God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Bebaskan Pikiran.


__ADS_3

Bab 237. Bebaskan Pikiran.


Boom...


Kembali titik portal dimensi meledak di tempat lain yang masih berdekatan dengan pemukiman penduduk. Ledakan itu jelas penduduk yang menjadi korbannya.


Dewa Abadi berhenti menghilangkan Formasi Kurungan karena menjadi penyebab tewasnya penduduk. Jika tahu seperti ini jadinya, ia tidak akan membuat Formasi Kurungan yang akhirnya menjadi bom waktu.


Dia tahu musuhnya kejam dan tidak peduli siapa yang menjadi korbannya demi kepentingannya, dan seharusnya tidak termakan jebakan lawan.


Sebelum titik portal dimensi yang lain meledak, Dewa Abadi menggunakan Teknik Tubuh Ganda. Kemudian, bermuculan 100 ribu Tubuh Ganda. Dengan pikirannya, Dewa Abadi mengendalikan Tubuh Ganda menuju ke titik-titik portal dimensi untuk menghilangkan Formasi Kurungan, mereka menyebar dengan berkelompok.


Mahaguru Lu dan semua orang melihat tindakan Dewa Abadi, dan tahu tujuannya. Mereka segera kembali menghilangkan Formasi Kurungan dengan bekerja sama.


Sebelum semua Tubuh Ganda mendekati titik portal dimensi, titik-titik itu terlebih dahulu meledak. Tubuh Ganda baik-baik saja, tapi tidak dengan penduduk Dinasti Anwuzhi yang dengan sengaja melindungi Formasi Kurungan, mereka jelas tewas seketika.


Dengan kecepatan tinggi seperti cahaya saat melesat, semua Tubuh Ganda melemparkan penduduk yang melindungi Formasi Kurungan seperti sampah. Setelah penduduk terlempar jauh, Formasi Kurungan segera dihilangkan.


Walaupun penduduk yang terlempar jauh tidak tewas, mereka tetap saja terluka karena tubuhnya menabrak apapun. Namun, mereka segera bangkit dan berusaha untuk melindungi Formasi Kurungan. Mereka menyerang Tubuh Ganda dengan kekuatan penuh.


Karena penduduk memang berniat untuk mengorbankan nyawa demi Dewa Perusak, mereka jelas tidak peduli dengan rasa sakitnya saat Tubuh Ganda kembali melemparkannya menjauhi Formasi Kurungan.


Setelah berjuang keras untuk menghilangkan Formasi Kurungan, akhirnya Dewa Abadi menghentikan rencana mereka. Tetapi, korban jiwa tewas juga banyak, sekitar empat ribu jiwa yang tewas dari 20 titik portal dimensi yang meledak. Energi kematian berkumpul disekitarnya titik ledakan itu.


Sebelum Tubuh Ganda menghilangkan energi kematian dengan menggunakan Api Semesta, Dewa Abadi dan pendukungnya melihat Raja Yao penguasa Dinasti Anwuzhi muncul di langit sambil membawa sebuah labu emas. Raja Yao tersenyum sambil melihat Dewa Abadi dan semua musuhnya.


Dihadapan mata banyak orang, Raja Yao membuka penutup labu emas. Lalu labu emas itu menghisap energi kematian dengan sangat cepat. Dengan pikiran Dewa Abadi, semua Tubuh Ganda menghentikan tindakan Raja Yao.


Semua Tubuh Ganda mengeluarkan Api Semesta. Hebatnya, labu emas mampu menahan panasnya Api Semesta, dan justru menghisap semua Tubuh Ganda.


Dampak dari Tubuh Ganda yang terhisap ke dalam labu emas, membuat Dewa Abadi memuntahkan seteguk darah segar, sebab Tubuh Ganda merupakan manifestasi dari dirinya sendiri.


Jika Tubuh Ganda menghilang karena batas waktu penggunaan, atau menghilang karena diserang lawan, itu tidak akan melukai Dewa Abadi. Tetapi, jika dihisap seperti masuk ke dalam labu emas, Dewa Abadi jelas terluka dalam karena energi Tubuh Ganda terkurung.


