
Bab 92. Fenomena Kelahiran Ular Surgawi (2).
Setelah berbicara, Dewa Binatang mengambil telur Ular Surgawi, lalu menghilang dari hadapan mata semua orang. Sontak reaksinya membuat Sha Meyleen dan lainnya bengong, mereka baru sadar jika sosok pria tampan yang tampak biasa itu ternyata memiliki kekuatan.
Istri dari Dewa Binatang segera mengikutinya, mereka melesat ke luar Kota Chu, tepatnya menuju ke Pegunungan Larswood. Sha Meyleen buru-buru mengejar Dewa Binatang, ia jelas tidak mau ketinggalan fenomena kelahiran Ular Surgawi.
Kemudian, disusul oleh Gong Fang, Putri Liangyi, Lan Qisheng dan pengawalnya. Setelah mereka keluar dari Gedung Harta Langka, dan melayang di atas gedung, mereka mencari keberadaan putra pedagang Cheng Bei.
"Ke mana dia?" Sha Meyleen mencari keberadaan Dewa Binatang.
"Itu di sana!" sahut Gong Fang sambil jari telunjuk menunjuk.
Putri Liangyi segera terbang ke arah yang ditunjukkan oleh Gong Fang, dan diikuti oleh Lan Qisheng dan pengawalnya. Sha Meyleen dan Gong Fang juga mengikutinya.
Melihat pemimpin Gedung Harta Langka dan Putri Kerajaan Arcadia, penduduk Kota Chu dan para pengunjung merasakan keheranan. Karena penasaran apa yang membuat wanita-wanita itu tergesa-gesa, banyak orang mengikutinya.
"Apakah akan ada perebutan barang lelang?" salah satu peserta lelang di lantai satu mulai menerka-nerka.
Tiba-tiba, di atas puncak Gunung Larswood muncul cahaya benderang. Cahayanya hampir seterang matahari yang menyilaukan mata. Fenomena itu menarik perhatian banyak orang yang berada di sekitar Kota Chu dan Pegunungan Larswood.
Cahaya itu berasal dari telur Ular Surgawi yang akan menetas. Ternyata, cahaya seterang matahari itu bisa dilihat di seluruh penjuru Galaksi Arcadia. Raja Guang dan jajarannya bergegas menuju ke Pegunungan Larswood.
Raja Genjo tidak ketinggalan, tahu cahaya itu berada dekat dengan Kota Chu, dia memastikan bahwa Mao Zedong dan Putri Yu Jie sudah mengetahuinya. Segera dia bertindak cepat dengan memobilisasi pasukan Iblis terbaik untuk mendukung Mao Zedong dan putrinya, dia khawatir akan terjadi kekacauan dikarenakan Pedang Penguasa Api.
Karena cahaya itu juga, Ruan Fei dan 99 rekannya bergegas menuju ke Pegunungan Larswood. Mereka merasakan aura kuat yang bukan berasal dari pemimpinnya. Selain itu, karena mereka memiliki Mata Dewa, sosok Dewa Binatang yang melayang di atas Gunung Larswood dengan mudah terlihat.
"Paman, aku ikut!" Lei Jihan juga melihat cahaya itu.
Ruan Fei melihat Lei Jihan dan Ye Jiali yang ingin ikut melihat fenomena itu. Setelah berpikir sejenak, dia mengangguk dan segera memegang kedua bahu ibu dan anak. Dalam sekejap mata, mereka bertiga telah terbang dengan sangat cepat untuk menyusul Dewa Binatang.
Lei Jihan dan ibunya sangat ketakutan karena baru pertama kali terbang seperti saat ini, makin takut karena Ruan Fei terbang dengan sangat cepat. Ruan Fei tidak mempedulikan rasa ketakutan mereka karena memikirkan pemimpinnya...
Di atas puncak Gunung Larswood, sebuah telur besar melayang. Retakan makin terlihat jelas dan cahaya juga makin bersinar. Dewa Binatang dan 20 istrinya berada di dekat telur Ular Surgawi.
Tidak berselang lama, datang Sha Meyleen, Putri Liangyi, Gong Fang, Lan Qisheng dan keempat pengawalnya. Saat akan mendekati Dewa Binatang, tubuh mereka membentur dinding energi yang tidak terlihat mata.
"Ehh...! Ada dinding energi!" Sha Meyleen terkejut sambil menyentuh dinding energi yang tidak terlihat.
Tidak hanya Sha Meyleen dan rombongannya saja yang dihalangi oleh dinding energi, Mao Zedong, Putri Yu Jie dan pengawalnya juga tidak bisa mendekati puncak Gunung Larswood.
