
Bab 32. Bungker.
Melihat kehati-hatian si Evilyn, Dewa Binatang menduga ada sesuatu yang ingin dibicarakan dan melihatnya duduk di sebelah kiri. Satu hal yang membuat Dewa Binatang menjadi berpikir, di mana setiap ras yang melihatnya tidak lagi seperti dulu, yang selalu membenci Ras Manusia dan memburunya.
"Aku dengar pembicaraan kalian... Kapal induk itu sudah sering melancarkan serangan untuk mengurangi jumlah penduduk dan menghancurkan persenjataan yang berbahaya. Dan, tentang Mysterious Land, selama ini tidak ada yang tahu, ada apa di dalamnya... perkataan mereka itu bohong!" jelas Evilyn sambil melihat reaksi Dewa Binatang.
"Iya, aku tahu," ucap Dewa Binatang yang enggan berdebat apakah benar atau tidak Infomasi ini.
"Tapi, jika kamu ingin pergi ke Mysterious Land, aku sebagai Ras Demon, bisa menjadi pemandumu. Kami Ras Demon sudah sering masuk dan keluar dari Mysterious Land, bisa dikatakan hampir mengenal wilayah itu...," ujar Evilyn yang mengungkapkan tujuannya.
Dewa Binatang tidak langsung beraksi dengan perkataan Evilyn walaupun membutuhkan lebih banyak informasi terkait Mysterious Land, dia menduga jika Evilyn menginginkan sesuatu darinya.
"Biayanya tidak mahal, hanya 700.000 RoboBee selama ekspedisi. Aku jamin kamu bisa masuk dan keluar dengan selamat!"
Perkataan Evilyn membuat Dewa Binatang tersenyum. Mungkin 700.000 RoboBee bagi orang harga yang sangat mahal, tapi baginya itu harga yang murah, dan juga Mysterious Land adalah tempat yang berbahaya, dan dia memiliki satu juta RoboBee hasil yang ditukar dengan Batu Kuno.
Karena masa-masa ini sangatlah sulit semenjak diinvasi oleh Ras Pleidian, maka semua penghuni Planet Nibiru melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan uang untuk membiayai hidup. Evilyn mendengar obrolan Dewa Binatang, dan segera memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan sebanyak mungkin RoboBee.
"Apa benar apa yang kamu ucapkan!" Dewa Binatang ingin memastikan bahwa perkataan Evilyn benar atau tidak yang mengetahui wilayah Mysterious Land.
Evilyn menepuk dadanya yang lumayan besar, dia berkata dengan percaya diri, "tenang saja, Evilyn akan memandumu dan kembali dengan keadaan sehat tanpa goresan!"
"Kapan kita bisa berangkat?" tanya Dewa Binatang.
"Besok subuh! Tapi, uang muka 300.000 RoboBee, sisanya setelah keluar dari Mysterious Land!" jawab Evilyn.
Dewa Binatang segera mengeluarkan kantong kain yang berisi 300.000 RoboBee, lalu memberikan kepada Evilyn. Evilyn dengan segera menerimanya, dan wajahnya terlihat senang.
"Baiklah, aku akan persiapkan bekal perjalanan. Oh iya! Mereka yang berada di luar adalah anak buahku, mereka adalah orang pilihan dan handal," ujar Evilyn sambil memeriksa isi kantong kain.
Dewa Binatang melihat keluar dan ada 7 orang yang berasal dari berbagai ras, mereka memang terlihat berpengalaman, 6 pria dan satu gadis muda usia 17 tahun, satu-satunya anggota paling muda tapi berpengalaman.
Setelah Dewa Binatang mengangguk sebagai respon, Evelyn keluar dan berbicara dengan anak buahnya tentang ekspedisi menjelajahi Mysterious Land.
Dewa Binatang menoleh ke belakang karena ada sinar lampu yang menyorot ke jendelanya, dia melihat kapal penjelajah penjajah sedang berpatroli. Kali ini, kapal penjelajah berbentuk aneh seperti ubur-ubur yang memiliki delapan tentakel, bisa dikatakan seperti gurita. Dan sinar yang menyorot berasal dari ujung tentakel dan digunakan sebagai mata. Kapal itu jenis robot pelacak.
