
Bab 149. Tantangan 10 Gerakan.
Dewa Binatang mengangguk sebagai respon. Dia segera membalikkan badan dan bergegas keluar dari ruang bawah tanah. Si pengawal mengikuti karena tugasnya tidak berjaga di tempat ini.
Akan tetapi...
"Anda yang akan keluar, berhenti!"
Mendengar suara Chen Ying, detak jantung Dewa Binatang berdebar-debar. Namun dia berpura-pura tidak mendengarkan dan segera keluar dari ruang bawah tanah.
"Tuan... Tuan!" panggil si pengawal Permaisuri Ivy agar Dewa Binatang berhenti, namun setelah keluar dari ruang bawah tanah, dia tidak melihatnya.
Si pengawal itu garuk-garuk kepala karena keheranan telah kehilangan jejak Dewa Binatang, padahal tidak jauh di belakangnya.
"Kemana orang itu?" tanya Chen Ying yang tiba-tiba muncul di samping pengawal itu.
"Maaf, Tuan Muda, hamba kehilangan jejaknya!" jawab si pengawal sambil menundukkan wajahnya.
Tidak berselang lama, datang Chen Yeon bersama dengan Permaisuri Ivy dan Putri Melvina. Permaisuri Ivy segera bertanya kepada pengawalnya, dan mendapatkan menjawab yang sama.
"Mungkin beliau sungkan karena aku menerima tamu!" tebakan Permaisuri Ivy sambil mencari di luar gedung.
Chen Yeon dan Chen Ying saling mengangguk, mereka menduga jika orang itu adalah Dewa Binatang.
"Kita menyebar, jangan sampai dia ditemukan rival kita!" perintah Chen Yeon kepada rekannya yang segera mengangguk paham, ia menggunakan komunikasi telepati.
Mereka khawatir jika Yao Shuo tidak mematuhi perjanjian antar pemimpin dinasti.
"Untuk masalah Anda, jangan khawatir, Wand Of Despair yang Anda pegang membuat si penculik takut! Yang terpenting ketika dia muncul, jangan melawan, cukup keluarkan kemampuan dari Wand Of Despair! Setelah urusan selesai, saya secara pribadi akan menangkapnya. Saya undur diri!" pamit Chen Yeon yang berjanji kepada Permaisuri Ivy, dia dan rekannya langsung menghilang dari hadapan Permaisuri Ivy...
Ketika Dewa Binatang berada di dalam Dunia Jiwa, Chen Yeon dan Chen Ying segera menuju ke istana Kerajaan Datura sesuai dengan petunjuk dari alat pelacak Artefak Alami. Mereka menyamar sebagai utusan dari Alam Kudus.
Mereka berdua menemui Permaisuri Ivy, lalu bertanya tentang keberadaan Dewa Binatang. Namun, Permaisuri Ivy berkata kepada mereka jika tidak pernah bertemu dengan Dewa Binatang, melainkan bertemu dengan seseorang pria paruh baya pemilik Wand Of Despair.
Walaupun Permaisuri Ivy tahu penyamaran Dewa Binatang, dia jelas tidak akan membocorkan identitas penolongnya, hal ini sebagai bentuk balas budinya...
Sedangkan Dewa Binatang, saat ini tidak bersembunyi di dalam Dunia Jiwanya, sebab khawatir akan diketahui oleh kekuatan tingkat Holy Light Realm. Setelah keluar dari ruang bawah tanah, dia berubah menjadi udara dan melesat ke arah Hutan Kematian.
Sebenarnya Dewa Binatang ingin sekali meninggalkan Planet Peliades, namun dihalangi oleh energi dari Formasi Segel Langit sehingga tidak bisa menggunakan Teknik Teleportasi. Situasinya saat ini seperti terkurung di Benua Peliades.
Satu-satunya cara untuk mengelabuhi mereka yang menginginkan Pagoda Berlian, hanya dengan mengulur waktu. Jika menemukan tempat yang aman, dia akan masuk ke dalam Dunia Jiwanya untuk meningkatkan kekuatan.
__ADS_1
Permasalahannya, apakah bisa bersembunyi dari mereka? Jelas sulit mencari tempat persembunyian, sebab wilayah benua ini bagi mereka sangatlah kecil. Apalagi mereka memiliki alat pelacak Artefak Alami, bersembunyi di dalam Dunia Jiwa masih bisa ditemukan.
Seperti yang diduga oleh Dewa Binatang, baru saja meninggalkan Ibu Kota, telah dikejar oleh dua orang. Mereka adalah Hu Yue Yan dan Hu Weiheng yang juga sedang menyamar. Mereka berdua menyusulnya dengan kecepatan tinggi, di belakang mereka menyusul Chen Yeon dan Chen Ying.
