
Bab 240. Kekalahan Permaisuri Qiao.
Permaisuri Qiao tertawa puas melihat Dewa Abadi marah. Lalu dia berjalan santai mendekati Dewa Abadi yang tidak bisa menggunakan kekuatan aslinya.
Dewa Abadi mengepalkan kedua tangannya erat-erat, menundukkan wajahnya. Kemudian, bermunculan energi kunang-kunang yang jumlahnya mencapai ratusan ribu bola, semua bola itu berwarna biru.
Munculnya bola energi kunang-kunang, membuat Permaisuri Qiao merasakan sakit kepala, dia segera mundur menjauhi Dewa Abadi. Setelah jauh dari jangkauan bola energi kunang-kunang, dia tidak segera menyerang. Semua orang yang berada di kejauhan sedikit merasakan sakit kepala.
Permaisuri Qiao melihat kedua mata Dewa Abadi mengeluarkan cahaya keemasan. Ada rasa kagum dihatinya karena Dewa Abadi masih memiliki banyak kemampuan. Walaupun bola energi kunang-kunang tidak terlalu mengerikan seperti Kekuatan Jiwa Semesta, masih saat membuat siapapun yang dekat sakit kepala.
Dewa Abadi melangkah kaki dan muncul di depan Permaisuri Qiao. Karena merasakan sakit kepala teramat sangat, Permaisuri Qiao segera mundur sangat jauh dari Dewa Abadi, yang tidak bisa lagi didekati karena bola energi kunang-kunang.
Bai Ge bersorak-sorai dengan sayapnya bertepuk tangan. Dia sangat senang jika Dewa Abadi seperti ini yang selalu mendominasi dalam hal apapun, tidak peduli siapa lawannya.
"Firefly Blast Energy!" gumam Dewa Abadi yang mengeluarkan skill pertama dari Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa yang sudah lama tidak pernah digunakan.
Permaisuri Qiao melihat ratusan ribu bola energi kunang-kunang melesat ke arahnya dengan sangat cepat. Semakin dekat bola itu, dia juga kembali merasakan sakit kepala.
Dia segera terbang ke langit untuk menghindari serangan bola energi kunang-kunang. Tetapi, bola energi kunang-kunang itu masih terus mengejar dan perlahan semakin mendekatinya.
Kemudian, sambil terbang mundur, Permaisuri Qiao melepaskan pukulan berenergi tinggi bertubi-tubi ke arah bola energi.
Boom boom boom boom...
Rentetan suara ledakan energi ketika serangan dari Permaisuri Qiao membentur bola energi kunang-kunang. Dampaknya mengeluarkan gelombang kejut energi yang membuat siapapun didekatnya akan merasakan sakit kepala.
Untung saja benturan energi itu meledak di langit sehingga tidak ada satupun orang yang merasakan sakit kepala. Demikian juga dengan Permaisuri Qiao yang terbang mundur tidak terkena gelombang kejut energi kunang-kunang.
"Menantang, tapi kok mundur!" ejekan Dewa Abadi kepada Permaisuri Qiao setelah menetralisir skillnya yang pertama.
Di langit, Permaisuri Qiao menatap tajam Dewa Abadi. Lalu dia melihat musuhnya menjentikkan jari tangan kanan. Kemudian bermunculan bola energi kunang-kunang yang berwarna coklat. Jumlahnya dua kali lipat daripada sebelumnya.
"Ini adalah skill kedua... Firefly Energy Ball!" ungkap Dewa Abadi sambil mengarahkan jari telunjuk tangan kanan untuk mengendalikan bola energi kunang-kunang.
Dewa Abadi tidak perlu menutupi kemampuannya, sebab tidak akan ada yang bisa menirunya. Dia adalah orang satu-satunya yang memiliki Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa yang berasal dari delapan Batu Keabadian.
Ratusan ribu bola energi kunang-kunang berwarna kecoklatan melesat ke arah Permaisuri Qiao. Wanita itu terkejut karena rasa sakit kepala lebih kuat dari sebelumnya.
