God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Telur Ular Surgawi.


__ADS_3

Bab 90. Telur Ular Surgawi.


Hanya Dewa Binatang yang mengetahui kedatangan Mao Zedong, sebab kekuatannya jauh di atasnya. Oleh sebab itu, dia selalu memperhatikan gerak-gerik Mao Zedong.


"Menarik! Orang tua itu bisa saja menguasai Galaksi Arcadia dengan mudah, tapi kenapa dia tidak segera bertindak? Apa jangan-jangan ini terkait harta benda milik Dewa Api Phoniex?" gumam Dewa Binatang yang menebak-nebak tujuan Mao Zedong.


Jika tebakan Dewa Binatang benar, Mao Zedong berencana menguasai Galaksi Arcadia setelah mendapatkan robot manusia. Dengan begitu, pihak Mao Zedong tidak akan kehilangan korban jiwa, di mana jumlah Ras Iblis lebih sedikit dari Ras Manusia.


Walaupun Mao Zedong itu kuat, dia tidak bisa mengalahkan semua kultivator dari Ras Manusia, dan robot manusia adalah solusi untuk menguasai Galaksi Arcadia.


Telur binatang suci telah mencapai tawaran di angka 21 juta keping emas. Akan tetapi, Putri Yu Jie yang kesal menaikkan tawaran hingga mencapai 40 juta. Sontak membuat para peserta lelang tidak lagi menaikkan tawaran, hanya Putri Liangyi dan Pangeran Jia yang masih ikut serta dalam menaikkan harga.


Akan tetapi, Dewa Binatang akhirnya ikut serta dalam menaikkan tawaran, "200 juta keping emas."


Putri Liangyi sampai melompat dari tempat duduk hingga dekat dengan kaca, lalu mengendor kaca karena marah. Dengan komunikasi telepati, ia berbicara kepada Dewa Binatang dengan nada memohon, "tolong jangan ikut dalam lelang kali ini. Aku sangat membutuhkannya!"


Dewa Binatang mengernyitkan dahi saat mendengar suara lembut Putri Liangyi, dia menjadi penasaran, "untuk apa?" tanyanya.


"Aku tidak bisa memberikan alasannya! Tapi aku mohon, jangan ikut menaikkan tawaran, telur ini sangat berharga bagiku!" jawab Putri Liangyi.


Alasan Putri Liangyi membuat keingintahuan Dewa Binatang makin besar, lalu dia berkata dengan nada datar, "apa isi di dalam telur itu? Dan, jika kamu tidak mengutarakan alasan, aku tetap akan menaikkan tawaran!"


"Jika kamu bisa menjaga rahasia, aku akan katakan. Tapi kalau kamu bermulut besar, segala cara akan kudapatkan telur itu!!" ucap Putri Liangyi dengan nada tegas.


"Aku pria sejati dengan sejuta pesona... Mulutku adalah tindakan tandukku. Percayalah!" ujar Dewa Binatang lebih tegas dan berbobot.


Awalnya Putri Liangyi marah. Setelah mendengarkan perkataan Dewa Binatang, ia menahan tawa, karena mana ada pria sejuta pesona di dunia ini. Jikalau pun ada, sudah pasti semua wanita di dunia ini akan bertekuk lutut di hadapan Dewa Binatang.


Sayangnya, Putri Liangyi tidak mengetahui jika Dewa Binatang memang memiliki pesona, di mana istrinya tidak hanya puluhan maupun ratusan, melainkan memiliki jutaan istri.


"Baiklah, jika kamu bisa dipercayai! Itu adalah telur binatang Ular Surgawi yang legendaris. Aku menginginkan binatang itu dengan tujuan untuk melawan Raja Arwah yang hampir menguasai para pejabat istana!" ungkap Putri Liangyi.


Ular Surgawi memiliki kemampuan dalam hal mata, yaitu memiliki Mata Surgawi. Mata Surgawi lebih hebat dari Mata Langit milik Dewa Binatang. Mata Surgawi mampu mengusir Roh-roh iblis, bahkan membuat mereka ketakutan. Karena kelebihannya ini, Putri Liangyi harus memilikinya.


Putri Liangyi mengetahui hal ini karena kakeknya memiliki catatan sejarah tentang Ular Surgawi. Semenjak Raja Arwah mulai mengendalikan para pejabat istana satu per satu, ia dan keluarganya sudah mengetahuinya dan segera menggunakan jimat pelindung agar tidak dirasuki oleh roh iblis, tapi itu hanya sementara. Hanya ia dan keluarganya saja tahu jika Roh-roh iblis merasuki para pejabat istana.


