
Bab 29. Sang Penjaga Gerbang Ilahi, Tiga Ujian Hidup.
Setelah Dewa Binatang membaca nama gerbang, Gerbang Ilahi berderit dan perlahan terbuka. Keluar cahaya benderang menyilaukan mata dari celah gerbang tersebut. Dewa Binatang menyempitkan mata dan masih melihat Gerbang Ilahi yang makin terbuka lebar.
Setelah terbuka lebar, terlihat seseorang yang seluruh tubuhnya bercahaya, dan tidak terlihat wajahnya. Entah orang itu pria atau wanita, Dewa Binatang tidak mengetahuinya.
Setiap langkahnya selalu memicu riak-riak kecil seperti berjalan di atas permukaan air. Setelah orang tersebut keluar dari Gerbang Ilahi, cahaya yang menyilaukan mata perlahan menghilang, dan hanya cahaya yang menyelimuti orang tersebut.
"Selamat datang di Gerbang Ilahi!"
Orang tersebut menyambut Dewa Binatang dengan suara lembut yang menenangkan pikiran dan hati. Walaupun sudah mendengar suara orang tersebut, Dewa Binatang masih belum mengetahui apakah orang itu pria atau wanita, namun nada suaranya terdengar dibuat-buat.
Orang tersebut berhenti dengan jarak 10 meter dari Dewa Binatang, lalu dia berucap, "perkenalkan, saya penjaga Gerbang Ilahi, panggil saja, Sang Penjaga. Saya sudah lama menunggu dan bersyukur akhirnya bisa bertemu dengan Anda."
Dewa Binatang jelas keheranan dengan perkataan Sang Penjaga Gerbang Ilahi, dan penasaran apa tujuannya menunggu. Karena khawatir tentang ketiga istrinya, dia segera bertanya.
"Di mana istriku? Dan kenapa aku bisa berada di sini?"
"Mari ikuti saya jika ingin bertemu dengan pasangan Anda! Dan kenapa Anda bisa berada di sini? Sesaat lagi Anda akan mengetahuinya!" jawab Sang Penjaga dan membalikkan badan.
Karena tidak merasa adanya bahaya dan juga ingin sesegera mungkin menemukan istrinya, Dewa Binatang mengikutinya. Namun yang mengejutkannya, langkah kakinya terasa sangat ringan seperti berjalan di atas awan, dan berbeda jauh ketika dirinya terbang atau melayang di udara dengan menggunakan energi spiritual. Tetapi kali ini, dia berjalan dengan tidak sedikitpun mengeluarkan energi.
Setelah memasuki Gerbang Ilahi, Dewa Binatang hanya melihat di dalamnya hanyalah hamparan putih, tempatnya berpijak di hamparan awan putih. Keadaan seperti ini mengingatkan dirinya ketika meninggal sewaktu di Bumi, dan tiba-tiba sudah berada di hamparan putih.
Di saat sedang melihat sekelilingnya, Dewa Binatang tidak lagi melihat Sang Penjaga. Dia segera mencarinya dan tidak diketemukan.
"Sang Penjaga, di mana Anda!" panggil Dewa Binatang namun tidak ada balasan.
Lalu dia menoleh ke belakang dan tidak ada lagi Gerbang Ilahi. Lalu dia mengaktifkan Mata Langit untuk melihat ujung hamparan awan putih, dan membuatnya menggelengkan kepala karena hamparan awan putih tak berujung.
Lalu dia melihat tiga titik yang aneh, di mana awan putih perlahan membentuk tiga wujud. Setelah terbentuk sempurna, terlihat bentuk itu adalah tiga wanita, namun tidak diketahui wajahnya, wajahnya tak berbentuk dan tetap berwarna putih.
__ADS_1
"Apakah Anda kenal betul dengan istri Anda?"
Tiba-tiba suara Sang Penjaga menggema di hamparan awan putih, dan membuat Dewa Binatang mencari keberadaannya. Sayang sekali tetap tidak melihatnya, dia melihat tiga sosok wanita itu mendekatinya.
"Jelas, aku kenal dengan semua istriku! Memangnya kenapa?" jawab Dewa Binatang dan balik bertanya, dia tidak melepaskan pandangan mata tertuju pada ketiga wanita itu.
"Jika kamu kenal, siapa ketiga wanita ini?" tanya Sang Penjaga.
Dewa Binatang jelas kebingungan maksud pertanyaan Sang Penjaga, bagaimana bisa tahu jika tidak terlihat wajahnya, dan juga aura khas istrinya. Meskipun memiliki banyak istri, Dewa Binatang sangat hafal semua istrinya; dari aroma tubuhnya, auranya, suara dan juga ukuran tubuhnya.
"Anda jangan bercanda! Jika aku tidak melihat wajahnya dan yang biasanya dikenali, bagaimana mungkin aku mengenali mereka!" sahut Dewa Binatang yang nadanya terdengar tidak sabaran.
"Jika Anda tidak mengenali Istrimu, sampai kapanpun Anda tidak akan menemukan mereka...!"
Perkataan Sang Penjaga membuat Dewa Binatang keheranan dan juga khawatir, khawatir tidak bisa menemukan istrinya.