__ADS_1
Empat tentakel sebagai kaki dan sisanya digunakan untuk memeriksa setiap reruntuhan dan gedung-gedung yang sebagian belum hancur. Evilyn dan anak buahnya buru-buru bersembunyi di balik tembok, mereka berjongkok dan menyelimuti tubuh dengan kain, kain khusus untuk berkamuflase.
Dewa Binatang tersenyum melihat ketakutan mereka, lalu dia mengeluarkan Pedang Semesta yang diubah menjadi senjata api laras panjang. Dia langsung menebak robot pelacak dibagian sumber penggeraknya.
Sinar kebiruan melesat ke robot pelacak dan membuat Evelyn kaget dan terlambat untuk mencegahnya. Namun, dia dan anak buahnya terkejut melihat robot pelacak meledak.
Suara ledakan itu memicu robot dan kapal penjelajah berdatangan ke sumber ledakan, banyak juga serangga pelacak yang juga berdatangan.
"Bos, senjatanya sangat hebat!" bisik seorang pria kepada Evelyn.
"Aku tahu, bodoh!" sahut Evelyn yang sudah melihatnya.
Anak buahnya hanya tersenyum masam dan tidak tersinggung dengan perkataan Evilyn, dan memang panggilan adalah bodoh karena selalu bertindak sembarangan.
"Kalian segera pindah ke markas kita!" perintah Evelyn dan segera dipatuhi oleh anak buahnya.
Karena perbuat Dewa Binatang, tempat mereka saat ini sudah pasti diketahui oleh para penjajah. Evelyn segera menghampiri Dewa Binatang yang kembali membidik robot pelacak.
"Persembunyian kita telah diketahui mereka, ayo kita pindah!" ajak Evilyn sambil memegang pergelangan tangan kiri Dewa Binatang.
"Mereka banyak dan sulit untuk diatasi, lebih baik menghindari mereka! Selain itu, kita pindah ke markas dan berangkat dari sana," terang Evilyn.
"Tunggu!" pinta Dewa Binatang yang ingin meledakkan para penjajah yang sudah mendekati gedung persembunyian.
Evilyn menghela nafas berat karena Dewa Binatang begitu keras kepala, dia melihatnya sedang membidik. Dewa Binatang mengunci setiap target yang jumlahnya sangat banyak, dia juga melihat anak buahnya Evelyn sedang berlari dengan menggunakan puing-puing bangunan agar tidak diketahui oleh penjajah.
Lalu keluar dari moncong senjata apinya banyak sinar kebiruan yang melesat ke target yang telah terkunci. Seketika terdengar rentetan ledakan saat serangan Dewa Binatang mengenai targetnya.
Evilyn sampai dibuat melongo melihat kehebatan senjata api milik Dewa Binatang, dia melihat setiap robot, kapal penjelajah dan serangga pelacak hancur dalam sekali tembakan.
"Sistem Plasma Multi Target milikmu lebih hebat dari buatan Netec Bista," kata Evilyn yang menatap senjata api milk Dewa Binatang.
Persenjataan Sistem Plasma Multi Target dikembangkan oleh Zyila Miralen, dia terinspirasi dari karya Dewa Binatang yang ada di Mahkota Dewi Perang. Namun, persenjataan itu hanya bisa melepaskan empat tembakan dalam satu waktu.
Dewa Binatang melihat Mahkota Dewi Perang yang dikenakan oleh Evilyn, lalu dia berkata, "siapapun orangnya, tidak akan bisa menirukan Mahkota Dewi Perang."
__ADS_1
"Kata siapa? Netec Bista berhasil memproduksi Mahkota Dewi Perang, dan ini adalah buktinya!" sahut Evilyn sambil menunjuk ke mahkotanya.
Evilyn tidak tahu jika orang yang sedang dihadapinya adalah pencipta Mahkota Dewi Perang. Dewa Binatang tidak menanggapi perkataan Evelyn, lalu dia turun dari meja dan meletakkan senjata apinya di punggung.
