
Bab 85. Dewa Angin dan Dewa Air.
Sha Meyleen dan Gong Fang tidak menghiraukan perkataan Dewa Binatang, mereka tahu jika ucapan pria ditanggapi maka tidak akan ada habisnya untuk selalu menggoda.
Dewa Binatang mengeluarkan sebuah botol giok berisi pil, lalu meletakkan di meja. Sha Meyleen dan bawahannya melihat botol itu.
"Itu berisi Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi tahap puncak bintang satu. Aku akan berikan kepada kalian asal mau membantuku. Apa kalian bersedia membantuku?" kata Dewa Binatang yang mulai pada inti tujuannya melelangkan Buah Suci tingkat Surga.
Sha Meyleen dan bawahannya sedikit terkejut karena ucapan Dewa Binatang yang seakan-akan membual, sebab seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa tidak ada Alkemis tingkat Prajurit Surgawi.
Karena ingin tahu apakah benar ucapan Dewa Binatang, Sha Meyleen berkata, "saya akan periksa dulu!"
Dewa Binatang mengangguk sebagai jawaban. Segera Sha Meyleen mengambil botol giok berwarna biru itu yang tampak biasanya saja. Biasanya jika botol giok berisi pil tingkat tinggi selalu mengeluarkan aroma serta memancarkan energi spiritual.
Dengan perlahan Sha Meyleen membuka penutup botol giok. Seketika aroma khas pil tercium hidung mereka, dan juga sensasi yang dirasakan berbeda dari Buah Suci. Tubuh mereka bergetar karena dantian-nya bergejolak tanda akan menerobos, namun bukan berarti akan naik level, melainkan respon dari dantian yang menginginkan Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi.
"Segera ambil catatan sejarah Alchemist!" perintah Sha Meyleen kepada Chou Chen sambil menutup botol. Dia akan mengeluarkan pil untuk diperiksa setelah mengetahui ciri-ciri pil setingkat ini, tingkatan yang belum pernah ada di Planet Arcadia.
"Baik, Pemimpin."
Chou Chen segera keluar dari ruang nomer 9 untuk mengambil catatan sejarah Alchemist. Sedangkan kedua wanita itu, mereka kembali melihat wajah tampan Dewa Binatang.
"Jadi ini Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi tahap binatang satu?" tanya Sha Meyleen kepada Gong Fang, dia memang kurang dalam pengetahuan hal ini.
"Saya juga tidak tahu, Pemimpin. Mungkin paman Gong Yao mengetahuinya!" jawab Gong Fang.
"Itu memang ciri-ciri Pil Kultivasi tingkat tinggi. Apa benar pil setingkat ini tidak pernah ada di tempat ini?" tanya Dewa Binatang.
Pengetahuan Alkemis di Planet Arcadia tidak jauh berbeda dengan Galaksi Aurora, hanya berbeda penamaannya. Bintang satu merujuk pada pil garis satu yang telah ditingkatkan dari tahap puncak.
"Ada, tapi itu pada masa sebelum kepemimpinan Kaisar Sun Quan. Karena zaman itu sudah sangat lama, pengetahuan tentang ini juga ikut dilupakan!" jawab Sha Meyleen.
"Jika memang ini Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi, apa yang menjadi keinginan Tuan Muda?" imbuhnya dengan bertanya.
"Sebelum aku mengutarakan keinginan, aku mau bertanya dulu. Apa Anda tahu kenapa Kaisar Bowen membubarkan kekaisaran dan meninggalkan tempat ini?" tanya Dewa Binatang sebelum mengungkapkan tujuannya.
"Tuan Muda benar-benar tidak tahu?" tanya balik Sha Meyleen yang keheranan, padahal peristiwa ini sudah banyak diketahui oleh penduduk Planet Arcadia.
Dewa Binatang menggelengkan kepala, lalu dia berkata, "berita kan bisa saja dimanipulasi dengan tujuan tertentu untuk menutupi suatu peristiwa yang penting! Berita umum sudah kuketahui, tapi kuyakin ini tidak sesederhana itu. Karena Anda memiliki banyak koneksi, sudah tentu banyak mendapatkan informasi penting, pasti ada hal besar dibalik peristiwa ini, tidak mungkin semudah itu membubarkan kekaisaran!"
Perkataan Dewa Binatang yang panjang lebar mudah dipahami oleh Sha Meyleen dan Gong Fang, mereka berdua saling bertukar pandangan penuh arti.
__ADS_1
Perkataan Dewa Binatang memang benar, tidak semudah membalikkan telapak membubarkan suatu pemerintahan besar. Pasti akan ada pergolakan di mana-mana, akan banyak bermunculan pemerintahan baru.
"Memang benar, ada hal besar dibalik semua ini. Sebenarnya ini sangat rahasia dan hanya diketahui oleh pihak-pihak tertentu. Saya harap Anda tidak membocorkan rahasia ini karena akan membuat kekacauan. Bisakah Anda menjaga rahasia ini?" tanya Sha Meyleen sebelum mengungkapkan rahasia Kaisar Bowen.
