
Bab 112. Permainan Tian Bo.
Di ruang santai, Dewa Binatang yang masih memeluk putrinya, selalu memikirkan kisah ini. Demikian pula dengan semua istrinya.
"Apakah Ayah waktu itu menunggu She'er di Galaksi Petir?" tanya Tian She Meili yang ingin tahu, apakah Dewa Binatang menunggunya.
Karena Celestial She telah terbunuh, sudah pasti tidak mungkin menepati janjinya kepada Tian Zhi Shimo. Ada rasa bersalah sebelum ajal menjemputnya. Oleh karena janjinya itu, dia rela memisahkan jiwanya sendiri agar bisa bereinkarnasi. Selain itu, dia berharap bisa bertemu dengan putrinya yang baru lahir.
Darah dan jiwa milik Celestial She diletakkan di dalam cangkang telur. Kemudian, salah satu orang kepercayaannya membawa telur itu meninggalkan Benua Bulan Kembar. Entah bagaimana bawahannya bisa berada di Galaksi Arcadia, Tian She Meili atau Celestial She tidak mengetahuinya.
"Iya. Sesampainya di sana, sudah ditunggu oleh utusan dari Maharaja Yaksa dan Kaisar Langit, entah bagaimana mereka mengetahui tujuan kita. Di sanalah, aku ... Serangan mendadak yang tak terduga lebih dari 7 orang yang membuatku mati. Segala kemampuanku tidak bisa digunakan untuk melawan mereka. Kemungkinan besar, mereka menggunakan Pagoda Emas milik Kaisar Langit, tanpa aku ketahui...," jawab Dewa Binatang.
Dia berhenti berbicara untuk melihat Yuna Aurora, Qin Diao Chin dan Yuke secara bergantian, lalu melanjutkan ceritanya, "keadaanku waktu itu, sama seperti kita yang dikepung oleh mereka. Dengan menggunakan Pagoda Emas, segala kemampuan kita dinetralisir. Kita bisa lolos dari Kematian jiwa, itu dikarenakan kekuatanku lebih tinggi daripada sewaktu berada di Galaksi Petir, dan berkat bantuan dari Qin Diao Chin yang selama ini selalu mengikutiku saat menjalani siklus Samsara!"
Setelah Dewa Binatang selesai bercerita, Tian She Meili segera bertanya, "waktu itu setelah kita berpisah, kapan Ayah tiba di Galaksi Petir?"
Dewa Binatang tidak segera menjawab karena sedang berpikir serta menghitung waktu. Setelah beberapa saat, dia menjawab, "waktu yang sama saat Celestial She melahirkan!"
Jawaban Dewa Binatang, membuat semua istrinya berpikir keras untuk menyambung garis merah atas dua kejadian yang terjadi hampir bersamaan.
"Apakah ayah kita terlibat dalam dua kejadian itu?" tebakan Tian Lihua yang mencurigai Tian Bo telah mengatur semua kejadian masa lalu.
Dewa Binatang dan semua istrinya mengangguk sebagai respon.
Kemudian, Dewa Binatang berbicara, "bisa jadi benar dan juga tidak. Itu akan kita ketahui saat bertemu dengan beliau!"
"Peperangan Global yang akan terjadi, apa bukan karena skema dari ayah? Jika benar, dan ini menurut hipotesis-ku, peperangan yang akan datang seharusnya bisa dicegah dengan mudah. Jika memang benar-benar terjadi, apa manfaat peperangan yang akan datang untuk ayah?" interupsi Tian Shuwan.
Karena hal ini masalah internal keluarga, semua istrinya tidak ikut berbicara. Tetapi, berhubungan melibatkan banyak orang, terutama melibatkan keluarga besar Dewa Binatang, semua istrinya sudah mencurigai Tian Bo sebagai dalangnya.
Dan, pertanyaan yang dikatakan oleh Tian Shuwan, menjadi pemikiran semua orang, terutama Dewa Binatang.
"Seperti yang dikatakan oleh para Kitab Suci, dalam peperangan itu, kita akan berusaha meminimalkan korban jiwa. Saat ini, kita fokus pada itu dulu. Perihal tentang tujuan beliau, suatu hari nanti kita akan mengetahuinya...," kata Dewa Binatang yang enggan membicarakan hal-hal yang masih belum jelas, walaupun hatinya juga mencurigai ayah kandungnya.
