God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Celestial Lanying.


__ADS_3

Bab 220. Yusan si Celestial Lanying.


Dewa Abadi berada di Kota Lima Menara Bintang, masih berada di Alam Tianwu. Di kota ini, dia melihat pihak keluarga peserta Konferensi Tianwu yang sedang memperhatikan persaingan putra dan putrinya melalui Cermin Sihir.


Dia mengingat dengan jelas saat pertama kali menginjakkan kaki di Alam Tianwu, dibawa oleh Celestial Yunyou. Saat pertama kali datang, dia bertemu dengan Yusan, wanita cantik yang mengaku telah memiliki suami dan anak. Nyatanya, Yusan masih seorang gadis dan juga peserta Konferensi Tianwu.


Setelah itu, dia bertarung dengan sengit dengan musuh bebuyutannya, yaitu Wei Yan. Hingga pada akhirnya si Wei Yan harus meledakan dirinya saat membunuh Dewa Binatang. Akan tetapi, Dewa Binatang tidak mati, masih selamat. Demikian juga dengan Wei Yan, dia tidak mati, yang meledakkan dirinya hanya tubuh lain, tubuh pemberian dari Maharaja Yaksa.


Setelah pertarungan itu yang menggemparkan Alam Tianwu, Dewa Abadi bertemu dengan Yuna Aurora. Selama seharian penuh, Yuna Aurora dan Dewa Abadi menikmati kebersamaannya dengan mengelilingi Kota Lima Menara Bintang.


Saat di malam hari, tiba-tiba kejadian lagi-lagi menggemparkan Alam Tianwu, yang mana muncul Ular Bencana yang dikenal dengan sebutan Celestial Snake. Ukuran tubuhnya yang besar dan mampu melingkari Alam Tianwu sangat menakutkan bagi semua orang.


Celestial Snake membuat kekacauan dengan alasan tidak terima dengan sebutan Dewa Binatang. Pada akhirnya, Dewa Abadi yang saat itu masih bergelar Dewa Binatang, menantang Celestial Snake untuk bertarung demi menyelamatkan Alam Tianwu.


Dan pada akhirnya, Dewa Abadi menaklukkan Celestial Snake hingga menjadi istrinya. Celestial She ditaklukkan karena takut dengan Kekuatan Jiwanya.


Setelah pertarungan itu, Dewa Abadi bertemu dengan para Kitab Suci dari berbagai galaksi. Dia juga bertemu untuk pertama kalinya dengan Ratu Kuil Kegelapan, Qin Diao Chin dan Qin Lianshi.


Mereka bertemu di Menara Roh untuk membahas tentang Peperangan Global yang akan terjadi. Dan, seperti yang sudah diketahui, Peperangan Global akhirnya terjadi. Dan kejadian ini atas perencanaan dari para penguasa di Alam Kudus.


Namun yang berbeda dengan Kota Lima Menara Bintang, di tengah lima menara ada sebuah patung, patung Dewa Binatang. Dewa Abadi tersenyum melihat patung dirinya, karena wajah patung itu dengan sengaja dikaburkan.


"Yusan... Celestial Lanying," gumam Cao Tian Jun saat melihat Yusan masih selalu menyamar sebagai seorang pegawai Menara Angin.


Yusan memiliki tiga penyamaran, sebagai pegawai Menara Angin, peserta Konferensi Tianwu, dan juga sebagai Pelindung Alam Tianwu yang dikenal dengan nama Celestial Lanying. Karena sumpah sebagai pelindung, Yusan kekasihnya ini tidak menemani perjalanan hidupnya, selamanya berada di Alam Tianwu.


Dewa Abadi berdiri di depan pintu Menara Angin sambil menatap wajah Yusan. Ada seseorang yang memperhatikannya, Yusan melihat ke luar pintu.


Saat melihat wajah kekasihnya yang telah lama berpisah, tubuh Yusan gemetaran dan meneteskan air mata bahagia. Dia melesat ke arah Dewa Abadi dan langsung memeluknya.


Tindakan Yusan membuat perhatian banyak orang yang berada di dalam Menara Angin. Baru kali ini mereka melihat Yusan memeluk seorang pria tampan dimuka umum, apalagi bukan suaminya.


Yusan selalu mengaku kepada semua orang yang bertanya, bahwa dirinya telah bersuami dan memiliki seorang anak. Tujuannya berbohong agar pria-pria tidak mencari masalah dengannya.


Semua orang berbisik-bisik, apakah pria yang dipeluk itu adalah suaminya?


"Maaf, sudah lama tidak menemuimu!" sesal Dewa Abadi sambil mengelus rambut panjang kekasihnya.


Dimuka umum dan dilihat oleh banyak orang, Yusan mencium bibir Dewa Abadi. Teman kerjanya bersiul melihat Yusan berciuman dengan suaminya. Pegawai wanita Menara Angin, baru tahu bahwa ternyata suaminya Yusan sangatlah tampan. Mereka tampak iri melihat kemesraan Yusan.


