God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kerasukan Roh Iblis.


__ADS_3

Bab 77. Kerasukan Roh Iblis.


Kejadian yang dialami oleh Dewa Binatang sudah menjadi hal umum di Kota Chu, di mana pendatang selalu menjadi korban. Lei Jihan tergolong beruntung karena tidak dibunuh saat mempertahankan Kuda Terbang, sebab si pencuri tahu tentang kehidupan Lei Jihan.


Kedatangan putra Cheng Bei dengan cepat menyebar dan langsung menjadi target para pencuri karena Kuda Terbang merupakan binatang yang langka di Planet Arcadia. Jika Kuda Terbang dilelang, bisa menghasilkan juta keping emas.


Setibanya di lantai dua, Lei Jihan berdiri di samping Dewa Binatang yang sudah duduk. Lalu Dewa Binatang memesan banyak makanan kepada si pelayan. Kehadirannya lagi-lagi menjadi bahan pembicaraan para pengunjung.


"Kamu duduk dan pesan makanan juga," kata Dewa Binatang dengan ramah, dia jelas tidak tega melihat Lei Jihan hanya berdiri saat dirinya nanti sedang menyantap makanan.


Dengan malu-malu, Lei Jihan duduk berhadapan dengan Dewa Binatang. Lalu dia memesan makanan yang disukainya. Si pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan.


"Setelah kepergian Kaisar Bowen, apa tidak ada kejadian yang menghebohkan?" tanya Dewa Binatang yang membuka topik pembicaraan karena Lei Jihan masih tampak bersalah.


Lei Jihan tidak berani menatap wajah Dewa Binatang. Pertanyaannya membuat Lei Jihan berusaha mengingat-ingat apapun yang didengar dan juga pernah dilihatnya.


"Kata ayah, sebelum Kaisar Bowen dan lima juga prajurit pergi, muncul lubang hitam, katanya sih itu adalah lubang dimensi yang bisa memindahkan banyak orang. Setelah itu, Ras Iblis mulai memberontak dengan banyak menguasai wilayah...!" jawab Lei Jihan yang panjang lebar bercerita.


Dewa Binatang mendengarkannya, tidak keheranan dengan kemunculan lubang hitam. Lei Jihan tampak telah melupakan kejadian yang baru saja dialaminya, dia kembali bersemangat saat bercerita karena memang tugasnya sebagai pemandu wisata.


"... Dari lubang hitam itu keluar beberapa orang kuat yang hingga saat ini masih berada di Kerajaan Arcadia. Tapi anehnya, Raja Guang dan orang kuat itu tidak memberantas Ras Iblis. Yang saya dengar-dengar, orang kuat itu justru menikmati hidup dengan meminta kepada Raja Guang untuk mencarikan banyak wanita dari Ras Iblis...," kali ini Lei Jihan berbicara dengan nada lirih saat menceritakan orang kuat yang keluar dari lubang hitam.


"Itu sudah menjadi rahasia umum!" sahut seorang pria yang mendengar Lei Jihan yang sedang bercerita.


Dewa Binatang dan Lei Jihan melihat pria itu yang bertubuh langsing serta tinggi, di punggungnya tersemat dua pedang, lalu dia melihat plat identitas Guild Hunter. Pria itu bersama dengan empat orang yang juga melihat ke arahnya.


"Dia adalah petarung dan juga penjaga bayaran seperti ayah, dia dijuluki Pemburu Naga, nama aslinya adalah Shang Xie. Menurut pengakuannya, dia sudah membunuh 13 ekor naga bersama timnya!" bisik Lei Jihan yang kenal.


Guild Hunter merupakan tempat bagi kultivator untuk mendapatkan kekayaan dengan menjalankan misi yang diminta oleh pelanggan. Ada yang menjalankan misi berburu binatang, mencari tanaman obat, berburu dungeon, menjadi penjaga bayaran dan lain sebagainya. Dan, misi yang paling mudah adalah mencari tanaman obat.


Akan tetapi, Guild Hunter tidak bertanggung jawab atas kematian anggotanya saat menjalankan misi, sebab Guild Hunter hanya memfasilitasi para kultivator untuk mendapatkan kekayaan dan juga membeli hasil buruan mereka.


Dewa Binatang mengangguk sebagai respon atas ucapan Shang Xie, lalu dia bertanya, "apa Anda kenal dengan nama Bao Yaoyao?"


"Wanita abadi? Apa hubunganmu dengannya?" tanya balik Shang Xie sambil berjalan mendekati Dewa Binatang, tapi dia berhenti ketika pelayan datang membawa hidangan yang dipesan.