Dewa Abadi kembali memuntahkan darah segar karena labu emas mengekstrak energi Tubuh Ganda. Hu Yue Lian dan ketiga sahabatnya panik melihat Dewa Abadi, mereka menahan tubuhnya yang lemas.


"Hahaha!!" tawa Raja Yao karena melihat Dewa Abadi tidak berkutik. "Lumayan, walaupun energi kematian dari rakyatku belum bisa membebaskan leluhur!" Katanya.


Setelah berbicara, Raja Yao kembali ke dalam istananya tanpa sedikitpun menyesal telah mengorbankan nyawa rakyat. Justru penduduk yang masih hidup mengelu-elukan pemimpinnya.


Dewa Abadi menatap ke arah Raja Yao yang berada di istana, menikmati hidup dengan bermalas-malasan. Putri Jiyan mengusap darah di sudut bibir Dewa Abadi.


Karena sudah terjebak, Dewa Abadi dan pendukungnya terdiam memikirkan rencana kejam musuhnya. Kemudian, semua orang menghela nafas berat karena semua itu belum selesai. Menghilangnya Formasi Kurungan menyebabkan portal dimensi terbuka perlahan secara bersamaan.


Titik-titik portal dimensi yang terbuka itu berada di wilayah Dinasti Anwuzhi. Dengan kejadian ini, rencana musuh secara perlahan mulai dimengerti oleh Dewa Abadi.


Titik portal dimensi yang berada di dekat Daratan Pagoda Berlian, pasti akan terbuka diwaktu terakhir, setelah semua titik-titik di wilayah musuhnya terbuka.


Saat ini, Dewa Abadi dan semua orang melihat titik-titik portal dimensi yang terbuka itu, menantikan apa yang akan keluar. Semua orang berharap yang keluar nanti bukan manusia maupun ras lainnya.


Dewa Abadi tidak lagi berusaha untuk mencegah portal dimensi terbuka, sebab jika itu dilakukan lagi sama saja bodoh. Intinya, dia dan pendukungnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan portal dimensi terbuka.


Setelah 111 titik portal dimensi di wilayah Dinasti Anwuzhi terbuka, keluar berbagai macam ras. Namun anehnya, tidak ada satu Ras Binatang yang keluar dari portal dimensi. Yang keluar adalah Ras Manusia, Ras Iblis dan masih banyak lagi.


Dari semua ras yang keluar, Ras Mayat Hidup yang lebih dominan, jumlah mereka lebih banyak dari ras lainnya. Setelah keluar dari portal dimensi, semua ras itu saling bertarung karena ingin menjadi satu-satunya yang berkuasa di dunia baru, dunia yang kaya raya akan sumber daya alamnya.

__ADS_1


Dewa Abadi dan pendukungnya menghela nafas berat karena tahu rencana busuk musuhnya. Mengumpulkan semua ras di satu tempat dan memanfaatkan keserakahan mereka untuk saling membunuh.


Dan kali ini, penduduk Dinasti Anwuzhi tidak tinggal diam, mereka menyerang siapapun yang keluar dari portal dimensi. Dengan ganas membantai pendatang baru, tidak peduli itu wanita atau yang masih remaja, dengan kejam membantainya.


Di saat pendatang baru akan masuk ke dalam portal dimensi karena yang tidak mungkin menang melawan penghuni di Tiga Alam, portal dimensi tertutup dengan cepat.


"Dewa Abadi, Mahaguru Lu dan juga Mahaguru Sam, Anda tetap di sini, jangan keluar dari Daratan Pagoda Berlian! Biarkan kami yang bertindak menyegel kekuatan mereka!" pinta Raja Chen.


Dewa Abadi dan Mahaguru mengangguk paham karena menjadi incaran musuh utama. Jika keluar dari Daratan Pagoda Berlian, kemungkinan besar jebakan lain sudah menunggunya. Jika tiga orang terkuat masuk jebakan, potensi besar bisa menyebabkan terbebasnya Dewa Perusak.