Tidak hanya mereka saja yang dihalangi oleh dinding energi, tapi semua orang yang baru datang juga tidak bisa mendekati puncak Gunung Larswood.
__ADS_1
Anehnya, semua orang melihat Ruan Fei, Lei Jihan dan ibunya bisa masuk, lalu disusul 99 orang yang tidak merasa kenali. Ruan Fei dan 99 rekannya tahu jika ada 20 istri pemimpinnya yang juga hadir. Tetapi, semua istri dari Dewa Binatang tidak terlihat karena menggunakan Teknik Perubahan Wujud.
Dinding energi yang melindungi puncak Gunung Larswood, itu dikarenakan tindakan cepat dari Yuke, ia tidak ingin kelahiran Ular Surgawi terganggu dengan hadirnya banyak orang.
Semua istri Dewa Binatang, jelas tidak terlihat oleh semua orang karena teknik itu. Mereka hanya melihat sosok putra pedagang Cheng Bei dijaga oleh 100 orang yang menggunakan jubah hitam dan tidak terlihat wajahnya.
Akan tetapi, mereka keheranan melihat Lei Jihan dan ibunya berada di belakang putra pedagang Cheng Bei, terpaut jarak tiga meter. Ibu dan anak itu bisa melayang karena bahunya dipegang oleh Ruan Fei.
Menteri Pertahanan Negara Kerajaan Arcadia juga ikut hadir, tapi bersembunyi di pepohonan bersama bawahannya. Seng Rong yang terkoneksi dengan Raja Arwah, telah mendapatkan perintah untuk merebut telur binatang suci yang menarik perhatian. Tetapi tidak mengabaikan rencana awalnya yang ingin memiliki Pedang Penguasa Api.
Para pejabat Gedung Harta Langka berkumpul dengan pemimpinnya, di antara mereka juga datang Pangeran Jia dan bawahannya.
Demikian pula dengan pemimpin perampok Tangan Setan, dia dan anak buahnya berada di sisi utara Pegunungan Larswood. Tujuannya jelas, ingin merebut telur yang menarik perhatiannya. Dia tahu jika Gedung Harta Langka melelang telur binatang suci, dan menebak jika telur yang melayang di puncak gunung adalah telur Binatang Suci.
Karena fenomena kelahiran Ular Surgawi, disekitar Pegunungan Larswood telah dikelilingi oleh banyak orang. Dan mereka berkumpul dengan orang-orang yang dikenali.
Dewa Binatang dan istrinya melihat sekitarnya, di mana banyak orang yang memandang telur Ular Surgawi.
"Kalian buat parameter untuk melindungi telur Ular Surgawi!" perintah Yuna Aurora kepada Ruan Fei dan 99 pasukan khusus Kekaisaran Dewa Binatang.
"Laksanakan, Yang Mulia!"
Ruan Fei segera menurunkan Lei Jihan dan ibunya di tanah. Lalu dia menyusul rekan-rekannya dengan menyesuaikan posisi, di mana 100 pasukan khusus membentuk lingkaran di sekitar puncak gunung.
"Apakah kelahiran Ular Surgawi harus seperti ini?" Dewa Binatang tidak habis pikir kenapa setiap kali binatang legendaris terlahir selalu terjadi fenomena.
"Seperti kamu setiap kali bereinkarnasi!" sahut Yuna Aurora.
Dewa Binatang tertawa karena lupa, dan apa yang dikatakan oleh Yuna Aurora memang benar. Setiap kali bereinkarnasi, dia selalu saja memicu terjadinya fenomena, seperti ketika terlahir di Benua Venus di Galaksi Aurora.
Sejujurnya, Dewa Binatang tidak menghendaki terjadinya fenomena saat terlahir, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena itu sudah kehendak Alam Semesta.
Boom...
Tiba-tiba telur Ular Surgawi meledak hingga memekakkan telinga, setelah itu cahaya benderang menghalangi Mata Dewa. Orang yang memiliki kekuatan rendah, langsung menutup mata dengan kedua tangan, ada juga yang menutup telinga dengan lengannya.
Hembusan angin kencang setelah ledakan membuat semua orang terhuyung-huyung ke belakang. Sebagai orang yang kultivasinya lemah langsung bergulung-gulung.
Untung saja Lei Jihan dan ibunya dilindungi energi milik Dewa Binatang sehingga tidak sampai terhempas angin. Mereka berdua terlihat sangat ketakutan sambil berpelukan, mata mereka juga terpejam karena tidak mampu melihat cahaya benderang.
"Mengerikan!!" seruan Sha Meyleen yang hampir terjatuh karena tersapu angin, ia berusaha keras untuk melihat puncak gunung, tetapi Mata Dewa miliknya tidak mampu menembus cahaya itu.