"Rayakan hari ini untuk menyambut Celestial She yang telah kembali bersama keluarga besar kita!" imbuhnya dengan tujuan agar tidak lagi mengenang masa lalu dan membicarakan tentang Tian Bo.
"Hore!!" seruan Tian She Meili yang kembali ceria seperti dulu.
Suasana pun mencair karena Tian She Meili. Semua istri Dewa Binatang, segera membuat acara untuk putrinya.
__ADS_1
Di saat semua istrinya sibuk, Dewa Binatang berpikir sejenak, dia ingin menjemput putrinya yang berada di Benua Bulan Kembar.
"Setelah dari Galaksi Caldwell, aku ingin menjemput putri kita di Benua Bulan Kembar," kata Dewa Binatang kepada Dao Li Xia sambil mengelus perut istrinya.
Tian She Meili yang sedang bermain di dekatnya segera menyahut, "jangan! She'er khawatir ayah mertua saat ini sedang mengawasi kita ... Biarkan putri kita aman di sana!"
"Putri kita ... Saudari She memang benar. Alangkah baiknya untuk saat ini kita jangan kesana dulu. Tunggu sampai kita bertemu dengan ayah mertua!" dukungan dari Shuǐ Jingling yang kebingungan harus memanggil nama Tian She Meili sebagai putri, atau Celestial She sebagai istri dari suaminya.
Dewa Binatang tersenyum masam karena terlalu khawatir dengan putrinya yang berada di Benua Bulan Kembar.
"Celestial She yang dulu sudah tidak ada. Saat ini She'er adalah Tian She Meili, putri dari Dewa Binatang. Nanti, setelah She'er tumbuh dewasa, baru kembali menjadi istrinya," ucap Tian She Meili.
Dewa Binatang spontan tertawa mendengar omongan Tian She Meili...
...****************...
Di Alam Kudus.
Ada dua pria bertemu di satu tempat rahasia, tua dan separuh baya. Mereka adalah Tian Bo ayah dari Dewa Binatang, dan pria tua itu adalah Tian Ba si God Of Partikel. Mereka adalah ayah dan anak.
"Firasatku tidak baik ...! Tindakanmu terlalu berlebihan!" teguran God Of Partikel kepada Tian Bo.
God Of Partikel geleng-geleng karena putranya yang keras kepala, dan semaunya sendiri dalam melakukan apapun, tanpa peduli siapa yang menjadi korbannya
"Berhentilah berkompetisi dengan keluarga Zhi, tidak ada gunanya! Semua kehidupan sudah sempurna dan biarkan berjalan dengan sendirinya. Tidak perlu lagi membuat eksperimen yang mengorbankan banyak jiwa. Cukup, hentikan!" perintah God Of Partikel.
Ya, konflik antara keluarga besar Tian dan Zhi sudah lama berlangsung sebelum bencana Petir Semesta. Hingga saat ini, kompetisi itu terus berlanjut, dan pertaruhan itu untuk menjaga dominasi sebagai satu-satunya mahkluk kasta tertinggi di alam semesta.
Terjadinya segala kekacauan di Alam Jagat Raya, itu dikarenakan ketidakpuasan keluarga Tian dan Zhi terhadap ciptaannya, di mana mereka selalu mengendalikan setiap kehidupan untuk dijadikan bahan uji coba.
"Jika mereka berhenti, aku juga ikut berhenti! Segala konsekwensinya, aku yang tanggung jawab!" sahut Tian Bo dan meninggalkan ayahnya dengan wajah kesal.
"Termasuk kemarahan Universe Lightning?" ucapan God Of Partikel membuka luka lama yang selalu dipendam oleh Tian Bo.
Tian Bo langsung berhenti berjalan, lalu berbicara dengan nada penuh percaya diri,
"Iya. Dulu aku memang lemah dan hanya bisa menerima kekalahan. Saat ini... Jika setan itu datang kembali, aku sudah siap menghadapinya...,"
Tian Bo berhenti berbicara sambil membalikkan badan, "saat ini, kondisinya melemah karena menahan kebangkitan Lord Dark Matter ... Aku sudah bertemu dengannya dan melihat kondisinya!" lanjutnya.
__ADS_1
God Of Partikel tersenyum kecut karena putranya terlalu meremehkan Universe Lightning. Sebelum putranya membalikkan badan, dia berkata, "berarti kamu sudah siap menghadapi putramu sendiri?"
