
Bab 214. Mencari Ibu Dan Nenek.
Dewa Alam berdiri dan menuju ke tempat cermin besar seukuran manusia. Dia menarik kain penutup cermin, lalu mengarah cermin itu ke Dewa Abadi.
"Sebelum Kakek berbicara, lihatlah dirimu," kata Dewa Alam.
Dewa Abadi segera melihat ke arah cermin itu. Dia terkejut karena melihat wujudnya seperti tubuh kesadaran, asap putih seperti kabut yang menyerupai wujudnya.
"Itu... Apa aku ... Benar-benar!" Dewa Abadi tidak melanjutkan ucapannya karena tahu yang menjadi penyebab tubuh menjadi seperti ini, dia geleng-geleng kepala karena teringat sesuatu sebelum dirinya pingsan.
Ketika Dewa Abadi terjatuh karena kuatnya medan gravitasi, sebelum pingsan dia sempat melihat beberapa orang yang muncul di lokasinya jatuh. Tampaknya mereka sudah menunggunya. Oleh sebab itu, sebelum pingsan dirinya berkata, "aku dijebak!"
Dewa Alam kembali duduk, lalu berbicara, "kamu sudah ditunggu-tunggu oleh orang dari Kuil Alam Kudus, mereka sudah lama memasang jebakan untukmu. Tubuhmu pingsan bukan karena tekanan Medan gravitasi, melainkan karena Formasi Array Hukum Alam Kudus...,"
Dewa Alam secara perlahan mulai mengungkapkan kebenaran dimulai dari kedatangan Dewa Abadi di Alam Kudus.
Ketika Dewa Abadi terjatuh dan pingsan. Segera para tetua dari Kuil Alam Kudus, memenjarakan tubuhnya di dalam kendi. Karena kehebatan Formasi Array Hukum Alam Kudus, tubuh Dewa Abadi dipisahkan dari jiwanya.
Dengan tubuh dan jiwa terpisah, maka Dewa Abadi tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk melawan musuhnya. Dia saat ini seperti jiwa penasaran, bisa melihat, merasakan, tetapi tidak bisa melukai siapapun.
Dengan tubuhnya yang dipenjara, pihak Kuil Alam Kudus bisa melakukan apapun terhadap tubuhnya. Yang paling ditakutin oleh Dewa Abadi, mereka bisa saja menyerap kekuatannya dan melakukan apapun pada tubuhnya.
Mendengarkan kakeknya, Dewa Abadi tersenyum kecut sambil geleng-geleng kepala. Kendati situasi tubuhnya rentan terhadap bahaya, dia tampak tidak terlalu khawatir.
Sedangkan para penambang dari Desa Yujie adalah utusan dari Dewa Alam. Mereka memberikan energi spiritual kepada Dewa Abadi agar bisa menemui Dewa Alam.
"... Mereka sudah pasti mulai menyerap kekuatanmu, lalu membedah tubuhmu untuk dipelajari. Hal ini bukanlah hal yang baru bagi mereka, sudah sering dilakukan. Untung saja kamu memiliki kekuatan jiwa yang akan membantumu meningkatkan kekuatan. Mengenai Ibumu, ini kesalahan Kakekmu ini yang ceroboh tidak melindunginya ketika berkultivasi tertutup. Ibumu diculik...!"
Dewa Alam berhenti berbicara saat cucunya mengebrak meja. Untung saja meja itu tidak hancur karena cucunya hanyalah jiwa.
"Kakek sudah mencarinya, namun tidak menemukannya. Kakek sudah bertanya kepada ayahmu, satu-satunya orang yang terakhir menemui Ibumu, tetapi dia tidak mengakuinya, selalu menyangkal bahwa tidak mungkin menculik istri sendiri! Tetapi Kakek yakin ayahmu yang menculiknya, sebab ibu dan nenekmu selalu menentangnya saat bersekutu dengan Dewa Perusak!" lanjut Dewa Alam, dia tidak mungkin terus mendesak menantunya si Tian Bo agar mengakuinya.
Inilah tujuan Dewa Alam yang menginginkan agar cucunya menjadi raja. Dengan Dewa Abadi menjadi Raja Zhi, dia bisa dikirim ke Galaksi Pengadilan Jagat Raya untuk memulai berlatih dari awal dengan cepat. Tanpa menjadi raja, maka siapapun tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam Pagoda Berlian yang dikhususkan bagi para penguasa.
