God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Menjadi Tempat Pelampiasan.


__ADS_3

Bab 152. Tempat Pelampiasan Di Saat Lemah.


Setelah berganti pakaian, Dewa Binatang menjadi mengantuk karena terkurasnya energi. Dia segera membaringkan tubuhnya di ranjang milik Tian Xiu Jun.


Dewa Binatang yang tidak keluar-keluar dari kamar, membuat Tian Fai khawatir. Dia segera berjalan menuju ke kamar putrinya, dan melihat tamunya telah tertidur pulas.


"Kehabisan energi spiritual memang membutuhkan waktu lama untuk kembali ke puncaknya," gumam Tian Fai yang tahu kondisi Dewa Binatang.


Tian Fai segera menemui istrinya untuk berpamitan, dia berkata, "aku akan mencari tanaman Roh pemulih energi untuk tamu kita. Rawat dia sampai aku kembali."


"Hati-hati!" pesan Lai Xiu dan kembali memasak tanpa khawatir, sebab suaminya sering kali membuat ramuan pemulih energi.


Tian Xiu Jun tersenyum melihat ayahnya pergi, ia diam-diam menuju ke kamarnya untuk melihat Dewa Binatang. Lai Xiu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putrinya ini...


Waktu berlalu selama 2 hari, selama itu Dewa Binatang masih tertidur seperti orang mati. Kondisinya saat ini membuat khawatir Tian Fai, dia memeriksa pergelangan tangan Dewa Binatang.


Setelah beberapa saat memeriksa, dia terkejut saat mengetahui dantian-nya hampir kosong, kondisi yang lebih parah darinya pada waktu itu. Untung saja Dewa Binatang telah mengunci aura kekuatannya sehingga tidak diketahui oleh Tian Fai.


Kemudian, Tian Fai meminta kepada putrinya untuk merawat Dewa Binatang, dan memberikan ramuan pemulih energi. Dia kembali pergi untuk mencari tanaman Roh yang berkualitas tinggi.


Ibu dan anak itu bekerja sama melepaskan pakaian Dewa Binatang. Mereka terdiam sesaat saat melihat tubuh atletisnya. Kemudian, mereka mengoleskan ramuan pemulih energi di pusar milik Dewa Binatang.


Setelah mengoleskan ramuan, kedua wanita itu saling berpandangan penuh arti, entah apa yang mereka pikirkan...


Hingga sore hari, Tian Fai yang belum kembali membuat Lai Xiu sebagai istri menjadi khawatir. Namun, sebelum menyusul Tian Fai, Lai Xiu tersenyum melihat suaminya.


"Maaf, aku membuatmu khawatir! Tadi aku bertemu dengan wanita yang mencari seorang Dewa yang pembunuh raja kita. Kukatakan dengan jujur, tidak bertemu dengan pembunuh itu...," Tian Fai segera bercerita karena tidak ingin istrinya marah.


Tian Fai bertemu dengan seorang wanita saat bertarung dengan binatang monster untuk mendapatkan tanaman Roh. Berkat pertolongan wanita itu, Tian Fai berhasil mendapatkan tanaman Roh pemulih energi, bahkan memberikan pil berkultivasi tinggi.


Wanita yang ditemui adalah Hu Yue Yan yang sedang menyamar. Karena Desa Ulcaster sangat kecil dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit, dia tidak berniat untuk memeriksa setiap rumah.


"... Wanita itu baik, dan ini juga berkat keberuntungan Tuan Muda Shimo. Ayo, kita buat ramuan pemulih energi untuk berjaga-jaga jika pil pemberian beliau tidak manjur!" ajak Tian Fai setelah panjang lebar bercerita kepada istrinya.


"Yang terpenting Anda baik-baik saja!" ucap Lai Xiu dan mengikuti suaminya.


Ketika berjalan, gerakan Lai Xiu sangat aneh, yang mana diantara kedua pahanya seperti ada yang mengganjal. Seandainya Tian Fai melihatnya, sudah pasti akan curiga, apalagi dari celah-celah kedua paha istrinya meneteskan cairan yang kental.


Tian Xiu Jun yang mendengar suara ayahnya segera beranjak dari tempat tidur, dia segera membenahi pakaian Dewa Binatang. Nafasnya tersengal-sengal seperti seseorang yang baru saja berlarian jauh.


Tian Xiu Jun meringis menahan rasa sakit diantara kedua pahanya, namun berusaha untuk tetap berjalan normal. Lalu dia keluar dari kamar dan membantu ayah dan ibunya...