Entah bagaimana mereka mengetahui wujudnya yang menjadi udara, Dewa Binatang berasumsi bahwa Teknik Perubahan Wujud mudah diketahui karena tingkat kekuatan mereka yang jauh lebih tinggi darinya.
Setelah masuk ke dalam Hutan Kematian, Dewa Binatang memerintahkan semua penghuninya untuk menyerang mereka.
Karena perintah dari seorang Dewa segala binatang, semua binatang monster itu dengan patuh bergerak serempak menuju ke arah targetnya yang baru saja masuk ke dalam Hutan Kematian.
Dewa Binatang berhenti sejenak di batang pohon untuk melihat mereka. Empat orang yang memiliki kekuatan Holy Light Realm, dengan mudah membantai banyak binatang monster.
Segera dia melesat ke arah Bukit Karang sebelum musuhnya mengejarnya. Akan tetapi, tiba-tiba muncul seorang pria menghadangnya, yang tidak lain adalah Yao Shuo tanpa penyamaran.
Dewa Binatang jelas terkejut sehingga berhenti mendadak. Karena wujudnya telah diketahui, maka dia kembali dengan penampilan aslinya.
"Serahkan Pagoda Berlian tingkat 20!" pinta Yao Shuo sambil mengeluarkan aura kekuatannya agar targetnya tidak bisa bergerak.
Yao Shou terkejut melihat Dewa Binatang yang tidak tertekan oleh aura kekuatannya, bahkan masih bisa berjalan mundur secara perlahan.
"Dengan alasan apa aku harus menyerahkannya?" tanya Dewa Binatang sambil memutar otak untuk mencari cara kabur dari musuhnya ini.
Yao Shou tersenyum sinis sambil meningkatkan aura kekuatan agar targetnya tidak bisa bergerak. Dia menduga jika bocah ini telah menggunakan kemampuan yang tersembunyi dari Pagoda Berlian.
Ingin rasanya Dewa Binatang menertawakan alasannya yang tidak masuk akal. Namun, jelas dia tidak akan tertawa, sebab tidak ingin lawannya semakin marah.
Sedikit jauh dari Yao Shuo, tiba-tiba bermunculan empat orang yang sudah mengepungnya. Mereka tidak lain adalah Chen Yeon, Chen Ying, Hu Yue Yan dan Hu Weiheng. Kali ini, Dewa Binatang tidak memiliki ruang untuk kabur lagi.
"Siapapun layaknya memiliki Pagoda Berlian. Tetapi untuk saat ini, Anda belum bisa menjaganya. Jika didapatkan pihak lain yang lebih kuat dari Anda, kemungkinan besar Anda tewas, dan Pagoda Berlian disalahgunakan oleh pihak itu! Saranku, berikan kepada kami agar tidak menjadi masalah dikemudian hari!" tutur lembut dari Chen Yeon yang lebih ramah daripada Yao Shuo.
Dewa Binatang menatap wajah Chen Yeon. Dihatinya, jelas tidak akan memberikan Pagoda Berlian. Namun, nalurinya mengatakan, ucapan Chen Yeon adalah kebenaran, yang mana dirinya saat ini belum mampu menjaga Pagoda Berlian.
"Berikan aku waktu 30 hari. Setelah itu, aku akan memberikannya kepada kalian!" pinta Dewa Binatang dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatannya secepat mungkin dengan dukungan dari Pagoda Berlian.
"Tidak ada negoisasi bagi orang lemah! Serahkan secara sukarela atau harus kurebut dengan paksa!" sahut Yao Shuo yang tahu rencana Dewa Binatang.
"Anak muda, dalam satu hari apapun bisa terjadi, apalagi 30 hari. Bukannya kita tidak mau memenuhi permintaan Anda, tetap ini demi kebaikan Anda sendiri!" timpal Hu Yue Yan.
Dewa Binatang membalikan badannya untuk melihat Hu Yue Yan, wanita yang kekuatannya paling rendah. Terbersit di pikiran untuk bertarung dengannya untuk mempertahankan Pagoda Berlian. Walaupun kekuatan Hu Yue Yan lebih rendah dari yang lainnya, dia sadar betul jika tidak mungkin mengalahkannya.
"Kita bertaruh! Jika aku bisa mengalahkan Anda, 30 hari kudapatkan. Jika aku kalah, Pagoda Berlian kuberikan. Kita bertarung dalam 10 gerakan. Apakah Anda menerima tantangan ini?"
__ADS_1
Tantangan Dewa Binatang membuat ketiga pria itu seketika tertawa. Sedangkan dua wanita itu menahan tawa dengan tersenyum tipis. Jelas tantangannya adalah tindakan konyol, mana mungkin kekuatan tinggi Epsilon mampu menahan 10 gerakan dari tingkat Holy Light Realm, satu gerakan saja sudah pasti Dewa Binatang menjadi ampas.
