God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Memberikan Rambut.


__ADS_3

Bab 255. Memberikan Rambut.


Guru Yao Shen si Dewa Perusak, segera menghentikan aktivitasnya saat Yao Ningqiao muridnya meminta bantuan. Di hadapannya ada sebuah meja besar dan terbaring mayat kelima muridnya yang dibunuh oleh Ling An.


Raut wajahnya terlihat jelas sedang menahan amarah karena Yao Ningqiao menganggu kesibukannya. Dia berniat untuk memutilasi tubuh muridnya yang tewas untuk dijadikan bahan percobaan. Tujuannya untuk memahami ilmu barunya.


Semenjak bersatu dengan mata satu yang diberi nama Omniverse, Guru Yao Shen selalu tinggal di kediamannya karena mendapatkan ilmu baru dari Omniverse. Kemampuannya itu ia beri nama Ilmu Perusak Tatanan.


Mengetahui Ilmu Perusak Tatanan tidak hanya sekedar menciptakan entitas dari tubuhnya saja, tapi bisa menciptakan dari tubuh orang lain, dia pun mulai bereksperimen dengan menggunakan mayat manusia.


Selama bertahun-tahun ini, dia selalu gagal. Tetapi, kegagalannya itu membuahkan hasil, yang mana saat uji coba berikutnya lebih baik dari sebelumnya.


Jika dia berhasil menciptakan potongan tubuh mayat untuk dijadikan entitas hidup dan kuat, dia berencana membentuk sebuah pasukan besar untuk mendominasi seluruh dunia. Dan, jika sukses besar, dia akan mendeklarasikan diri sebagai dewa, dengan nama Dewa Perusak.


Dia ingin membuat gebrakan baru agar Istana Tahta Trimurti segera memanggilnya. Ia tidak sabar hanya menunggu dan menunggu menjadi anggota Alam Jiwa. Ia menunggu sudah terlalu lama, lebih dari 1.000 tahun.


Syarat mutlak untuk menjadi seorang dewa, harus memiliki kemampuan yang berbeda dari kultivator di dunia manapun, minimal memiliki satu kemampuan yang melahirkan ilmu-ilmu baru. Dan kemampuannya itu harus bermanfaat bagi semua kehidupan, serta memberikan solusi.


Seperti halnya Dewa Abadi yang memiliki kemampuan lebih dari dua. Pertama, Batu Keabadian yang melahirkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa.


Kedua, lahirnya Kekuatan Jiwa Semesta yang memiliki basis kultivasi tersendiri yang sangat besar manfaatnya bagi kultivator. Energi dari Kekuatan Jiwa juga melahirkan tanaman jiwa yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, solusi bagi kultivator yang menggunakan basis kultivasi Kekuatan Jiwa jika mengalami hambatan dalam kultivasi.


Ketiga, penguasa dari segala penguasa binatang di seluruh dunia. Mampu mengendalikan semua binatang hanya dengan pikiran, mampu berkomunikasi dan menjadikan binatang sesuai kehendaknya. Dewa Abadi juga hakim bagi semua binatang yang sulit bersatu dengan spesies lain.


Tanpa adanya Dewa Abadi sebagai penguasa binatang, maka Ras Binatang dengan ras lainnya akan selalu bertarung demi menjadi penguasa tunggal yang mendominasi dunia.


Sedangkan Guru Yao Shen, dia memang telah menciptakan sesuatu yang berbeda, namun belum sempurna, yaitu energi kabut hitam yang diberi nama Kitab Alam Melahap Jiwa.


Ciptaannya itu sulit untuk dipelajari oleh muridnya sehingga masih dianggap belum sempurna. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mudah dipahami serta dipelajari setiap kalangan muda dan tua.


Namun, selama proses penyempurnaan Kitab Alam Melahap Jiwa, dia mendapatkan entitas baru yang memiliki kemiripan dengan energi kabut hitam. Alhasil, karena Ilmu Perusak Tatanan, Kitab Alam Melahap Jiwa akhirnya berhasil disempurnakan, ada 9 tahanan yang bisa dipelajari oleh siapapun.


Kitab Perusak Tatanan sendiri awalnya hanya ada satu ilmu (skill / jurus), yaitu menciptakan entitas baru dengan menggunakan bagian dari tubuhnya, dan diberi nama Skill Omniverse Awal.


Ternyata, setiap potongan tubuhnya yang menjadi Omniverse Awal bisa berkembang biak tanpa perlu memiliki pasangan, dengan cara membelah diri sendiri dan menjadi Omniverse baru, termasuk setetes darahnya bisa melahirkan Omniverse.


Guru Yao Shen menyebutkan skill kedua itu Skill Turunan Mata Dua, sebab Omniverse memiliki dua mata. Jika Omniverse Mata Dua membelah diri atau bagian tubuhnya terpotong saat bertempur, maka akan melahirkan Omniverse Mata Tiga.


