God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Dapat Lagi Pasangan Dao.


__ADS_3

Bab 135. Dapat Lagi Pasangan Dao


...****************...


Di Kerajaan Caladon.


Raja Eluned belum tiba di kerajaannya, masih setengah perjalanan dengan kecepatan penuh. Bisa dipastikan bahwa jarak antara kedua kerajaan itu sangatlah jauh, padahal yang ditungganginya adalah Gu Eagle, jenis elang yang memiliki kecepatan tinggi.


Namun, burung sihir dari mata-mata telah menyusul, lebih cepat dari Gu Eagle. Raja Eluned mengetahuinya, segera menghentikan laju Gu Eagle untuk menerima pesan itu.


Ketika Raja Eluned meraih burung sihir, burung itu berubah menjadi kertas bertulis. Raja Vlad dan Raja Datura ikut melihatnya.


"Pria yang mengalahkan kita adalah seorang Dewa, Dewa Binatang. Dewa itu bukanlah orang yang mendukung Raja Salome, melainkan seorang penyintas. Saya harap Yang Mulia jangan dulu menyerang kembali, sebab Dewa itu tinggal di Ibu Kota Nashkel selama beberapa hari. Sekian laporan untuk saat ini."


"Sialan, keberuntungan apa dia?!" kegeraman Raja Eluned.


Siapapun pasti akan merasakan apa yang dialami oleh Raja Eluned, di mana tinggal sedikit lagi mampu mengalahkan Raja Unatti dan Raja Salome. Namun, kemunculan Dewa Binatang telah merubah segalanya, hal yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun.


"Lebih baik kita meminta bantuan kepada beliau untuk mengatasi orang itu!" saran Raja Vlad.


"Saran saudara Vlad memang tetap! Kita meminta bantuan kepadanya sebelum kembali ke Alam Suci!" dukungan dari Raja Datura.


Raja Eluned memikirkan saran mereka. Setelah beberapa waktu, dia bertanya kepada sekutunya, "dengan cara apa agar beliau mau membantu kita?"


Raja Datura dan Raja Vlad berpikir sejenak. Kemudian, tidak berselang lama, Raja Datura yang berbicara.


"Anda tawarkan Batu Roh Dewi sebagai imbalan. Saya akan memberikan Mutiara Air Raja, dan saudara Vlad memberikan Air Mata Elang sebagai imbalan. Dengan begini, kita sama-sama berkontribusi secara adil. Saya yakin beliau pasti mau membantu kita sampai tuntas. Tetapi, semuanya jangan langsung diberikan, diberikan secara bertahap. Berikan terlebih dahulu Batu Roh Dewi agar beliau mau mendukung kita. Setelah berhasil mengalahkan Dewa itu, kita berikan imbalan Air Mata Elang. Untuk lebih amannya pasca kemenangan kita, dan agar beliau mau terus melindungi kita, kita iming-iming dengan Mutiara Air Raja."


Batu Roh Dewi terlahir dari energi Serpent Spirit, batu ini akan terlahir setelah 10.000 tahun sekali, dan Raja Eluned memiliki satu. Batu ini mampu memberikan kekuatan sebanyak 5 level, bisa digunakan oleh kultivator yang memiliki kekuatan di atas True Omega.


Mutiara Air Raja juga terlahir dari energi Ghost Water, seperti halnya Mutiara Zola Elemen Tanah, terlahir setiap 10.000 tahun sekali. Mutiara ini seperti halnya dengan Mutiara Zola, mampu menyuburkan tanaman, bahkan mampu membangkitkan jiwa yang telah musnah agar hidup kembali.


Sedangkan untuk Air Mata Elang, terlahir dari energi Eagle Wizard King (Hantu Elang Rakus). Harta berharga ini mampu membuat seseorang awet muda, mempercantik penampilan, bisa menjadikan kulit dan wajah cantik abadi.


Raja Datura dan Raja Vlad memiliki satu. Entah bagaimana mereka bisa mendapatkan, dan ini adalah rahasia mereka. Ketiga raja itu tidak bisa menggunakan harta mereka karena kekuatannya rendah, jika di atas tingkat True Omega, sudah pasti akan digunakan.


Saran dari Raja Datura membuat Raja Eluned dan Raja Vlad tertawa, sebab saran ini sangat brilian. Tidak mungkin orang yang dibicarakan mereka menolak permintaannya dengan imbalan harta langka yang sedang dicari.


Orang yang dibicarakan mereka adalah Dewi Pesona, ia membutuhkan ketiga benda berharga itu dengan tujuan agar kecantikannya tidak memudar, meningkatkan kekuatannya, dan juga untuk membangkitkan suaminya yang telah mati karena terbunuh.


