
Bab 201. Harus Memiliki Anak!
Di dalam kamar yang ukurannya sangatlah besar, sudah ada 10 pelayan istana yang akan melayani Dewa Abadi, Putri Long Yun dan Long Fung Fen. Wajah dan tubuh pelayan istana itu juga menarik perhatian mata pria.
Kemudian, Dewa Abadi dilayani oleh dua pelayan. Sebelum malam pertama, pasangan harus membersihkan diri. Demikian juga dengan Putri Long Yun dan Long Fung Fen, mereka membersihkan tubuh sebelum malam pertama.
Pelayan Istana dengan lembut melepaskan pakaian Dewa Abadi. Kedua pelayan istana itu terbelalak melihat kejantanan milik Dewa Abadi melebihi Ras Naga, dan mereka tidak pernah mendengar maupun melihat ukuran sebesar itu. Itu ukurannya yang masih belum berdiri.
Dewa Abadi tidak peduli dengan reaksi kedua pelayan itu yang mengagumi kejantanannya, hal yang sudah biasa baginya. Dia berendam dan menyandarkan punggung di tepi kolam air. Air hangat yang telah ditaburi dengan berbagai macam bunga harum.
Kedua pelayan itu segera membasuh tubuh Dewa Abadi, menggosok tubuhnya dengan lembut. Mereka tidak berani berbicara karena berada di kasta terendah, Kasta Jelata. Mereka sudah sangat senang bisa melayani manusia, sungguh keberuntungan.
"Apakah benar di dunia ini semuanya mendapatkan keadilan?" Dewa Abadi membuka topik pembicaraan, tanpa membuka matanya, terpejam dan menikmati pelayanan.
Kedua pelayan itu saling berpandangan penuh arti. Lalu pelayan yang rambutnya pendek segera menjawab, "kami berasal dari Kasta Jelata, selama ini mendapat perlakuan yang adil dari Yang Mulia!"
Dewa Abadi membuka matanya dan melihat pelayan berambut panjang, ia membaca ingatan si pelayan ini. Setelah beberapa saat, ucap si pelayan rambut pendek memang benar, Kasta Jelata juga mendapatkan perhatian yang setara dengan kasta di atas.
Demikian juga pelayan berambut panjang, tidak ada informasi tentang keburukan yang terjadi di dunia ini. Pelayan ini telah memiliki suami dan seorang putra, tetapi masih diperbolehkan untuk melayani keluarga kerajaan.
Biasanya, wanita yang telah bersuami tidak diizinkan menjadi pelayan istana. Pelayan istana yang dipilih berstatus lajang, suci dan berpenampilan menarik. Tetapi di dunia ini tidak terjadi perbedaan status.
"Bukankah Anda sudah bersuami, kenapa masih mau melayaniku?" selidik Dewa Abadi.
"Sudah kewajiban kami sebagai pelayan, Yang Mulia!" jawab si pelayan berambut panjang.
"Bagaimana jika aku menginginkan Anda untuk melayaniku di ranjang?" tanya Dewa Abadi yang dengan sengaja untuk menguji iman pelayan bersuami ini.
"Sudah menjadi kewajiban kami sebagai pelayan, Yang Mulia!" sekali lagi pelayan berambut panjang itu memberikan jawaban yang sama.
"Apakah suami Anda tidak cemburu? Pekerjaan Anda ini bisa memicu perceraian!" Dewa Abadi sekali lagi menyelidiki hati pelayan bersuami ini.
"Kepala Pelayan Istana telah memberikan kompensasi kepada pihak keluarga kami jika ada pelayan yang harus melayani di ranjang. Ini sudah aturan, Yang Mulia!" jawab si pelayan berambut panjang.
Dewa Abadi tersenyum sambil memejamkan mata, aturan seperti ini juga diterapkan dalam kekaisarannya. Untuk menguji ucapan si pelayan, dia berkata, "sekarang layani aku!"
"Maaf, Yang Mulia! Bukannya kami tidak mau melayani Anda. Sebelum Putri Long Yun dan Putri Long Fung Fen, kami dilarang untuk melayani Anda di ranjang!" jawab si pelayan berambut panjang dengan tegas.
