God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Lembah Berhantu.


__ADS_3

Bab 193. Lembah Berhantu.


Lola keluar dari kamar mandi dan melihat Dewa Abadi yang tertidur lelap. Dia telah berganti pakaian tidur yang tipis berwarna biru muda. Lalu dia membaringkan tubuhnya di sisi Dewa Abadi, dengan memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Dewa Abadi.


Lalu terdengar suara di benaknya yang memberikan perintah, "lakukan tugasmu!"


Lola mendengar suara tuanya, Taowu. Lalu melepaskan seluruh pakaiannya. Merasakan gerakan di kasur, Dewa Abadi membuka mata dan melihat si Lola yang telah melepaskan pakaian.


"Ternyata kamu wanita tulen," kata Dewa Abadi yang melihat tubuh proporsional si Lola, dada besar berukuran 36B, perut rata, dan bahkan gua kenikmatan halus tanpa adanya sehelai rambut.


Namun, Dewa Abadi merasa keanehan pada wanita ini yang tidak seperti biasanya jika digoda, diam dengan pandangan kosong. Tiba-tiba si Lola mencium bibir Dewa Abadi sambil memegang kedua pipinya.


Dewa Abadi segera mendorong tubuh si Lola hingga terjatuh di kasur. Namun, Lola segera melepaskan pakaiannya. Sekali lagi Dewa Abadi mendorong tubuh si Lola.


"Hei, sadar!" bentakan Cao Tian Jun yang yakin bahwa si Lola ini dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Namun, si Lola diam saja, malahan kembali mencium bibir Dewa Abadi. Dewa Abadi buru-buru menghindari ciuman si Lola, lalu menampar pipinya sehingga membentur sandaran kasur.


"Aduh!!" teriakan si Lola sambil memegang pipinya yang ditampar


"Kenapa kau menamparku!?" bentakan si Lola sambil menatap tajam Dewa Abadi.


"Lihat dirimu!" sahut Dewa Abadi dengan nada kesal, lalu memiringkan tubuhnya.


Si Lola tercengang melihat tubuhnya tidak memakai pakaian apapun. Dia buru-buru mengambil pakaiannya yang masih di kasur, dan mengenakannya.


"Apa yang kau lakukan padaku?" tanya si Lola yang curiga jika Dewa Abadi telah menghipnotis dirinya sehingga tanpa sadar melepaskan pakaiannya.


"Justru aku yang seharusnya bertanya! Apa yang sudah terjadi denganmu, kamu tidak seperti biasanya?" selidik Dewa Abadi sambil memejamkan matanya.


Si Lola terduduk sambil menatap punggung Dewa Abadi, dia memikirkan diri sendiri yang kehilangan kendali atas tubuhnya ketika menatap wajah Dewa Abadi. Setelah itu, dia tidak mengingat apapun ketika melepaskan pakaian. Yang dirasakannya adalah keinginan seorang wanita yang ingin berhubungan intim dengan kekasihnya, keinginan yang belum pernah dialami selama ini.


"Maaf!" sesal si Lola sambil bersandar di sandaran kasur, ia masih kebingungan dengan diri yang menjadi aneh.


"Apakah kamu tahu keberadaan Kepala Desa Bing Nan?" tanya Dewa Abadi.


"Tidak tahu! Kami juga telah mencarinya selama ini!" jawab si Lola dengan jujur sambil melihat Dewa Abadi yang membalikkan badan dan menatapnya.


"Bermeditasi lah untuk memeriksa diri sendiri!" pinta Dewa Abadi yang ingin si Lola menyelidiki penyebab keanehan ini.


Si Lola mengangguk paham. Lalu duduk bersila dan memejamkan mata. Dewa Abadi mengangkat jari telunjuk dan mengarah ke dahi si Lola. Dari ujung jarinya keluar sinar energi Kekuatan Jiwa.


Dewa Abadi memejamkan mata saat menyelidiki alam bawah sadar si Lola. Setelah beberapa saat, dia mengerutkan keningnya karena melihat sosok Rasi Bintang Cancer. Dia membuka mata setelah tahu penyebab keanehan yang dialami si Lola.


"Jadi kau dalangnya!" batin Dewa Abadi.


Akhirnya dia tahu tujuan Rasi Bintang Cancer Taowu, yaitu memerintahkan kepada Lola akan berhubungan intim dengannya. Ketika hubungan itu terjadi, maka tubuhnya dikendalikan oleh Taowu.

__ADS_1


Tidak ingin si Lola menderita seperti ini, Dewa Abadi meletakan telapak tangan di kening si Lola. Keluar energi kekuatan jiwa yang menyelimuti tubuh si Lola. Energi itu akan melindungi si Lola sehingga tidak lagi dikendalikan oleh Taowu.


