjang lebar Dao Li Xia berbicara, mulai dari kedatangan Dewa Binatang hingga berhasil menyatukan Bangsa Elves yang tercerai-berai. Dia mengatasnamakan Cermin Kebenaran agar semua ras bersatu.
Dengan serius Raja Long Ying dan semua pejabat mendengar perkataan Dao Li Xia. Kemudian, Dao Li Bai sebagai Kepala Suku Penjaga Makam juga menambahkan, bahwa Kepala Suku Pohon orang pilihan dari Guru Agung untuk melindungi Mysterious Land.
Khususnya Raja Long Ying, dia merasa aliansi ini bertujuan untuk menggantikan posisi sebagai penguasa. Akan tetapi, setelah menimbang sekilas kekuatan militernya kalah jauh dibandingkan dengan penjajah, dia berencana untuk memanfaatkan aliansi ini.
"Bagaimana menurut Anda, Yang Mulia?" tanya Dao Li Xia setelah Dao Li Bai selesai menceritakan tentang pertemuan Guru Agung dengan Dewa Binatang.
"Tidak masalah membentuk aliansi sementara untuk melawan penjajah. Tetapi aku menginginkan sebagai pemimpin aliansi!" jawab Raja Long Ying dan mengungkapkan isi hatinya yang khawatir.
__ADS_1
Evelyn dan Angela sontak menertawakan permintaan Raja Long Ying, mereka tidak perlu menggunakan tata cara berkomunikasi secara sopan kepada seorang penguasa.
"Kamu lemah masih saja ingin menjadi seorang pemimpin. Kamu saja bukan lawanku, apalagi melawan suami kita. Dalam sejenak mata, suami kita bisa dengan mudah menjadikanmu daging panggang!" cemoohan Evelyn.
Semua pejabat dan jenderal sontak marah dengan perkataan Evilyn yang terang-terangan menghina rajanya. Dao Li Xia, Dao Li Bai dan Putri Hua geleng-geleng karena tidak menyangka Evelyn akan berkata seperti ini, tapi mereka juga senang sebab sangat berani menolak keinginan Raja Long Ying.
Raja Long Ying sebenarnya juga marah, namun dia berusaha untuk tetap terlihat tenang. Tapi di dalam hatinya, dia langsung membuat rencana untuk memanfaatkan kekuatan Kepala Suku Pohon.
Sebelum semua pejabat dan jenderalnya menghujat Evilyn, Raja Long Ying mengangkat tangan kanan untuk meredam kemarahan bawahannya.
"Baiklah jika aku memang kau anggap lemah. Biarkan Kepala Suku Pohon yang baru menjadi pemimpin aliansi. Tetapi sesuai dengan syarat yang telah aku katakan tadi, dan juga sebagai seorang pemimpin, dia harus melindungi kita semua. Itu adalah tugas yang diemban oleh seorang pemimpin!" ucap Raja Long Ying.
"Aku sudah tahu, demikian juga dengan suami kita. Baiklah, kita buat perjanjian dan segala aturan dalam aliansi sementara ini!" sahut Evilyn tanpa pikir panjang.
Dao Li Xia terlambat mencegah Evilyn agar tidak berbicara, dia dan yang lainnya hanya bisa menghela nafas berat.
Raja Long Ying tersenyum sinis, lalu melihat Dao Li Xia. Dia sebenarnya ingin sekali menampar mulut Evlyn yang sangat tidak sopan seperti orang tak berpendidikan.
"Bagaimana Kepala Suku Pohon, ini tentang perjanjian apa dan aturan seperti apa?" tanyanya yang lebih percaya kepada Dao Li Xia
Karena tidak ada pilihan disebabkan sikap Evilyn, Dao Li Xia mengutarakan tujuan aliansi sementara untuk melawan penjajah...
...****************...
Ketika Dao Li Xia berbicara dengan serius mengenai perjanjian dan aturan aliansi. Dewa Binatang melihat apa yang sedang terjadi di luar kabut tebal, dia memuji sikap Evilyn yang tidak suka berbasa-basi.
Karena sudah berhasil mendapatkan Bloodlust Axe, secara perlahan kabut tebal mulai menghilang. Semua orang langsung berhenti berdiskusi saat melihat kemunculan Dewa Binatang sambil membawa Bloodlust Axe dengan santainya.
Evilyn dan Angela segera menghampiri Dewa Binatang dengan hati gembira. Mereka melihat Bloodlust Axe tanpa ada niatan untuk menyentuhnya karena khawatir.
"Selamat! Anda telah berhasil memiliki Bloodlust Axe. Bisakah Anda menceritakan apa yang baru saja terjadi?" ucap Raja Long Ying dan diakhiri dengan bertanya.
Dewa Binatang dengan singkat menjawab, tanpa mengatakan apapun tentang komunikasinya dengan Artefak Alami, "kemunculan kabut tebal itu dikarenakan Bloodlust Axe yang telah kudapatkan. Itu berkat diriku yang telah diakui oleh Guru Agung sebagai penggantinya!"
__ADS_1
Raja Long Ying terlihat tersenyum yang dipaksakan. Akhirnya, firasat buruknya terjadi, di mana dia kini telah kehilangan Bloodlust Axe, apalagi Dewa Binatang merupakan orang pilihan dari Guru Agung.
Kemudian, dengan cepat mereka kembali berdiskusi tentang aliansi sementara ini. Saat berdiskusi, Raja Long Ying kembali memerintahkan kepada jenderalnya untuk melindungi Gerbang Timur.