
Bab 49. Tetua Pertama Suku Angin, Ming Zihan
Ketika pagi hari, Evilyn dan Putri Hua telah memasuki wilayah Suku Pohon, namun mereka dihadang oleh banyak orang yang menggunakan penutup wajah, hanya terlihat matanya saja.
Yang menghadang jalan mereka adalah Ming Lin dan anak buahnya. Ming Lin merubah rencananya untuk membunuh Dewa Binatang karena masih membutuhkan Suku Pohon. Jadi, dia ingin menangkap Putri Hua dan semua wanita yang bersamanya.
Rencana Ming Lin, dia akan menikmati tubuh Putri Hua sampai puas, dan memenjarakannya di suatu tempat yang tidak diketahui oleh siapapun. Selama itu, Putri Hua hanya akan menjadi budak nafsu, termasuk Evilyn, Angela dan beberapa wanita.
Putri Hua menghitung jumlah orang yang mengepung, dan curiga jika mereka adalah anak buahnya yang patuh kepada Ming Lin.
"Ming Lin, tidak perlu menutup wajahmu, aku sudah mengetahui siapa kalian?!" bentak Putri Hua sambil menatap tajam ke arah Ming Lin.
Ming Lin tidak terkejut penyamarannya diketahui, dia malah tertawa terbahak-bahak. Demikian juga dengan anak buahnya yang ikut tertawa.
"Hari ini adalah terakhir kalian menikmati kebebasan. Dan kamu, Hua'er, termasuk semua wanita, hari ini waktunya untuk melayani kami... Tidak hanya hari ini, tapi untuk seterusnya sampai kami puas! Hahaha...!" ungkap Ming Lin dan disusul tawanya yang keras.
"Kurang ajar!? Jadi selama ini kamu sudah memiliki niat buruk terhadapku?!" bentak Putri Hua sambil mempersiapkan diri untuk melawan Ming Lin.
Sedangkan Evilyn, Angela dan anggotanya merapatkan tubuh untuk saling melindungi, jumlah mereka kalah banyak. Walaupun Evilyn, Putri Hua dan Angela lebih unggul dalam hal basis kultivasi, tetap saja kesulitan untuk melawan 600 orang lebih.
Kekuatan Ming Lin di bawah Angela, terpaut 2 level. Walaupun kalah, dia memiliki kekuatan sihir level 2 tingkat Disciple Grade Magic tahap menengah. Untuk anak buahnya, rata-rata berada di tingkat Beginner Level Magic tahap menengah dan puncak. Hal yang menyulitkan jika bertarung apalagi kalah dalam jumlah.
"Musuh terdekat adalah teman, saudara dan bangsa sendiri. Sungguh menyedihkan!" sindiran Angela yang ditujukan untuk Putri Hua.
"Apakah bangsa Elves seperti ini? Satu hal yang harus kalian tahu, lebih baik mati daripada menjadi pelampiasan nafsu bejatmu?!" sambung Evilyn sambil membentak Ming Lin.
Putri Hua tidak marah karena tahu situasinya, tapi hatinya sakit ketika disangkutpautkan dengan bangsa Elves. Namun dia tidak membantah perkataan Evilyn karena bukti nyata di depan mata.
Evilyn sebagai pemilik garis darah iblis, tahu karakter bangsanya sendiri yang lebih parah dari ini. Oleh karena itu, dia memilih untuk keluar dari lingkup keluarga dan wilayah Demon Nibiru. Selama itu dan kebetulan Ras Pleidian menginvasi Planet Nibiru, dia membentuk kelompok yang bisa dipercaya, saling menjaga, melindungi dan susah senang ditanggung bersama-sama.
"Saudari Angela, kamu lawan Ming Lin, biarkan yang lainnya kita bersama-sama melawan mereka!" atur Putri Hua yang tidak akan menyerah sebelum bertarung habis-habisan.
Kali ini Evilyn tidak tersinggung karena pengaturan Putri Hua, dikarenakan situasinya yang perlu kerjasama. Evilyn tersenyum tipis sambil melihat Ming Lin, dia tidak takut kepadanya walaupun seorang penyihir.
"Seperti yang sudah-sudah, anti penyihir di depan, bertahan dan menyerang. Bentuk menjadi 4 kelompok!" Evilyn segera mengatur anggotanya.
Dengan cepat dan sudah terlatih, anggota Evilyn membentuk empat kelompok. Karena Putri Hua seorang penyihir dan kultivator, maka dia berada di tengah sebagai mendukung.