Mereka berdua keluar dari gedung persembunyian. Sepanjang jalan, Evilyn melihat robot pelacak dan yang ditembak oleh Dewa Binatang berserakan dimana-mana. Mereka tidak mendapatkan hambatan selama perjalanan menuju ke markas.
"Aku Evelyn!" Katanya sambil berjalan.
"Shan Tian!" Dewa Binatang membalas perkenalan.
Karena Ras Manusia tidak lagi diburu, Dewa Binatang dengan sengaja menggunakan nama Shan Tian, tujuannya untuk memperkenalkan Ras Manusia agar disegani banyak ras. Selain itu, dia ingin membuat nama Shan Tian terkenal.
"Kalian tidak lagi membenci Ras Manusia?" tanya Dewa Binatang yang ingin tahu.
"Itu karena ketiga pahlawan yang meminta semua ras tidak lagi memburu manusia. Semua ini terjadi karena invasi Ras Pleidian dan membutuhkan kerjasama dalam menghadapinya...," jawab Evilyn sambil melirik Dewa Binatang.
"Pria ini berbeda dari Ras Manusia... Ketampanannya mengalahkan pria maupun di Planet Nibiru!" batin Evilyn.
Setelah berjalan cukup jauh, Dewa Binatang melihat reruntuhan bangunan. Evilyn melihat sekitarnya untuk memastikan tidak ada yang mengikuti. Lalu dia masuk ke sebuah lubang yang tercipta dari reruntuhan, ukuran lubang itu hanya bisa dimasuki orang dewasa.
Dewa Binatang mengikuti Evelyn yang sudah masuk ke lubang reruntuhan, dia melihatnya di tanah depan Evelyn ada sebuah pintu baja. Evilyn membuka pintu baja, lalu ada anak tangga terbuat dari besi, dia segera turun.
"Setelah masuk, tutup pintunya," kata Evelyn.
Dewa Binatang melihat lorong berukuran dua meter, kedalamannya mencapai 50 meter. Dia segera masuk dan menutup pintu baja. Setelah berada di dasar lorong, ternyata apa yang dilihatnya sebuah bungker raksasa, ada banyak peralatan canggih.
Dewa Binatang melihat kapal angkasa besar yang berbentuk anak panah, berwarna hitam dan memiliki tiga roda. Dua cerobong di belakang sebagai daya pendorongnya.
Di dalam bungker, tidak hanya ada 7 orang saja, melainkan ada 200 orang lebih yang memiliki tugas berbeda-beda. Semua orang itu berasal dari berbagai ras, dan banyak yang sudah memiliki pasangan, ada juga anak-anak yang sedang dilatih mempergunakan senjata.
"Itu Interstellar yang akan kita gunakan untuk ekspedisi nanti. Kapal itu dibuat khusus untuk menjelajahi tempat-tempat yang ekstrim dan juga berbahaya. Mereka semua adalah anak buahku, di sinilah markas kita selama invasi Ras Pleidian. Di sini kita aman dari pendeteksi teknologi mereka. Ya, beginilah kegiatan kita... Memodifikasi persenjataan, memperbaiki dan ada juga ruangan khusus untuk bercocok tanam...," kata Evilyn yang memperkenalkan markasnya kepada Dewa Binatang.
Dewa Binatang tidak sekalipun berbicara, dia hanya mendengar apa yang diperkenalkan oleh Evilyn. Dan, dikarenakan Dewa Binatang sebagai pengguna jasa kelompok Evelyn, maka dia dipersilahkan untuk tinggal di kamar pribadi milik Evelyn.
Kamar pribadi milik Evelyn adalah sebuah ruangan besar yang terdiri dari empat kolom, di ruangan ini, hanya Evelyn dan para wanita yang bisa masuk. Sedangkan para prianya memiliki ruangan tersendiri bersama pasangannya.
__ADS_1
Padahal, ada ruangan yang masih kosong, dan aneh jika Dewa Binatang diperbolehkan untuk masuk ke ruang khusus wanita.