"... Seorang wanita yang murni hatinya, ya, beginilah wujud asli mereka. Tidak tercium aroma tubuhnya, tidak memancarkan aura, mereka tidak cantik maupun buruk, dan lain sebagainya yang berbeda dengan pandangan semua orang pada umumnya. Wanita murni diibaratkan hamparan putih, tidak tercela. Oleh karena itu, semua wanita selalu menggunakan perasaan saat menerima apapun yang dihadapinya, selalu putih pada awalnya...,"
Dewa Binatang menelaah perkataan Sang Penjaga. Dan, setelah beberapa saat, akhirnya memahami maksudnya. Mengingat awal berjumpa dengan setiap istrinya, dia selalu menggunakan cara yang salah, cara yang tidak alami. Biarpun begitu, dia selalu memperlakukan semua istrinya secara adil, mencukupi kebutuhannya bahkan berlebihan, dan semua istri memberikan cintanya dengan tulus.
"Apa benar aku tidak mengenal istriku?" batin Dewa Binatang yang bertanya pada diri sendiri.
Lalu dia melihat ketiga sosok wanita di depan matanya, dan mereka semua sama, tubuh seperti awan putih, tinggi badan juga sama, dan semuanya sama, sulit untuk membedakan mereka apalagi menebaknya.
"Jujur saja, aku tidak mengenali ketiga wanita ini! Sekarang, apa inti dari semua ini? Tapi, yang harus Anda ketahui, bukan berarti aku menyerah untuk menemukan ketiga... Maksudku keenam istriku!"
Dewa Binatang tidak mau membicarakan hal yang tidak penting untuk saat ini, dia ingin segera menemukan istrinya, dan keluar dari tempat yang perlahan membuatnya gelisah.
"Pasangan Dao, yang artinya adalah Yin dan Yang. Anda tidak kenal dengan diri sendiri ... Jika Anda tidak mengenali mereka, sebesar apapun upayamu menemukan mereka, mereka tidak akan ketemu. Gunung di depan mata tidak terlihat, tapi jarum di dasar laut bisa dilihat!"
Entah kenapa perkataan Sang Penjaga kali menusuk hati Dewa Binatang, seakan-akan dirinya mendapatkan teguran keras, tapi diucapkan dengan lemah lembut.
__ADS_1
Dewa Binatang pernah bertarung dengan diri sendiri, waktu itu sebelum kedatangan kedua orang tua Yuna Aurora. Dia bertarung dengan sisi negatif, dan akhirnya menang walaupun dengan susah payah.
Karena teguran dari Sang Penjaga dan pernah bertarung dengan diri sendiri, itu membuktikan bahwa Dewa Binatang belum mengenali diri sendiri. Diri sendiri tidak dikenali, bagaimana mungkin mengenali pasangannya?
Suasana menjadi hening setelah Sang Penjaga menegur Dewa Binatang. Sang Penjaga memberikan waktu baginya untuk berpikir sebelum mengungkapkan tujuan yang sebenarnya.
"Aku tidak tahu, apakah mengenali diri sendiri atau tidak! Tapi aku yakin, aku mengenali diriku sendiri...," ucap Dewa Binatang dengan tegas dan menyakinkan, dan berhenti sejenak untuk membulatkan tekad.
"Jika aku tidak menemukan istriku ... Jalanku masih panjang, dan sambil berjalan aku pasti akan menemukan mereka. Tolong, bawa aku kembali!" pintanya, dan dengan sengaja tidak ingin berbicara panjang lebar dengan Sang Penjaga Gerbang Ilahi.
"Baik, itu mudah! Sebelum itu, saya akan memberikan petunjuk, dan ini juga pelajaran penting bagimu untuk masa depan...,"
Perkataan Sang Penjaga membuat Dewa Binatang senang, dan menunggu petunjuk apa itu.
"Ada tiga ujian hidup yang harus Anda jalani; awal, pertengahan dan akhir. Keenam pasangan Anda terkait dengan itu. Setelah menemukan jiwa saudara perempuan Anda, pergilah ke suatu tempat setelah memahami tentang ujian awal, yaitu pertemuan awal. Dari situ dan seterusnya, Anda akan menemukan mereka... ketiga istri anda."
Kali ini perkataan Sang Penjaga membuat Dewa Binatang langsung berpikiran keras. Namun, sebelum dirinya bertanya agar lebih jelas tentang ujian hidup ini, tiba-tiba kedua matanya menjadi buram.
Ketika matanya pulih, Dewa Binatang terkejut telah berada di tepi Jurang Kematian Pria dan tidak lagi melihat Gua Terlarang, yang ada hanya bebatuan dan pepohonan.
Dan tebakannya sebelum berada di Gerbang Ilahi ternyata tepat, Gua Terlarang hanyalah Formasi Array. Tapi, bagaimana dengan Twins Ice, Zyila Miralen dan Astrella Xiosien? Daripada memikirkan mereka yang menghilang, Dewa Binatang berpikiran yang lain.
"Memahami tentang ujian awal... Pertemuan awal?" gumam Dewa Binatang yang berpikir keras untuk mendapatkan pencerahan.
Perkataan Sang Penjaga benar-benar membuatnya mengingat apapun saat bertemu dengan istrinya, pertama bertemu dengan Qin Diao Chin, lalu bertemu dengan Yuna Aurora dan Yuke. Karena berpisah dengan ketiga istrinya itu, di Planet Nibiru pertama kali berkenalan dengan Zyila Miralen.
Selanjutnya di arena Gladiator Cyber Supernatural berkenalan dengan Twins Ice, setelah bertarung di arena, dia bertemu dengan Astrella Xiosien.
Setelah mengurutkan semua pertemuan itu, Dewa Binatang sedikit mendapatkan petunjuk, yaitu Qin Diao Chin ada kaitannya dengan Zyila Miralen, karena mereka sama-sama yang pertama, hanya berbeda tempat.
Yang menjadi pertanyaannya, apa hubungan mereka berdua?
__ADS_1