__ADS_1
Mao Zedong yang memiliki kekuatan tertinggi di Galaksi Arcadia, juga terkena hempasan angin kencang, tetapi dia masih mampu menyetabilkan tubuhnya sehingga hanya mundur beberapa langkah saja.
"Binatang jenis apa itu sampai membuat fenomena seperti ini?" ujar Mao Zedong yang penasaran.
"Kakek, seandainya aku tahu itu telur sangatlah hebat, sudah pasti akan menjadi milik kita!" sesal Putri Yu Jie yang tidak ikut dalam persaingan lelang. Ia pikir itu hanyalah telur binatang suci biasa.
Raja Genjo telah berkumpul dengan Mao Zedong dan putrinya. Dia menegur putrinya, "apapun yang dilelang oleh Gedung Harta Langka, sudah pasti barang berharga dan langka. Seharusnya kamu tidak ragu-ragu untuk mendapatkannya!"
"Mana aku tahu!" sanggah Putri Yu Jie yang tidak mau ditegur ayahnya.
"Sudah-sudah! Yang penting, Pedang Penguasa Api sudah menjadi milik kita!" sela Mao Zedong sebelum Raja Genjo menegur cucunya lagi.
Mereka juga berusaha untuk melihat ke puncak gunung, namun hanya Mao Zedong saja yang bisa melihat ada apa dibalik cahaya benderang itu karena memiliki Mata Neraka. Seketika raut wajahnya terlihat ketakutan saat mengetahuinya...
"Roarrr....!!"
Terdengar raungan binatang yang mirip suara naga. Raungannya itu membuat gendang telinga semua orang kesakitan. Selain Mao Zedong yang mampu melihat binatang itu yang tidak lain adalah Ular Surgawi, Dewa Binatang dan istrinya mampu melihatnya.
Dewa Binatang dan istrinya melihat ukuran Ular Surgawi yang baru lahir itu sangat besar, ukurannya melebihi luas Pegunungan Larswood. Bagi Dewa Binatang dan istrinya yang pernah melihat Ular Surgawi, mereka tidak keheranan melihat ukurannya.
Dulu, mereka pernah melihat Celestial She atau Celestial Snake yang ukurannya melebihi satu galaksi. Waktu itu, Celestial She membuat kekacauan di Alam Tianwu karena membenci gelar Dewa Binatang.
Para penguasa galaksi dan Kitab Suci sampai tidak berani keluar dari perlindungan Formasi Array, mereka bukannya takut, tapi kalah dalam hal ukurannya.
Saat itu, tujuan Celestial She membuat kekacauan untuk menantang Dewa Binatang. Tetapi pada akhirnya ia harus menerima kekalahan ketika bertarung. Semenjak itu, Celestial She menjadi pasangan Dao.
Sedangkan Ular Surgawi yang baru terlahir ini, ukurannya diibaratkan cacing di mata Celestial She yang memiliki ukuran super besar. Ular Surgawi saat ini, masih berusia 7 tahun, dan ukurannya akan menyamai Celestial She ketika dewasa nanti.
Setelah Ular Surgawi meraung-raung, cahaya benderang seterang matahari perlahan mulai memudar. Memudarnya cahaya itu dikarenakan Ular Surgawi telah terbiasa dengan kehidupan barunya.
Dewa Binatang dan istrinya melihat Ular Surgawi terbang dengan memutari puncak Gunung Larswood. Setelah beberapa kali berputar-putar, kedua mata Ular Surgawi mengunci Dewa Binatang yang memberikan kekuatan jiwa sehingga bisa terlahir.
"Selamat datang dikehidupan barumu! Aku adalah ayahmu, dan wanita-wanita kuat ini adalah ibumu. Jadilah wujud manusia agar kami bisa memelukmu!" pinta Dewa Binatang dengan nada suara lembut.
"Ayah... Ibu?" tanya Ular Surgawi yang tidak tahu arti kata-kata itu.
Dewa Binatang dan istrinya memaklumi kondisi Ular Surgawi yang baru lahir, butuh waktu untuk beradaptasi dikehidupan barunya.
"Benar, kami adalah orang tuamu!" jelas Dewa Binatang dengan sabar.
"Roarrr...!!" Ular Surgawi kembali meraung untuk mengekpresikan hatinya.
__ADS_1
"Apakah Ayah dan Ibuku kuat? Kalau kuat, ayo kita bertarung!" tantangan Ular Surgawi karena sifat alaminya yang suka bertarung untuk menunjukkan dominasinya.
Dewa Binatang dan istrinya menertawakan Ular Surgawi yang masih polos. Suaranya juga terdengar lucu dan imut sehingga membuat siapapun orang yang mendengar akan menjadi gemas.