"Nanti saja kita bicara lagi!" ucap Shang Xie yang tertarik dengan Dewa Binatang.


Dewa Binatang mengangguk sebagai jawaban, lalu dia melihat pelayan rumah makan menata hidangan yang dipesannya. Dia juga melihat Lei Jihan yang kembali muram karena Shang Xie.


"Kamu makan yang kenyang dan juga pesan untuk ibumu," kata Dewa Binatang.

__ADS_1


Lei Jihan kembali ceria. Lalu dia segera pesan makanan dibungkus untuk ibunya kepada pelayan. Si pelayan memberikan kertas yang berisi tagihan, dengan jumlah dua keping emas. Harganya sangat murah karena makanan yang dipesan adalah daging.


Dewa Binatang membayarnya, lalu dia dan Lei Jihan segera makan dengan lahap. Sambil makan, dia mendengar bisikan Shang Xie yang berniat buruk kepadanya. Dewa Binatang tersenyum sinis karena akan dirampok.


"Semut mencoba melawan langit... bermimpi saja!" batin Dewa Binatang yang tahu kekuatan Shang Xie hanya berada di tingkat Dewa Bumi level 8, paling kuat di antara rekan-rekannya.


Bagi Dewa Binatang, menguasai Planet Arcadia hal yang mudah dilakukannya tanpa harus turun tangan sendiri, cukup pasukannya yang bergerak. Mengenai orang kuat yang keluar dari lubang hitam, dia tidak mengkhawatirkannya, sebab kekuatan mereka di atas tingkat True Alfa, anggapan saja paling tinggi berada di tingkat True Delta, mereka masih bukan tandingannya.


Oleh karena itu, sebelum penyelidikan, dia mengerahkan bawahannya yang memiliki kekuatan True Alfa untuk merekrut banyak orang. Hal ini sudah diketahuinya saat merasakan aura kekuatan True Alfa di wilayah pusat ibukota Kerajaan Arcadia.


"Yang Mulia, apa perlu hamba mengambil kuda yang dicuri?" tanya seseorang yang terdengar di benak Dewa Binatang.


Orang yang bertanya kepada Dewa Binatang adalah bawahannya yang kebetulan berada di Kota Chu untuk menjalankan tugas perekrutan. Semenjak Dewa Binatang masuk ke Kota Chu, bawahannya telah mengetahui dan mengawal dari balik bayang-bayang.


"Tidak perlu. Lakukan tugasmu saja dan juga cari informasi apapun yang berguna. Oh iya! Jika ada kejahatan, segera bereskan!" tolak Dewa Binatang dan juga memberikan perintah.


"Laksanakan, Yang Mulia!"


Dewa Binatang tidak membalas, dia hanya melirik dua bawahannya yang berada di atap rumah bersebelahan dengan rumah makan. Kedua bawahannya segera menghilang dari balik bayang-bayang cerobong asap.


Dewa Binatang geleng-geleng karena salah satu bawahannya dengan sengaja tidak melakukan tugas demi mengawalnya. Dia merasa beruntung memiliki bawahan yang setia.


Lei Jihan bersendawa setelah kekenyangan, buru-buru dia menutup mulut karena tidak sopan. Dewa Binatang tersenyum melihat tingkah lucu Lei Jihan.


"Sangat perlu. Dengan adanya identitas, Tuan Muda dengan bebas keluar masuk ke kota manapun!" jawab Lei Jihan.


"Ya sudah. Setelah ini, aku akan buat identitas baru. Kemudian aku ingin berkunjung ke rumahmu sekali mengantar makanan untuk ibumu," kata Dewa Binatang yang mengikuti aturan di tempat ini.


"Apa hubungannya Anda dengan wanita abadi itu?" tanya Shang Xie setelah Dewa Binatang selesai makan.


Bao Yaoyao dijuluki Wanita Abadi karena tidak menua, usianya diperkirakan telah mencapai puluhan ribuan tahun, wajahnya tetap seperti wanita berusia 18 tahun. Bao Yaoyao menjadi ikon Kerajaan Arcadia, diberi gelar Putri Abadi dan juga sebagai nenek moyang.


Tapi sayangnya, sudah ribuan tahu keberadaannya tidak diketahui oleh siapapun semenjak Kaisar Sun Quan turun tahta. Diyakini oleh banyak orang, Bao Yaoyao masih tetap berada di Planet Arcadia.


"Hanya ingin tahu saja!" jawab Dewa Binatang sambil berdiri dan diikuti oleh Lei Jihan.


"Sampai ketemu lagi!" pamit Dewa Binatang kepada Shang Xie.


Shang Xie dan anggotanya melihat kepergian Dewa Binatang. Saat berada di lantai satu, Lei Jihan mengambil pesanannya. Lalu keluar dari rumah makan menuju balaikota.