__ADS_1


Saat di malam hari, Dewa Binatang yang masih tertidur mengerutkan keningnya karena merasakan energi besar memasuki tubuhnya. Kesadarannya segera memeriksa dantian-nya yang perlahan terisi dengan energi.


Dewa Binatang ingin membuka mata, tetapi kedua matanya terasa berat. Namun, kesadarannya masih bisa melihat apa yang terjadi di luar, di mana dia melihat Tian Fai, Lai Xiu dan Tian Xiu Jun yang sedang melihatnya.


"Berarti mereka yang memberikan Pil Pemulih Energi!" batin Dewa Binatang yang akhirnya tahu penyebab dantian-nya yang perlahan terisi dengan energi.


Sayangnya dia tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Lai Xiu Jun dan putrinya ketika siang hari, sebab kondisi saat itu dalam keadaan terlemah, benar-benar dalam keadaan istirahat total setelah bertarung.


"Pil pemberian wanita itu sangat manjur," kata Tian Fai saat melihat wajah Dewa Binatang berangsur-angsur membaik, tidak pucat seperti sebelumnya.


"Ayah dan Ibu istirahat saja, biarkan saya yang menjaganya!" pinta Tian Xiu Jun.


"Malam ini Ayah dan Kepala Desa akan pergi ke kota. Seperti biasanya, kita mau menyetor hasil bumi yang telah kita panen!" jelas Tian Fai.


"Anda harus hati-hati di jalan!" pesan Lai Xiu dan di anggukan kepala oleh Tian Fai.


"Berapa hari Ayah akan pergi?" tanya Tian Xiu Jun sebelum ayahnya keluar dari kamarnya.


"Seperti biasanya, 7 hari pulang pergi!" jawab Tian Fai sambil keluar dari kamar putrinya, di luar dia mengembangkan senyuman bahagia.


Dewa Binatang mengetahui obrolan mereka, sungguh beruntung bertemu dengan keluarga yang bahagia seperti ini. Setelah melihat keluarga itu keluar dari kamar, dia kembali beristirahat total untuk memulihkan kondisi.


Lai Xiu dan Tian Xiu Jun melambaikan tangan ke arah Tian Fai yang sudah ditunggu oleh Kepala Desa Ulcaster. Setelah Tian Fai pergi, kedua wanita saling berpelukan karena beberapa hari ini akan bebas.


Saat ini, Tian Fai dan Kepala Desa telah keluar dari Desa Ulcaster, menuju ke Propinsi South Wind dengan menggunakan kereta kuda yang berisi hasil perkebunan. Setiap 3 bulan sekali mereka akan menjual hasil panennya.


"Siang tadi, aku bertemu dengan wanita cantik, kecantikannya melebihi wanita-wanita penghibur di Mansion Bidadari," kata Tian Fai dan kembali bercerita.


Mansion Bidadari adalah tempat hiburan bagi kaum pria, sudah sangat terkenal di Benua Peliades. Setiap kali Tian Fai dan Kepala Desa pergi ke Kota South Wind, mereka selalu mampir di Mansion Bidadari untuk bersenang-senang, hal ini tidak diketahui oleh istrinya.


Tetapi, serapi apapun bangkai ditutupi maka akan tercium juga. Istri mereka pun akhirnya mengetahui kenalan suaminya ketika menjual hasil panen. Namun, sebagai seorang istri yang membutuhkan suami untuk berlindung, mereka selalu menutup mata.


Kehadiran Dewa Binatang, adalah kesempatan bagi Lai Xiu untuk membalas rasa sakit hati kepada suaminya yang berselingkuh dengan wanita-wanita penghibur. Tian Xiu Jun juga mengetahui kenalan ayahnya, sehingga mengikuti apa yang dilakukan oleh ibunya.


Siang hari, saat Tian Fai mencari tanaman Roh, mereka menjadikan Dewa Binatang sebagai tempat pelampiasan rasa kecewa. Namun, setelah merasakan kenikmatan yang luar biasa, kedua wanita itu menjadi ketagihan dan mulai mencintai Dewa Binatang, terutama Tian Xiu Jun yang sudah cinta mati setelah memberikan kesuciannya.


Dewa Binatang jelas tidak mengetahui apa-apa, sebab dia dalam kondisi terlemah. Tetapi kewaspadaannya tidak kendur, dia akan terbangun ketika ada orang yang berniat buruk kepadanya...


Dalam kondisi terlemahnya, Dewa Binatang sengaja tidak masuk ke dalam Dunia Jiwanya, sebab khawatir akan mengalami hal yang sama seperti Dewi Pesona, yang mana Dunia Jiwa bisa diketahui oleh kelima musuhnya.


