God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Fenomena Alam Semesta.


__ADS_3

Bab 154. Fenomena Alam Semesta.


...****************...


Permaisuri Ivy berhasil menangkap si penculik berkat bantuan dari Chen Yeon. Ternyata pelakunya adalah Ghost Water. Oleh Chen Yeon, Ghost Water dimusnahkan karena perbuatannya sangat keji, menjadikan anak-anak dan bayi sebagai makanan.


Setelah itu, Chen Yeon meninggalkan Kerajaan Datura untuk mencari keberadaan Dewa Binatang. Setelah 20 hari pencarian, Dewa Binatang masih belum ditemukan.


Yang anehnya lagi, Yao Shuo juga menghilang seperti tertelan bumi. Chen Yeon, Chen Ying, Hu Weiheng dan Hu Yue Yan segera berkumpul untuk membahas tentang Yao Shuo.


"Orang itu pasti berhasil menangkap Dewa Binatang tanpa sepengetahuan kita, lalu pergi meninggalkan tempat ini!" dugaan Hu Yue Yan dengan nada kesal.


"Dalam keadaan Dewa Binatang yang kehabisan energi, sudah pasti mudah untuk menangkapnya. Licik benar Shou itu!!" sambung Chen Ying yang ikut kesal.


Pengetahuan mereka mengenai kekuatan tempur jelas lebih mengerti daripada Taois Xian. Mereka mengetahui kekuatan Dewa Binatang yang meningkat dratis, sudah pasti akan menguras banyak energi.


Oleh sebab itu, mereka berlima sesegera mungkin untuk menangkapnya. Sayangnya, mereka belum mengenal kemampuan Dewa Binatang yang memiliki banyak cara untuk kabur.


Sebelum Chen Yeon meredakan suasana, tiba-tiba tanah bergetar hebat seperti terjadi gempa. Getaran itu dirasakan oleh seluruh penghuni Benua Peliades. Ternyata, di Alam Suci, Planet Petir, dan hampir di seluruh Laniakea Super Cluster juga merasakan getaran gempa.


Fenomena ini membuat semua kehidupan menjadi panik karena gunung aktif menyemburkan magma, tsunami terjadi di mana-mana, badai petir muncul di setiap tempat. Tidak sedikit korban jiwa mulai berjatuhan, terutama yang tidak berkultivasi yang langsung tewas karena tidak bisa melarikan diri dari bencana.


Galaksi yang berada di Local Interstellar dengan cepat mulai membentuk garis sejajar. Tetapi anehnya, sebelum membentuk segaris lurus, tiba-tiba berubah bentuk menjadi Dodekagon (segi dua belas adalah poligon dengan dua belas sisi dan dua belas sudut).


Kemudian, 12 rasi bintang yang berada di Local Interstellar juga ikut bergerak. Rasi bintang itu terdiri dari; Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces, dengan cepat berubah bentuk menjadi anak panah raksasa.


Setelah itu, 12 anak panah memutari galaksi yang telah berbentuk Dodekagon, sebanyak sembilan putaran berkecepatan cahaya. Akibat pergerakan galaksi, bencana yang lebih mengerikan terjadi di Local Interstellar, sudah tidak terhitung korban jiwa telah berjatuhan.


12 anak panah itu berhenti di tengah-tengah Dodekagon, arah panahnya tertuju ke Planet Peliades. Kemudian, 12 galaksi dan 12 rasi bintang itu mengeluarkan cahaya yang lebih terang dari matahari, cahayanya mampu membutakan mata.


Mengetahui titik pusat terjadinya fenomena alam semesta, Chen Yeon, Chen Ying, Hu Weiheng dan Hu Yue Yan, mereka terbang ke arah pusat Samudera Hitam.


Utusan dari Kuil Alam Kudus juga menuju ke Planet Peliades, termasuk Kaisar Langit, Maharaja Yaksa, semua Dewa dan Dewi, mereka membawa hampir semua pasukannya. Tidak terkecuali kultivator yang kekuatannya di atas tingkat Dewa Sejati, mereka menuju ke pusat fenomena alam...

__ADS_1


Chen Yeon dan rekan-rekannya melihat pusaran air di tengah Samudera Hitam, semua air laut tersedot ke dalamnya. Mereka berempat sampai tidak berani mendekat pusat pusaran air karena daya hisapnya sangatlah kuat.


Di pusat pusaran air itulah yang mengakibatkan fenomena alam semesta ini. Satu Planet mampu menarik fenomena alam seperti ini merupakan kejadian pertama kali.


