
Bab 67. Naga 12 Elemen Vs Garis Darah Yaksa.
Setelah dua energi saling berbenturan, kedua Dewa tersebut terdorong mundur beberapa puluh meter. Mereka kembali menghentakkan kakinya dan melesat untuk saling beradu kekuatan.
Walaupun kekuatan mereka berdua ditekan oleh energi Mysterious Land, mereka yang telah memiliki pondasi kekuatan asli mampu melayang di udara karena pergerakannya sangat cepat. Selain itu, mereka berdua juga menggunakan teleportasi, saling beradu pemahaman tentang tekniknya.
Setiap kali benturan energi memicu gelombang kejut yang merusak apapun. Tanah muncul retakan, pepohonan tumbang, hancur, dan air laut bergelombang tinggi.
Dewa Tombak Api menyeringai lebar karena musuhnya perlahan mulai tersudut. Tebakannya benar, bahwa musuhnya tidak sepenuhnya mampu menggunakan kekuatan. Dia menduga Dewa Binatang mampu menandinginya berkat Pedang Semesta.
Akan tetapi, Dewa Tombak Api dengan jelas merasakan betapa mengerikannya Pedang Semesta yang melegenda di Alam Suci. Setiap kali berbenturan dengan Pedang Semesta, Tombak Apinya selalu bergetar dan melengkung, tangannya merasakan perih, panas dan mengeluarkan darah.
Biarpun begitu, Dewa Tombak Api tidak mengendurkan serangannya, dia makin bersemangat untuk mengalahkan Dewa Binatang yang mulai tersudut...
Merasakan energi besar di bagian barat, para jenderal utusan itu segera menyusul Dewa Tombak Api, mereka bersama banyak kultivator dan para penguasa ras.
Dao Li Xia yang sedang mengawal Raja Long Ying dan rakyat untuk mengungsi segera merasakan energi besar yang saling bertarung. Dia dan saudarinya merasa aura kekuatan Dewa Binatang, Scorpion ATV segera berhenti, lalu mereka keluar.
Di kejauhan, dua benturan energi spiritual terlihat jelas, warna merah untuk Dewa Tombak Api dan warna kebiruan milik Dewa Binatang. Bagi Dao Li Xia dan semua orang, pertempuran hebat ini baru pertama kali disaksikannya. Walaupun lokasinya sangat jauh, mereka masih melihat dua energi seperti berbenturan, membentuk sebuah kubah.
"Sehebat inikah kekuatan suami kita!" seruan Evlyn yang sangat bangga mengetahui kehebatan Dewa Binatang.
"Lebih dari itu! Jika tidak adanya tekanan di Mysterious Land, kemungkinan kekuatan mereka lebih dahsyat dari ini!" sahut Dao Li Xia.
Raja Long Ying yang sempat meremehkan Dewa Binatang hanya bisa menelan ludah, wajahnya mengeluarkan keringat dingin karena takut, takut terhadap Dewa Binatang. Demikian juga dengan putranya si Long Bowen yang tidak lagi berpikir untuk memiliki Evilyn saat tahu kehebatan Dewa Binatang.
Putri Long Yun melirik semua istri orang yang telah menolongnya, entah apa yang sedang dipikirkannya.
"Ayo, segera kita melanjutkan perjalanan!" perintah Dao Li Xia yang tidak ingin pengorbanan suaminya yang mengulur waktu menjadi sia-sia...
Kembali ke Dewa Binatang, di mana dia dengan sengaja mundur saat merasakan pergerakan Scorpion ATV terhenti. Dia melakukan itu agar musuhnya tidak mengetahui lokasi persembunyian penghuni Mysterious Land.
Dia kembali menyerang setelah mundur karena benturan dua energi. Setingkat kekuatan mereka dan memiliki kecepatan tinggi, pertempuran tidak lagi menggunakan elemen, tapi beradu basis kultivasi serta pondasi kekuatan.
__ADS_1
Selain itu, Dewa Tombak Api dan Dewa Binatang adalah seorang petarung jarak dekat. Jadi, mereka tidak menggunakan elemen apapun seperti seorang penyihir (Mage) yang ahli dalam serangan jarak jauh.
Boom...
Kembali suara ledakan energi memekakkan telinga. Mereka kembali mundur dan kali ini berhenti saling menyerang.
"Apakah hanya ini saja kekuatanmu? Tidak sesuai dengan ucapanmu!" ejek Dewa Binatang yang ingin memicu kemarahan Dewa Tombak Api.