Skill Turunan tidak sekuat dan sebesar induknya. Semakin banyak membelah diri, maka kekuatan dan ukurannya semakin kecil. Dampak buruknya bagi Guru Yao Shen, dia harus banyak mengeluarkan energi kabut hitam setiap Omniverse membelah diri.


Jika eksperimennya berhasil dengan menggunakan mayat, dia akan melahirkan ilmu baru yang ketiga. Untuk saat ini, ia dalam jalan menuju keberhasilan.


Karena Ilmu Perusak Tatanan yang sangat mengerikan ini, guru Yao Shen tidak menurunkannya kepada murid, sebab akan berpotensi menjadi pengkhianat, mengacaukan alam semesta, dan menggagalkannya untuk duduk di Tahta Trimurti yang menjadi cita-citanya.


Seandainya muridnya mempelajari Ilmu Perusak Tatanan dan mampu membangun pasukan besar, sama saja guru Yao Shen bunuh diri dan kesulitan mengalahkan muridnya sendiri...


Guru Yao Shen berkomunikasi dengan semua muridnya yang setia untuk berkumpul di Kota Baojie. Muridnya dengan gembira segera berbondong-bondong ke kota, sudah lama mereka mengharapkan gurunya kembali seperti dulu yang selalu aktif dalam kegiatan, salah satunya berburu harta langka.


Sebelum menyelamatkan Yao Ningqiao, Guru Yao Shen mencongkel kedua bola mata Guan Menghu dan keempat muridnya. Lalu meletakkannya di dalam kotak pendingin yang terbuat dari besi.


Setelah itu, dia berteleportasi dan muncul di Kota Baojie, tepatnya di rumah makan yang dulu disinggahi oleh Ling An. Kini rumah makan itu telah direnovasi, dibangun empat lantai. Dan guru Yao Shen berada di lantai 4.

__ADS_1


Semua muridnya belum banyak yang berkumpul, hanya ada beberapa, seperti Guan Liqin, Hu Yue Lian, Chen Huifen, Yu Tien, Hu Samhok, dan Yao Zheng. Guan Liqin segera menceritakan bagaimana kejadian Yao Ningqiao diculik oleh Ling An.


Di dalam hati, Guru Yao Shen memaki-maki Ling An telah menyentuh murid kesayangannya. Dia mengeluarkan kotak yang terbuat dari batu giok. Setelah membukanya, dia mengambil beberapa helai rambut yang samar-samar mengeluarkan energi kabut hitam. Semua muridnya penasaran karena gurunya yang mengeluarkan rambut.


"Gunakan ini sebijak mungkin di saat terdesak! Cukup alirkan energi kabut hitam atau energi spiritual, maka rambut ini menjadi mahkluk raksasa yang kekuatannya di bawah Gurumu. Kalian bisa mengendalikannya sesuka hati...," Guru Yao Shen menjelaskan tentang rambut agar muridnya ini paham dan tidak menyalahgunakannya.


Ada perbedaan jika rambutnya dialiri dengan energi kabut hitam, rambut ini akan memiliki kekuatan sebesar 10 level. Jika menggunakan energi spiritual, maka kekuatan hanya naik sebesar 5 level.


Guru Yao Shen sebenarnya menyembunyikan kekuatannya. Kekuatan sebenarnya berada di tingkat Super Omega level 10, lebih kuat dari tiga Kepala Suku di Tiga Alam. Dia hanya mengaku kepada murid dan semua orang di Tiga Alam, bahwa kekuatannya masih berada di tingkat Half Omega level 90.


Jika rambutnya nanti digunakan oleh muridnya, maka rambutnya akan berubah menjadi Omniverse Mata Tiga, memiliki kekuatan Half Resonance level 1. Guru Yao Shen telah menyiapkan rambutnya sebagai hadiah atas kesetiaan muridnya. Karena hanya sebagai hadiah, ia membatasi kekuatan rambutnya agar tidak disalahkan gunakan oleh muridnya yang nakal-nakal.


Namun, dia tahu muridnya belum mampu mengeluarkan energi kabut hitam, menggunakan skill pertama dari Kitab Alam Melahap Jiwa saja belum sempurna.


Oleh karena itu ia tidak khawatir murid yang rata-rata ceroboh mempermalukan dirinya. Selain itu, Guru Yao Shen sengaja tidak memberitahukan kepada muridnya, jika rambutnya yang berubah menjadi Omniverse memiliki batas waktu guna, bertahan selama empat batang dupa (1 jam).


"... Guru ingatkan sekali lagi! Gunakan sebijak mungkin di saat terdesak!" Tutup Guru Yao Shen setelah panjang lebar memberikan penjelasan, dan diakhiri dengan peringatan.