Setelah Dewa Alam mengungkapkan sedikit kebenaran kepada Dewa Abadi, dia kembali berdiri dan menuju ke tempat biasanya untuk berkultivasi. Dia membuka penutup tempat duduk berkultivasi yang terdapat pintu rahasia, dan segera membukanya.
"Ayo masuk!" pinta Dewa Alam sambil melihat Dewa Abadi yang masih marah dengan mengepalkan kedua tangannya.
Jelas Dewa Abadi marah mengetahui tidak hanya ibunya saja yang diculik, melainkan neneknya juga. Dia segera berdiri dan mengikuti kakeknya yang telah masuk ke dalam ruang rahasia di dalam tanah.
Sambil berjalan menuju ruang rahasia, Dewa Alam berbicara, "Kakekmu ini bisa saja mendesaknya untuk berbicara, tetapi akan berujung dengan pertarungan. Kakek bukannya tidak mau bertarung, jika Kakekmu tewas karena kalah kuat, siapa yang akan menemuimu dan mengungkapkan semua ini? Kakekmu Tian Ba... Dia orang yang tidak berani mengambil keputusan, apakah harus membela cucu atau putranya. Dan, kemungkinan besar, Tian Ba belum mengetahui perbuatan putra kesayangannya!"
Dewa Abadi menundukkan wajahnya sambil mendengarkan kakeknya berbicara. Masalah keluarga semakin pelik karena kekejaman ayahnya sendiri.
"Apa yang dipikirkan oleh orang itu?" kegeraman Dewa Abadi.
"Inilah dampak buruk jika bersekutu dengan Dewa Perusak! Ayahmu semakin kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Semua ini terjadi karena dendamnya kepada Dewa pemelihara!" ungkap Dewa Alam secara perlahan agar tidak memicu kemarahan cucunya yang berakibat fatal bagi diri sendiri.
Dewa Abadi menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hati dan pikirannya. Akhirnya mereka tiba di ruang rahasia bawah tanah yang sangat dingin.
__ADS_1
Di ruang itu terdapat peti harta terbuat dari kristal. Di dalamnya terdapat seseorang pria yang sangat mirip dengan Dewa Abadi, seperti kembar identik, tetapi lebih muda dengan usia 15 tahun.
"Ini tubuh barumu yang sudah Kakek persiapkan semenjak kita bertemu di Benua Jiang Shan," kata Dewa Alam sambil melihat Dewa Abadi yang menyentuh kening tubuh baru itu.
"Bawa tubuh baru ini ke dalam Dunia Jiwamu! Kakek harap kamu mau menjadi raja!" desak Dewa Alam yang menginginkan cucunya menggantikan posisi sebagai penguasa Kerajaan Zhi.
"Saya pergi dulu!" pamit Dewa Abadi dan di anggukan kepala oleh kakeknya.
Dewa Abadi menghilang bersama dengan tubuh barunya. Dewa Alam tersenyum dan keluar dari ruang rahasia, dia yakin cucunya mau menjadi pemimpin bagi keluarga besar Zhi...
Dewa Abadi berada di dalam Dunia Jiwanya. Dia segera menceritakan tentang hal ini kepada semua istrinya. Semua istrinya jelas marah kepada Tian Bo si Dewa Langit.
"Untung saja kita sudah mengantisipasi hal ini jauh hari," kata Shimo Lihua sambil melihat tubuh baru pemberian Dewa Alam kakeknya.
Dewa Abadi membaringkan tubuhnya dengan kepala bertumpu pada paha Yuna Aurora, dia memikirkan ibu dan neneknya yang diculik.
"Jika kamu tidak menggunakan Tubuh Ganda, sudah dipastikan mereka akan mendapatkan kekuatanmu. Ingin rasanya aku mencuri harta mereka dan membuat kekacauan kembali!" kegeraman Shimo She Shimo (Celestial She).
Satu-satunya orang yang pernah membuat kekacauan di Alam Kudus hanyalah Celestial Snake yang mencuri Kitab Kehidupan jutaan tahun lalu. Dia tidak hanya sekali mampu menyelinap ke Kuil Alam Kudus, tetapi sudah dua kali walaupun tidak mendapatkan apapun.
Dewa Abadi melihat istrinya ini (Celestial She) karena teringat akan ucap Dewa Elemen tentang Hati Dunia. Karena kehebatan istrinya inilah hingga dirinya tidak sampai masuk jebakan dari Kuil Alam Kudus.
"Apakah kamu tahu tentang Hati Dunia?" tanya Dewa Abadi dan semua istrinya melihat Shimo She Meili karena tidak tahu apa itu Hati Dunia.