Setiap 10.000 tahun sekali, Dewi Pesona selalu berkunjung ke Planet Peliades, dengan tujuan untuk mendapatkan ketiga benda itu. Sayangnya, selalu saja gagal karena dikalahkan oleh penjaga altar Dewa Sihir.

__ADS_1


Dewa Pesona tiba di Benua Peliades selama 3 hari ini. Saat ini, dia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Serpent Spirit, butuh persiapan mental menjelang pertarungan.


Karena sudah dua kali gagal, kali ini Dewi Pesona tidak sendirian untuk mengalahkan Serpent Spirit, Eagle Wizard King dan Ghost Water, dia bersama dua orang yang lebih kuat darinya, mereka adalah Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian.


"Aku terima saranmu ini... Karena Batu Roh Dewi lebih berharga, maka Mutiara Air Raja yang harus terlebih dahulu kau berikan sebagai imbalan awal. Setelah beliau sukses mengalahkan Dewa Binatang, baru Air Mata Elang sebagai bonusnya. Jika beliau mau terus melindungi kita dalam waktu yang ditentukan kita, maka Batu Roh Dewi sebagai imbalannya."


Raja Eluned tidak ingin dibodohi oleh Raja Datura, dan apa yang dikatakan adalah benar, Batu Roh Dewi lebih berharga karena mampu meningkatkan kekuatan.


"Terserah Anda yang mengaturnya. Yang terpenting upaya kita ini adil!" ujar Raja Datura yang tidak ingin berdebat dengan Raja Eluned.


"Baiklah, kita segera menemui beliau!" ajak Raja Eluned yang ingin secepat mungkin menjadi seorang kaisar di Benua Peliades.


Segera dia dan sekutunya melanjutkan perjalanan menuju ke Kerajaan Caladon...


Di dalam mansion yang dikhususkan untuk tamu terhormat, Dewa Pesona bercengkrama dengan kedua temannya, yang bisa dikatakan adalah seniornya. (bukan sahabat, hanya teman biasa)


"Lupakan saja suamimu yang telah meninggal itu! Masih banyak pria berbakat serta tampan, seperti Dewa Penghancur. Kita saja berkompetisi dalam merebut hati calon Pelindung Alam Semesta!" ucap Dewi Kedamaian yang tahu tujuan Dewi Pesona.


"Apa tidak bosan hidup sendiri? Kita ini abadi, hidup sendiri adalah siksaan batin. Dengan memiliki pasangan Dao, hidup abadi ini akan lebih berwarna. Dengan hati dan pikiran menjadi tenang, berkultivasi pun menjadi lancar!" imbuh Dewi Kasih.


Dewi Pesona tersenyum masam sambil berjalan menuju ke jendela, ia melihat pemandangan di sore hari. Dia tahu maksud perkataan mereka, agar melupakan masa lalu.


"Aku membangkitkan suamiku bukan atas dasar cinta, melainkan dia menyembunyikan Artefak Alami!" batin Dewi Pesona, tujuan yang sebenarnya dan tidak diketahui oleh siapapun.


Dewa Perang memiliki Artefak Alami, yang hanya diketahui oleh Dewi Pesona karena sebagai pasangan Dao, bahkan Maharaja Yaksa sebagai ayah tidak mengetahuinya.


Artefak itu jenis yang sama seperti milik Kaisar Langit, Pagoda Emas. Tetapi, milik Dewa Perang adalah Pagoda Berlian, lebih dahsyat dari Pagoda Emas.


"Calon Pelindung Alam Semesta jika dibandingkan dengan Dewa Binatang ... Secara alami Dewa Binatang lebih unggul dalam segi penampilan!" ungkap Dewi Pesona agar seniornya ini tidak melebih-lebihkan calon Pelindung Alam Semesta.


"Buat apa penampilan? Yang terpenting dalam dunia kultivator adalah kekuatan!" sahut Dewi Kasih.


Dewi Pesona tersenyum sinis sambil tetap melihat pemandangan di sore hari, lalu berkata, "Infomasi terbaru, dia (Dewa Binatang) berhasil mendapatkan Api Semesta... Kalian sudah tahu maksudku!"


"Apa...!!" Dewa Kedamaian dan Dewi Kasih terkejut mendapatkan berita ini, mereka sampai beranjak dari tempat duduknya.


"Yang benar?" Dewi Kedamaian tidak memercayai perkataan Dewi Pesona, karena ia paham kelicikannya yang pintar berbicara.


"Tanyakan saja kepada Yang Mulia (Kaisar Langit)!" Dewi Pesona enggan menjelaskan lebih lanjut karena berita ini bukanlah rahasia umum.