"Fenomena ini mirip dengan kejadian miliaran tahun yang lalu, Titan Chaos (Kekacauan Besar)," kata Hu Weiheng yang semasa remajanya pernah membaca catatan sejarah tentang fenomena Alam Semesta.


Peperangan Global di Galaksi Pengadilan Jagat Raya disebut dengan Titan Chaos. Peperangan Global tidak hanya terjadi sekali saja, melainkan sering terjadi ketika peradaban kehidupan semakin maju dan kuat.


Namun setiap kali Peperangan Global terjadi, pihak dari Galaksi Pengadilan Jagat Raya tidak pernah sekalipun ikut campur, sebab peperangan itu bukan dalam skala besar.


"Salah, justru ini lebih besar dari Titan Chaos!" Interupsi Chen Ying sambil melihat ke arah pusaran air di laut.


"Lebih besar? Apa itu?" tanya Hu Weiheng yang tidak mengerti.


"Bukannya Anda sudah melihat apa yang terjadi di Local Interstellar? 12 galaksi dan 12 rasi bintang yang berubah, itu menandakan bahwa Penguasa Kegelapan akan bangkit. Dua tanda itu mengartikan bahwa tidak hanya akan terjadi Titan Chaos, melainkan akan munculnya mahkluk-mahkluk raksasa yang disebut 12 Kekacauan. Ini artinya, dua peristiwa akan terjadi dalam satu waktu ditempat yang sama!" jelas Chen Yeon panjang lebar.


"Ini seperti kejadian sewaktu Bencana Petir Semesta mengamuk (Universal Lightning Calamity), apakah benar?" tanya Hu Yue Yan yang kurang paham.


Chen Yeon menggelengkan kepalanya, lalu menjelaskan dengan sabar, "berbeda! Kejadian ini lebih tua dari Universal Lightning Calamity. Ingat tujuan kita, mengambil kembali Pagoda Berlian lantai 20 yang telah lama dicuri, dan mengembalikan ke tempatnya secepat mungkin. Jika lima Pagoda Berlian tidak lengkap, inilah yang terjadi...,"


"Benar. Ini juga bisa disebut dengan Peperangan Global Trimurti. Oleh karena itu, kita harus secepat mungkin untuk mendapatkan Pagoda Berlian tingkat 20 agar ini tidak terjadi... Hmm!" imbuh Chen Yeon yang belum selesai menjelaskan, dia menghela nafas berat karena belum menemukan keberadaan Dewa Binatang.


Peperangan Global Trimurti terjadi karena ada pemicunya, yaitu menghilangnya salah satu dari lima Pagoda Berlian. Jika Pagoda Berlian tidak dikembalikan secepat mungkin, maka peperangan ini akan menjadi lebih besar.


Oleh sebab itu, Chen Yeon yang menjadi pemimpin dari keempat rekannya, harus secepat mungkin mendapatkan Pagoda Berlian lantai 20, agar Peperangan Global Trimurti ini tidak terjadi. Mereka tidak peduli telah mengingkari kesepakatan dengan Dewa Binatang, sebab saat ini sedang dikejar-kejar oleh waktu.


Sesuai dengan ramalan dari Kitab Perjanjian Lama dan juga tebakan dari Dewa Binatang, bahwasanya penyebab terjadinya Peperangan Global karena dirinya. Saat ini, Dewa Binatang belum menyadari jika mempertahankan Pagoda Berlian akan menyebabkan Peperangan Global semakin cepat terjadi, dan bisa berubah menjadi skala besar yang disebut dengan Peperangan Global Trimurti.


Jika Dewa Binatang tidak menyerahkan Pagoda Berlian sesegera mungkin, maka kebangkitan Penguasa Kegelapan akan lebih cepat. Akibatnya, tiga penguasa dari Galaksi Pengadilan Jagat Raya akan saling bertempur.


Trimurti yang dibicarakan mereka adalah Anti Dark Matter sebagai Dewa Pencipta, Lord Dark Matter sebagai Dewa Perusak, dan Universe Lightning sebagai Dewa Pemelihara.


Yang paling mengerikan dari ketiga Dewa itu adalah Lord Dark Matter, yang saat ini berada di Galaksi Pengadilan Jagat Raya, tetapi dalam keadaan tertidur setelah disegel oleh Anti Dark Matter yang bekerja sama dengan Universe Lightning.