Kemudian, Yusan mengajak Dewa Abadi kembali bernostalgia dengan jalan-jalan di Kota Lima Menara Bintang. Saat Yusan bergandengan tangan dengan Dewa Abadi, banyak orang yang merasakan familiar saat melihat wajah Dewa Abadi.

__ADS_1


Karena penasaran, banyak orang yang membandingkan wajah patung Dewa Binatang dengan pria yang bergandengan tangan dengan Yusan.


Yusan tidak peduli dengan suara-suara bisikan dari setiap orang yang melihatnya, ia sangat bahagia karena kedatangan kekasihnya. Selama jalan-jalan, Yusan banyak bercerita tentang kehidupannya selama berpisah dengan Dewa Abadi, yang mana tidak banyak berubah.


Ternyata, Yusan mengetahui apapun yang terjadi dengan Dewa Abadi saat bertarung dengan mahkluk Rasi Bintang di Planet Peliades dan Galaksi Sembilan Rasi Bintang. Dia tahu melalui Cermin Sihir yang dibuat oleh Kitab Suci di Menara Roh.


Hanya saja, setelah dikalahkan oleh Hei Ren si pria hitam, Yusan tidak mengetahui keadaan Dewa Abadi. Dia sangat terpukul hatinya saat mengira kekasihnya tewas.


Akan tetapi, Kitab Suci mengatakan bahwa Dewa Abadi baik-baik saja. Walaupun begitu, Yusan masih khawatir karena tidak mengetahui keberadaan Dewa Abadi yang ternyata bersembunyi di Alam Tianwu, di gunung bersalju.


"Kamu jangan keluar dari tempat ini karena mereka masih terus mencari!" ungkap Yusan dengan nada cemas.


Dewa Abadi tersenyum sambil melihat wajah kekasihnya ini. Lalu dia berkata, "jangan khawatir, mereka sekarang bukan lawanku!"


Yusan sedikit terkejut karena ucapannya yang mengikuti meyakinkan. Menurut informasi dari Kitab Suci, kekuatan kekasihnya ini merosot tajam setelah dantian-nya rusak. Dan jelas tidak mungkin kekuatan tingkat Half Super Omega melawan kekuatan Creator Of The Universe, terpaut 11 tingkat.


Terpaut satu level saja kesenjangan nya sangat jauh di tingkat Ranah Gerbang Tanpa Batas, berbeda dengan ranah dibawahnya.


"Dengan kekuatanmu yang dulu saja tidak bisa mengalahkan mereka, apalagi dengan kekuatan saat ini! Pokoknya, kamu jangan keluar dari tempat ini, titik!" cegah Yusan yang tidak ingin Dewa Abadi mendapatkan kesulitan lagi.


Dewa Abadi kembali tersenyum dan tahu kekhwatiran kekasihnya ini. Maklum jika kekasihnya ini khawatir karena belum mengetahui yang sebenarnya. Karena ingin menebus kesalahannya yang tidak pernah menemui Yusan, dia ingin membahagiakan kekasihnya ini.


Yusan langsung memeluk Dewa Abadi tanpa peduli dengan tatapan banyak orang disekitarnya. Dia tahu maksud perkataan Dewa Abadi, hal yang selalu diimpikan selama ini jika memiliki seorang anak dari hasil cinta.


"Tetapi, kamu jangan gunakan wajah samaran!" goda Dewa Abadi karena Yusan selalu menggunakan wajah samaran saat menjadi seorang pegawai.


Yusan tertawa sambil menarik tangan Cao Tian Jun menuju ke rumahnya. Dia ingin membuat kekasih ini puas dan segera memberikan anak...


...****************...


Di Menara Roh, para Kitab Suci melihat Dewa Abadi dan Yusan, mereka juga terkejut saat Dewa Abadi mengatakan bahwa mampu mengalahkan Dewa Langit, Dewa Surgawi dan Hei Ren.


"Apakah ini terkait dengan benih Petir Semesta?" tanya Kitab Suci dari Galaksi Aurora kepada Kitab Suci Galaksi Kelahiran (nama lain dari Galaksi Asal Muasal).


"Bisa jadi. Apakah Anda ingat bahwa benih Petir Semesta menyerap kekuatan penghuni Dunia Jiwa milik Dewa Abadi dan juga kekuatannya yang merosot?" hipotesis dari Kitab Suci Galaksi Kelahiran.


Hanya Kitab Suci dan Dewa Tertinggi yang bisa melihat Dunia Jiwa milik para kultivator, termasuk milik Dewa Abadi yang selalu menjadi perhatian mereka.


Para Kitab Suci berdiskusi mengenai Dewa Abadi dan benih Petir Semesta. Mereka menyimpulkan bahwa Dewa Abadi akan mendapatkan kekuatan dari benih Petir Semesta. Diperkirakan, kekuatan Dewa Abadi akan mencapai tingkat Creator Of The Universe setelah menyerap energi benih Petir Semesta.