Dia kembali terbang mundur sambil meninju berkali-kali ke arah bola energi yang mengejarnya. Namun, Permaisuri Qiao terkejut saat serangannya dilahap oleh bola energi kunang-kunang, dan bahkan memperkuat daya kerusakan pada bola itu.
"Panik nggak, panik nggak... Pasti panik!" teriakan Bai Ge yang kegirangan, ia melihat Permaisuri Qiao sangat panik karena bola energi tidak bisa dihancurkan dengan serangan supernatural.
Dengan panik, Permaisuri Qiao terbang semakin tinggi dengan kecepatan penuh. Karena jauh dari sasaran, ratusan bola energi kunang-kunang itu meledak, dan suaranya memekakkan telinga penghuni Tiga Alam.
Semua orang yang berada di Daratan Pagoda Berlian sampai berkeringat karena sedikit merasakan daya rusak tinggi dari bola energi kunang-kunang itu. Seandainya Permaisuri Qiao adalah mereka, sudah pasti tidak akan sanggup melarikan diri dari bola energi.
Dewa Abadi tidak sedikitpun bangga membuat Permaisuri Qiao melahirkan diri dari serangannya. Dia menatap ke arah langit. Setelah itu, dia dan semua orang mendengar suara gemuruh angin berasal dari langit.
"Cosmic Attack!!"
Suara Permaisuri Qiao terdengar di telinga Dewa Abadi, lalu datang dari luar angkasa batu meteor yang tertuju ke arahnya, terpusat di lautan kering. Batu meteor itu berapi-api, membuat Tiga Alam kembali bergetar hebat, tetap tidak sehebat dampak Kekuatan Jiwa Semesta.
__ADS_1
Sebelum serangan Permaisuri Qiao merusak Daratan Pagoda Berlian, Dewa Abadi menghilang dan muncul di langit, jauh dari permukaan tanah, sejauh 20 ribu km.
"Firefly Energy Defense!!" gumam Dewa Abadi.
Lalu bermunculan ratusan bola energi kunang-kunang berwarna biru laut. Itu adalah skill keempat dari Kitab Kultivasi Delapan Hukum, kemampuannya untuk mempertahankan diri dari serangan lawan.
Bola energi kunang-kunang itu melesat ke arah ratusan batu meteor sebelum memasuki atmosfer Tiga Alam. Aura tekanan dari dua kekuatan itu dirasakan oleh semua orang yang melihat ke langit.
Boom boom boom boom...
Suara ledakan bertubi-tubi ketika serangan dari Permasuri Qiao ditahan oleh bola energi kunang-kunang. Jika dilihat dari bawah, ledakan energi itu seperti kembang api yang sangat terang di malam hari ini.
Setelah menangkis serangan Permaisuri Qiao, Dewa Abadi menghilang dan muncul di luar angkasa, dia melihat Permaisuri Qiao yang tersenyum manja.
"Anda hebat, memang pantas menjadi suamiku!" pujian Permaisuri Qiao.
"Carilah pria lain yang bisa tunduk kepadamu!" sahut Dewa Abadi dengan ketus.
"Mereka terlalu normal, lemah, manja, berpikir kolot... Kamu beda dari mereka, dan kamu itu sempurna bagiku!" ungkap Permaisuri Qiao dari isi hatinya.
"Aku sudah memiliki banyak wanita," kata Dewa Abadi dengan jujur.
"Siapa dia? Burung kecil itu?" tanya Permaisuri Qiao dengan rasa penasaran.
"Ya, dia salah satunya. Selain dia, ada jutaan istriku, termasuk Putri Mahatma!" jawab Dewa Abadi yang mulai membual.
Spontan Permaisuri Qiao tertawa, tertawa bukan karena Dewa Abadi memiliki banyak istri, melainkan tidak mungkin Putri Mahatma menjadi istrinya. Dia tahu Putri Mahatma tidak pernah keluar dari Pagoda Berlian 5 lantai selama ini.
"Dari semua istrinya, akulah yang tercantik dan kuat. Aku bisa mengalahkanmu dalam segala hal!" ucap Bai Ge dengan bangganya.