Setelah Putri Liangyi mengungkapkan tujuannya, Dewa Binatang kembali mengingat apapun saat bersama dengan Celestial She. Selama itu, Celestial She selalu berkata bahwa dirinya adalah satu-satunya Ular Surgawi, tidak ada yang lainnya.


"Apakah dia berbohong? Aku rasa tidak, karena dia telah memiliki segel keluargaku. Berarti gadis itu memang Ular Surgawi yang lainnya!" gumam Dewa Binatang yang lebih percaya ucapan Celestial She.


Ketika Dewa Binatang sedang berpikir, dia mendengar suara telepati dari Pangeran Jia.

__ADS_1


"Kerajaan Arcadia bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh! Kamu sejak awal sudah mencari masalah. Apa perlu marga Cheng dimusnahkan di dunia ini?"


Setelah mengancam Dewa Binatang, dia menaikkan tawaran menjadi 300 juta keping emas. Dewa Binatang jelas tidak takut dengan ancaman dari seorang bocah, dia tidak menghiraukannya.


Yang dipikirkan oleh Dewa Binatang adalah perkataan Putri Liangyi. Tebakannya ternyata benar bahwa itu adalah telur Ular Surgawi. Kini yang menjadi pertanyaan dihatinya, "apakah benar itu putriku, atau jenis ini ada yang lain?"


Kemungkinan besar serta hipotesis dari Dewa Binatang, Celestial She tidak tahu jika jenisnya ada yang lain, sebab alam semesta ini luas. Dan lagi, asal muasal Celestial She yang seharusnya memiliki keluarga, seperti ayah dan ibu. Tidak mungkin keluarganya hanya memiliki anak satu, pasti ada keluarga lainnya yang juga memiliki keturunan.


Seandainya Ular Surgawi ada yang lain dan sosok gadis kecil itu bukan putrinya, maka Dewa Binatang tidak bersaing dengan Putri Liangyi, malahan akan membantunya untuk mendapatkan telur itu.


Menurut pemikiran Dewa Binatang, tujuan Putri Liangyi memang baik, melindungi kehidupan dari kekejaman Raja Arwah yang kini menjadi musuh barunya.


"Aku akan membantumu untuk mendapatkan telur itu. Kamu jangan ikut bersaing dengan pria burik itu!"


Perkataan Dewa Binatang membuat Putri Liangyi antara percaya dan tidak percaya, sebab ia tidak tahu tujuannya yang ingin membantu. Tetapi, karena kalah dalam masalah keuangan dengan Pangeran Jia, bantuan Dewa Binatang jelas sangat dibutuhkannya.


"Apa keinginan Anda?" tanya Putri Liangyi dengan nada sopan.


"Aku hanya ingin ikut serta ketika telur itu menetas, hanya itu!" ungkap Dewa Binatang.


Setelah telur itu menetas, dia akan memeriksa garis darah si gadis kecil itu, di mana akan diketahui asal-usulnya. Setiap kehidupan, akan selalu membawa kenangan leluhur di dalam darah. Hal ini yang akan diselidiki oleh Dewa Binatang untuk menemukan Celestial She.


"Terima kasih, dengan senang hati saya menerima bantuan Anda!" ucap Putri Liangyi dengan nada lembut dan sopan.


"Orang kaya itu memang aneh! Hanya ingin tahu saja rela mengeluarkan banyak uang!" Putri Liangyi tidak habis pikir bagaimana jalan pikiran Dewa Binatang yang nyeleneh.


"Ini juga keuntungan bagi Putri. Jika harga telur itu melebihi keuangan kita, anggap saja kita berhutang!" sahut Lan Qisheng dan di anggukan kepala oleh Putri Liangyi.


"400 juta keping emas," tawaran Dewa Binatang.


Tawarannya membuat Pangeran Jia mengeluarkan pukulan berenergi ke arah kaca sehingga bergetar. Dia sangat marah ancamannya tidak dihiraukan.


"Dengan hormat kepada Pangeran Jia, tolong jaga sikap Anda!" teguran keras dari Chou Chen yang geram atas tindakan Pangeran Jia.


"Maaf!" ucap Pangeran Jia tanpa ada ketulusan.


Sedangkan Putri Yu Jie, ia tidak lagi menaikkan tawaran, sebab tujuannya hanya untuk bersenang-senang. Kedua matanya tertuju kepada Dewa Binatang. Sayangnya, ia tidak memiliki kelebihan seperti kakeknya dengan mata unik, yaitu Mata Neraka.


Mata Neraka seperti halnya Mata Langit, bisa dikatakan setara kelebihannya. Tapi, kedua keunggulan mata itu tidak mengalahkan kehebatan Mata Surgawi.