Dewa Abadi bertanya kepada istrinya ini karena kehebatannya yang mampu memasuki tempat-tempat berbahaya dan dijaga ketat oleh orang yang jauh lebih kuat. Dan menduga, bahwa istrinya ini yang mengambil Hati Dunia. Oleh sebab itu, istrinya ini mendapatkan julukan si Ular Bencana.
"Itu ...!" Shimo She Meili terlihat panik karena ditanya hal ini.
"Celestial Snake, jika kamu tidak jujur, tongkatku siap menghajarmu sampai tidak bisa berdiri!" ancaman Dewa Abadi sambil mengeluarkan aroma afrodisiak dari tubuh.
Semua istrinya menahan tawa melihat Shimo She Meili yang kembali menjadi panik dan mulai gelisah gara-gara aroma afrodisiak. Putri dari Celestial She yang bernama Shimo Meili Bai juga menatap tajam ke arah ibunya.
"Ibu cantik tetapi berbahaya, penuh kelicikan!" ucap Shimo Meili Bai yang lebih membela ayahnya si Dewa Abadi.
"Sabar, sabar!" pinta Shimo She Meili sambil menjauhi suami dan putrinya.
"Aku selalu sabar," kata Dewa Abadi yang menunggu jawabannya.
Shimo She Meili kabur dari Dewa Abadi menuju ke kamarnya. Semua wanita menertawakannya karena tidak mungkin bisa kabur di dalam Dunia Jiwa milik suaminya.
"Ngajak bermain-main! Oke, kulayani!" ucap Dewa Abadi dan mengejar istrinya itu. Semua orang mengikuti karena ingin tahu apa yang akan terjadi nanti.
Tidak berselang lama, akhirnya Celestial She ditaklukkan oleh Dewa Abadi sehingga tidak mampu menggerakkan tubuh karena dihajar oleh tongkat suaminya.
"Katakan atau ...!" ancam Dewa Abadi sambil membelai gua surga miliki istrinya yang ahli dalam mencuri benda berharga.
Shimo She Meili memeluk erat tubuh Dewa Abadi, dia berkata, "Hati Dunia inilah yang sebenarnya dicari oleh Dewa Langit. Aku memang yang mengambilnya dari Pagoda Berlian sebelum mengenalmu. Hati Dunia ini bisa dimanfaatkan oleh pasangan Dao yang benar-benar salah mencintai...,"
Celestial She (Shimo She Meili) pun memberitahukan kepada Dewa Abadi dan semua saudarinya yang menjadi penonton saat dirinya dihajar oleh tongkat suaminya.
__ADS_1
Sebelum Celestial She bertemu dengan Dewa Binatang (Dewa Abadi), ia menyembunyikan Hati Dunia ini di Planet Bumi, lokasi tepatnya berada di segitiga Bermuda yang terkenal sangat berbahaya bagi siapapun.
Disembunyikan di Bumi karena tidak mungkin diketahui oleh para dewa, termasuk Dewa Langit, sebab penghuni Bumi rata-rata bukanlah seorang kultivator. Oleh Celestial She dianggap sangat aman untuk menyimpan Hati Dunia.
Persembunyian Hati Dunia ini hanya diketahui oleh putrinya yang berada di Continent Twins Moon. Setelah dia melahirkan putri pertamanya ini, dia memberikan ingatannya. Berharap suatu hari nanti putrinya ini mengambilnya setelah memiliki pasangan Dao yang setia dan tulus mencintai.
"... Aku harap putri dan menantu kita nanti membalas dendam kepada Dewa Langit setelah menyerap energi yang terkandung dalam Hati Dunia!" panjang lebar Shimo She Meili menceritakan rencana masa depan.
Dewa Abadi tersenyum senang karena istrinya ini cerdas dan sudah memikirkan masa depan untuk anaknya di Continent Twins Moon.
"Terima kasih! Kita lupakan Hati Dunia ini. Sekarang kita terfokus untuk menyelamatkan ibu dan nenek. Langkah pertama apa yang harus kulakukan?" kita Dewa Abadi sambil melihat semua istrinya.
Shimo Lihua segera berbicara mewakili semua saudarinya, " jadilah raja terlebih dahulu dengan menggunakan tubuh pemberian Kakek Zhi. Kita lihat reaksi dari Dewa Langit dan semua musuh kita ketika kamu menjadi raja...,"
Dewa Abadi segera memasuki tubuh barunya sesuai dengan rencana. Dewa Alam dan musuhnya tidak mengetahui bahwa Dewa Abadi yang dijebak adalah Tubuh Ganda, bukanlah tubuh aslinya. Semua istri dan putrinya ingin tahu reaksi musuh yang telah tertipu.