Dewa Abadi melirik Bai Ge. Jika tidak berhadapan dengan wanita menjengkelkan ini, sudah pasti akan menarik paruhnya. Permaisuri Qiao menjadi cemberut karena ucapan Bai Ge memang benar.
Tetapi, sebagai wanita yang selalu ingin di atas dari semua wanita, dia tidak mau kalah. "Kita buktikan di ranjang. Siapa yang mampu memuaskan kekasihku ini, dialah pemenangnya. Apakah kau berani menerima tantangan ini?"
"Siapa takut! Ayo kapan?" balasan Bai Ge.
Dewa Abadi geleng-geleng kepala karena Bai Ge sering membuatnya pusing, ditambah lagi dengan Permaisuri Qiao yang masih bersikukuh untuk menjadikannya suami.
"Carilah pria lain untuk menjadi alat tantangan kalian!" sahut Dewa Abadi dengan ketus kepada Bai Ge dan Permaisuri Qiao.
Dia segera membalikkan badan berniat untuk kembali ke Daratan Pagoda Berlian. "Kau kalah!" ucapnya karena Permaisuri Qiao memang bukan lawannya walaupun lebih unggul satu level.
Jika pertarungan berada di dalam arena, sudah pasti Permaisuri Qiao kalah karena telah keluar dari arena. Selain itu, dia juga tidak bisa mendekati Dewa Abadi yang mengeluarkan bola energi kunang-kunang.
Dengan lawan yang tidak bisa mendekati maupun menyerang Dewa Abadi, jika pertarungan diteruskan maka tidak akan ada akhirnya. Dewa Abadi mengejar, tetapi lawan yang menantang justru menjauhinya.
"Hei, siapa yang kalah? Ayo, kita lanjutkan lagi!?" kali ini Permaisuri Qiao yang marah karena ucapan Dewa Abadi yang memutuskan hasil pertarungan seenaknya sendiri.
Dewa Abadi menghela nafas cepat dan menghembuskan secara kasar, dia sudah kehilangan kesabaran menghadapi wanita licik ini. Dia membalikkan badan dan melihat Permaisuri Qiao.
Bai Ge segera terbang dengan cepat menjauh Dewa Abadi, dia tahu kali ini akan lebih serius menghadapi Permaisuri Qiao.
__ADS_1
"Keluarkan semua kemampuanmu. Kali ini adalah yang terakhir!" ucap Dewa Abadi dengan nada tinggi.
Permaisuri Qiao segera menjauhi Dewa Abadi agar tidak merasakan sakit kepala yang akan mengganggu konsentrasinya. Setelah jaraknya cukup jauh, dia menari-nari untuk mengeluarkan semua kemampuannya.
Dewa Abadi tidak segera mengeluarkan semua kemampuannya, dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh wanita menyebalkan ini. Dia melihat tarian Permaisuri Qiao memunculkan badai tornado luar angkasa.
Kemudian, bintang-bintang di kejauhan dengan cepat berdatangan, dan segala material luar angkasa juga berdatangan karena dihisap oleh tarian Permaisuri Qiao.
Dewa Abadi dengan jelas merasakan kekuatan Permaisuri Qiao kali ini sangat mengerikan. Dia segera menjauh karena material luar angkasa membentuk badai raksasa yang menghisap apapun.
Jika bertarung ini terjadi di Tiga Alam, sudah pasti akan mengakibatkan kerusakan yang mengerikan, bahkan setara dengan daya rusak tinggi dari Kekuatan Jiwa Semesta.
Dewa Abadi memilih Permaisuri Qiao berhenti menari dan menatapnya sambil tersenyum manis. Semua orang yang berada di Tiga Alam dengan jelas melihatnya, mereka merasakan aura kuat dari Permaisuri Qiao.
"Ini adalah Universe Cosmic Destruction (Penghancuran Kosmik Alam Semesta). Yang harus kamu ketahui, kekuatan ini tidak kalah dari kekuatanmu itu! Keluarkan kekuatan andalanmu yang menakuti Mahaguru Sam!" tantangan Permaisuri Qiao yang ingin beradu kekuatan secara maksimal.