Tian Bo tertawa yang seakan-akan tidak takut dengan Dewa Binatang karena masih dianggap anak-anak. Setelah tertawa, dia berkata, "sekali uji coba, selamanya tetap uji coba. Aku baik dan tunduk hanya karena ada nenek dan ibunya. Mereka berdua ... Saat ini sudah bukan lagi hambatan!"
Setelah berbicara, dia meninggalkan ayahnya. Sebelum mencapai pintu keluar, God Of Partikel memberikan peringatan terakhir, "jika begitu, aku tidak akan ikut campur lagi dalam masalahmu. Lakukan sesuai kehendakmu. Dan jangan lupa, resiko kamu yang tanggung jawab!"
"Iya, Ayah jangan khawatir! Aku sudah bosan dengan basa-basi ini! Peperangan Global sudah didepan mata ... Ayah cukup melihat, bagaimana aku membuat permainan ini menjadi menarik. Yakinlah, saat itu tiba, aku akan mengalahkan dia (keluarga besar Zhi)."
Tian Bo segera meninggalkan ayahnya karena malas berdebat dan selalu diberi peringatan, hal yang memuakkan baginya selama ini. Dulu, dia selalu menuruti perintah dan perkataan dari God Of Partikel karena dulu kekuatannya rendah.
(Kaisar Langit dan keturunannya berasal dari keluarga besar Tian, sedangkan Maharaja Yaksa berasal dari keluarga besar Zhi.)
God Of Partikel menghela nafas panjang sambil melihat atap ruangan.
"Hidup itu sederhana dan indah, kenapa harus dengan sengaja dipersulit? Cucuku, kuharap kau mampu melewati rintangan terbesarmu! Kakek hanya bisa melihat perseteruanmu dengan ayahmu sendiri! Pengalamanmu selama ini, kuharap semakin bijak, tidak menyalahkan keluarga besar Tian dan Zhi, hanya beberapa orang yang bersalah, tidak semuanya!"
Setelah God Of Partikel bergumam, dia menghilang dari tempat duduknya.
Mereka berdua belum mengetahui jika keempat anak perempuannya telah dihidupkan kembali oleh Dewa Binatang. Seandainya tahu, kemungkinan besar akan menghentikan Peperangan Global, dan bersiap untuk menerima kemarahan Dewa Binatang dan keempat putrinya.
...****************...
Di dalam Dunia Jiwa, Dewa Binatang dan istrinya mengadakan perayaan sederhana untuk menyenangkan hati Tian She Meili, dan sekaligus sebagai hadiah karena telah memberikan Mata Surgawi.
Walaupun acara diadakan secara sederhana, karena Dewa Binatang, yang hadir tetap saja orang-orang penting dalam kekaisaran.
Dewa Binatang mengobrol dengan para pejabat istana. Dan banyak pejabat yang tidak sabar berpatisipasi dalam Peperangan Global.
"Latihan yang akan datang, kalian bisa ikut serta. Tetapi, biarpun itu hanyalah latihan, korban jiwa akan selalu ada," kata Dewa Binatang kepada semua bawahannya.
"Yang Mulia, Anda jangan khawatir, dan kami tahu resikonya. Latihan ini sekaligus untuk membuktikan pencapaian kita selama tinggal di Dunia Jiwa!" ucapan Seng Long Pang yang menjabat sebagai Penasihat Istana, dia adalah ayah dari Seng Long Shu.
Seng Long Shu adalah Fairy Shu, istri Dewa Binatang. Mereka menikah ketika berada di Galaksi Asal Muasal.
"Jujur saja, semenjak kita berada di sini, kita kekurangan pengalaman bertarung. Latihan ini sangatlah penting bagi kita semua. Kira-kira, kapan latihan dimulai, Yang Mulia?" sambung Yang Dang yang menjabat sebagai Penasihat pertama.
Yang Dang adalah ayah kandung dari Yang Hua si Gadis Merak. Yang Hua juga istri dari Dewa Binatang.
"Dua hari setelah acara ini. Aku akan keluar dari sini untuk mempersiapkan markas sementara!" jawab Dewa Binatang.
__ADS_1
Kemudian, acara dilanjutkan hingga tengah malam, di mana acara dihentikan ketika Tian She Meili tertidur pulas...