God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kedatangan Keluarga Kerajaan.


__ADS_3

Bab 78. Kedatangan Keluarga Kerajaan Arcadia.


Lei Jihan dengan cekatan membersihkan kotoran remah-remah di mulut ibunya, lalu dia memperkenalkan Dewa Binatang. Ye Jiali hanya melirik Dewa Binatang dan kembali diam dengan tatapan kosong setelah kenyang.


"Ibumu bisa disembuhkan!" ungkap Dewa Binatang.


"Benarkah?" sahut Lei Jihan yang sedikit meragukannya, karena sudah banyak orang yang berusaha menyembuhkan ibunya tapi tidak ada satupun yang berhasil.


"Iya. Lihat ini." Dewa Binatang langsung bertindak dengan menepuk dahi Ye Jiali.


Sontak Lei Jihan kaget dengan tindakannya. Sebelum marah, dia ketakutan melihat sesosok hitam berwajah mengerikan keluar dari tubuh ibunya yang langsung pingsan. Dewa Binatang segera menarik pergelangan tangan Lei Jihan yang ketakutan.


Rerumputan liar yang menutupi halaman rumah seketika menjadi layu dan mati saat roh iblis muncul. Aura kematian dengan jelas dirasakan oleh Lei Jihan yang tidak tahu apa-apa.


"Manusia, kau telah mengganggu kedamaian-ku. Mati?!" bentak roh iblis yang langsung menyerang Dewa Binatang.


Sebelum cakar roh iblis mengenainya, Dewa Binatang melambaikan tangan kanannya yang mengeluarkan energi spiritual. Dalam sekejap mata, roh iblis itu langsung menghilang dari hadapannya.


"Sudah aman dan ibumu sudah sembuh!" ungkap Dewa Binatang yang telah membereskan roh iblis.


"Ibu...!!" teriakkan Lei Jihan sambil memeluk ibunya yang masih pingsan.


Kemudian, Dewa Binatang memasukkan sebutir Pil Penyembuh di mulut Ye Jiali. Lei Jihan tidak mengetahui karena sedang memeluk ibunya sambil menangis.


"Putriku, maafkan ibu!" ucap Ye Jiali yang sudah siuman. Lei Jihan makin menangis sejadi-jadinya karena sudah lama tidak mendengar suara ibu berbicara dengan lembut.


Dewa Binatang meninggalkan mereka sambil memanggil anak buahnya yang sedang bersembunyi, dia bernama Ruan Fei, orang yang ingin membereskan si pencuri Kuda Terbang. Lalu dia memberikan cincin dimensi kepadanya.


"Berikan ini kepada Jihan, bantu bersihkan kediamannya yang tidak terawat. Jika Jihan bertanya, aku berada di gedung lelang!" perintah Dewa Binatang sambil memberikan cincin dimensi.


"Laksanakan, Yang Mulia!" jawab Ruan Fei yang berlutut ala prajurit.


Dewa Binatang kembali menggunakan skill teleportasi dan sudah berada di dekat Gedung Harta Langka, di mana gedung tersebut berlantai lima. Sepeninggalnya, Ruan Fei segera berdiri sambil berjalan menuju ke rumah Lei Jihan.


"Yang Mulia... benar-benar berhati mulia!" gumam Ruan Fei yang selalu kagum dengan perbuatan Dewa Binatang.


Ruan Fei dan semua penghuni di Dunia Jiwa, selama ini tidak sedikitpun kekurangan, hidup mereka terjamin dan sangat bahagia. Tetapi melihat kehidupan Lei Jihan, Ruan Fei bisa mengetahui jika Dewa Binatang selalu bertindak adil dan merata di manapun berada, tidak hanya saat berada di dalam Dunia Jiwa.


Ruan Fei berasal dari Benua Jiang Shan, dulunya hanya rakyat biasa yang tidak berkultivasi. Namun semua kehidupannya berubah ketika berada di Dunia Jiwa. Saat kekuatannya berada di tingkat Dewa Putih, dia segera mendaftarkan diri sebagai prajurit, hingga terpilih sebagai pasukan khusus Kekaisaran Dewa Binatang...


Dewa Binatang ikut mengantri untuk mengikuti lelang, dia mendengar segala obrolan seputar lelang, namun tidak ada satupun pembicaraan mereka yang menarik. Akhirnya dia berada di loket.

__ADS_1


"Kelas utama, berapa?" tanya Dewa Binatang yang ingin tempat duduk terbaik dan pribadi.


"Kelas 1 khusus untuk penjabat dan para bangsawan. Khusus pedagang di lantai tiga kelas 3. Harganya 500 keping emas!" jawab penjaga loket.