Dewa Tombak Api menertawakan perkataan musuhnya yang tidak mengenal garis darah leluhur Iblis dan Asyura. Kemudian dia membalas perkataan Dewa Binatang.
"Iblis dan Asyura adalah cucuku, apakah kau pikir garis darah Yaksa itu lemah? Tentu tidak, kami Dinasti Yecha adalah penguasa kegelapan. Jika ada kebaikan, keburukan selalu merusaknya. Keburukan menguasai ribuan tahun dan kebaikan menang hanya untuk sesaat. Selanjutnya, keburukan kembali menguasai kebaikan! Ya, kami adalah keburukan itu, dan kami bangga selalu membuat teror di mana-mana...,"
Bukan rahasia umum jika keburukan selalu menang selama ribuan tahun, bahkan jutaan tahun. Menyiksa kehidupan tanpa kenal waktu, mereka kalah itupun hanya sesaat, selanjutnya kembali membuat kekacauan.
Kemenangan sisi buruk dikarenakan banyak kehidupan yang memendam kejahatan di hatinya. Berkat itulah maka keburukan mendapatkan energi untuk bangkit kembali.
Bagi kultivator ini disebut Iblis Hati yang menghambat kekuatannya. Bagi manusia disebut kegelapan jiwa, baik di luar namun buruk di dalam. Selama itu ada keburukan selalu menang. Oleh sebab itu, banyak kehidupan yang selalu mengeluh padahal masalahnya karena perbuatan sendiri.
Dewa Binatang tersenyum tipis karena dulu juga merasakan nikmatnya energi keburukan saat menjadi Penguasa Iblis Langit. Dia senang melihat setiap orang berperang, perang saudara, saling bunuh sesama saudara seiman dan lain sebagainya. Dengan menggunakan doktrin, Penguasa Iblis Langit menghasut setiap hati kehidupan untuk selalu merasa kurang dan kurang, merasa benar akan kepercayaannya.
Dewa Tombak Api memegang erat senjatanya. Kemudian, tanah bergetar seperti gempa bumi, air laut kembali bergejolak, angin kencang tiba-tiba muncul, di langit awan hitam segera bermunculan.
Dewa Binatang tahu jika musuhnya mengeluarkan kekuatan garis darah Yaksa, lalu dia melihat kedua mata Dewa Tombak Api mengeluarkan bara api, punggungnya mengeluarkan enam pasang sayap. Tidak berhenti di situ, keluar enam pasang tangan, tiga tanduk dan muncul mata di dahinya, tubuhnya menjadi besar seperti raksasa, lebih besar dari Golem dan mahkluk apapun, tubuhnya kini bisa dikatakan lebih sebesar dari gunung.
Dewa Binatang terdorong mundur karena tekanan kuat dari garis darah Yaksa, dia terlihat seperti semut jika dibandingkan dengan sosok Dewa Tombak Api yang sebenarnya, tapi bukan berarti dirinya lemah. Lalu dia menyimpan Pedang Semesta dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Asal Muasal kehidupan berasal dari materi di air... Kemudian terbentuklah binatang air, yang akhirnya naik ke permukaan tanah. Binatang tertinggi di alam air, tanah, bumi dan langit adalah perwujudan seekor Naga, melambaikan Yin dan Yang setelah mencapai kesempurnaan...," Dewa Binatang mengucapkan suatu mantra untuk mengaktifkan garis darah Naga 12 Elemen.
Kembali tanah bergetar, lebih kuat dari sebelumnya, angin juga berhembus lebih kencang, air laut membentuk tsunami. Setelah itu, tubuh Dewa Binatang juga berubah dengan sangat cepat.
Dalam sekejap mata, sosok Dewa Binatang menjadi seekor Naga berwarna putih; memiliki dua pasang sayap, sayap depan memiliki 14 pasang bulu, setiap bulu mampu menutupi pegunungan, sayap belakang berukuran sepersepuluh dari sayap depan, ekornya bercabang-cabang, ukurannya melampaui perwujudan Dewa Tombak Api...
__ADS_1
Perubahan kedua sosok kedua Dewa itu dengan jelas dilihat dari semua orang yang berada di Mysterious Land. Dao Li Xia dan rombongannya kembali berhenti ketika merasakan tekanan kuat. Keempat Jenderal Naga langsung berlutut karena garis darahnya tertekan oleh Dragon 12 Elements.