"Terima kasih, Guru!" ucap Yu Tien dengan hati gembira, dia buru-buru membungkus rambut gurunya dengan kain bersih.


Guru Yao Shen membagikan rambutnya kepada semua muridnya yang hadir. Lalu memberikan 20 helai rambutnya kepada Hu Samhok agar membaginya dengan teman seperguruan yang sedang dalam perjalanan.


Setelah membagi rambutnya, Guru Yao Shen keluar meninggalkan rumah makan bersama dengan muridnya, meninggalkan Hu Samhok di rumah makan agar berkoordinasi dengan temannya yang belum datang.


Dengan bantuan dari gurunya, Guan Liqin, Hu Yue Lian dan Chen Huifen, tidak lagi takut dengan apapun. Mereka segera menuju ke Tebing Azure sesuai perintah gurunya. Sedangkan Guru Yao Shen seorang diri pergi ke arah puncak Pegunungan Dantian. Yu Tien dan Yao Zheng menuju ke arah Selatan...


Banyak orang yang telah memasuki hutan mengikuti Ling An, mereka mengaktifkan Mata Dewa untuk melacaknya. Namun, Ling An tidak ditemukan dan tidak meninggalkan jejak. Karena yakin Ling An masih berada di area Pegunungan Dantian, mereka segera berpencar agar lebih mudah menemukan targetnya.


Yao Ningqiao melihat Zhi Xiu Juan yang baik-baik saja, bahkan khusyuk saat berkultivasi. Padahal sebelumnya terluka parah. Dia melihat lima bola energi kekuatan Dewa Mutlak. Dari lima bola energi, empat telah diserap sehingga menjadi bening. Satu bola yang tersisa masih penuh dengan energi kekuatan Dewa Mutlak, berwarna putih susu.


Yao Ningqiao terlihat iri karena Yao Ningqiao sahabatnya telah melampaui kekuatannya dan semua murid Perguruan Heiwu. Saat ini, kekuatan Yao Ningqiao berada di tingkat Dewa Mutlak level 50.


Padahal waktu terakhir bertemu beberapa tahun lalu, kekuatannya masih berada di tingkat Dewa Matahari. Dengan menyerap energi satu bola itu, maka kekuatannya dipastikan berada di level 60 tingkat Dewa Mutlak.


"Jadi kau yang membunuh Guan Menghu dan keempat temanku?"


Selidik Yao Ningqiao dengan menggunakan komunikasi telepati karena mulutnya disumpal kain. Ia tahu kelima bola energi itu milik teman seperguruannya. Ia melihat Ling An memandangi wajah sahabatnya dengan posisi tidur miring, dengan menggunakan tangan kanan untuk menahan kepala.


"Tidak sengaja!" jawab Ling An yang membalas dengan komunikasi telepati.


"Tidak sengaja bagaimana?! Karena perbuatanmu guruku salah paham sehingga menuduh Tian Bo?!" bentakan Yao Ningqiao yang tidak terima dengan jawaban asal.


"Salahkan mereka yang dengan sengaja berniat buruk kepada Xia Junsu!" sergah Ling An yang segera bangun, lalu menghampiri Yao Ningqiao.


Yao Ningqiao yang duduk segera mundur, takut jika dilecehkan lagi oleh Ling An. Namun punggungnya membentur dinding gua. "Pergi, jangan dekati aku?!" bentaknya dengan sorot mata tajam melihat Ling An.


Ling An berjongkok di depan Yao Ningqiao, lalu memegang dagunya. Yao Ningqiao menggelengkan kepalanya berulang-ulang agar dagunya dilepaskan. Namun, Ling An sedikit mencengkeram kedua pipinya sehingga seperti sedang memonyongkan bibir.


Ling An tertawa melihat bibir Yao Ningqiao seperti ikan buntal, dan semakin senang melihatnya yang marah karena bertambah cantik. Tiba-tiba, Ling An meletakkan telapak tangan di perut Yao Ningqiao.


Yao Ningqiao jelas kaget dan membentak Ling An berkali-kali karena tahu apa yang akan dilakukannya. Ling An menyegel dantian Yao Ningqiao agar tidak bisa menggunakan kekuatan untuk sementara waktu.

__ADS_1


Seketika Yao Ningqiao menjadi lemas tak berdaya karena kekuatannya disegel. Ia kini tidak jauh berbeda dengan manusia biasa. Yang bisa dilakukannya hanya menangis sejadi-jadinya tanpa suara.


Melihatnya menangis, Ling An menjadi kasihan. Dia segera melepaskan cambuk yang mengikat tangan dan kaki Yao Ningqiao. Ia melihat Yao Ningqiao membuang kain di mulut, dan segera menjauhinya.