"Percayalah!" jawab Dewa Binatang dengan tegas dan meyakinkan.
"Saya akan bicara secara singkat dan pada intinya saja. Kaisar Bowen ketakutan dengan seseorang yang dijuluki sebagai Dewa Binatang. Beliau membubarkan kekaisaran dengan tujuan menyelamatkan keturunan yang berada di sini agar tidak menjadi korban kejahatan Dewa Binatang. Selain itu, menurut informasi dari mata-mata kita, akan ada Peperangan Global yang dipicu oleh Dewa Binatang. Kaisar Bowen bersekutu dengan penguasa Alam Suci untuk melawan Dewa Binatang bersama-sama...," ungkap Sha Meyleen.
Dewa Binatang tertawa di dalam hatinya karena dituduh sebagai penjahat, padahal dia hanya kejam kepada musuhnya...
...****************...
Di tempat lain, tepatnya di Lembah Arwah.
Raja Arwah berhadapan dengan dua orang pria paruh baya. Mereka berdua adalah utusan dari Alam Suci, mereka adalah Dewa Angin dan Dewa Air. Kekuatan mereka berdua berada di tingkat True Alfa level 90.
Kedua Dewa tersebut telah banyak memusnahkan Roh-roh iblis yang berada di luar gua. Setelah itu mereka menemui Raja Arwah sebagai biang masalah.
"Ada apa kalian menemuiku? Apa kalian ingin mati!" tanya Raja Arwah dengan nada ketus, dia tidak sedikitpun takut kepada mereka.
Kedua Dewa itu menyunggingkan senyum sinis. Lalu Dewa Angin berbicara, "kau telah mengganggu kedamaian di tempat ini dengan memanipulasi pikiran banyak pejabat penting. Tujuanmu pasti ingin menguasai Planet Arcadia, kan?"
"Demi perintah Tuanku, apapun pasti kulakukan. Iya, aku diperintahkan untuk menguasai Planet Arcadia yang akan dimurnikan!" ungkap Raja Arwah.
Setiap kali pejabat yang dirasuki oleh roh iblis itu ditangkap, mereka segera membunuh dirinya sendiri dengan menelan pil beracun. Setelah itu, roh iblis keluar dari tubuh mereka dan segera membuat kekacauan. Untungnya saja setiap roh iblis bisa dimusnahkan sehingga tidak sampai diketahui oleh publik.
Mereka mengetahui tentang Raja Iblis saat mendapatkan informasi dari salah satu roh iblis yang berhasil dikalahkan sebelum dimusnahkan. Oleh sebab itu, kedua Dewa tersebut segera bertindak untuk memusnahkan Raja Arwah dan anak buahnya.
Menurut hipotesis kedua Dewa tersebut, setelah Raja Arwah menguasai Planet Arcadia, maka memurnikan kehidupan menjadi lebih mudah karena tidak ada lagi perlawanan.
"Siapa tuanmu?" selidik Dewa Air sebelum bertindak.
"Kalian tidak layak mengetahuinya! Setelah kalian mengetahui tujuanku, kupastikan kalian tidak akan kembali!" jawab Raja Arwah dengan sorot mata tajam yang makin berwarna merah pekat.
Setelah menjawab, dia langsung menyerang Dewa Angin dan Dewa Air. Kemudian, kabut hitam makin tebal hingga menghalangi pandangan kedua Dewa tersebut.
Dewa Angin segera mengeluarkan kemampuan dalam mengendalikan elemen angin, di mana dia meninju ke arah Raja Arwah. Lalu tinjunya berubah menjadi pusaran angin dan menghisap kabut hitam.
Dewa Air tidak tinggal diam, dia juga mengeluarkan kemampuan dalam mengendalikan elemen air, di mana memanfaatkan kelembaban gua untuk dijadikan air. Setelah air terkumpul, dia merubah air menjadi ribuan pedang dan melesat ke arah Raja Arwah.
Kecepatan serangan ribuan pedang makin meningkat manakala didorong pusaran angin. Akan tetapi, Raja Arwah menyatu dengan kabut hitam sehingga serangan mereka tidak mengenai tubuhnya.
__ADS_1
Serangan itu membentur dinding gua sehingga memicu suara ledakan hebat, tetapi tidak sampai meruntuhkan gua, padahal kekuatan mereka sangat kuat. Bisa dipastikan gua tersebut sangat kokoh.
Raja Arwah menertawakan kedua Dewa tersebut yang tidak mampu menyentuhnya karena menyatu dengan kabut hitam. Mereka berdua jelas marah dengan kembali menyerang Raja Arwah yang telah diketahui posisinya.
Akan tetapi, serangan mereka kembali berdua mengenai dinding gua. Tawa Raja Arwah makin keras karena kegagalan musuhnya.