Dengan kekuatannya itu, dan juga digabungkan dengan Kekuatan Jiwa Semesta, Dewa Abadi akan mampu mengalahkan tiga lawan itu. Yang menjadi pertanyaan mereka, apakah Dewa Abadi mampu menaklukkan benih Petir Semesta? Hal ini yang dinanti-nanti oleh para Kitab Suci, proses Dewa Abadi menaklukkan benih Petir Semesta yang bersemayam di dalam jiwanya.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita kumpulkan semua istri utamanya di sini agar memicu semangat Dewa Abadi?" interupsi dari Kitab Suci Galaksi Kelahiran.


"Itu ide bagus agar Dewa Abadi sesegera mungkin untuk menaklukkan benih Petir Semesta!" dukungan dari Kitab Suci Alam Suci, dan satu per satu semua Kitab Suci juga mendukungnya.


"Kita pilih istrinya yang terbaik yang ada di sini, istrinya yang mampu memenuhi syarat, dan juga untuk membantunya untuk memulihkan energi Kekuatan Jiwanya di saat genting. Hal ini, biar aku yang urus," kata Kitab Suci dari Alam Kudus, dan semua Kitab Suci menyerahkan tugas ini kepadanya.


Semua istri Dewa Abadi tidak semuanya menjadi peserta Konferensi Tianwu, melainkan hanya istrinya yang terbaik yang memiliki bakat di atas rata-rata. Seperti Yuna Aurora, Qin Diao Chin, Celestial She, Tian bersaudari dan totalnya ada lebih 100 wanita.


Kitab Suci melakukan ini juga atas dasar kebaikan Dewa Abadi yang banyak menyelamatkan nyawa kehidupan saat Peperangan Global, dan masih banyak berbuat baiknya selama menjadi Dewa Binatang Yang Abadi.


Sedangkan istri Dewa Abadi yang lain dan juga Pasukan Wanita, mereka bereinkarnasi di tempat lain, sebagian hidup sebagai manusia biasa, dan juga sebagai seorang kultivator dari keluarga terpandang. Jasa mereka selama peperangan itu selalu dihargai oleh semua Kitab Suci. Dengan kata lain, Kitab Suci selalu memperlakukan mereka dengan baik sampai Dewa Abadi menjemputnya.


Kitab Suci selalu mengawasi, melindungi semua istri dan anak Dewa Abadi sebagai bentuk rasa terima kasihnya...


...****************...


Di Menara Tanah, berkumpul delapan Pelindung Alam Tianwu. Kemunculan Dewa Abadi di Kota Lima Menara Bintang jelas mengejutkan mereka. Tetapi hanya sesaat dan berganti dengan wajah berseri-seri karena Alam Tianwu dikunjungi oleh Dewa Abadi.


Saat bertemu pertama kali dengan Dewa Binatang, mereka jelas lebih kuat. Namun kali ini, mereka jelas jauh lebih lemah dari Dewa Abadi, berada di tingkat True Omega. Jika dulu saat bertemu, masih berada di tingkat True Resonance, termasuk Celestial Lanying si Yusan yang saat ini berada di tingkat True Omega level 90, lebih kuat dari delapan pelindung Alam Tianwu.


Walaupun Celestial Lanying lebih kuat dari delapan rekannya, ia tidak mau menjadi ketuanya, sebab lebih suka menyamar. Apalagi menyamar sebagai peserta Konferensi Tianwu, dia sangat senang karena bisa menghajar peserta baru.


Akan tetapi, ada satu pelindung Alam Tianwu yang tidak suka dengan kehadiran Dewa Abadi, dia adalah Celestial Orfias dari Galaksi Kecebong, leluhur dari Ancestor Adalvino Altair.


Celestial Orfias berpamitan kepada rekan-rekannya untuk menyelesaikan sesuatu urusan yang belum kelar. Dia segera keluar dari dalam Menara Tanah menuju ke rumah.


Saat berada di rumahnya, dia mengeluarkan Siput Penghantar Suara jarak jauh. Dia segera mengirim pesan kepada seseorang yang ditakutinya.


"Sesuai kesepakatan kita tempo hari. Dia sudah ada di sini. Segera datang!"


Celestial Orfias meletakkan Siput Penghantar Suara (Siput Komunikasi) di meja sambil menunggu balasan. Setelah menunggu beberapa waktu, siput itu bergetar, lalu keluar suara balasan dari seseorang pria.


"Pak tua, aku akan datang sesegera mungkin. Persiapkan jalan untuk kita!"


Ternyata, itu adalah suara dari Hei Ren yang ditakuti oleh Celestial Orfias.


"Tenang saja. Saya sudah mengaturnya!" jawab Celestial Orfias.


Setelah itu, ia menyimpan Siput Penghantar Suara, dan berpura-pura berkultivasi agar tidak dicurigai oleh Kitab Suci dan rekannya. Dia melakukan ini untuk membalas dendam kepada Dewa Abadi yang telah membunuh keturunannya sewaktu berada di Planet Peliades.


Kematian Ancestor Adalvino Altair ketika Dewa Abadi menggunakan Seruling Pengendali Jiwa. Termasuk Kaisar Kun dan putranya yang tewas karena seruling itu.

__ADS_1


__ADS_2