Dewa Abadi tersenyum sinis. Lalu dia bergumam, "Fireflies Burn The Sky!"
Kemudian, panas matahari dan gas luar angkasa mengalir ke arah Dewa Abadi dengan cepat, berkumpul di atas kepalanya. Panas matahari membentuk awan berapi-api yang sangat luas.
Permaisuri Qiao dengan jelas merasakan panas matahari, tetapi badai tornado luar angkasa yang mengelilinginya menetralisir rasa panas itu. Namun, dia terkejut saat Dewa Abadi mengeluarkan Api Semesta di telapak tangan kanannya, lalu melesat ke arah berkumpulnya awan berapi-api.
Karena Api Semesta, Permaisuri Qiao kembali merasakan panas lebih dari sebelumnya, bahkan badai tornado luar angkasa mulai tidak stabil dengan menjauh awan berapi-api, seolah-olah memiliki pemikirannya sendiri.
Apa yang dikeluarkan oleh Dewa Abadi adalah skill ke-9 dari Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, mampu dipadukan dengan semua unsur alam seperti Api Semesta, Kuasi Petir Semesta atau yang lainnya.
"Apakah kau sudah siap?" tanya Dewa Abadi sebelum melepaskan kekuatan Fireflies Burn The Sky.
"Iya!" jawaban singkat dari Permaisuri Qiao, "Universe Cosmic Destruction, attack!" lanjutnya dengan berteriak sambil mengangkat kedua tangan dan mengayunkan ke arah Dewa Abadi.
"Fireflies Burn The Sky, musnahkan!!" Dewa Abadi melambaikan tangan kanannya ke arah lawan.
Kemudian badai tornado luar angkasa melesat ke arah Dewa Abadi. Sedangkan awan Api Semesta memuntahkan jutaan bola-bola api ke arah Permaisuri Qiao yang berada di dalam pusaran badai tornado luar angkasa.
Badai tornado itu memuntahkan bintang-bintang ke arah Dewa Abadi dengan sangat cepat. Bai Ge segera menjauhi pusat pertarungan mereka dengan sangat cepat.
Boom boom boom boom...
Suara ledakan mahadahsyat memekakkan telinga ketika dua kekuatan penuh saling berbenturan. Dampak benturan super kuat untuk membuat alam semesta berguncang hebat.
Tiga Alam yang jauh dari pertarungan itu ikut bergetar karena saking kuatnya. Setelah itu, Dewa Abadi terhisap ke dalam pusaran badai sambil membawa awan berapi-api yang terus memuntahkan bola-bola api.
Boom...
Ledakan keras lebih dahsyat dari sebelumnya ketika Dewa Abadi dan Permaisuri Qiao saling berbenturan. Setelah itu gelombang kejut energi yang mengerikan hempasan apapun yang dilewatinya. Bahkan sampai membuat atmosfer Tiga Alam menjadi membara. Matahari yang benderang manjadi redup, muncul retakan spasial di luar angkasa.
Setelah gelombang kejut energi dahsyat itu berlalu, luar angkasa kembali tenang. Retakan spasial kembali menutup. Terlihat dua orang dengan melayang di luar angkasa. Mereka adalah Dewa Abadi dan Permasuri Qiao.
"Anda... Menang!" ucap Permaisuri Qiao yang mengakui kekalahannya, dia memejamkan mata karena terluka parah.
Tubuhnya telanjang bulat karena pakaiannya terbakar oleh Api Semesta. Dewa Abadi segera membopong tubuh Permaisuri Qiao. Bai Ge segera mendekat dengan sangat cepat, lalu berubah menjadi besar agar bisa ditunggangi oleh Dewa Abadi.
__ADS_1
Dewa Abadi naik ke punggung Merpati Putih dan melesat dengan sangat cepat. Dewa Abadi meninggalkan wilayah Planet Tiga Alam karena dirinya juga terluka dalam, walaupun terlihat baik-baik saja...