"Kenapa... Kenapa kau melakukan ini kepadaku, dan tidak seperti Ning Qiao yang kau perlakukan baik?" Yao Ningqiao meluapkan emosi kepada Ling An yang tidak bisa lembut kepada wanita secantik dirinya. Dia sangat iri dengan Zhi Xiu Juan yang dirawat dengan baik, bahkan membantunya untuk meningkatkan kekuatan.


"Karena ia baik kepadaku, tidak seperti kamu!" jawab Ling An dengan jujur.


Lalu ia mendekati Yao Ningqiao yang menyembunyikan wajah karena menahan suara tangisannya agar tidak menganggu Zhi Xiu Juan yang berkultivasi. Yao Ningqiao menekuk kedua lutut untuk menyembunyikan wajah di kedua lengannya.


Ling An membelai rambut Yao Ningqiao dengan lembut, dan juga memeluknya agar tidak menangis. Merasakan perlakuannya yang lembut, sedikit rasa tenang di hati Yao Ningqiao.


"Aku ingin menjadi kuat... Aku ingin kuat! Aku tidak ingin selalu diremehkan dan dilecehkan orang pria!" keluh kesah Yao Ningqiao.


Ling An melihat air matanya menetes deras. Tangisannya membuatnya bingung harus berkata apa agar tidak menangis. Namun, Yao Ningqiao segera melihat Zhi Xiu Juan karena menerobos dengan gila-gilaan.


Akhirnya, Zhi Xiu Juan selesai berkultivasi, kekuatannya melebihi ekspektasi Yao Ningqiao. Saat ini, berada di tingkat Dewa Mutlak level 99 puncak.


"Bagaimana mungkin!" seruan Yao Ningqiao yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Zhi Xiu Juan yang duduk bersila, segera melihat Yao Ningqiao yang berada di belakangnya. Wajahnya menjadi muram karena Ling An memeluk Yao Ningqiao.


Melihat tatapan mata Zhi Xiu Juan yang tidak sedap dipandang, Ling An segera melepaskan pelukannya. Dan berpura-pura melihat langit-langit gua.


"Karena dia memberikanku Mutiara Jiwa!" ungkap Zhi Xiu Juan sambil berdiri dan mendekati Ling An yang duduk bersila dengan punggung bersandar di dinding gua.


Karena Mutiara Jiwa yang memaksimalkan basis kultivasi sebanyak dua kali lipat. Dengan lima bola energi miliki murid Perguruan Heiwu, dia bisa mencapai puncak tingkat Dewa Mutlak. Selangkah lagi, dia akan menerobos ke tingkat Sang Kekosongan.


"Mutiara Jiwa?" gumam Yao Ningqiao yang sulit mempercayai ucapan Yao Ningqiao, sebab ia tidak pernah dengarnya.


Dia terbelalak melihat Zhi Xiu Juan duduk di pangkuan Ling An. Di depan matanya, mereka berdua berciuman dengan mesra tanpa menghargai kehadirannya.


"Gila, kalian benar-benar gila!" Yao Ningqiao keceplosan berbicara karena tidak menyangka sahabatnya mau dengan pria jelek.


Yao Ningqiao membuka mulutnya lebar karena wajah Ling An berubah menjadi tampan, wajah yang membuatnya terpesona. Namun hanya sebentar, dan kembali menjadi jelek, seperti yang pernah dilihatnya. Dua kali ini melihat wajah Ling An yang jelek menjadi sangat tampan, dan ini sudah ketiga kalinya.


"Pantas Qiao mau dengannya, dia menyembunyikan wajah aslinya!" batin Yao Ningqiao.


Padahal, Zhi Xiu Juan tulus mencintai Ling An, bukan karena tampan, atau karena membantunya meningkatkan kekuatannya. Yao Ningqiao tidak tahu jika Zhi Xiu Juan tidak pernah melihat wajah asli Ling An.


"Ling An, keluar kau!"


Terdengar suara Chen Huifen yang berteriak di luar gua. Zhi Xiu Juan segera melepaskan ciumannya saat mendengar suara temannya. Ia tersipu malu karena Ling An adalah orang yang mendapatkan ciuman pertamanya.


Yao Ningqiao ingin sekali keluar dari gua, namun hatinya terasa berat untuk meninggalkan Ling An. Ia melihat dua orang saling bertatapan mata dengan mesra.


"Kalian... Sudah sana, cepat buat anak!" kekesalan Yao Ningqiao yang cemburu buta tanpa alasan.


Ling An dan Zhi Xiu Juan menertawakan Yao Ningqiao...


Dan Ling An, untuk pertama kalinya akan berhadapan dengan entitas yang terlahir dari ledakan gerhana bulan.

__ADS_1


Jejak kain yang ditempelkan di ranting pohon, memang ditujukan kepada Guan Liqin, Chen Huifen dan Hu Yue Lian agar mereka menemukannya...


__ADS_2