God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kebencian Ming Lin.


__ADS_3

Bab 48. Kebencian Ming Lin.


Di luar tenda, Dewa Binatang mendengar Putri Hua yang berdebat dengan Ming Lin, karena di perintah untuk kembali ke wilayah Suku Angin sebelum menangkap Evilyn.


Ming Lin bersikukuh untuk menangkap Evilyn, namun Putri Hua membentaknya untuk kembali terlebih dahulu dan merawat orang luar yang ditangkap. Dengan berat hati, Ming Lin pun kembali bersama dengan anggotanya.


Dewa Binatang keheranan kenapa Putri Hua tidak bersama-sama kembali dengan mereka, dan juga tidak mengungkapkan lukanya yang telah sembuh total. Tetapi, setelah membaca kenangan Putri Hua, dia tersenyum tipis karena Ming Lin menyukai Putri Hua.


Setiap kali ada pria lain mendekati Putri Hua, Ming Lin tidak segan-segan menghabisi pria tersebut tanpa sepengetahuan pujaannya. Selama itu, dia selalu menuruti kemauan Putri Hua untuk mendapatkan cinta.


Karena sifat Ming Lin itulah Putri Hua memberikan perintah untuk kembali terlebih dahulu, dia tidak ingin Ming Lin mati sia-sia ditangan Kepala Suku Pohon.


Sifat Ming Lin membuat Dewa Binatang teringat dengan masa lalunya ketika bereinkarnasi menjadi iblis, Blood Demon. Waktu itu, dia menjadi Penguasa Iblis Langit yang protektif terhadap semua wanitanya, terutama wanita-wanita cantik.


Bahkan waktu itu dia banyak membunuh kaum pria muda dan yang telah beristri. Sedangkan anak laki-laki yang beranjak dewasa dikebiri. Dan tujuannya, Penguasa Iblis Langit tidak ingin ada pria yang melirik apalagi menyentuh wanitanya.


Di saat Dewa Binatang mengenang masa lalunya, Putri Hua masuk ke dalam tendanya.


"Anak buah saya telah kembali. Kepala Suku bisa panggil teman Anda yang bersembunyi," kata Putri Hua dengan sopan.


"Ayo ikuti denganku!" ajak Dewa Binatang yang ingin memperkenalkan Putri Hua, dia ingin mendamaikan Evilyn dengan Suku Angin.


Putri Hua membakar tendanya. Sedangkan Dewa Binatang menyimpan 44 mayat ke dalam Dunia Jiwa. Setelah itu mereka berdua menuju ke gua.


Evilyn dan anggotanya melihat kobaran api dari brokade bebatuan, mereka pikir Dewa Binatang telah membuat kekacauan.


Namun, kacamata pendeteksi hawa panas menunjukkan dua orang yang sedang berjalan ke arah mereka. Evilyn dan anggotanya menjadi waspada dengan membidik kedua orang tersebut dengan senjatanya.


"Tahan, jangan tembak dulu sebelum terlihat jelas siapa mereka!" perintah Evilyn kepada anggotanya.


Ketika jaraknya dari kedua orang itu terpaut 20 meter, Evilyn dan anggotanya bernafas lega karena mengenalinya. Namun, melihat Putri Hua raut wajah mereka terlihat tidak suka.


Evilyn dan Angela keluar dari brokade bebatuan untuk bertanya kepada Dewa Binatang mengenai Putri Hua yang mengikut. Mereka khawatir jika Dewa Binatang terpengaruh sihir.


"Kenapa mengajaknya ke sini?" tanya Evilyn dengan nada ketus.


Putri Hua jelas tidak terima dengan perlakuan Evilyn, dia melihat Dewa Binatang yang tampak tenang sehingga tidak mengucapkan sepatah katapun. Demi Suku Angin, dia memilih untuk diam.


"Lupa yang telah aku ceritakan tadi? Suku Pohon dan Suku Angin adalah saudara. Masalah ini masih bisa didamaikan, aku yang akan menyelesaikannya sebagai Kepala Suku Pohon!" terang Dewa Binatang yang akan menengahi permasalahan Evilyn dengan Suku Angin.


"Aku tidak lupa... Tapi, perlakuan mereka sebelumnya sudah melebihi batas kemanusiaan. Hal ini harus diperhitungkan!" Evilyn tidak terima jika Suku Angin diampuni oleh Dewa Binatang dengan alasan saudara.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu inginkan?" tanya Dewa Binatang yang ingin tahu keinginan Evilyn.