"Diberi hati minta empedu! Saudari Yan, permainkan dia, hancurkan harga dirinya agar membuka matanya. Biar tahu tingginya langit!" ujar Yao Shuo yang suasana hatinya berubah menjadi senang karena ingin melihat Dewa Binatang dipermalukan.
Hu Yue Yan memutari tubuh Dewa Binatang dengan kedua tangannya berada di belakang pinggang. Ia melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Yakin 10 gerakan?" tanya Hu Yue Yan agar Dewa Binatang menarik tantangan.
Ya, mereka berlima jelas meremehkan Dewa Binatang karena basis kultivasi terpaut jauh. Untuk meningkatkan kekuatan 1 level, membutuhkan waktu lama untuk berkultivasi, belum termasuk sumber daya yang begitu besar. Epsilon melawan tingkat Holy Light Realm, hanyalah omong kosong.
"Iya, cukup 10 gerakan. Karena kekuatan kita jauh beda, jika saya berhasil membuat pakaian Anda menjadi robek, maka saya adalah pemenangnya. Jika Anda menyerang balik, saya adalah pemenangnya. Kemenangan Anda ditentukan oleh kemampuan menghindari dari 10 gerakan tanpa membalas serangan. Apakah kondisi ini bisa diterima?" jawab Dewa Binatang dan menjelaskan tentang aturan mainnya.
Hu Yue Yan kembali tersenyum dan sekilas melihat ke arah Chen Yeon yang menggelengkan kepala, tanda agar tidak menerima tantangan ini. Akan tetapi, Hu Yue Yan salah mengartikannya.
"Cukup mengindari 10 seranganmu dan aku menang, bukan?" tanya Hu Yue Yan dengan maksud penegasan.
"Benar!" jawab Dewa Binatang.
"Baiklah, aku terima tantanganmu. Sebelum itu, aku ingin lihat dulu Pagoda Berlian!" Hu Yue Yan menerima tantangan, tetapi ingin melihat Pagoda Berlian untuk memastikan bahwa Dewa Binatang membawanya.
Dewa Binatang jelas tidak bodoh untuk mengeluarkan Pagoda Berlian untuk diperlihatkan kepada musuh yang jauh lebih kuat darinya, apalagi saat ini sedang digunakan untuk berkultivasi.
Setelah berpikir sejenak agar mereka tidak mengetahui rahasianya, dia melambaikan tangan, lalu muncul gambar hologram yang menampilkan gambar Pagoda Berlian.
Kelima orang itu melihat Pagoda Berlian dengan mata berbinar-binar. Mereka melihat Pagoda Berlian disimpan di dalam Dunia Jiwa tingkat rendah. Di dalam Dunia Jiwa itu, mereka hanya melihat hutan dan rumah biasa.
Kemudian, Dewa Binatang menghilangkan gambaran Pagoda Berlian. Lalu dia berkata, "Dunia Jiwaku hanya tingkat rendah. Jika saya mengingkari kesepakatan, kalian bisa dengan mudah mengambilnya."
Sebelum Chen Yeon mencegah Hu Yue Yan agar tidak menerima tantangan ini, keburu Hu Yue Yan berbicara, "berikan kita ruang!"
Yao Shou, Chen Ying, Hu Weiheng bergerak mundur. Chen Yeon menghela napas panjang dan segera mundur.
Kemudian, Dewa Binatang mengeluarkan basis kultivasinya. Muncul dua bola energi berwarna merah muda, merupakan ciri-ciri kekuatan Epsilon.
Melihat dua bola itu, hal umum bagi kelima orang itu. Tetapi justru membuat mereka terkejut karena tingkat Epsilon kali ini berbeda dengan yang umum, seperti mereka ketika berada di tingkat itu.
Dua bola yang dimiliki oleh Dewa Binatang mengeluarkan lambang 12 Elemen, lingkaran yang padat dan juga berbeda dari siapapun. Umumnya, bola atau lingkaran berbentuk transparan, garis lingkaran hanya terlihat pada sisi pinggirnya saja, dan juga hanya ada maksimal 5 elemen dasar sebagai perwujudan kemampuan si kultivator.
Mereka saling berpandangan karena baru pertama kali melihat tingkah Epsilon yang berbeda dari kultivator manapun. Lalu mereka kembali melihat Dewa Binatang.
Kekuatan tingkat Epsilon membuat seluruh penghuni Benua Peliades merasakan tekanan kuat. Tubuh mereka tidak mampu berdiri tegak, dan sudah banyak yang langsung tersungkur di tanah. Kecuali kelima orang itu yang kekuatannya lebih tinggi.
__ADS_1
Melihat Hu Yue Yan yang diam saja karena terkejut, Dewa Binatang menghilang dan muncul di hadapannya. Kepalan tangan kanan melesat ke arah wajah lawannya...