Dewa Abadi tidak lagi bertanya maupun menyelidiki isi hati kedua pelayan ini. Dengan adanya aturan, penampilan semenarik apapun tetap harus mematuhi aturan yang berlaku. Penampilan tidak menjadi hal utama di dunia ini. Dan Libra adalah lambang keadilan.
Setelah tubuh bersih dan wangi, Dewa Abadi keluar dari dalam kolam air hangat. Dia mengenakan pakaian terusan seperti kimono berwarna putih, tanpa mengenakan pakaian dalam.
Ketika keluar dari kamar mandi, dia melihat wanita muda cantik yang telah siapa untuk malam pertama. Putri Long Yun dan Long Fung Fen juga mengenakan pakaian yang sama seperti Dewa Abadi. Kedua wanita itu telah duduk di pinggir tempat tidur.
"Tanpa adanya ritual pernikahan, apakah ini sudah dikatakan sah sebagai suami-istri?" tanya Dewa Abadi.
Putri Long Yun melihat Dewa Abadi dan berbicara, "ritual pernikahan hanya membuang banyak biaya, waktu dan tenaga. Bagi kami, asal pria dan wanita siap untuk menjalani bahtera rumah tangga, itu sudah cukup dinyatakan sah. Jika diantara mereka tidak lagi adanya kecocokan, maka bisa berpisah secara baik-baik, tanpa harus melalui aturan-aturan yang membuang waktu, tenaga dan biaya. Cukup katakan, saya tidak suka, maka sudah dinyatakan pisah!" terang Putri Long Yun.
__ADS_1
"Aturan yang sederhana!" gumam Dewa Abadi sambil duduk di tengah kedua wanita ini.
Menurut pengetahuan Dewa Abadi yang pernah hidup di Bumi, aturan di dunia ini jelas berbeda dengan di Bumi. Hidup di Bumi memang bahagia, tetapi pada dasarnya dikekang oleh aturan dan dogma yang dibuat oleh kepercayaan manusia di sana.
Karena kepercayaan mereka, justru terjadinya kekacauan dalam bermasyarakat. Yang awalnya lurus menjadi bengkok karena aturan dogma kepercayaan manusia. Dan, dogma juga yang membuat adanya istilah harta, tahta dan wanita. Kebahagiaan di Bumi hanyalah kepalsuan...
"Apakah kalian sudah siap?" tanya Dewa Abadi sebelum memulai kewajibannya sebagai seorang pria sejati.
Kedua wanita itu mengangguk sebagai jawaban. Kemudian, salah satu pelayan mematikan pencahayaan kamar, dan menyalakan lilin sebagai gantinya. Cahaya redup menambah suasana romantis...
Dewa Abadi segera melepaskan pakaiannya sambil melirik ke sudut kamar yang gelap, di mana Ratu Angsa sedang mengawasi.
"Kurang dari satu batang dupa, kalian akan mencapai puncak kenikmatan berkali-kali!" ucap Dewa Abadi dan langsung menarik tangan Long Fung Fen...
Ratu Angsa tersenyum mendengar ucapan Dewa Abadi, dia tidak mempercayai manusia mampu mengalahkan bir ahi Kasta Naga Angsa. Ketika melihat kejantanan milik Dewa Abadi, ia terbelalak karena ukurannya yang besar dan panjang, melebihi lengan tangan.
"Apakah mereka mampu?" batin Ratu Angsa.
Seperti yang dikatakan oleh Dewa Abadi, kurang dari satu batang dupa, Putri Long Yun dan Long Fung Fen mencapai puncak kenikmatan berkali-kali tanpa mampu membuat Dewa Abadi melepaskan energi Yang.
"Seribu wanita tidak akan memuaskan, dan sanggup melayaniku dalam semalam," kata Dewa Abadi sambil menghujani lubang kewanitaan Putri Long Yun dengan cara kasar, dia tidak peduli dengan darah kesucian membasahi ranjang.