"11 orang anggotaku telah mereka bunuh, sisanya yang ditangkap dan mengalami siksaan! Jika wanita ini bisa membangkitkan mereka dan membuat yang lainnya pulih, maka kita bisa melupakan semua yang telah terjadi!" jawab Evilyn.


"Mustahil! Kamu pikir aku Dewa yang bisa membangkitkan orang mati! Yang masuk akal sedikit kalau berbicara!" sahut Putri Hua dengan nada tinggi.


"Bukannya kamu seorang penyihir, sudah seharusnya mampu membangkitkan orang mati!" balas Evilyn dengan nada tinggi.


Menurut pengetahuan Evilyn dan anggotanya, jika seorang penyihir memiliki kemampuan untuk membangkitkan orang mati, dan memang benar pengetahuan mereka. Hanya saja, kemampuan itu dimiliki oleh penyihir tingkat tinggi, minimal tingkat 7, yaitu Sacred-level Divination Witch.


Sedangkan di Suku Angin, penyihir tertinggi berada di tingkat 4, Grand Master Grade Magic tahap menengah. Dan, Kepala Suku Angin yang terkuat sebagai pemimpin. Putri Hua berada di bawahnya, tingkat Master Grade Magic tahap menengah.


Sebelum pertengkaran antara Evilyn dan Putri Hua makin memanas, Dewa Binatang segera berbicara dengan nada tegas, "jika kalian bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara saling membalas dendam, lanjutkan. Lagian, tidak ada untungnya bagiku!"


Setelah berbicara, Dewa Binatang membalikkan badannya untuk meninggalkan mereka. Namun, niatnya hanya berpura-pura agar mereka bisa tenang.


Evilyn dan anggotanya panik karena perkataanya, demikian juga dengan Putri Hua yang sangat membutuhkan bantuannya.


Segera Putri Hua memegang pergelangan tangan kanan Dewa Binatang sambil berkata, "tolong, jangan pergi!"


Evilyn melihat kekasihnya yang dipegang oleh Putri Hua. Karena tidak terima kekasihnya disentuh, dia segera menyerang Putri Hua.


Merasakan niat buruk terhadapnya, Putri Hua melepaskan tangannya yang memegang. Lalu mengarahkan tongkat sihir untuk melawan Evilyn.


Kedua wanita itu bertarung dengan sengit, tidak ada dari mereka yang mau kalah karena sebagai pemimpin. Walaupun Evilyn kalah dalam hal basis kultivasi, dengan dukungan dari Mahkota Dewi Perang mampu mengimbangi Putri Hua.


Setiap kali Putri Hua menggunakan sihirnya selalu dinetralisir oleh Mahkota Dewi Perang yang melindungi tubuh Evilyn, dan hanya membuatnya terdorong ke belakang.


Serangan Putri Hua yang gagal dimanfaatkan oleh Evilyn dengan melepaskan tembakan. Sayangnya, tongkat sihir juga mampu menetralisir serangan senjata api, dan juga hanya mendorong tubuh Putri Hua ke belakang. Mereka berdua saling menyerang sambil mencari kelemahan lawannya.


Angela dan anggotanya memberikan semangat kepada Evilyn, ada sebagian sengaja membuat komentar pedas terhadap Suku Angin agar Putri Hua kehilangan fokusnya.


Dewa Binatang duduk di batang pohon yang tumbang sambil melihat pertarungan kedua wanita itu. Sebenarnya, keinginan Evilyn bisa saja dikabulkannya karena memiliki Batu Keabadian. Sengaja tidak mengabulkannya dan melerai mereka agar saling meluapkan emosi masing-masing.


"Jika kelelahan, mereka juga akan berhenti!" batin Dewa Binatang, dia akan bertindak ketika salah satu dari mereka dalam bahaya.


Setelah kurang dari 30 menit bertarung, mereka berdua terlihat perlahan mengendorkan serangan karena kelelahan, dan juga energi spiritual terkuras. Nafas mereka terlihat berat dan saling menjauh.


"Sudah puas bertarung? Jika belum, bawa semua anggotamu biar saling membunuh. Tapi setelah itu, jangan harap aku membantu kalian!" ucap Dewa Binatang yang mengandung ancaman.


"Diam kamu, ini urusan wanita!" bentak Evilyn dan Putri Hua secara bersamaan karena masih terbawa emosi.

__ADS_1


Dewa Binatang tertawa karena dibentak. Setelah berhenti tertawa, dia berkata, "itu pilihan kalian. Selamat tinggal!"


Tiba-tiba Dewa Binatang menghilang dari pandangan semua orang. Evilyn dan Putri Hua baru sadar ucapannya salah, mereka menjadi panik dan buru-buru mengejar Dewa Binatang. Angela dan anggotanya juga mengikuti Evilyn dan Putri Hua.