Shang Xie dan anggotanya mengikuti, tapi baru saja keluar dari rumah makan, anak buah Dewa Binatang langsung membereskan mereka tanpa diketahui oleh siapapun; tindakan cepat, senyap dan tanpa jejak.

__ADS_1


Saat menuju ke balaikota, Dewa Binatang melihat kerumunan banyak orang di depan gedung. Melihat papan nama gedung tersebut, Dewa Binatang menjadi tertarik. Apa yang dilihat olehnya adalah Gedung Lelang, Gedung Harta Langka.


"Apa hari ini ada acara lelang?" tanya Dewa Binatang kepada Lei Jihan.


"Benar, Tuan Muda. Lelang ini dihadiri oleh Duke Manchu dan banyak bangsawan karena ada Buah Suci, Artefak Bintang 5 dan telur yang katanya adalah telur binatang suci!" jelas Lei Jihan yang selalu mengikuti berita apapun.


"Kapan dimulainya?"


Dewa Binatang tidak tertarik dengan Buah Suci maupun Artefak Bintang karena telah memilikinya bahkan melimpah, dia hanya penasaran dengan telur binatang suci.


"Dua jam lagi. Apa Tuan Muda berminat untuk mengikuti acara lelang?" jawab Lei Jihan dan balik bertanya.


"Iya, tapi nanti setelah memiliki identitas baru. Di mana letak balaikota?"


"Itu, di sana... Gedung yang memiliki tiga bendera Singa Kembar!" jawab Lei Jihan sambil jari lentik menunjukkan.


Dewa Binatang mengikuti jari Lei Jihan. Lalu dia memegang bahu Lei Jihan dan menghilang. Lei Jihan kaget karena tiba-tiba sudah berada di depan balaikota.


Lei Jihan berlari menyusul Dewa Binatang yang sudah berjalan dulu. Setelah itu, dia banyak bertanya kepada Dewa Binatang yang bisa berpindah tempat secara instan.


"Kamu ingin belajar?" tanya Dewa Binatang saat berhenti di depan pintu karena terhalang oleh seseorang.


"Apakah saya bisa!" Lei Jihan merasa ragu-ragu karena belum pernah berkultivasi.


"Siapapun bisa belajar. Nanti aku ajari!" sahut Dewa Binatang sambil berjalan kembali setelah orang di depannya tidak jadi memasuki gedung balaikota.


Lei Jihan makin bersemangat karena akan menjadi seorang kultivator, hal yang selalu diinginkan setelah ayahnya meninggal. Lalu dia mengajak Dewa Binatang untuk membuat identitas baru.


Saat ditanya oleh pegawai balaikota, Dewa Binatang menggunakan nama Cheng Bei dengan usia 20 tahun, dia beralasan untuk mengharumkan nama ayah palsunya. Si pegawai balaikota tidak curiga, dia segera membuat identitas baginya tanpa banyak bicara.


"Biayanya tiga keping perak," kata si pegawai balaikota sambil menyodorkan sebuah kartu identitas.


Setelah mendapatkan identitas baru, Dewa Binatang menuju ke rumah Lei Jihan. Dengan menggunakan skill teleportasi, dia sudah berada di depan rumah Lei Jihan.


Rumah Lei Jihan jauh dari manapun, tempat paling pinggir dari Kota Chu. Rumah yang memiliki halaman luas tapi tidak terawat. Dewa Binatang melihat seorang wanita usia 32 tahun dengan tatapan kosong, wanita itu adalah ibu Lei Jihan, namanya Ye Jiali.


Lei Jihan segera menghampiri ibunya sambil membawa makanan lezat. Dengan Mata Langit, Dewa Binatang memeriksa kondisi Ye Jiali. Dia terkejut saat tahu kondisinya, di mana ada sosok iblis yang mengendalikan tubuh Ye Jiali.


Ye Jiali seperti kesurupan saat makan. Lei Jihan sudah menganggapnya biasa, dia tidak mengetahui jika ibunya sedang kerasukan roh iblis. Dewa Binatang tidak segera bertindak untuk menyembuhkan Ye Jiali karena masih menyantap makanan.


"Memperalat anak kecil untuk memenuhi kebutuhan... Nikmati saja, tidak lama lagi kamu akan kumusnahkan!" batin Dewa Binatang yang geram terhadap iblis.

__ADS_1


Kehadiran Dewa Binatang tidak dihiraukan oleh Ye Jiali yang dalam kendali roh iblis. Dewa Binatang merasa kasihan terhadap Lei Jihan yang diperalat...


__ADS_2