"Ohhh... Ampun!!" lenguhan Putri Long Yun sambil kedua tangannya memegang sprei, untuk sekian kalinya dia telah mencapai puncak kenikmatan.
Ratu Angsa yang melihat hubungan intim itu melongo, dia tidak pernah merasakan apa yang dirasakan oleh putrinya. Sebagai seorang wanita yang berpengalaman, jelas dia terpengaruh oleh adegan mereka.
"Siapa takut!" sahut Ratu Angsa yang sudah mendapatkan izin dari Raja Naga Azure ketika makan malam.
Sayangnya, Ratu Angsa juga tidak mampu memuaskan Dewa Abadi, kurang dari satu batang dupa, ia telah mencapai puncak kenikmatan berkali-kali tanpa mampu membuat Dewa Abadi mengeluarkan energi Yang. Justru lubang kebanggaannya menjadi lebar dan perih, tetapi dia sangat puas.
Karena belum mendapatkan kepuasan, 10 pelayan menjadi sasarannya. Hasilnya, tidak jauh berbeda dengan Ratu Angsa dan putrinya...
Ketika hari menjelang subuh, Dewa Abadi membuat semua 13 wanita pingsan karena kebrutalannya saat di ranjang. Mulai saat ini, mereka tidak terpuaskan oleh pria lain selain Dewa Abadi.
Di ranjang dan lantai, berceceran darah segar yang keluar dari lubang kewanitaan semua wanita. 10 pelayan tergeletak di lantai dengan wajah terpuaskan, kedua kaki mereka terbuka lebar dan ****** ***** masih mengalir.
Dewa Abadi segera membersihkan diri. Setelah itu dia keluar dari kamar sebelah pagi hari. Di luar sudah menunggu banyak pelayan istana. Semalaman, mereka mendengar suara lenguhan panjang setiap wanita di dalam kamar.
Para pelayan itu segera masuk ke dalam kamar, dan tercengang melihat Ratu Angsa, Putri Long Yun dan Long Fung Fen pingsan dengan wajah bahagia, senyuman terlihat jelas walaupun pingsan.
"Manusia ini memang super!" pujian salah satu pelayan yang bertugas pagi.
Mereka segera membersihkan kamar dan merawat Ratu Angsa dan yang lainnya...
Tanpa sepengatahuan siapapun, Dewa Abadi menuju ke makam Dewa Pelindung. Makam ini dibuat sangat megah untuk satu orang, membuktikan bahwa manusia sangat dihargai di dunia ini. Dengan wujud menjadi udara, dia masuk ke dalam peti mati Dewa Pelindung.
Dewa Abadi terkejut karena di dalam peti mati tidak ada kerangka Dewa Pelindung, hanya ada kain putih yang ada tulisannya, dia segera membaca tulisan itu.
__ADS_1
"Kristal Energi bergambar Libra akan Anda dapatkan jika memiliki seorang anak dari penghuni dunia ini. Nikmati hidup Anda!"
Dewa Abadi mengumpat berkali-kali karena permainan mereka sungguh memuakkan. Mereka tahu jika setingkat kekuatannya akan sulit memiliki anak. Jika beruntung memiliki seorang anak, belum tentu anak itu memiliki Kristal Energi bergambar Libra.
Seandainya memiliki seorang anak yang memiliki Kristal Energi bergambar Libra, sudah pasti dia harus membunuh anaknya sendiri. Ini sama saja membuat Dewa Abadi menjadi kejam terhadap anaknya.
"Permainan kalian memuakkan!?" bentak Dewa Abadi, dia jelas tidak mungkin membunuh buah hatinya.
Dia segera melesat ke langit untuk keluar dari Dunia Libra. Dia tidak ingin selalu dipermainkan oleh musuhnya seperti ini. Lebih baik secara langsung baku hantam dan hasilnya akan segera diketahui. Menang atau kalah, itu sudah menjadi konsekuensinya.
Dewa Abadi terbang sangat cepat ke langit, dan telah melewati atmosfer Dunia Libra. Namun, dia membentur dinding energi spiritual. Dengan Kekuatan Jiwanya dalam skala besar, dia menerobos ke luar. Akan tetapi, dinding energi itu semakin kuat.
