God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Syarat Suku Pohon.


__ADS_3

Bab 40. Menikah Dengan Kepala Suku Pohon.


...****************...


Evilyn dan Angela berhasil melarikan diri dari Suku Angin bersama anggota andalannya. Dia sudah dua kali untuk menyelamatkan sisa-sisa anggotanya yang tertangkap, namun selalu gagal.


Setelah berhasil lolos berkat Mahkota Dewi Perang, Evilyn kembali ke tempat kapal Interstellar untuk mengambil peralatan yang masih bisa digunakan, terutama amunisi.


Saat ini mereka berada jauh dari lokasi Dewa Binatang dan wilayah Suku Angin, berada di bawah kaki Gunung Singa, tetapnya bersembunyi di dalam gua.


"Ke mana dia, pergi tidak berpamitan!" sungut Evilyn yang kesal kepada Dewa Binatang, dia melihat peta yang sempat dibuat oleh personil kapal Interstellar.


"Jangan marah, bos! Aku yakin dia akan mencari kita!" sahut Angela yang percaya kepada Dewa Binatang akan menemukan mereka. Baginya, seorang Dewa dengan mudah menemukan keberadaan mereka saat ini.


"Lebih baik kita manfaatkan waktu untuk berkultivasi. Nanti, pas dia menemukan kita, kita sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk bertahan hidup dan mendukungnya," lanjutnya yang tidak ingin membuat Dewa Binatang kecewa karena tidak serius untuk berkultivasi.


Ketika mereka bertarung dengan Suku Angin, mereka baru sadar jika teknologi canggih tidak berpengaruh terhadap serangan energi spiritual. Teknologi hanya berguna ketika lawan juga menggunakan hal yang sama.


Untung saja mereka bisa kabur karena kelengahan anggota Suku Angin sehingga persenjataan Mahkota Dewi Perang berhasil melukai mereka. Jika tidak, mereka akan mengalami nasib buruk seperti rekannya yang tertangkap, di mana rekannya mengalami penyiksaan.


"Bilang kepada si bodoh untuk berjaga. Setelah 12 jam. setelah itu, kita akan gantikan mereka!" perintah Evilyn kepada Angela.


Angela segera berdiri dan keluar dari gua. Di luar gua, teman-teman sedang membuat jebakan untuk melindungi persembunyian dari penghuni Mysterious Land. Setelah memberikan tugas kepada rekannya, Angela kembali ke dalam gua.


"Setelah kekuatan kita meningkat, kita akan berusaha menyelamatkan mereka," kata Evilyn yang tidak menyerah untuk membebaskan anggotanya yang dipenjara.


"Itu harus, mereka sudah seperti keluarga!" jawab Angela sambil duduk bersila, lalu kedua tangan membuat gerakan untuk mengaktifkan Teknik Kultivasi yang diberikan oleh Dewa Binatang.


Evilyn juga melakukan hal yang sama, dia ingin sesegera mungkin meningkatkan kekuatan untuk menyelamatkan anggotanya. Dengan energi spiritual yang melimpah di Mysterious Land, dia berkeyakinan akan cepat naik level.


...****************...


Dewa Binatang keheranan melihat banyak wanita yang dengan sengaja menarik perhatiannya, ada yang memberikan bunga, kue hasil masakan sendiri, bahkan tidak malu-malu mencium pipinya.


Kaum pria juga sama, mereka berusaha dekat dengannya dan berharap menjadi saudara angkat atau saudara ipar. Konyolnya lagi, ada beberapa pria yang memperkenalkan istrinya agar Dewa Binatang tertarik, mereka berharap mendapatkan anak darinya.


Dao Li Nuwa tertawa kecil melihat Dewa Binatang yang kewalahan menghadapi wanita dan pria. Bahkan dirinya tanpa sungkan memeluk lengan kanannya seperti seorang kekasih.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan wanita-wanita ini?" bisik Dewa Binatang.


"Nanti kamu akan tahu setelah menemui Kepala Suku dan tetua!" jawab Dao Li Nuwa yang ingin membuat Dewa Binatang penasaran.


Tiba-tiba ada gadis kecil usia 9 tahun memeluk kaki kanan Dewa Binatang. Lalu dia bertanya, "Kakak, bisakah aku menjadi istrimu?"


