
Bab 09. Pulau Penyintas, Robotec Dolphin.
Saat ini, Earth Nibiru adalah wilayah yang paling kecil dari wilayah lainnya. Dulu sebelum Raja Shu Donghai terbunuh, wilayah Earth Nibiru sangatlah luas, menjadi kecil karena ditenggelamkan dengan air laut atas perintah penguasa Sea Nibiru.
Akhirnya Dewa Binatang melewati perbatasan wilayah Earth Nibiru, dia harus melintasi lautan luas sebelum tiba di Bird Nibiru. Sambil terbang, dia melihat lautan yang banyak dihuni binatang-binatang laut berukuran besar. Mereka melihat Dewa Binatang dan tidak mencegatnya karena penyamarannya yang sangat mirip dengan Ras Burung.
Setelah terbang seharian, Dewa Binatang memutuskan untuk beristirahat saat melihat sebuah pulau kecil, Pulau Penyintas. Di pulau ini banyak ras yang singgah hanya sekedar beristirahat, tapi ada juga yang menginap.
Pulau Penyintas dikuasi oleh Ras Binatang Air, dipimpin oleh humanoid Lumba-lumba, tubuh manusia berkepala ikan. Dia terkenal ramah kepada siapapun, kecuali Ras Manusia.
Ketika tiba, Dewa Binatang mendarat dan berjalan mencari rumah makan. Saat berjalan dan berpapasan dengan Ras Burung, dia selalu disapa dengan bahasa mereka, dan Dewa Binatang membalas sapaan ramah.
Karena Pulau Penyintas tidak luas, dia dengan cepat menemukan rumah makan satu-satunya. Segera dia masuk dan memesan makanan serta minuman segar.
"Apakah Tuan memiliki uang?" tanya seorang pelayan wanita yang tubuhnya manusia dan kepala seekor cumi-cumi.
Karena Dewa Binatang tidak dikenali dan belum pernah berkunjung ke Pulau Penyintas, si pelayan harus memastikan jika setiap pengunjung harus memiliki uang sebelum pesanan dibuatkan.
"Berapa semua pesananku?" tanya balik Dewa Binatang sebelum mengeluarkan RoboBee.
"Total semua pesanan sebesar 100 RoboBee!" jawab si pelayan sambil menunjukkan mesin hitung kepada Dewa Binatang.
Dewa Binatang tidak lagi banyak bicara, dia segera mengeluarkan RoboBee seharga pesanannya. Dengan senang hati si pelayan menerima pembayarannya.
"Tunggu 10 menit semua hidangan siapa disajikan!" pinta si pelayan dan di anggukan kecil oleh Dewa Binatang.
Sambil menunggu pesanannya, Dewa Binatang mengeluarkan satu RoboBee untuk dipelajari, dia mengotak-atik RoboBee. Saat dia sedang mempelajarinya, datang tiga Ras Burung, mereka adalah humanoid Gagak.
"Saudara, apa kita boleh menemanimu?" izin salah satu dari mereka.
"Silakan!" jawab Dewa Binatang tanpa ada rasa curiga dengan niat mereka bertiga.
Setelah ketiga humanoid Gagak duduk, dan tanpa memperkenalkan diri, salah satu dari mereka yang duduk di tengah bertanya dengan nada ramah.
"Aku tebak tujuanmu untuk kembali setelah berburu, apa kamu mendapatkan darah manusia untuk dijual?"
__ADS_1
Dewa Binatang melirik mereka sambil tetap mempelajari teknologi RoboBee, lalu berbicara dengan nada ketus, "apa semudah itu memburu manusia tanpa keberuntungan? Aku ke sana hanya untuk mendapatkan RoboBee saja!"
Ketiga humanoid Gagak tertawa karena dugaannya benar, tidak mungkin mudah mendapatkan Ras Manusia.
RoboBee banyak disebarkan oleh para penguasa di wilayah Earth Nibiru, tujuannya agar semua ras memburu manusia. Dengan mendapatkan manusia hidup-hidup atau mati, para pemburu akan menjual darahnya kepada penadah. Jika manusia masih hidup akan bernilai lebih tinggi.
"Sudah berapa hari kau di sana? Berapa banyak RoboBee yang kau dapatkan?" selidik humanoid Gagak yang duduk di bagian kanan dari rekannya di tengah.
"Setidaknya cukup untuk bertahan hidup selama satu bulan!" jawab Dewa Binatang sambil menyimpan RoboBee karena pelayan rumah makan sudah datang.
"Melihat pesananmu yang banyak, aku perkirakan kau mendapatkan minimal 2.000 RoboBee!" tebakan humanoid Gagak yang duduk di tengah.
Dewa Binatang hanya mengangguk sebagai jawaban sambil melihat pelayan menata hidangan di meja. Ketiga humanoid Gagak itu menyeringai lebar karena mendapatkan mangsa baru yang kaya.
"Kita akan bantu memakan hidangan ini, oke," kata humanoid Gagak yang duduk di bangku kiri.
"Pesanlah sendiri, segini bagiku masih kurang!" sahut Dewa Binatang yang tidak ingin berbagi dengan humanoid Gagak.
"Jangan pelit, kehilangan beberapa hari untuk berbuat baik kan tidak ada salahnya!" ujar humanoid Gagak yang duduk di tengah.
Si pelayan melihat ke arah penjaga rumah makan untuk mengatasi ketiga humanoid Gagak. Si penjaga segera memerintahkan kepada humanoid Gagak untuk pindah ke tempat duduk yang lainnya. Karena tahu penjaga itu kuat, ketiga humanoid Gagak memaksakan diri untuk tertawa, dan justru tidak mencari tempat duduk malah keluar dari rumah makan.