Dewa Abadi segera keluar dari dalam Dunia Jiwanya, kembali ke ruang rahasia. Dia segera keluar dan menemui Dewa Alam kakeknya. Dewa Alam tersenyum melihat cucunya yang kini menjadi orang biasa tanpa kultivasi.
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Dewa Alam.
"Tubuh ini ringan, tapi lemah tanpa kekuatan!" jawab Dewa Abadi yang berpura-pura kecewa mendapatkan tubuh baru, padahal kekuatannya masih seperti sediakala.
Dewa Alam menepuk pundak cucunya dengan maksud menghibur. "Kekuatan bisa kamu dapatkan dengan mudah karena Kekuatan Jiwamu, hal sepele!" ucapnya.
Lalu dia mengeluarkan peta Alam Kudus dan meletakkan di atas meja. Dewa Abadi segera melihatnya. Di peta itu terdapat banyak lokasi berbahaya bagi siapapun, dan juga belum pernah dijelajahi.
"Lokasi yang Kakek lingkari ini bisa saja dijadikan tempat untuk memenjarakan ibu dan nenekmu. Untuk menjelajahi tempat-tempat ini, kekuatanmu harus berada di atas tingkat The Realm Of Eternal Darkness...," jelas Dewa Alam.
Kekuatan Dewa Alam berada di tingkat Ruler Of The Universe level 8. Dia sebenarnya bisa menjelajah semua tempat itu, tetapi tidak pernah dilakukannya karena kesibukan.
"... Apakah kamu mau menjadi raja?" tanya Dewa Alam setelah memberikan sedikit penjelasan tentang geografis alam.
"Apakah penduduk akan mau menerimaku yang lemah ini?" ucap Dewa Abadi yang berpura-pura kesal sambil menggulung peta dari kulit binatang.
"Kakek akan selalu mendampingimu, jangan khawatir! Sebelum disahkan menjadi raja, berkultivasi lah sampai naik ke tingkat Dewa Absolute di ruang rahasia. Di dalam ruang rahasia sudah banyak sumber daya, gunakan semuanya," kata Dewa Alam.
Dia yakin dengan kemampuan cucunya yang akan dengan mudah dan cepat mencapai tingkat Dewa Absolute, apalagi berkultivasi di dalam Dunia Jiwa. Ruang rahasia bawah tanah yang ini akan menyembunyikan keberadaan Dunia Jiwa milik cucunya agar tidak diketahui oleh pihak musuh.
Tanpa banyak bicara, Dewa Abadi masuk kembali ke dalam ruang rahasia. Setelah masuk, Dewa Alam menutup pintu dan duduk bersila di atas pintu ruang rahasia, dia berkultivasi sambil menjaga cucunya.
Yang tidak diketahui oleh Dewa Alam, Dewa Abadi menggunakan Tubuh Ganda sebagai penggantinya, dia telah keluar dari ruang rahasia untuk mencari keberadaan ibu dan neneknya.
Dengan adanya peta, akan mempermudah Dewa Abadi dalam pencarian ini. Lokasi yang difokuskan adalah wilayah Kerajaan Tian, sebab dia yakin Dewa Langit tidak mungkin memenjarakan ibu dan nenek jauh dari wilayah Kerajaan Tian.
Dengan skill teleportasi, dia telah berada di wilayah Kerajaan Tian, wilayah yang tidak kalah indahnya dengan Kerajaan Zhi. Sayangnya, Alam Kudus yang luas kekurangan penghuninya, dan semua ini karena sulitnya mendapatkan keturunan.
Setiap kali mendapatkan keturunan, yang lahir selalu saja anak perempuan, dan jarang sekali yang lahir anak laki-laki. 100 banding 1 angka kelahirannya, dan didominasi oleh kaum wanita.
Setelah puas melihat kehidupan di wilayah Kerajaan Tian, Dewa Abadi segera berteleportasi dan muncul di tanda lingkaran. Tempat pertamanya ini berada di jurang. Tidak jauh dari jurang, ada sebuah desa kecil yang dihuni kurang dari 320 jiwa.
__ADS_1
"Anda sedang mencari apa?" teguran salah satu penduduk desa yang melihat Dewa Abadi sedang berdiri di tepi jurang.
Dewa Abadi membalikkan badan dan melihat pria usia 56 tahun, dan putrinya usia 17 tahun. Mereka membawa hasil buruan, binatang rusa dan babi hutan.