Dewa Binatang tertawa dengan pertanyaan bocah ini, lalu dia berjongkok sambil mengacak-acak rambut gadis kecil itu.


"Nanti kalau usiamu 18 tahun. Kakak bisa pikirkan hal ini!" jawab Dewa Binatang yang teringat dengan Qiaofeng yang dulunya adalah murid dan menjadi istrinya.


"Janji ya! Besok aku sudah 18 tahun. Pokoknya Kakak harus menjadi suamiku!" ucap gadis itu dengan antusias dan membuat Dewa Binatang tertawa, dia mengepalkan tangan kanan yang dijulurkan ke Dewa Binatang sebagai bentuk ikatan janji.


Jelas mana mungkin usia 9 tahun dalam semalaman menjadi usia 18 tahun. Hal yang tidak masuk akal bagi siapapun. Namun, Dewa Binatang tidak tahu jika gadis kecil itu adalah Demon Rabbit Mythical yang menyamar sebagai gadis kecil.


Gadis itu bernama Dao Meimei, tanpa nama Li karena usainya. Setelah usianya 17 tahun lebih dan melakukan ritual melepas masa kecil, maka nama Li bisa dipergunakan.


Ketika Dao Meimei bermain bersama dengan teman-temannya, dia diculik oleh Demon Rabbit Mythical tanpa diketahui oleh temannya. Demon Rabbit Mythical memakan Dao Meimei hidup-hidup. Kemudian, dia menggunakan penampilan Dao Meimei untuk mendekati Dewa Binatang.


"Seorang pria harus menepati janjinya. Percayalah, Kakak akan memenuhi janji!" jawab Dewa Binatang sambil menyatukan kepalan tangan kanannya di tangan Dao Meimei.


"Husst...! Kamu tidak boleh berkata begitu kepada Kepala Suku!" teguran Dao Li Nuwa.


Dewa Binatang tersenyum, lalu dia berdiri dan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke tempat pertemuan Suku Pohon. Dao Meimei menyilangkan kedua tangan di pinggangnya sambil melihat kepergian Dewa Binatang.


"Tubuhmu unik dan langka. Aku harus memilikimu!" gumam Demon Rabbit Mythical yang memiliki niat buruk terhadap Dewa Binatang.


Demon Rabbit Mythical sengaja memeluk Dewa Binatang untuk merasakan energi yang bersemayam di dalam tubuhnya. Saat tahu Dewa Binatang memiliki kekuatan yang mampu meningkatkan kekuatannya, dia bertekad untuk memakannya.


"Mei, ayo main!" ajak temannya Dao Meimei yang seumuran.


Dengan senang hati Demon Rabbit Mythical yang menyamar sebagai Dao Meimei mengikuti teman-temannya, dia berniat untuk memakan mereka ketika jauh dari pemukiman Suku Pohon.


Akhirnya Dewa Binatang menemui Dao Li Xia dan empat tetua yang sudah menunggu di rumah pertemuan. Jaraknya tidak jauh dari rumah pohon milik Kepala Suku, berhubungan banyak orang yang ingin berkenalan dengannya, perjalanan itu memakan waktu.


Setelah masuk, Dewa Binatang melihat ada banyak wanita muda yang dikelompokkan, dari usia 17 tahun hingga 35 tahun. Dari aroma tubuh mereka, Dewa Binatang mencium Energi Yin murni alias masih perawan.


Lalu melihat kelompok lain, dari berusia 20 tahun hingga 70 tahun. Dari penampilannya dan juga tidak memiliki Energi Yin murni, bisa dipastikan wanita-wanita itu janda atau masih memiliki pasangan.

__ADS_1


Lalu.dia melihat Dao Li Xia yang berkumpul dengan para tetua, di sana juga ada Dao Li Chunhua. Kali ini, Kepala Suku Dao Li Xia mengenakan pakaian yang anggun layaknya seorang mempelai wanita yang akan menikah. Wajahnya ceria dan lebih cantik ketika bersolek.


Kecantikan Dao Li Xia dan semua wanita tidak menarik perhatian Dewa Binatang karena terfokus pada satu tempat di belakang kursi Kepala Suku Pohon, di mana ada sebuah patung manusia burung.