Musuh utama menginginkan Dewa Abadi, Mahaguru Lu dan Mahaguru Sam tewas. Jika tewas, aura kematian yang mereka yang diinginkan oleh musuhnya karena kuat, terutama Dewa Abadi yang paling kuat dari semua orang di Tiga Alam.


Selain itu, masih ada 100 titik portal dimensi yang belum terbuka di dekat Daratan Pagoda Berlian, tiga orang kuat perlu mengantisipasi hal-hal buruk yang akan keluar dari dalam portal dimensi. Kemungkinan besar yang sudah ditebak oleh Dewa Abadi, adalah Pasukan Omniverse yang akan keluar dari 100 titik portal dimensi.


Raja Chen dan Raja Hu memimpin pasukannya yang memiliki kekuatan di atas penduduk Dinasti Anwuzhi. Selain Dewa Abadi, Mahaguru Lu dan Mahaguru Sam, orang-orang kuat yang lainnya juga tetap berada di Daratan Pagoda Berlian.


Menyegel kekuatan penduduk Dinasti Anwuzhi dan pendatang baru, cukup dilakukan oleh kekuatan di atas mereka, seperti Raja Chen dan Raja Hu yang kekuatannya berada di tingkat The Realm Of Eternal Darkness.


Sedangkan Mahaguru Lu, Mahaguru Sam, dan semua Mahaguru yang berada di tingkat Ruler Of The Universe hingga tingkat Ruler Of Multiverse, harus tetap berada di Daratan Pagoda Berlian.


Bisa dikatakan, yang akan bertarung adalah dari Kasta Kesatria, Kasta Bangsawan dan Kasta Sudrah. Hu Yue Lian dan ketiga sahabatnya juga berpartisipasi dalam menghentikan pembunuhan.


Keempat wanita itu tidak khawatir terbunuh karena memiliki Winged Golden Armor Ring yang akan menyelamatkannya.


"Baru kali ini memiliki kekuatan tidak bisa berbuat apa-apa!" gumam Dewa Abadi dengan nada tak berdaya.


"Inilah bahayanya jika berhadapan dengan orang cerdas. Mereka kuat dan memiliki otak yang cerdas, membuat lawan tangguh seperti kita menjadi keledai!" imbuh Mahaguru Sam yang juga merasakan tak berdaya menghadapi lawan cerdas.


Dewa Abadi diibaratkan sebagai orang yang kaya dan memiliki apapun. Dengan kekayaannya, seharusnya mampu berbuat apapun yang diinginkan. Tetapi, jika tidak ada orang yang menginginkan kekayaannya dan menghiraukannya, apa yang bisa diperbuat oleh Dewa Abadi? Membunuh mereka! Jelas tidak mungkin.


Raja Hu, Raja Chen dan semua orang yang bersamanya, dengan segera mengeluarkan aura kekuatannya untuk menghentikan pertarungan itu. Setiap penduduk Dinasti Anwuzhi dan pendatang baru yang memiliki basis kultivasi rendah, seketika tubuh mereka tertekan oleh aura kekuatan yang lebih tinggi.


Raja Yao muncul di langit, melihat tindakan Raja Chen dan Raja Hu. Namun, dia tidak melakukan tindakan apapun, hanya tersenyum sinis sambil memainkan labu emas di tangannya.


Raja Chen dan Raja Hu siap bergerak mengalahkan Raja Yao jika berniat untuk menggunakan labu emas. Mereka berdua mendekati Raja Yao. Namun, Raja Yao kembali ke dalam istananya.


Sebelum masuk ke istana, dengan suara keras dia berkata, "memiliki kekuatan tinggi tapi tidak bisa berbuat apa-apa! Hahaha!"


Raja Chen dan Raja Hu tidak menanggapi ejekan Raja Yao. Mereka kembali fokus untuk menyegel kekuatan targetnya yang masih saling bertarung, terutama penduduk Dinasti Anwuzhi yang mengejar pendatang baru.


Melihat tindakan Raja Yao, Dewa Abadi memiliki firasat buruk, dia memikirkan rencana musuh dan apa yang mereka inginkan.