Sebelum keluar dari pintu rumah makan, salah satu humanoid Gagak memberikan peringatan kepada Dewa Binatang, "niat baik kami kau balas dendam buruk. Aku hanya berharap kau baik-baik saja!"
Dewa Binatang tidak menggubris peringatan humanoid Gagak, sebab dia tahu kekuatan mereka bertiga di tingkat Ranah Petarung level 1 dan level 3 yang paling kuat, kekuatan mereka tidak akan membahayakannya.
"Maaf atas ketidaknyamanan ini! Mereka memang sering mencari masalah kepada pemburu yang baru kembali dari Earth Nibiru!" mohon si pelayan dengan tulus, dan sedikit menjelaskan tentang tujuan humanoid Gagak.
"Tidak perlu meminta maaf! Tindakan cepat kalian demi kenyamanan pengunjung sudah merupakan bentuk dari pelayanan terbaik," kata Dewa Binatang.
"Terima kasih atas penilaiannya! Silakan nikmati hidangan terbaik di tempat kita!" pamit si pelayan yang tidak ingin menganggu pengunjung yang akan makan.
Dewa Binatang makan dengan lahap, dia tidak peduli dengan tatapan para pengunjung rumah makan yang mendengar obrolan humanoid Gagak. Ketika menggeser piring, dia melihat secarik kertas yang dilipat.
Dewa Binatang segera mengambil kertas tersebut dan membuka lipatannya. Tertulis, "hati-hati dengan para Gagak dan semua orang yang berada di tempat ini. Tuan telah menjadi incaran mereka karena memiliki banyak RoboBee."
__ADS_1
Ternyata itu adalah peringatan dari si pelayan yang melayani Dewa Binatang, lalu dia melihat si pelayan dan menganggukkan kepalanya sebagai bentuk ucapan terima kasih.
"Aku Dewa Binatang, dan semua binatang harus tunduk kepadaku!" batin Dewa Binatang sambil mengeluarkan aura kekuatannya yang sebenarnya.
Seketika rumah makan bergetar dan membuat pengunjung dan pekerjaan rumah makan ketakutan, mereka melihat jelas Dewa Binatang sengaja mengeluarkan aura kekuatan, kekuatan yang jauh dari Ranah Penguasa Alam, kekuatan tertinggi di Planet Nibiru.
Semua orang yang berada di Pulau Penyintas juga merasakan aura kekuatan Dewa Binatang, mereka pun panik dengan keluar dari pulau sebagai sudah terbang sambil melihat ke arah rumah makan.
Dewa Binatang segera menarik aura kekuatan sebelum Pulau Penyintas tenggelam. Dengan santainya, dia melanjutkan makan tanpa peduli dengan reaksi semua orang.
Semua orang baru sadar jika sosok yang terlihat tidak berbahaya dan ramah ternyata memiliki kekuatan mengerikan. Ketiga humanoid Gagak yang tadinya berniat untuk merampok Dewa Binatang langsung kabur, mereka seperti orang yang melihat hantu di siang hari.
Lalu datang pemimpin Pulau Penyintas dengan tergesa-gesa, dan menghampiri Dewa Binatang dengan raut wajah ketakutan.
"Terima kasih atas kebaikan Tuan! Kalau boleh bertanya, siapakah Tuan sebenarnya?"
Dewa Binatang menghentikan makannya dan melihat Humanoid Lumba-lumba. Setelah menelan makanannya, dia menjawab, "hanya seorang petualang. Saya datang ke sini karena mendengar jika pemimpin pulau ini adalah orang baik."
Rasa takut Humanoid Lumba-lumba seketika lenyap karena pujian dari Dewa Binatang. Lalu dia memesan banyak minuman terbaik kepada pelayan, dia ingin berteman baik dengan orang yang kuat, kesempatan ini tidak mungkin disia-siakan.
"Maaf, saya lupa belum memperkenalkan diri! Nama saya adalah Robotec Dolphin!"
Dewa Binatang menyambut jabatan tangan pemimpin Pulau Penyintas, dia sebenarnya keheranan kenapa namanya sangat unik, tidak menyerupai robot seperti yang diketahuinya. Dia berpikir, kemungkinan Robotec Dolphin tidak mengaktifkan perlengkapan baja dan besi sehingga tubuhnya masih berwujud humanoid.
Dewa Binatang yang ditraktir minuman dengan senang hati menyambutnya. Dia dan Robotec Dolphin banyak sekali minum-minum hingga hari menjelang malam.
Tahu hari sudah malam, Dewa Binatang yang ingin melanjutkan perjalanan dicegah oleh Robotec Dolphin dengan alasan hari sudah malam, dia mengundang Dewa Binatang untuk menginap di kediamannya.
Tanpa menolak undangan Robotec Dolphin, Dewa Binatang mengikutinya, dia mau menerima undangan karena berharap mendapatkan informasi yang dibutuhkannya.
"Membenci Ras Manusia tapi menirukan tubuh manusia!" batin Dewa Binatang dengan sinis sambil berjalan di sisi Robotec Dolphin yang setengah mabuk
Sebenarnya Ras Manusia adalah perwujudan yang sempurna, pria dan wanitanya diibaratkan lukisan mahakarya alam semesta. Oleh karena itu, banyak ras menjadi iri terhadap manusia yang sempurna.
Ras Manusia bisa disejajarkan dengan Ras Peri, hanya sedikit lebih rendah karena setiap manusia memiliki banyak sisi negatif. Tetapi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Ras Peri, mereka lebih sombong dari manusia.
__ADS_1