"Kelas 2 apa tidak bisa?" tanya Dewa Binatang karena si penjaga loket tidak menjelaskan secara detail.


"Kelas 2 dikhususkan untuk pejabat di bawah Marquis, harganya 1.000 keping emas, itupun sudah penuh. Jika Tuan Muda Cheng mau, hanya kelas itu yang masih kosong!" jelas si penjaga loket sambil melirik Dewa Binatang, dia sudah tahu jika pedagang Cheng Bei masih memiliki keturunan.


"Ya sudah, aku ambil kelas 3." Dewa Binatang memberikan kantung kain berisi 500 keping emas.


Si penjaga loket menerima kantung kain, di dalam hatinya bergumam, "habis dirampok masih saja kaya. Benar-benar kaya pedagang Cheng Bei ini!"


"Ruang nomer 9 kelas 3," kata si penjaga loket kepada pegawai gedung lelang sambil memberikan kartu keanggotaan lelang kepada Dewa Binatang.


Dewa Binatang menerima kartu anggota yang bisa digunakan selama 5 tahun, dan akan mendaftar ulang dengan biaya separuh. Lalu dia dipandu oleh seorang karyawati cantik dari gedung lelang.


"Apa kamu tahu Lei Jihan?" tanya Dewa Binatang kepada karyawati cantik yang dengan sengaja berlenggak lenggok mengundang hasrat kaum pria.


"Gadis kecil itu, tentu saya kenal!" jawab si karyawati dengan mengedipkan mata kepada Dewa Binatang.


"Jika dia datang, langsung antar saja ke tempatku!" pinta Dewa Binatang.


"Baik, Tuan Muda Cheng!"


"Ini adalah kelas 3. Apa Tuan Muda tidak membutuhkan layanan ekstra?" tanya si karyawati dengan nada menggoda.


Sebelum Dewa Binatang menjawab, dia mendengar suara istrinya yang sedang mendengus kesal melihat kegenitan si karyawati. Selama di dalam Dunia Jiwa, semua istrinya mengetahui apa yang sedang dilakukannya.


"Tidak perlu, cukup hidangkan camilan dan minuman terbaik!" tolak Dewa Binatang.


Terlihat karyawati itu kecewa karena ditolak dan baru Dewa Binatang yang menolaknya, lalu dia menutup pintu. Dewa Binatang melihat ke luar kaca, di mana ada panggung yang bisa dilihat dari segala sudut.


Dia juga melihat di lantai 4 dan 5 banyak ruangan berkaca yang tertutup kain hitam, ada beberapa ruangan yang sudah ditempati, tapi ada beberapa ruangan yang masih kosong.


Setelah waktu dua jam berlalu, acara lelang masih belum dimulai dan membuat semua orang yang berpartisipasi menjadi bersungut-sungut, dan mereka meminta kepada panitia untuk segera memulai acara lelangnya.


Dewa Binatang dan semua orang melihat wanita cantik memasuki panggung lelang, pakaiannya berwarna serba merah, pakaian yang menarik perhatian mata pria karena bagian dada dan pahanya terlihat.


Wanita itu adalah mengisi acara lelang, namanya Gong Fang, usia 25 tahun dan masih lajang. Wanita jenius dan juga seorang putri dari klan Gong, kekuatannya tidak perlu diragukan lagi, berada di tingkat Dewa Absolute level 45 diusianya yang terbilang baru melepaskan masa remaja.


Selain pembawa acara lelang, dia juga wakil dari Gedung Harta Langka, orang yang disegani oleh Duke Manchu. Orang yang telah mengenalnya seketika diam karena terpesona akan kecantikannya.

__ADS_1


"Selamat datang di Gedung Harta Langka! Kami meminta maaf dikarenakan acara lelang belum dimulai! Kami sedang menunggu keluarga kerajaan yang akan ikut dalam acara ini. Mohon kesabarannya!" ucap Gong Fang dengan nada suara yang menenangkan hati.


Berita ini jelas menghebohkan semua orang, termasuk Duke Manchu yang langsung berdiri dan keluar dari ruangannya untuk menyambut kedatangan keluarga kerajaan. Duke Manchu terlihat panik karena tidak mendapatkan laporan jika ada keluarga kerajaan yang akan menghadiri lelang hari ini.


Gedung Harta Langka mengadakan lelang setiap satu tahun sekali, sedangkan anak cabangnya akan membuka acara lelang setiap satu bulan sekali. Kota Chu merupakan pusat dari Gedung Harta Langka dikarenakan lokasinya yang strategis.