Seketika si Lola ambruk ke kiri. Dewa Abadi segera membenarkan tubuh si Lola agar bisa tidur dengan nyaman. Lalu dia kembali tidur...


...****************...


Taowu menjadi murka karena koneksinya dengan si Lola diputuskan oleh Dewa Abadi. Untung saja dia telah meninggalkan jejak energi spiritual di tubuh Lola sehingga masih ada harapan untuk mengendalikan budaknya.


Kemudian, Taowu dengan sekuat tenaga untuk kembali mengendalikan si Lola. Setelah bertarung dengan energi yang melindungi tubuh si Lola, akhirnya Taowu berhasil terhubung dengan alam bawah sadarnya.


Dalam mimpi si Lola, dia seakan-akan menjadi istri Dewa Abadi, menjadi pasangan Dao selama 7 tahun. Selama itu, dia sangat bahagia hidup bersama dengan Dewa Abadi.


Mimpi yang dialami oleh si Lola karena perbuatan Taowu, dia ingin budaknya ini senatural mungkin saat bersama dengan Dewa Abadi...


...****************...


Di pagi harinya, Dewa Abadi sudah bangun sambil melihat si Lola yang masih tidur pulas. Dia merasakan kasihan kepada wanita ini, karena semenjak tiba di Dunia Roh, sudah tidak menjadi diri sendiri, tetapi dikendalikan oleh Taowu.


Dewa Abadi menduga jika semua orang kuat di Dunia Roh telah dikendalikan oleh Taowu. Sedangkan orang seperti Bing Nan tidak dalam kendalinya, dikarenakan tidak memberikan ancaman bahaya.


Jika seperti ini, siapapun orangnya yang dekat dengannya sudah pasti disingkirkan oleh Taowu agar tidak merusak rencana. Yang menjadi pertanyaan dihatinya, apakah Bing Nan masih hidup atau mati?


"Semoga Bing Nan baik-baik saja!" harapan Dewa Abadi.


"Ayo, kita lanjutkan perjalanan!" ajak Dewa Abadi saat melihat si Lola membuka mata.


Dewa Abadi ikut tersenyum melihat tingkah si Lola yang kembali seperti semula. Dia mengeluarkan teh hangat dan roti lapis daging yang dibuatkan oleh istrinya.


Tidak berselang lama, si Lola keluar dari kamar mandi dengan pakaian khasnya, mengenakan zirah perang. Dia senang melihat makanan favoritnya di Bumi telah disediakan oleh Dewa Abadi.


"Kamu yang membuatnya?" tanya si Lola sambil mengambil roti daging sapi.


"Bukan aku, tetapi Chef Pierre Gagnaire!" jawab Dewa Abadi yang membuat si Lola yang akan makan menjadi tertawa.


Chef Pierre Gagnaire adalah seorang yang sangat terkenal di Bumi dalam ketekunan di bidang kuliner selama 40 tahun. Si Lola tertawa karena dipikirnya Dewa Abadi membual, tidak mungkin Dewa Abadi mengetahui kehidupan di Bumi.


Setelah sarapan, mereka meninggalkan Kota Bulu Rubah, melanjutkan perjalanan menuju ke Lembah Berhantu. Seperti sebelumnya, selama perjalanan, Dewa Abadi membuat si Lola selalu kesal karena diejek.


Hingga akhirnya mereka tiba di Lembah Berhantu yang ditakuti oleh banyak orang. Ketika dekat dengan tempat ini, seseorang yang melihat bayangan putih di hutan dengan penampilan yang mengerikan.


Lembah ini memang seperti labirin, yang mana pepohonan tertata rapi membentuk kolom-kolom. Setiap kolom memisahkan banyak jalan yang membuat setiap orang kebingungan dan tersesat.


Dewa Abadi dan Lola berdiri di tebing melihat tugu berlumut setinggi 27 meter. Di belakang tugu itu ada gua besar yang tertutupi oleh akar-akar pohon menjuntai ke bawah. Lalu melihat banyak kerangka manusia yang bersandar di batang pohon, mereka mati kelaparan karena tidak bisa keluar dari Lembah Berhantu. Banyak juga kerangka manusia yang berserakan di jalan.


"Katanya sih di dalam gua itu ada banyak hartanya," ucap si Lola.


Dewa Abadi segera turun dari tebing, dia mendarat di puncak pohon dan melesat ke arah gua di belakang tugu berlumut. Si Lola segera menyusul dengan tergesa-gesa karena khawatir tersesat di Lembah Berhantu.

__ADS_1


Ketika mendarat di tanah, Dewa Abadi dan Lola mendengar suara anak kecil menangis, dan mendengarkan juga suara wanita yang berteriak meminta tolong. Si Lola memeluk lengan kanan Dewa Abadi karena melihat hantu wanita buruk rupa keluar dari gua.