Yang menarik perhatiannya adalah dua batu yang sangat langka di alam semesta, kedua batu tersebut dijadikan mata untuk patung burung bertubuh manusia, warna hijau dan merah api.


"Elemental Stone dan Death Stone!" batin Dewa Binatang yang mengetahui jenis kedua batu tersebut.


Kedua batu tersebut digunakan untuk menempa artefak binatang 7 dan juga bahan utama pembuatan Formasi Array. Saat membuat Formasi Pentagram Samsara, dia kekurangan kedua bahan tersebut. Dan kemungkinan besar kegagalan fungsi Formasi Pentagram Samsara dikarenakan tidak menggunakan material Elemental Stone dan Death Stone. Agar Formasi Pentagram Samsara berfungsi, dia menggunakan bahan lain.


Sebenarnya ada 14 jenis material yang dibutuhkan untuk membuat Formasi Pentagram Samsara, semuanya jenis batu. Semua bahan itu mutlak diperlukan, kekurangan satu bahan sudah dipastikan akan membuat kegagalan.


Batu yang dibutuhkan untuk membuat Formasi Pentagram Samsara adalah Strom Stone, Space Stone, Shadow Stone, Infinite Stone, Elemental Stone, Soul Stone, Gravity Stone, Time Stone, Death Stone, Star Stone, Anger Stone, Blood Stone, Curse Stone dan terakhir adalah Solid Stone.


Jika 14 batu semesta terkumpul, maka Formasi Pentagram Samsara bisa sempurna. Jika digunakan untuk pembuatan senjata, kekuatannya setara dengan Artefak Alami, seperti Pedang Semesta.


"Akhirnya kamu bangun juga. Apakah kondisimu baik-baik saja?" sapa lembut Dao Li Xia dan diakhiri bertanya.


"Berkat Suku Pohon yang merawat saya... Seperti yang sudah Anda lihat saat ini!" jawab Dewa Binatang


"Silakan duduk. Kamu pasti banyak pertanyaan sebelum datang ke sini." kata Dao Li Xia, dia berjalan menuju ke kursi Kepala Suku yang terbuat dari bahan kayu pilihan.


Dewa Binatang duduk ditempat yang telah disediakan, dia duduk diapit oleh Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua. Di depannya meja panjang. Setiap kursi memiliki pemiliknya, dan semua wanita itu adalah pemiliknya. Sedangkan empat tetua duduk di sisi kanan dan kiri dari Dao Li Xia.


"Sebenarnya tidak banyak pertanyaan, hanya ada dua. Apakah ada berita perkembangan terbaru mengenai teman-teman saya? Kedua, sebenarnya ada apa ini, semuanya berubah setelah aku pingsan?" jawab Dewa Binatang yang segera bertanya kepada Dao Li Xia.


Sebelum Dao Li Xia menjawab, Dewa Binatang teringat sesuatu.


"Oh iya, ada satu lagi! Bisakah aku memeriksa tempat yang membuat saya tidak sadarkan diri?" tanyanya.


Dao Li Xia dan empat tetua sudah menebak Dewa Binatang akan bertanya tentang ketiga hal ini, dan mereka sudah mempersiapkan jawabannya.


"Untuk jawaban ketiga... Sebenarnya ada aturan yang dipatuhi oleh semua penduduk asli Mysterious Land. Dikarenakan kamu baru dan kami membutuhkan kejujuranmu waktu itu, maka kita bisa memasuki Jurang Kebenaran. Biasanya Jurang Kebenaran bisa dikunjungi ketika hari suci. Jika kamu ingin memasuki Jurang Kebenaran, satu-satunya jalan ...," terang Dao Li Xia, namun dia berhenti menjelaskan karena malu apa yang akan dikatakannya.


"Harus menikah dengan Kepala Suku Pohon, maka kamu memiliki akses ke Jurang Kebenaran dengan bebas!" sambung tetua pertama yang bernama Dao Li Qian, seorang wanita tua yang penampilannya masih seperti usia 50 tahun, ternyata dia bisa bahasa yang digunakan oleh Dewa Binatang.


Dewa Binatang langsung melongo mendapatkan jawaban yang tidak pernah diduga-duga. Dia pikir akan mendapatkan penolakan dan diusir dari wilayah Suku Pohon, dan hal terburuknya adalah bentrok.

__ADS_1


__ADS_2