Keikutsertaan keluarga kerajaan baru pertama kali terjadi di acara lelang, biasanya yang hadir hanya para pejabat istana, dan itupun jika ada barang lelang yang diinginkan oleh Raja Guang maupun keluarga kerajaan.


Setelah mewartakan kedatangan keluarga Kerajaan Arcadia, Gong Fang meninggalkan panggung lelang. Dewa Binatang cemberut karena acara lelang ditunda hanya untuk menunggu kehadiran keluarga kerajaan.


Karyawati cantik itu masuk ke ruangannya dengan membawa camilan serta minuman. Setelah meletakkan camilan dan minuman, wanita itu tanpa sungkan-sungkan duduk di sisi kiri Dewa Binatang.


"Tuan Muda pasti jenuh menunggu acara dimulai... Bagaimana jika saya menemani Anda untuk menghilangkan kebosanan!" tawaran si karyawati.


"Tidak masalah! Siapa namamu?" tanya Dewa Binatang sambil setelah minum yang disajikan.


"Lang Zhen Juan, panggil saja Juan atau Zhen. Saya sudah bekerja di sini selama 4 tahun ini, dan dididik untuk melayani setiap anggota lelang dengan baik. Apa yang saya lakukan adalah bentuk dari pelayanan...," jawab Lang Zhen Juan panjang lebar.


Dewa Binatang tersenyum sambil menatap ke luar kaca melihat peserta lelang yang membicarakan keluarga kerajaan. Dia hanya bertanya nama tapi dijawab panjang lebar, hal ini yang membuatnya tersenyum.


"Telur binatang suci? Apa kamu tahu, telur binatang apa itu?" sela Dewa Binatang.


"Itu... Saya tidak tahu! Benda yang akan dilelang selalu dirahasiakan!" jawab Lang Zhen Juan.


Dewa Binatang mengangguk sebagai respon, tapi dia tahu jika Lang Zhen Juan jelas mengetahui dan tidak mungkin membeberkan rahasia sebelum acara lelang dimulai. Nada bicara Lang Zhen Juan yang sedikit terbata-bata dengan mudah diketahui ditebak.


"Maaf...! Kalau boleh tahu, berapa pendapatan yang kamu terima selama kerja di sini?" tanya Dewa Binatang yang ingin menyuap Lang Zhen Juan agar memberikan informasi tentang telur binatang suci.


"Hmm...!" Lang Zhen Juan menghela nafas berat karena pertanyaan ini, lalu dia menjawab, "saya dan rekan-rekan sebenarnya mendapatkan gaji yang lumayan besar, namun dikarenakan pekerjaan kita seperti ini, pendapatan kita habis untuk merawat tubuh. Tuan Muda pasti tahulah!"


Dewa Binatang tidak heran mendengarnya. Pantas saja biaya masuk dan menjadi anggota lelang kelas 3 sangat mahal bagi kalangan bawah. Dia juga tahu bagaimana penampilan wanita yang bekerja di gedung lelang sangat menarik, dan itu akan menghabiskan modal untuk menarik minat anggota lelang.


Dewa Binatang mengeluarkan kantung kain berisi 10.000 keping emas, lalu meletakkan di meja. Lang Zhen Juan seketika melotot melihat kantung kain, dia tahu itu berisi kepingan emas hanya dengan melihat beratnya saja.


"Itu milikmu, jika kamu memberikan informasi tentang telur yang akan dilelang," ucap Dewa Binatang sambil mengambil camilan kacang.


Ucapan Dewa Binatang jelas membuat Lang Zhen Juan gemetaran karena gajinya setiap bulan hanya 250 keping emas, itupun harus dibagi untuk kebutuhan tubuhnya dan sehari-hari, belum lagi dibagi lagi untuk keluarganya.


"Gajiku 250... 10.000 sama saja 40 bulan aku bekerja di sini. Aku bisa beli ini dan itu sesuka hati...!" batin Lang Zhen Juan yang sudah membayangkan apa saja yang akan dibelinya jika memiliki 10.000 keping emas.


"Pangeran Sun Jia dan Putri Sun Liangyi, telah tiba!"

__ADS_1


Terdengar suara seorang pria yang mewartakan kedatangan keluarga Kerajaan Arcadia. Semua orang yang berada di lantai satu hingga atas berdiri untuk menghormati keluarga kerajaan, kecuali Dewa Binatang yang tidak mempedulikan kedatangan mereka.


Semua orang menatap ke luar pintu masuk Gedung Harta Langka...


__ADS_2