
Bab 209. Dewa Abadi Vs Dewa Elemen.
Saat ini, Dewa Abadi bersama dengan keluarga besarnya telah kembali ke dalam Dunia Jiwa. Dia segera mengajarkan Kitab Delapan Hukum Jiwa kepada semua istri dan anak-anaknya.
Sedangkan pihak luar yang baru bergabung, saat ini berada di dalam kubah besar yang fungsinya untuk membersihkan tubuh mereka agar steril dari energi negatif. Kubah besar itu juga berada di dalam Dunia Jiwa milik Dewa Abadi.
Di Alam Suci, kini kembali menjadi tenang setelah Dewa Abadi berada di Dunia Jiwa. Namun, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh yang akan datang. Kaisar Giok memerintahkan para pejabat istana untuk meningkatkan kekuatan secepat mungkin, dan ia juga mempersiapkan orang dari Pengadilan Surga untuk mendukung Dewa Abadi.
Demikian juga dengan lima Pelindung Alam Suci (Dewa Bumi, Dewa Laut, Dewa Surya, Dewa Kekayaan, dan Dewa Kebahagiaan), mereka meningkatkan kekuatan berkat Pil Kultivasi pemberian Chen Yeon.
Sedangkan Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih jelas mengikuti Dewa Abadi yang tinggal di rumah Dunia Jiwa. Namun, mereka akan tetap selalu berada di Alam Suci karena kewajibannya sebagai pelindung tiga alam.
Tetapi, tidak dengan Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan. Ibu dan anak itu justru membuat rencana untuk menjadikan kesempatan ini untuk menguasai Alam Suci, menjadikan musuh yang akan datang sebagai sarana menggapai impiannya.
Setelah Dewa Abadi mengajarkan Kitab Delapan Hukum Jiwa, ia meminta kepada Yuke istrinya untuk membuat kapal luar angkasa dengan teknologi tercanggih, kapal angkasa multifungsi dengan pertahanan terkuat.
Yuke dengan senang hati menerima tugas yang menjadi keahliannya, ia tidak sendirian melainkan dibantu oleh Satria 12 Naga, anak dan saudarinya. Sedangkan istri dan anak-anaknya yang tidak bergabung dengan tugas ini, segera mempraktekkan Kitab Delapan Hukum Jiwa.
Shuǐ Jingling, Chen Yeon, Hu Yue dan semua istrinya yang memiliki kemampuan dalam meramu pil, Dewa Abadi meminta kepada mereka untuk membuat Pil Kultivasi sebanyak mungkin, dengan menggunakan sumber daya alam di Dunia Jiwanya yang melimpah.
Dewa Abadi melanjutkan tugasnya sebagai seorang pemimpin, dia akan melatih anggota baru menjadi prajurit tangguh. Saat ini, dia berada di dalam kubah isolasi untuk memeriksa semua orang.
Kemudian, ia menghampiri Permasuri Olive dan Putri Floryn yang juga membersihkan diri dari energi negatif, mereka duduk bersila dengan memejamkan mata. Lalu berlanjut membantu Permasuri Sabine Ivy dan Putri Melvina.
Kemudian, dia membantu ibu dan anak itu agar cepat bersih dari pengaruh energi luar, membersihkan dantian mereka. Setelah selesai, dia juga membantu murid-muridnya dan Ceng Fu sahabatnya. Mereka yang akan dijadikan jenderal memimpin pasukannya.
Permaisuri Olive dan Putri Floryn selesai membersihkan dirinya. Mereka segera menghampiri Dewa Abadi yang sedang membantu semua orang. Demikian juga dengan Permasuri Sabine Ivy dan Putri Melvina yang segera menghampiri Dewa Abadi.
"Terima kasih sudah membantu kita!" ucap Permaisuri Olive.
"Sudah kewajibanku!" jawab Dewa Abadi sambil membalikkan badan untuk melihat ibu dan anak ini.
"Apa yang harus kita lakukan setelah ini?" tanya Permasuri Sabine Ivy yang ingin berbuat sesuatu.
"Kalian, jadilah istriku!" pinta Dewa Abadi yang ingin memasukkan ibu dan anak ini kedalam keluarga besarnya, tujuannya untuk memberikan metode pelatihan yang lebih baik.
Keempat wanita itu jelas terkejut dengan permintaan Dewa Abadi, mereka tidak menyangka sosok yang disegani di alam semesta mau menerima mereka sebagai pasangan Dao. Jika dibandingkan dengan semua istri Dewa Abadi, ibu dan anak ini jelas bukanlah apa-apa.