Dao Li Xia dan semua istri Dewa Binatang juga berlutut karena tidak mampu menahan tekanan kuat dari dua sosok Dewa yang mengeluarkan garis darahnya. Mereka syok melihat seekor Naga berwarna putih dengan bentuk yang tidak pernah dilihat. Mereka juga melihat Dewa Tombak Api yang menjadi raksasa melebihi gunung.
Sedangkan jenderal utusan dari penguasa galaksi dan rombongan langsung terhempas saat Dewa Tombak Api berubah wujud. Mereka terhempas jauh hingga keluar dari benteng pertahanan kedua Kerajaan Naga. Mereka segera kembali ke bungker milik King Wolf untuk melarikan diri dari Mysterious Land, mereka tahu pertempuran setingkat ini akan memusnahkan kehidupan.
Kemudian, Naga 12 Elemen meraung-raung sangat keras hingga menggetarkan Mysterious Land. Demikian juga dengan Dewa Tombak Api yang memukuli dadanya seperti seekor kera yang sangat marah, lalu membalas dengan raungan keras.
"Memang benar kau layak untuk dimusnahkan karena penyebab kehancuran Alam Semesta. Dragon 12 Elements, harus mati hari ini!" tekad Dewa Tombak Api saat tahu perwujudan dari Dewa Binatang.
Terjadinya Bencana Petir Semesta yang menyebabkan adalah Dragon 12 Elements. Dewa Tombak Api masih ingat betul sejarah kelam tersebut sehingga apapun yang terjadi hari ini, dia harus membunuh Dewa Binatang, sebab dia tidak mau Petir Semesta kembali datang untuk menghancurkan Alam Semesta.
Dia tidak peduli lagi dengan perintah yang diembannya, mencari Batu Alam dan menangkap hidup-hidup Dewa Binatang. Kini baginya, keselamatan anak cucunya lebih utama dari apapun.
Yang tidak diketahui oleh Dewa Tombak Api, Petir Semesta adalah guru dari Dewa Binatang. Jelas sebagai seorang guru, Universe Lightning tidak mungkin membunuh muridnya sendiri, apalagi Dewa Binatang telah mendapatkan restu darinya.
Mendengar perkataan musuhnya, Dewa Binatang tidak membalasnya, tapi membalasnya dengan mengepakkan sayapnya hingga muncul ratusan badai tornado yang mampu meluluhlantakkan Mysterious Land.
Dengan segera, 12 tangan Dewa Tombak Api menepuk ke depan hingga membuat ratusan badai tornado menghilang seketika. Kemudian, Dewa Binatang mengeluarkan raungan Naga yang terpusat kepada musuhnya.
Raungan Naga membuat telinga siapapun berdengung hingga mengeluarkan darah. Banyak orang yang langsung pingsan saat mendengar suara raungan Naga.
Tubuh Dewa Tombak Api langsung terpental ke belakang karena kuatnya angin yang keluar dari mulut Naga 12 Elemen. Padahal, Dewa Binatang hanya mengeluarkan dua persen kekuatannya.
Dengan wujudnya sekarang, tidak lagi bergantung pada fisik manusia yang masih lemah. Wujudnya yang sebenarnya bisa melampaui satu benua, dia sengaja menekan wujudnya karena tidak ingin memusnahkan Planet Nibiru, cukup untuk melampaui lawannya saat ini.
"Kamu bukan lawanku, lawanku adalah Universe Lightning. Hanya beliaulah yang mampu mengalahkanku!" ungkap Dewa Binatang setelah melihat kekuatan lawan yang sudah terguling-guling hanya dengan satu raungannya.
Ucapannya bukan berarti menantang gurunya maupun meremehkan, melainkan untuk menyadarkan Dewa Tombak Api bahwa garis darah Yaksa bukanlah yang terkuat, masih ada yang lebih kuat daripada Naga 12 Elemen. Perkataannya juga mengingatkan lawan, jika dulu hanya Universe Lightning yang mampu memisahkan Naga 12 Elemen menjadi beberapa bagian tubuh.
Jika dibandingkan dengan Universe Lightning, Dewa Tombak Api seperti seekor semut yang dengan mudah dimusnahkan.
Seperti sifat asli garis darah Yaksa, Dewa Tombak Api yang sadar setelah diingatkan, segera kabur. Dia tahu bahwa Naga 12 Elemen hanya mampu dikalahkan oleh Universe Lightning.
__ADS_1
Akan tetapi, Dewa Binatang jelas tidak akan melepaskannya, sebab belum waktunya musuhnya tahu tentang garis darah Naga 12 Elemen, belum untuk saat ini.