Dewa Abadi menundukkan wajahnya yang lesu karena tidak sanggup keluar dari dunia ini, dia perlahan turun dengan pikiran kosong. Dia tidak tahu harus bagaimana, berkata apa dengan situasinya saat ini.
"Guru!" Dewa Abadi memanggil Dewa Pemelihara gurunya untuk meminta bantuan untuk masalah kali ini, dia benar-benar tidak mau membunuh buah hatinya.
"Yang harus Anda pikirkan. Seandainya memiliki seorang anak yang menyebabkan bencana, tindakan apa yang harus diambil!"
Terdengar suara Dewa Pemelihara dibenak Dewa Abadi, dia segera melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan gurunya. Namun, dia tidak melihat gurunya.
Dewa Abadi terduduk di tanah sambil memikirkan perkataan gurunya ini. Perkataan gurunya ini, bukankah seperti kisah masa lalunya sebelum menjadi Dewa Binatang!
Karena dirinya adalah induk dari kelahiran Naga 12 Elemen, maka terjadilah Bencana Petir Semesta. Dewa Abadi memegang kepalanya yang pusing memikirkan hal ini.
Tantangan kali ini sama saja meletakkan perbuatan Tian Bo si Dewa Langit kepada Dewa Abadi. Dengan kata lain, Dewa Abadi harus merasakan dan melewati apa yang dulu pernah dilakukan oleh Tian Bo Ayahnya yang kejam kepada anak-anaknya.
Dewa Abadi segera berkonsultasi dengan semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwanya. Reaksi mereka juga sama seperti dirinya, marah dan mengumpat berkali-kali karena kelicikan musuh.
"Membunuh anak sendiri, orang tua mana yang sanggup melakukannya? Kecuali orang tua itu murni binatang buas, dan lebih kejam dari binatang!?" kegeraman Tian She Meili sambil memukuli apapun yang berada di dekatnya.
Tian She Meili sebagai Ular Bencana, dia tidak sekejam musuhnya. Anaknya yang ditinggalkan di Continent Twins Moon telah dicukupi, diberikan banyak sumber daya alam, memerintahkan anak buahnya untuk selalu melindungi putrinya dengan segenap jiwa.
Dia kejam hanya kepada musuh-musuhnya, tidak untuk anaknya sendiri walaupun harus berpisah semenjak melahirkan. Seandainya tidak ingin putrinya dalam bahaya, dia sudah pasti akan menemaninya, bahkan mengizinkan Dewa Abadi untuk menjemput putrinya.
"Tenang! Lebih baik kita memikirkan masalah ini dengan pikiran jernih!" Tian Lihua menenangkan hati semua orang yang emosi.
"Pasti ada solusi untuk masalah ini! Aku yakin!" ucap Dewa Abadi sambil melihat ke langit.
Dia merenungi perkataan gurunya. "Tindakan apa yang harus kulakukan?" gumamnya, dan membaringkan tubuh dengan telentang di tanah dan menatap langit yang indah.
Dengan kekuatannya yang sekarang, merupakan kesulitan terbesar untuk memiliki anak. Tiba-tiba dia teringat dengan Tian Xiu Jun yang hamil. Dia tidak sempat menghentikan kepergian Tian Xiu Jun karena terlanjur masuk ke dalam mesin waktu.
"Bagaimana dia bisa hamil ketika aku memulih kondisi?" Dewa Abadi memejamkan matanya untuk mengingat kembali masa lalunya di Planet Peliades.
Di segera menceritakan tentang Tian Xiu Jun kepada semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwanya. Kisahnya ini tidak diketahui oleh semua istrinya karena lupa untuk bercerita.
Kunci untuk keluar dari dunia ini harus memiliki seorang anak, anak yang memiliki Kristal Energi bergambar Libra. Untuk masalah mendapatkan Kristal Energi bergambar tanpa harus menyakiti anaknya, itu bisa dipikirkan nanti. Seiring berjalannya waktu, dia yakin akan mendapatkan solusi.
__ADS_1