"Tapi... Saya ... Seorang janda, dan masih lebih layak Putri saya ini!" ucap Permasuri Sabine Ivy yang malu dengan statusnya.
Putri Floryn, Putri Melvina dan Permasuri Olive sampai tidak berani menatap wajah Dewa Abadi karena dirinya merasa tidak pantas untuk dijadikan pasangan Dao.
"Apa bedanya janda dan seorang gadis? Bagiku, semua wanita itu setara. Status hanya pandangan umum bagi mereka yang berpikiran sempit. Janganlah berpikiran sempit yang akan mengekang kebebasan hati!" teguran Dewa Abadi
"Anda menjadi seorang permaisuri dan putri, itu sudah kehendak Alam Semesta. Apakah Alam Semesta menilai seorang itu dari penampilan, pola pikir, garis keturunan? Tentu tidak, Alam Semesta menilai dari hatimu!" sambungnya.
Setelah kematian Raja Unatti Alba, Permasuri Olive dan Putri Floryn harus dengan susah payah menstabilkan situasi kerajaan. Belum selesai permasalahan ini, datang fenomena alam yang akhirnya terjadi Peperangan Global. Mau tidak mau, mereka harus mengungsi ke Planet Petir.
Di Planet Petir yang dihuni banyak penjahat, mereka harus dengan susah payah melindungi rakyatnya dari kekejaman para penjahat. Untung saja rakyatnya bersatu melawan para penjahat. Dan, Raja Salome sahabat dari Raja Unatti juga bersatu dalam memerangi kejahatan di Planet Petir.
Permasuri Sabine Ivy dan Putri Melvina juga bergabung dengan mereka. Permasuri Sabine juga seorang janda setelah Raja Datura dibunuh oleh Dewi Pesona. Sedangkan Raja Unatti tewas di tangan Dewa Gairah saat melindungi kehormatan istri dan putrinya.
"Renungkan sebelum kalian menerima tawaranku," kata Dewa Abadi sambil melihat Raja Salome, Permasuri Drusilla, Pangeran Hildred dan Putri Bella, yang juga menghampirinya.
"Penguasa, apakah Anda tidak tertarik dengan Putri Bella?" tanya Raja Salome tanpa rasa malu.
__ADS_1
Putri Bella telah lama menyukai Dewa Abadi saat berada di wilayah Suku Dewa Api. Ia bersembunyi di belakang punggung ayahnya, dan mencubit pinggang ayahnya karena malu.
"Dengan senang hati, saya menerima Anda sebagai pasangan Dao!" keputusan Permasuri Sabine Ivy sebelum Dewa Abadi menjawab permintaan Raja Salome, ia menyenggol lengan putrinya agar mengutarakan isi hatinya.
"Saya juga!" ucap Putri Melvina yang wajahnya berubah menjadi merah, sama halnya dengan ibunya. Permasuri Olive dan Putri Floryn juga segera menerima pinangan dari Dewa Abadi.
"Kalian temui istriku Qin Diao Chin!" pinta Dewa Abadi kepada kelima wanita yang akan menjadi istrinya.
Segera kelima wanita itu keluar dari kubah isolasi untuk menemui Qin Diao Chin. Kemudian, Dewa Abadi berbicara kepada semua orang yang berada di dalam kubah isolasi. Dia meminta kepada mereka untuk memisahkan diri sesuai jenis kelaminnya.
Semua wanita yang akan dilatih oleh Tian Lihua, Tian Shuwan dan Tian She Meili. Sedangkan para prianya akan dilatih oleh Dewa Abadi secara pribadi...
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Setahun lagi, utusan dari Alam Kudus akan segera datang. Perkembangan semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwa meningkat pesat, kapal luar angkasa telah selesai dibuat oleh Yuke, jumlahnya mencapai 250 armada kapal perang, dan lebih canggih dari BESD (Battleship Excel Super Destroyer).
Dan, sumber daya alam di Dunia Jiwa hampir terkuras habis. Dewa Abadi tidak mempersoalkan hal ini, justru senang sumber daya alam di sini bisa bermanfaat. Selain itu, sumber daya alam bisa dengan cepat pulih yang tidak membuatnya khawatir.
Dewa Abadi segera keluar dari dalam Dunia Jiwanya bersama dengan Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih. Mereka menemui lima Pelindung Alam Suci yang berada di puncak Piramida Formasi Nonagon.
Piramida Formasi Nonagon dijadikan tempat bagi Tujuh Pelindung Alam Suci dalam mengawasi Galaksi Laniakea Super Cluster dan Galaksi Local Interstellar.