Setelah seharian menyegel kekuatan penduduk Dinasti Anwuzhi ada pendatang baru. Raja Chen dan Raja Hu mengiring mereka ke tempat penampungan. Saat melewati lautan kering, tiba-tiba portal dimensi yang menghisap air laut terbuka.


Melihat itu, Raja Chen dan Raja Hu dan beberapa orang yang memiliki kekuatan di bawahnya, bekerja sama untuk menutup portal dimensi itu, mereka tahu portal dimensi itu akan memuntahkan air laut untuk menenggelamkan penduduk Dinasti Anwuzhi ada pendatang baru.


Akan tetapi, satu prajurit Omniverse ikut campur dengan membuka paksa portal dimensi. Raja Chen dan Raja Hu menekan portal dimensi agar tidak terbuka, sedangkan yang lainnya menyerang Omniverse.


Di saat terfokus pada Omniverse, portal dimensi yang lain terbuka kembali secara bersamaan. Hal ini membuat semua orang panik. Dari dalam portal dimensi yang berjumlah 110, keluar Pasukan Omniverse.


Dewa Abadi, Mahaguru Lu, Mahaguru Sam dan semua orang yang berada di Daratan Pagoda Berlian jelas ikut panik. Perkiraan mereka salah, ternyata bukan air laut yang akan dimuntahkan, melainkan hanya untuk pengalihan saja.


Mau tidak mau, Dewa Abadi dan Bai Ge keluar dari Daratan Pagoda Berlian sebelum semua Pasukan Omniverse keluar dari dalam portal dimensi. Mahaguru Lu, Mahaguru Sam dan semua orang yang berada di Daratan Pagoda Berlian juga tidak bisa berdiam diri.


Akan tetapi, setelah keluar, 100 titik portal dimensi yang dekat dengan Daratan Pagoda Berlian terbuka. Lalu keluar Pasukan Omniverse. Dan, Dewa Abadi dan pendukungnya terkurung di laut kering bersama dengan tawanannya.

__ADS_1


Pasukan Omniverse mengepung Dewa Abadi dan pendukungnya di laut kering. Tubuh mereka sangat besar dan mengeluarkan aura kekuatan tingkat Ruler Of The Universe. Dan jumlah mereka lebih dari satu miliar Omniverse, sungguh kekuatan militer yang mengerikan.


"Terjebak lagi!" ucap Bai Ge dengan sangat serius.


Dari banyaknya Pasukan Omniverse, ada dua Omniverse yang tubuhnya lebih tinggi, tinggi badannya mencapai 300 meter, kekuatan mereka berada di tingkat Ruler Of Multi Universe. Mereka berdua adalah jenderal Pasukan Omniverse.


Dengan pasukan sebanyak itu, serta memiliki kekuatan yang tinggi, Dewa Abadi dan penduduknya tidak mungkin mampu melawan mereka. Yang lebih menyulitkan lagi, Dewa Abadi tidak mungkin membunuh mereka.


Jika membunuh Omniverse, sudah pasti kekuatan mereka dimanfaatkan oleh musuhnya untuk membebaskan Dewa Perusak.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Hu Yue Lian yang sudah berdiri di sisi kanan Dewa Abadi, dia menendang wajah penduduk Dinasti Anwuzhi yang tertawa bahagia karena Pasukan Omniverse telah keluar.


Dewa Abadi geleng-geleng kepala karena tidak jawabannya. Karena kesal, dia menginjak kepala penduduk Dinasti Anwuzhi yang berada di depannya hingga pecah.


Siapa yang tidak kesal dengan situasi seperti ditertawakan oleh penduduk Dinasti Anwuzhi yang menghendaki semua ini terjadi.


Mahaguru Lu dan Mahaguru Sam juga tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikan semua ini. Jika mereka hari ini harus tewas, sebenarnya tidak masalah. Masalahnya, kematian mereka yang diinginkan oleh Dewa Langit dan Dewa Surgawi agar energi kematiannya bisa membebaskan Dewa Perusak.


Raja Yao kembali muncul, duduk di bahu Jenderal Omniverse. Dia tertawa puas melihat musuhnya terjebak lagi.