Saat ini, Angela dan Ming Lin saling berhadapan. Sebagai petarung, Angela segera mengaktifkan Mahkota Dewi Perang yang membentuk sebuah zirah perang. Setelah melihat pertarungan antara Evilyn dan Putri Hua, dia memiliki banyak pemahaman tentang kelemahan seorang penyihir. Dia tidak menggunakan senjata api, melainkan menggunakan senjata pedang.
__ADS_1
Boom boom boom...
Angela tanpa menunggu perintah menyerang, segera melepaskan roket yang tersemat di kedua bahunya. Ming Lin seperti Putri Hua yang mengandalkan tongkat sihir untuk menetralisir serangan roket.
Namun, dia terkejut melihat Angela sudah berada di depannya setelah menyerang, kecepatan yang tidak diantisipasi sehingga melihat pedang itu menebas ke arah perutnya.
Karena terlambat menghindar, Ming Lin menggunakan tongkat sihir untuk menangkis pedang, dan segera mundur. Akan tetapi, pinggangnya tetap saja tergores pedang.
Tidak memberikan kesempatan Ming Lin untuk menyerang balik, Angela kembali melepaskan tembakan roket secara bertubi-tubi, lalu dengan cepat melesat ke depan sambil menebaskan pedangnya.
Sedangkan Evilyn dan anggotanya yang sudah terlatih mampu mengimbangi Suku Angin yang menang dalam hal jumlah. Bahkan strateginya bertahan dan menyerang sudah membuahkan hasil, di mana satu per satu melumpuhkan Suku Angin.
Dengan Putri Hua yang memberikan damage akhir, membuat anak buahnya sendiri tewas. Baginya, seorang pengkhianat tidak pantas untuk hidup dan mencoreng nama bangsa Elves.
Beruntung saja lukanya telah disembuhkan oleh Dewa Binatang, jika tidak, tidak mungkin semalam dia bisa bertarung dengan Evilyn. Oleh karena itu, dan tanpa seizin ayahnya sebagai Kepala Suku Angin, dia bertekad untuk membentuk aliansi dengan Suku Pohon. Ada terbesit keinginan untuk menyatukan dua suku yang selalu bersaing.
...****************...
Di wilayah Suku Pohon, Dewa Binatang bersama rakyatnya sedang berkabung atas kematian 44 anggotanya di bawah Bapak Pohon.
Sesuai tradisi Suku Pohon, siapapun yang meninggal akan diserahkan kepada Bapak Pohon dengan meletakkan jasadnya di bawahnya. Kemudian, akar-akar Bapak Pohon melilit tubuh para korban dan membawanya naik. Setelah itu, tubuh mereka tidak lagi terlihat oleh siapapun. Tanda Bapak Pohon telah membawa jiwa mereka agar bisa bereinkarnasi kembali.
Dewa Binatang yang paham dengan karekteristik Pohon Pemangsa Jiwa, tahu jika tubuh mereka dijadikan sebagai nutrisi bagi Bapak Pohon. Dengan kata lain dijadikan makanan atau pupuk. Dan, karena Pohon Pemangsa Jiwa, maka jiwa mereka juga diserap dan tidak mungkin lagi bisa bereinkarnasi.
Sambil mengikuti ritual, Dewa Binatang terlihat gelisah karena Evilyn dan yang lainnya sudah seharusnya tiba karena ini hari menjelang siang. Namun mereka tidak kunjung datang.
"Ada apa dengan mereka, kenapa belum datang?" batin Dewa Binatang yang tidak tenang.
Lalu dia memejamkan mata dan melepaskan kesadaran untuk memeriksa seluruh wilayah Suku Pohon. Baru setelah itu, dia merasakan adanya benturan energi di suatu tempat yang lumayan jauh dari lokasinya.
Dia melihat pertarungan antara Evilyn dan Ming Lin yang membawa banyak orang. Satu per satu kelompok Evilyn berjatuhan karena kalah jumlah, walaupun lebih unggul dalam hal kekuatan. Namun, melihat Angela mengalahkan Ming Lin, membuat anak buahnya kabur. Akan tetapi, datang seseorang pria tua, dia adalah ayah dari Ming Lin, kekuatannya di atas Evilyn dan Putri Hua.
"Mereka dalam bahaya!" ungkap Dewa Binatang setelah menarik kesadarannya.
Dao Li Xia dan banyak orang yang terkejut serta kebingungan karena tidak paham. Di saat ritual penghormatan terakhir, mendengar perkataan Kepala Suku, sudah pasti ada sesuatu hal yang sedang terjadi.
"Siapa mereka?" tanya Dao Li Xia.