Semua orang memanggil nama Dewa Binatang, namun tidak menerima jawaban. Setelah sekian lama mencari dan tidak menemukannya, akhirnya Putri Hua dan Evilyn menuju ke wilayah Suku Pohon.


Di tengah malam yang sebenarnya berbahaya, mereka tetap memutuskan untuk pergi. Tujuannya untuk meminta maaf atas ucapannya. Untung saja jumlah mereka banyak sehingga binatang mistik tidak berani mendekat.


Karena telah membuat marah Dewa Binatang, Evilyn dan Putri Hua terlihat mulai akur, mereka mulai saling berbicara walaupun ada sedikit berdebat tentang kejadian lalu.


Putri Hua juga mengatakan jika telah memerintahkan anak buahnya untuk merawat anggota Evilyn yang ditangkap, dan dia melakukan ini atau perintah Dewa Binatang.


Evilyn merasa bersalah tidak mengindahkan perkataan Dewa Binatang yang akan menyelesaikannya semua masalah.


Ternyata, Ming Lin tidak mematuhi perintah Putri Hua, dia dan anggotanya sengaja tidak kembali karena ingin tahu tujuan Putri Hua. Melihat pujaannya berjalan bersama seorang pria tampan, membuat Ming Lin marah.


Dia juga melihat pertarungan Evilyn dan Putri Hua. Saat ini, dia dan anggotanya mengikuti Putri Hua menuju ke wilayah Suku Pohon. Di dalam hatinya penuh dengan kebencian terhadap Dewa Binatang, dan berencana untuk membunuhnya, tidak peduli jika dilakukan di wilayah Suku Pohon...


*****


Mantan Kepala Suku Pohon, Dao Li Xia melamun di selasar rumahnya sambil menopang dagu. Dia belum sadar jika Dewa Binatang berada di sampingnya.


Ya, Dewa Binatang menggunakan skill teleportasi karena telah mengetahui titik koordinat wilayah Suku Pohon. Dia sengaja kembali karena yakin Evilyn dan Putri Hua akan menyusulnya.


Dewa Binatang keheranan melihat istrinya senyum-senyum sendiri, entah apa yang sedang dipikirkannya. Lalu melihat ke rumah pohon yang ditinggali oleh Suku Pohon, kedua matanya tertuju kepada satu rumah milik Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua.


"Apakah wanita Suku Pohon setiap malam selalu membayangkan sesuatu yang bahagia?" tanya Dewa Binatang setelah melihat Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua juga melamun.


Dao Li Xia sontak kaget dan hampir terjatuh. Beruntung Dewa Binatang segera memegang pinggangnya sebelum terjatuh. Dia memperhatikan wajah Dewa Binatang apakah benar adalah suaminya. Setelah yakin bahwa tidak dalam lamunan, dia segera memeluknya.


"Sejak kapan kamu sudah kembali? Lalu bagaimana dengan temanmu? Apa kamu tidak jadi menyelamatkan mereka, atau mereka tidak ditemukan di lokasi?" cecar Dao Li Xia tanpa melepaskan pelukannya.


Keheranan Dao Li Xia bisa dimaklumi, sebab suaminya berangkat siang dan sudah kembali di malam hari, padahal jarak gua persembunyian Evilyn dan wilayah Suku Pohon sangat jauh.


"Kita masuk dulu, nanti aku ceritakan!" ajak Dewa Binatang yang ingin bersantai di ranjang.


Dao Li Xia dengan manja meminta digendong dan membuat Dewa Binatang tertawa ringan. Setelah berada di dalam rumah dan membaringkan tubuh, dia menceritakan tentang Evilyn dan Putri Hua.


Sambil memeluk tubuh Dewa Binatang, Dao Li Xia bangga karena kebijaksanaan suaminya dalam menangani masalah ini. Dan, tindakan suaminya yang tidak melerai perkelahian antar Evilyn dan Putri Hua dibenarkan.


"Perkelahian tanpa hasil akan mereda emosi mereka. Aku juga yakin mereka akan menysusulmu karena butuh," kata Dao Li Xia setelah suaminya bercerita.

__ADS_1


Kemudian, dia melepaskan pakaian suaminya karena merindukan belaian kasih sayang. Lalu dia melihat kebanggaan suaminya yang masih belum bangun, dia memegangnya dengan lembut dan mendekatkan wajah.


Dewa Binatang jelas tidak menolak layanan Dao Li Xia, dia membelai rambut istrinya sambil merasakan sensasi hangat ketika lidah membasahi kepala naga saktinya.


__ADS_2