"Apakah ada tawaran yang lebih tinggi dari 400 juta keping emas?" sekali lagi Gong Fang memberikan kesempatan kepada para peserta lelang.

__ADS_1


Di dalam hatinya, ia sangat kegirangan. Selama menjadi pembaca acara lelang, baru kali ini prestasinya yang paling tertinggi, hal ini dikarenakan adanya Dewa Binatang yang tidak khawatir kehabisan dana.


Karena Pangeran Jia tidak menaikkan tawaran, para peserta lelang yang sesaat lalu ketakutan, kini mereka kembali menaikkan tawaran. Sayangnya, Dewa Binatang lagi-lagi menaikkan tawaran yang membuat mereka berhenti bersaing.


Tawaran dari Dewa Binatang yang mencapai angka 1 miliar keping emas hanya untuk telur binatang suci, sudah angka di luar kemampuan keuangan mereka. Jelas mereka tidak mau mengeluarkan keuangan sebegitu banyaknya.


"Telur binatang suci dimenangkan oleh Tuan Muda Cheng, selamat!" Setelah memutuskan kemenangan Dewa Binatang, Gong Fang mengayunkan palunya sebagai tanda lelang babak ini berakhir.


"Saya langsung saja melanjutkan lelang berikutnya. Ada dua jenis barang, pertama Buah Suci dan Pil Kultivasi. Untuk peringkat kedua barang itu, nanti Yang Mulia sekalian akan mengetahuinya...," Gong Fang sengaja tidak menjelaskan barang lelang berikutnya secara detail, tujuannya untuk memancing minat para peserta lelang.


Lalu datang seorang wanita menarik yang membawa nampan yang tertutup kain hitam. Setelah itu, baru Gong Fang menjelaskan perihal jenis Buah Suci. Sontak membuat para peserta lelang menjadi ribut.


"Berapa harga awalnya cepat katakan?" salah satu peserta lelang tidak sabaran ingin tahu harga Buah Suci tingkat Surga, lebih tinggi dari Buah Suci sebelumnya.


Mao Zedong Putri Yu Jie, Pangeran Jia, Putri Liangyi dan banyak pejabat yang kegirangan melihat ada dua Buah Suci tingkat Surga berada di dalam kaca khusus.


"Harga awal 30 juta keping emas per buah. Silakan Yang Mulia sekalian membuka tawaran!" ucap Gong Fang setelah penjelasannya di sela.


Sedangkan Dewa Binatang sebagai pemilik Buah Suci dan Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi, dia bosan mengikuti babak lelang kali ini, dia pun keluar dari ruangannya untuk mengambil telur binatang Ular Surgawi.


Baru saja membuka pintu, dia melihat Sha Meyleen di depan pintu dan akan mengangkat tangan untuk mengetuk. Sha Meyleen mengembangkan senyuman manis sambil menatap wajah tampan Dewa Binatang.


"Baru saja aku mau menemui kamu ... Silakan masuk!" ucap Dewa Binatang sambil mempersilakan Sha Meyleen.


"Baru saja kita berpisah, apakah Anda sudah merindukan saya!" goda Sha Meyleen sambil berjalan masuk ke ruangan.


Dewa Binatang tersenyum karena digoda oleh Sha Meyleen. Lalu dia membalas godaannya, "apa arti nanti kita bisa anu-anu?"


Sha Meyleen mengerutkan kening karena tidak paham dengan perkataan Dewa Binatang. Jelas ia tidak akan mengerti karena itu adalah bahasa yang digunakan di Bumi.


"Apa itu anu-anu?" tanya Sha Meyleen dengan polosnya sambil duduk berhadapan dengan Dewa Binatang.


Seandainya tahu jika perkataan Dewa Binatang itu vulgar, entah apa yang terjadi dengan reaksi Sha Meyleen.


Dewa Binatang berdehem sebelum mengganti topik pembicaraan, dia lupa jika tidak berada di Bumi. Lalu dia bertanya, "datang ke sini untuk memberikan telur binatang suci?"


"Benar." Sha Meyleen segera mengeluarkan telur binatang suci dari kantung spasial, lalu meletakkan di atas meja.


Dewa Binatang segera mengambil telur Ular Surgawi, lalu mengamatinya.


"Apa itu anu-anu?" tanya Sha Meyleen yang tidak melupakannya.

__ADS_1


Dewa Binatang langsung terbatuk-batuk sambil melirik Sha Meyleen yang terlihat serius. "Lupakan saja!" ucapannya yang tidak mau menjelaskan.


__ADS_2