Semenjak Dewa Ilusi dan Dewa Api berhasil kabur dari kejaran Dewa Binatang, mereka segera melapor kepada Kaisar Langit. Mereka berdua secara detail menceritakan, bahwa Dewa Binatang berhasil mendapatkan Api Semesta.

__ADS_1


Dengan Dewa Binatang mendapatkan Api Semesta, sudah dipastikan kekuatannya meningkat dratis, dari tingkat Half Super Omega level 9 naik ke tingkat Super Omega level 12, setara dengan kekuatan Dewa Petarung. Tetapi, itu menurut hasil analisa mereka setelah mengetahui kekuatan Dewa Binatang ketika berhadapan dengan Dewi Pesona dan yang lainnya.


"Jika begitu ini artinya, akan ada lagi calon Pelindung Alam Semesta...?" gumam Dewi Kedamaian yang kembali duduk dengan penampilan lesu.


"Itu keputusan dari Kuil Alam Kudus! Tidak mudah menjadi calon Pelindung Alam Semesta karena seleksinya sangat ketat!" terang Dewi Pesona sambil membalikkan badan.


Dewi Pesona tersenyum tipis melihat penampilan seniornya setelah mengetahui informasi terbaru mengenai Dewa Binatang.


"Besok, kita harus siap menghadapi Serpent Spirit. Jika kita berhasil mendapatkan Batu Roh Dewi, kekuatan kita bisa naik 5 level. Aku akan beristirahat dulu, sampai ketemu besok!" pamit Dewi Pesona dan di anggukan oleh seniornya.


Setelah Dewi Pesona keluar dari kamar Dewi Kasih, Dewi Kedamaian bergumam "seandainya dia bukan menjadi musuh Pengadilan Surga...!"


...****************...


Dewa Binatang bersama dengan keluarga Kerajaan Anarym, mereka sedang makan malam dengan hidangan khas.


Setelah makan malam, Dewa Binatang banyak bertanya mengenai adat istiadat di Kerajaan Anarym, dan mengenai banyak hal yang tidak diketahuinya, sampai hari menjelang tengah malam.


"Dewa, kalau boleh tahu, Anda sudah memiliki pasangan Dao apa belum?" tanya Permasuri Drusilla sebelum mereka beristirahat.


"Sudah. Pasangan saya banyak!" jawab Dewa Binatang dengan jujur.


Raja Salome tertawa sambil memberikan mengacungkan jempol karena kehebatan Dewa Binatang menaklukkan hati wanita.


"Tidak heran memiliki banyak pasangan Dao! Apakah tidak berpikir untuk memiliki pasangan Dao lagi?" pujian Raja Unatti yang mulai mengutarakan tujuannya.


Dewa Binatang tersenyum sambil melihat Putri Floryn dan Putri Bella yang terlihat malu, dia paham perkataan Raja Unatti, yang mana agar dia mau menjadikan kedua Putri kerajaan ini sebagai istrinya.


"Jika ada yang mau! Baiklah, saya istirahat dulu. Sekali-kali tidur sebagai manusia normal!" jawab Dewa Binatang yang penuh arti, dan berpamitan kepada semua orang.


Permaisuri Drusilla dan Permaisuri Olive mendorong kedua putrinya agar menunjukkan kamar untuk Dewa Binatang. Mereka paham betul maksud perkataan Dewa Binatang.


Sedangkan Raja Salome dan Raja Unatti menertawakan perkataan Dewa Binatang, sebab seseorang Dewa sebenarnya tidak perlu beristirahat. Selama Alam Semesta menghasilkan energi, maka setiap Dewa selalu dalam kondisi bugar.


Dengan jantung berdebar-debar dan tangan mengeluarkan keringat dingin, kedua Putri kerajaan itu memegang tangan Dewa Binatang. Mereka menuju ke kamar yang telah disediakan oleh pelayan istana.


"Sudah siap?" tanya Dewa Binatang yang tahu kegugupan kedua wanita ini.


Kedua wanita muda itu mengangguk sambil menundukkan wajah karena malu, sebab ini adalah pertama kalinya mengandeng seorang pria.


"Baguslah! Dengan kalian telah siap, aku tidak perlu mengajarkan bagaimana caranya bercinta!" kata Dewa Binatang sambil melirik ke belakang, dia juga melihat kedua wanita ini yang wajahnya makin merah karena malu.

__ADS_1


Orang tua kedua Putri kerajaan itu sedang membuntuti Dewa Binatang karena ingin tahu apa yang akan terjadi nanti. Berharap ini adalah malam pertama bagi putrinya...


__ADS_2