__ADS_1


"Rasi bintang itu... Apakah pertanda jika akan munculnya 12 Kekacauan?" tanya Hu Yue Yan yang memang kurang dalam pengetahuan karena usianya yang paling muda.


"Iya. Mereka adalah Azure Dragon, Vermilion Bird, Black Tortoise, dan White Tiger yang disebut Four Beast Holy. Lalu selanjutnya adalah Hou Dao, Bei, Zhu Yan, Fu Zhu yang disebut Four Disaster. Berikutnya adalah Hundun, Taowu, Taotie dan Qiong Qi yang disebut Four Fierce Beast!" jawab Chen Yeon sambil melihat ke arah Local Interstellar.


12 binatang purba itu merupakan pengetahuan umum yang sering didengar oleh telinga, bahkan tidak sedikit orang yang pernah melihatnya. Namun jarang orang yang mengetahui wujud aslinya, apa yang pernah mereka lihat adalah binatang keturunan.


Air laut akhirnya terhisap semua kedalam pusaran, lalu mereka melihat altar Dewa Sihir. Kemudian, keluar lingkaran sinar dari dalam altar itu yang melesat ke langit. Diameter lingkaran sinar itu mencakup luasnya Samudera Hitam, sehingga mendorong tubuh mereka berempat.


Chen Yeon dan rekan-rekannya tidak bisa memasuki lingkaran sinar itu, seperti penghalang bagi siapapun. Tidak berselang lama setelah munculnya lingkaran sinar itu, datang banyak orang yang berasal dari Alam Suci yang dipimpin oleh Taois Xian.


Mereka segera menemui Chen Yeon dengan tujuan berkonsultasi untuk menyelesaikan masalah fenomena yang sedang terjadi. Chen Yeon yang paling kuat diantara mereka, akhirnya diputuskan oleh semua pihak untuk menjadi pemimpin dalam mengatasi masalah ini.


Chen Yeon segera mengatur semua pihak, memberikan tugas kepada mereka untuk menyelamatkan semua kehidupan yang terdampak bencana, mencari keberadaan Dewa Binatang, dan menjaga altar Dewa Sihir.


Semua Dewa dan Dewi bertugas untuk menyelamatkan semua kehidupan sebanyak mungkin yang berada di Local Interstellar dan Laniakea Super Cluster.


Untuk menjaga pusat altar Dewa Sihir, Chen Yeon memberikan perintah ini kepada Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa. Sisanya mencari keberadaan Dewa Binatang di seluruh penjuru Benua Peliades, yang langsung dipimpin oleh Chen Yeon, Chen Ying, Hu Weiheng dan Hu Yue Yan.


"Sebelum anak panah pertama dari 12 rasi bintang meluncur ke tempat ini, perkiraan waktu kita kurang dari 12 bulan. Tugas utama kita adalah untuk mendapatkan secepat mungkin Pagoda Berlian yang dibawa oleh Dewa Binatang. Segera semuanya melakukan tugasnya masing-masing. Tolong kerjasamanya!"


Setelah Chen Yeon selesai memberikan arahan serta tugas, semua pihak segera melakukan tugasnya masing-masing. Tidak ada satupun dari semua pihak yang mengeluh karena ini demi kebaikan semua kehidupan.


Dengan kekuatan semua Dewa dan Dewi, bencana di Benua Peliades mampu ditanggulangi dengan cepat sehingga korban jiwa tidak banyak yang berjatuhan...


...****************...


Di Dunia Jiwa milik Dewa Binatang.


Dewa Binatang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di luar, sebab saat ini sedang berkultivasi di dalam Pagoda Berlian. Saat ini, dia berkultivasi sambil bertelanjang dada, sebab pakaiannya basah oleh keringat.


Akhirnya Dewa Binatang mengerti kenapa semua istrinya begitu nyaman berkultivasi, sebab ketika memejamkan mata seolah-olah hiruk-pikuknya kehidupan sirna. Yang dirasakannya adalah kedamaian hidup.


Dia merasakan energi di dalam Pagoda Berlian begitu murni dan membuat dantian-nya dengan rakus menyerap Energy Primordial. Karena luas dantian-nya melebihi kultivator normal, tetap tidak bisa cepat untuk meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


Saat ini yang dipikirkannya, harus meningkatkan kekuatan secepat mungkin sampai batas waktu yang telah disepakati. Tetapi, dia lupa jika batas kesepakatan 30 hari telah berlalu, sebab berkultivasi di dalam Pagoda Berlian membuatnya melupakan masalah duniawi...


__ADS_2