Semua pendatang baru jelas ketakutan karena kemunculan Pasukan Omniverse yang bertubuh raksasa, mahkluk yang belum pernah mereka lihat, membayangkan saja belum pernah. Mereka memohon kepada semua orang kuat untuk membebaskan mereka agar tidak mati sia-sia.


Karena sudah terjebak di lautan kering, Mahaguru Lu memerintahkan kepada semua orang untuk melepaskan segel para pendatang baru. Setelah segel terlepas, mereka bersembunyi di belakang tubuh pasukan dari Dinasti Fandui dan Dinasti Shandui. Mereka siap untuk bertarung karena tidak ada pilihan lain, tapi juga takut kepada Pasukan Omniverse yang diam mematung.


Dewa Abadi menundukkan wajah dengan lesu. Di dalam hatinya, dia selalu memanggil nama gurunya agar diberikan solusi untuk menghadapi permasalahan ini. Tapi, Dewa Pemelihara gurunya tidak menjawab.


Dia menghela nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan untuk menenangkan hati dan pikirannya.


"Dalam menghadapi apapun situasinya, bebaskan pikiranmu!"


Tiba-tiba suara Dewa Pemelihara gurunya terdengar di benaknya. Karena menjadi satu jiwa dan raga, Bai Ge juga mendengar suara Dewa Pemelihara. Tubuhnya gemetaran karena dia terlahir dari kemarahan Dewa Pemelihara.


Bagi Bai Ge, Dewa Pemelihara adalah seorang ayah yang melahirkannya. Ia meneteskan air mata bahagia karena baru pertama kali mendengar suara ayahnya.


Dewa Abadi dan Bai Ge memejamkan mata untuk mencerna ucapan Dewa Pemelihara agar mendapatkan pencerahan.


"Bebaskan pikiran, bebaskan pikiran!" Mereka berdua selalu mengulang ucapan Dewa Pemelihara.


Semua orang terkejut melihat tubuh Dewa Abadi dan Bai Ge mengeluarkan cahaya benderang yang menyilaukan mata. Semua orang yang tidak sanggup melihat segera memejamkan matanya.


Pasukan Omniverse terhuyung-huyung ke belakang karena cahaya benderang tidak hanya menyilaukan mata, tetapi juga mendorong tubuh mereka agar menjauh area lautan kering.


Raja Yao seketika berhenti tertawa, dia juga tidak sanggup melihat cahaya benderang yang menyilaukan matanya.


Secara perlahan, tubuh Dewa Abadi melayang di udara dan terus naik. Yang anehnya, beberapa orang mampu melihat tubuh Dewa Abadi yang menyilaukan mata. Mereka bisa melihat Dewa Abadi karena memiliki hati yang bersih. Dan mereka adalah Mahaguru Sam, Hu Yue Lian dan ketiga sahabatnya.


"Karena pikiran yang menyebabkan semua permasalahan!" Ucap Dewa Abadi dan Bai Ge secara bersamaan setelah memahami ucapan Dewa Pemelihara.


Boom boom...


Luapan energi keluar dari tubuh Dewa Abadi dan Bai Ge karena mendapatkan pencerahan. Luapan energi itu tidak menyakiti siapapun, justru gelombang kejut energi itu membuat semua orang merasakan nyaman dan damai.


"Roarrr!!"


Raungan Pasukan Omniverse seperti binatang, suaranya sangat keras hingga memekikkan telinga bagi mereka yang kekuatannya rendah. Pasukan Omniverse marah karena terintimidasi oleh Dewa Abadi.

__ADS_1


Bai Ge terbang ke langit, lalu tubuhnya perlahan mulai membesar dan mengeluarkan serat-serat petir. Karena Dewa Abadi dan Bai Ge telah mendapatkan pencegahan, semua orang bisa melihatnya.


Mereka tercengang melihat Bai Ge menjadi raksasa, lebih besar dari dua Jenderal Omniverse. Kemudian, Dewa Abadi muncul dan sudah duduk di leher Bai Ge, menatap ke arah Jenderal Omniverse.


__ADS_2