Namun yang mengejutkan Dewa Abadi ketika melihat ke luar angkasa, dia tidak melihat lagi sinar yang berasal dari Alam Kudus. Dan, dia selama tinggal di Dunia Jiwa tidak memantau perkembangan di luar karena terlalu sibuk.
"Apakah Anda tahu kemana sinar itu?" tanya Dewa Abadi kepada kelima Pelindung Alam Suci.
"Sinar itu menghilang 2 tahun lalu, Dewa!" jawab Dewa Bumi.
Dewa Abadi mengaktifkan Mata Surgawi untuk mencari keberadaan musuhnya, ia menduga musuhnya ini sudah tiba di Alam Suci. Tidak berselang lama, betapa terkejutnya melihat musuh bersama dengan Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan.
Pelindung Alam Suci segera mengaktifkan Mata Dewa dan mengikuti arah pandangan mata Dewa Abadi. Dan, reaksi mereka juga sama saat melihat utusan itu bercengkrama dengan penguasa Istana Yaksa.
"Biarkan saja jika tahu!" ucap Dewa Abadi yang tidak khawatir mantan istri dan mertuanya mengungkapkan tujuannya.
"Apa tindakan Anda selanjutnya?" tanya Dewi Kedamaian.
"Tunggu mereka bertindak. Aku juga tidak tahu tujuan orang itu datang ke Alam Suci, melawanku atau ada tujuan lain!" jawab Dewa Abadi.
"Saya akan menemui Yang Mulia Kaisar Giok. Permisi!" pamit Dewa Surya yang akan memberitahukan bahwa utusan dari Alam Kudus sudah datang lebih cepat dari perkiraan semula.
Dewa Abadi mengangguk sebagai jawaban. Lalu, ia melihat empat Pelindung Alam Suci dan memberikan tugas, "Anda awasi setiap pergerakan mereka!"
"Tugas yang mudah, Dewa!" jawab Dewa Bumi, dan keempat pelindung itu segera meninggalkan Dewa Abadi.
Dewa Abadi duduk bersila dan diikuti oleh kedua istrinya, menghadap ke arah Istana Yaksa. Mereka membicarakan tentang Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan.
Untung saja Dewa Abadi mengabaikan Dewi Kecantikan yang berusaha untuk mencari simpati. Jika tidak, kemungkinan besar Dewi Kecantikan akan membeberkan perkembangan di Dunia Jiwanya.
Melihat utusan itu akrab dengan Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan, sudah dipastikan jauh hari sebelumnya mereka telah mengetahui bahwa Alam Kudus akan mengirimkan seorang utusan.
"Setelah ini berlalu, apakah kalian tetap berada di sini atau mengikutiku?" tanya Dewa Abadi kepada istrinya.
"Yang Mulia Kaisar Giok belum mampu memimpin Alam Suci dengan kekuatannya sekarang. Saya akan selalu di sini sampai beliau mampu berdiri sendiri!" keputusan Dewi Kedamaian yang akan selalu melindungi Alam Suci.
Demikian juga dengan Dewi Kasih yang akan tinggal di Alam Suci. Dewa Abadi tersenyum sambil memegang tangan kedua istrinya ini yang terbiasa hidup mandiri dan saling melindungi.
"Aku pasti akan sering-sering menemui kalian," kata Dewa Abadi, dan di anggukan kepala oleh kedua istrinya yang menyandarkan kepala di bahunya.
__ADS_1
Mereka kembali melihat ke arah Istana Yaksa.
...****************...
Utusan dari Alam Kudus adalah Dewa Elemen. Sesuai dengan nama ke-Dewa-annya, ia mampu mengendalikan lima elemen. Dia mampu berubah menjadi udara sehingga Kelima Pelindung Alam Suci tidak mengetahuinya.
Dewa Elemen sudah berada di Alam Suci tiga hari yang lalu. Ketika tiba di Alam Suci, dia segera menemui penguasa Istana Yaksa, sesuai perintah dari Dewa Surgawi dan Dewa Langit.
Maharani Shiwu dan ibunya jelas dengan senang hati menyambut kedatangan Dewa Elemen. Mereka pikir tujuan Dewa Elemen langsung menghadapi Dewa Abadi.
"Kuil Alam Kudus memberikan perintah kepadaku agar membantu kalian menjadi penguasa tunggal di Alam Suci. Tetapi, berhasil atau tidaknya, itu tergantung upaya kalian. Aku akan membantu kalian untuk melawan musuh yang kuat, Dewa Abadi dan Pelindung Alam Suci menjadi urusanku. Kaisar Giok dan yang lainnya itu urusan kalian," kata Dewa Elemen sesuai dengan rencana pimpinannya di Kuil Alam Kudus.