Hantu wanita itu ketakutan melihat Dewa Abadi karena merasakan kekuatan jiwa. Dewa Abadi dan Lola segera berjalan menuju ke gua. Ketika berada di depan gua, angin berhembus dari dalam gua.


Bau bangkai menyeruak masuk ke hidung. Si Lola dan Dewa Abadi menutup indera penciuman. Mereka mengeluarkan energi sebagai perisai menahan dorongan angin.


Kemudian, mereka segera masuk ke dalam gua. Sepanjang jalur gua, mereka melihat kerangka manusia dan binatang, mati karena kelaparan dan saling membunuh. Semakin dalam masuk, gua semakin gelap.


Lalu dengan jelas mendengar suara anak menangis, bermain dan tertawa. Ada juga suara wanita dan pria. Dewa Abadi dan Lola melihat bayangan putih yang merupakan perwujudan dari Roh-roh gentayangan.


Hantu-hantu itu ketakutan ketika Dewa Abadi sedikit mengeluarkan energi Kekuatan Jiwanya. Si Lola tidak merasakan energi kekuatan jiwa, sebab dia tidak seperti hantu yang lebih peka terhadap energi.


Ketika berjalan sejauh 75 meter, gua benar-benar gelap gulita, bahkan Dewa Abadi sampai tidak bisa melihat apapun sejauh 3 meter, hal yang tidak pernah dialaminya selama hidup di dunia kultivator. Dewa Abadi segera mengeluarkan senter untuk menerangi jalannya.


Lola melihatnya, ia tersenyum karena tidak menyangka Dewa Abadi memiliki teknologi di Bumi. Pandangan mereka kini menjadi jelas. Kemudian, mereka mendengar suara benda yang menggelinding ke arahnya.


Ketika semakin dekat, mereka melihat batu besar yang bisa melindas siapapun. Segera si Lola mengeluarkan pedangnya, lalu menebas ke arah batu besar itu.


Boom...


Ledakan keras ketika sinar bilah pedang membentur batu besar yang menggelinding. Batu itu seketika hancur berkeping-keping. Mereka kembali melanjutkan perjalanannya.


Baru beberapa langkah berjalan, anak panah besi keluar dari dinding gua. Si Lola segera beraksi dengan menggunakan pedangnya, menangkis setiap anak panah, ia ingin menunjukkan kepada Dewa Abadi jika masih bisa diandalkan.


Dewa Abadi hanya melihat si Lola yang menangkis ratusan anak panah itu, dia hanya menerangi gua dengan senter. Lola terus menjadi tameng setiap kali jebakan anak panah berdatangan. Dia juga dengan lincah melompat ketika ada jebakan lubang di gua.


Sampai akhirnya mereka tiba di ujung gua. Mereka melihat sebuah pintu kecil berkarat setinggi satu meter dengan lebar 30 cm. Tidak mungkin bisa dilewati oleh mereka.


"Bagaimana kita bisa masuk jika pintunya sekecil ini?" tanya si Lola sambil melihat ke dalam pintu kecil itu.


"Mudah saja!" jawab Dewa Abadi yang memiliki Teknik Perubahan Wujud.


"Kali ini aku serahkan kepadamu!" ucap si Lola sambil menyimpan pedangnya ke dalam cincin dimensi.


"Kamu di sini atau ikut?" tawaran Dewa Abadi.


"Pahlawan tidak pernah ketinggalan dalam menjelajahi hal-hal yang baru!" jawab si Lola dengan nada bangga.


"Awas, hantu di belakangmu!" peringatan dari Dewa Abadi.


Segera si Lola melompat memeluk Dewa Abadi karena takut dengan hantu. Dewa Abadi tertawa karena membuat si Lola ketakutan, padahal tidak ada hantu.


"Pahlawan kok takut hantu!" ejekan Dewa Abadi sambil berubah menjadi udara tanpa diketahui oleh si Lola.


"Siapa yang takut!?" Aku hanya kaget karena hembusan angin yang tiba-tiba keluar dari pin-" alasan si Lola yang tidak melanjutkan ucapannya karena tercengang.


Sambil menggendong si Lola, Dewa Abadi telah masuk ke dalam pintu kecil. Hal ini membuat si Lola tercengang melihatnya, ia tidak menyangka bahwa Dewa Abadi memiliki kemampuan unik seperti ini.

__ADS_1


Setelah beberapa saat melewati jalur pintu kecil, mereka tiba di sebuah ruangan seluas 230 meter persegi, dengan tinggi ruangan 3 meter. Ruangan itu tiba-tiba menjadi terang karena pencahayaan dari obor.


__ADS_2