"Evilyn dan Putri Hua... Mereka disergap oleh Ming Lin dan anggotanya. Awalnya unggul walaupun kalah jumlah, tapi ada seseorang pria tua yang datang untuk menyelamatkan Ming Lin, entah siapa dia!" jawab Dewa Binatang dengan menjelaskan sesuai apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Ming Lin dan pria tua? Jangan-jangan... Pria tua itu adalah tetua pertama Suku Angin. Ini memang bahaya, sejak dulu dia menginginkan putranya menjadi Kepala Suku. Sudah pasti rencana mereka untuk membunuh Putri Hua yang akan menjadi pengganti ayahnya...!" terang Dao Li Xia dengan panjang lebar menceritakan konflik Suku Angin.
Tidak seperti Suku Pohon yang selalu bersatu, berbeda dengan Suku Angin yang selalu saling berebut kekuasaan. Tetua pertama Suku Angin memang menginginkan Ming Lin putranya menjadi Kepala Suku berikutnya.
Berhubungan Suku Angin lambat laun kekurangan orang, maka tetua pertama menginginkan Ming Lin menikahi Putri Hua. Sayangnya, Putri Hua tidak ingin menikah karena situasi Suku Angin tidak baik dengan banyaknya orang yang terluka.
Tetua pertama Suku Angin terus mendorong putranya agar memikat hati Putri Hua karena Kepala Suku Angin dalam keadaan kritis, kesempatan untuk menjadi penggantinya.
Seperti halnya dengan Dewa Binatang yang menjadi pasangan Dao Li Xia, maka dia sebagai pria sudah seharusnya menjadi pemimpin suku.
"Kalian lanjutkan ritual ini. Aku yang akan menolong mereka!" perintah Dewa Binatang kepada semua Suku Pohon.
"Kamu hati-hati, dia sangat licik!" peringatan Dao Li Xia
Dewa Binatang mengangguk sebagai jawaban, lalu dia menyatukan kedua tangan untuk berpamitan kepada empat tetua.
"Selamatkan Putri Hua, dia sangat penting bagi kita!" pinta tetua pertama Dao Li Qian.
Dewa Binatang kembali mengangguk sebagai jawaban, lalu tubuhnya bergetar sejenak dan menghilang dari hadapan semua orang. Setelah kepergiannya, empat tetua tersenyum, lalu mereka melihat Dao Li Xia.
"Akhirnya keluarga besar Elf kembali bersatu seperti dulu. Dengan Kepala Suku kita menikahinya, semua rencana kita segera terealisasi," kata tetua pertama, Dao Li Qian.
Dao Li Xia tidak marah maupun cemburu karena ini sudah mereka rencanakan ketika Dewa Binatang pingsan selama beberapa hari.
Seandainya bangsa Elves bersatu, maka akan mampu memimpin Mysterious Land. Yang belum diketahui oleh Dewa Binatang, ada satu masalah besar bagi penghuni Mysterious Land, yaitu Ras Undeed yang jumlahnya makin banyak.
Jika Ras Undeed keluar dari wilayahnya, maka akan terjadi masalah besar, belum lagi kedatangan invasi pihak luar. Jika bangsa Elves tidak bersatu, jelas akan kesulitan melawan mereka.
Oleh karena itu, Dao Li Xia dan empat tetua membuat rencana, dan mulai menjalankannya setahap demi setahap...
...****************...
Awalnya Angela berhasil mengalahkan Ming Lin. Sebelum membunuhnya, Ming Lin kabur bersama dengan anggotanya. Mereka tidak melakukan eforia kemenangan karena pihaknya juga banyak yang bertumbangan.
Di saat sedikit merasa kelegaan, Ming Lin datang kembali, tapi datang bersama seorang pria tua yang tidak lain adalah tetua pertama Suku Angin.
Putri Hua akhirnya paham dengan jelas tujuan Ming Lin atas perintah tetua pertama. Tubuhnya gemetaran karena menahan amarahnya. Namun dia tidak ceroboh harus melawan tetua pertama yang lebih kuat.
Evilyn dan anggotanya merasa kekuatan Ranah Kaisar level 7 yang sengaja dikeluarkan oleh tetua pertama Suku Angin. Mereka jelas ketakutan dan segera membentuk barisan pertahanan.
__ADS_1
"Jadi Anda selama ini sudah merencanakan hal ini?" tanya Putri Hua sambil menatap tajam ke arah tetua pertama.
Tetua pertama bernama Ming Zihan, usianya lebih dari 500 tahun. Dialah biang masalah dengan sengaja melepaskan Demon Rabbit Mythical untuk membuat kekacauan di wilayah Suku Angin dan tempat lainnya.