Kuil Alam Kudus menganggap Kaisar Giok terlalu lemah dan berhati lembut untuk menjadi seorang pemimpin di Alam Suci dan Pengadilan Surga. Yang dibutuhkan oleh Kuil Alam Kudus adalah seseorang yang tegas dan selalu mematuhi mereka.
Tetapi, Kaisar Giok justru patuh kepada tujuh Pelindung Alam Suci, dan kini juga patuh kepada Dewa Abadi yang menjadi musuh bagi pimpinan di Alam Kudus. Jelas pihak Alam Kudus tidak menginginkan hal ini terjadi.
"Kapan kita bisa mulai menggempur pertahanan lawan?" tanya Dewi Kecantikan.
"Lebih cepat lebih baik!" jawab Dewa Elemen, "aku akan menemui Dewa Abadi!" pamitnya.
"Terima kasih atas dukungannya!" ucap ibu dan anak itu serempak.
Kemudian, Dewa Elemen menghilang dari hadapan mereka. Dia muncul di atas Istana Yaksa dan mencari keberadaan Dewa Abadi...
...****************...
Dewa Abadi melihat Dewa Elemen yang sedang mencarinya. Dia segera melesat ke langit seperti sinar. Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih tidak mengikutinya karena kekuatannya lebih rendah, jelas bukan lawan dari Dewa Elemen.
Dewa Elemen melihat Dewa Abadi yang terbang ke luar angkasa, ia segera menyusulnya. Tugas utamanya adalah membunuh Dewa Abadi.
Dia meningkatkan Kecepatannya agar bisa menyusul Dewa Abadi, namun justru lawannya menambah kecepatan membuat jarak semakin jauh.
Mereka berdua telah jauh dari Alam Suci. Kemudian, Dewa Abadi segera berhenti dan menunggu lawannya. Tidak berselang lama, dua Dewa sudah berhadapan, melayang di luar angkasa.
"Anda sudah pasti tahu tujuan kedatanganku, bukan? Dewa seperti kita, tidak perlu skema apapun dalam bertindak. Serahkan tujuh Batu Keabadian milik Anda dan Hati Dunia, atau aku akan mengambilnya dengan paksa!" ucap Dewa Elemen dengan tegas tanpa bertele-tele.
Dewa Abadi mengangkat alis kirinya karena tidak tahu apa itu Hati Dunia, dan ini juga baru kali ini mendengarnya dari mulut lawannya ini. Tetapi yang jelas, ia tidak mungkin menyerahkan Batu Keabadian.
Melihat Dewa Abadi yang diam saja membuat Dewa Elemen tidak sabar. Ia segera menghilang dan muncul di depan Dewa Abadi dengan kepalan tangan kanan mengarah ke wajah lawannya.
Boom...
Ledakan keras ketika dua kepalan tangan saling berbenturan. Dewa Abadi terdorong mundur karena kalah dalam hal basis kultivasi, sedangkan Dewa Elemen tidak berpindah dari tempatnya sedikitpun.
"Walaupun aku mampu mengendalikan lima elemen dalam satu waktu, menghadapi Anda tidak perlu itu. Basis kultivasi adalah kekuatan yang sesungguhnya. Kali ini, aku kerahkan semua kekuatanku!"
Setelah Dewa Elemen berbicara, dia melesat ke arah Dewa Abadi yang baru saja menstabilkan tubuhnya. Ucapan Dewa Elemen memang benar, ditingkatkan mereka, elemen apapun sulit untuk mengalahkan lawan. Satu-satunya jalan ialah dengan mengandalkan basis kultivasi sebagai kekuatan utama bagi setiap kultivator.
Dhummm...
Dentuman keras ketika Dewa Abadi beradu pukulan dengan Dewa Elemen. Gelombang kejut energi itu dengan jelas dilihat oleh penghuni di Alam Suci.
Pertarungan mereka dimanfaatkan oleh penguasa Istana Yaksa, Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan mengerahkan seluruh kekuatan militer untuk menyerang Kaisar Giok.
Untuk melawan tujuh Pelindung Alam Suci, Dewi Kecantikan mengeluarkan tujuh orang yang bersembunyi di dalam Dunia Jiwanya. Mereka adalah anggota dari Kuil Alam Kudus yang dibawa oleh Dewa Elemen.
__ADS_1
Dewa Abadi tidak mengetahui jika Dewa Elemen membawa bantuan karena disembunyikan di dalam Dunia Jiwa...