Ketika berada di luar Dunia Jiwanya, dia bisa merasakan niat membunuh dari musuhnya, sehingga bisa melawan mereka jika sewaktu-waktu bertemu kembali...

__ADS_1


Waktu 7 hari telah berlalu, namun Tian Fai tidak kunjung kembali. Sedangkan kondisi Dewa Binatang berangsur-angsur membaik. Ibu dan anak itu tidak sedikitpun khawatir kepada kepala keluarganya, justru senang karena bisa lebih bebas.


Saat ini, kedua wanita itu terlihat kelelahan sambil duduk di depan rumah, menunggu Tian Fai. Walaupun mereka kelelahan, wajah-wajahnya terlihat berseri-seri, seperti orang yang baru mengenal cinta.


"Kira-kira, kali ini apa alasan ayah yang terlambat pulang?" tanya Tian Xiu Jun sambil mengelus perutnya yang terasa penuh, penuh dengan Energi Yang dari Dewa Binatang.


"Entahlah, mungkin sama seperti sebelumnya. Menunggu panen terjual habis, baru bisa kembali pulang!" jawab Lai Xiu, dia dan putrinya melihat istri Kepala Desa sedang menuju ke rumahnya.


"Apakah kalian menerima tamu yang tampan?" tanya istri Kepala Desa saat baru masuk ke halaman rumah, namanya Samara, istri kedua dari Kepala Desa Ulcaster.


Usianya tergolong muda, 29 tahun, badan montok dengan tinggi 171 cm. Karena bergaris darah Ras Nordic, kecantikannya tidak kalah dari Lai Xiu dan Tian Xiu Jun, tetapi keunggulannya pada dadanya yang lebih besar.


Kedatangan Dewa Binatang di kediaman Tian Fai jelas diketahui oleh penduduk desa. Oleh sebab itu, Samara ingin sekali bertamu di kediaman Lai Xiu.


"Tuan Muda sedang istirahat!" sahut Tian Xiu Jun sebelum ibunya menjawab.


"Tidak masalah, aku hanya ingin melihatnya," ucap Samara yang penasaran, ia segera masuk ke dalam rumah tanpa ada rasa sungkan kepada Lai Xiu.


Tian Xiu Jun segera menyusul, khawatir pujaan hatinya direbut oleh Samara. Demikian juga dengan Lai Xiu yang segera masuk...


*****


Di hari kedelapan, Tian Fai akhirnya pulang dengan wajah berseri-seri, sebab mendapatkan uang dari hasil perjudian. Melihat istrinya yang akan marah, dia segera memberikan uang hasil judi.


"Bagaimana keadaan Tuan Muda Shimo?" tanya Tian Fai yang melihat istrinya senang.


"Belum bangun!" jawab Lai Xiu, dia membalikkan badan dan menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.


Tian Fai melihat istrinya yang berjalan aneh, namun dia mengabaikannya dan segera menuju ke kamar putrinya. Di dalam kamar, dia melihat putrinya sedang membasuh tubuh Dewa Binatang dengan kain basah.


"Putriku yang pintar!" pujian Tian Fai sambil menyodorkan kantung kain berisi koin emas.


Dengan senang hati Tian Xiu Jun menerima pemberian ayahnya, lalu berkata, "sudah kewajibanku untuk merawat tamu! Ayah, aku mau mandi dulu."


Tian Fai tersenyum melihat putrinya yang semakin dewasa semenjak kedatangan Dewa Binatang, dia duduk di bangku yang dekat dengan ranjang. Baru saja akan memeriksa kondisi tamunya, dia melihat Dewa Binatang membuka mata.


"Akhirnya Anda bangun!" ucap Tian Fai.


Dewa Binatang segera duduk dan meregangkan otot lehernya yang terasa kaku. Setelah itu dia berbicara, "pil pemberian Anda waktu itu sangatlah hebat, sudah pasti Anda mengeluarkan banyak biaya untuk membelinya! Apakah Anda yang membuatnya?"


Berkat pil pemberian Tian Fai, kondisi Dewa Binatang 50% hampir pulih, dimana dantian yang sebelumnya hampir terkuras habis dengan cepat pulih. Dia menjadi penasaran dengan jenis pil tersebut yang mampu memulihkan energi setingkat kekuatannya.

__ADS_1


Tian Fai berbicara dengan jujur bahwa pil itu adalah pemberian dari seseorang wanita yang baik hati. Mendengar cerita dari Tian Fai, Dewa Binatang menduga jika wanita itu salah satu dari musuhnya, sebab tidak mungkin penghuni Benua Peliades mampu membuat Pil Pemulih Energi sehebat ini, bahkan di Alam Suci belum tentu mampu membuatnya.


__ADS_2