"Aku diciptakan oleh Tuanku dari energi kegelapan... Kekuatan kalian yang berasal dari energi spiritual tidak akan berpengaruh kepadaku. Akulah energi, segala bentuk energi apapun akan makin menguatkan tubuhku. Bodoh, jika kalian menyerangku dengan energi spiritual! Waktunya kalian menjadi anak buahku!" terang Raja Arwah.
Kedua Dewa itu akhirnya mengerti bahwa musuhnya adalah energi. Rasa takut pun menghinggapi pikiran dan hati mereka. Lalu mereka berdua melihat kabut hitam makin tebal dan dengan cepat mengepungnya.
Kedua Dewa itu tidak tinggal diam walaupun tahu serangan energi spiritual tidak akan berpengaruh terhadap Raja Arwah. Mereka mengeluarkan seluruh kekuatan serta kemampuan untuk mengalahkan Raja Arwah.
Raja Arwah menertawakan musuhnya yang gagal menyerang. Lalu dia mengendalikan kabut hitam yang mengepung mereka. Kabut hitam itu memasuki pori-pori kulit mereka.
Tahu jika akan dikendalikan oleh Raja Arwah melalui kabut hitam, kedua Dewa tersebut memblokir seluruh pori-pori kulit tubuhnya. Kabut hitam gagal memasuki pori-pori kulit, dan membuat mereka sedikit lega.
Raja Arwah kembali tertawa walaupun musuhnya berhasil memblokir pori-pori kulit, "bodoh! Semenjak kalian masuk ke gua, kekuatanku sudah merasuki tubuhmu! Saatnya kalian mengabdi kepadaku!" ungkap Raja Arwah
Tahu arti perkataan Raja Arwah, kedua Dewa itu segera melarikan diri karena gua ini menyulitkan mereka untuk mengeluarkan semua kekuatan. Sayangnya, Raja Arwah jelas tidak melepaskan mereka begitu saja, dia segera mengendalikan kabut hitam yang telah merasuki tubuh musuhnya.
Seketika tubuh kedua Dewa itu tidak bisa digerakkan. Mereka buru-buru memeriksa seluruh organ dalam dengan tujuan menetralisir kabut hitam. Akan tetapi, tiba-tiba mereka berhadapan dengan Hati Iblis di dalam pikirannya, sosok yang selalu menghalangi pertumbuhan setiap kultivator.
Hati iblis adalah manifestasi diri di sisi tergelap pada setiap kehidupan. Bisa dikatakan adalah perwujudan diri sendiri. Untuk mengalahkan Hati Iblis, maka setiap orang harus mampu membuang segala pikiran negatif.
Dan, Raja Arwah mengetahui sisi terlemah setiap kehidupan. Dengan adanya Hati Iblis, maka dia bisa mengendalikan setiap kehidupan, dengan cara memasukkan roh iblis untuk menjalankan rencananya.
Dewa Angin dan Dewa Air bertarung dengan Hati Iblis-nya, di mana mereka memiliki keinginan untuk menjadi penguasa tunggal, hidup damai sesuai dengan keinginan. Tidak peduli dengan kesengsaraan rakyat kecil dan kultivator lemah. Asal mereka bisa berkuasa, segala cara akan dilakukan.
"Memangnya semudah itu mengalahkan Hati Iblis? Di saat kalian berhasil mengalahkan Hati Iblis, saat itu pula kalian sudah menjadi budakku." Setelah Raja Arwah bergumam, dia menguatkan Hati Iblis kedua musuhnya.
Untuk mengalahkan Hati Iblis membutuhkan waktu lama karena sangat sulit. Oleh karena itu, setiap kultivator yang terhalang Hati Iblis membutuhkan tempat sunyi, aman dan waktu yang lama, tujuannya agar bisa terfokus. Jika berhasil mengalahkan Hati Iblis, maka setiap kultivator bisa menerobos kemacetan dalam kultivasi.
Hati iblis pernah dialami oleh Dewa Binatang sebelum kedatangan mertuanya. Saat itu dia bertarung dengan sisi negatifnya, dan dengan mudah mengalahkan Hati Iblis sehingga mampu meningkatkan kekuatan secara drastis.
Seperti yang dikatakan oleh Raja Arwah, akhirnya kedua Dewa itu dikendalikan karena terlalu lama mengalahkan Hati Iblis. Kemudian, dia memasukkan banyak Roh-roh iblis ke dalam tubuh mereka.
"Yang Mulia!" sapa kedua Dewa itu setelah berhasil dikendalikan oleh Raja Arwah, mereka berlutut ala prajurit.
"Kuasai Kerajaan Arcadia dengan merasuki tubuh Raja Guang dan yang lainnya. Bawakan gadis-gadis yang masih perawan sebagai tumbal untuk kekuatan kalian. Pergi!" perintah Raja Arwah.
"Laksanakan, Yang Mulia."
__ADS_1
Setelah kedua Dewa itu meninggalkan gua, Raja Arwah tertawa puas memiliki bawahan yang bisa diandalkan. Dia membayangkan bagaimana setiap gadis ketakutan dan membuka kedua kaki lebar-lebar untuk dinikmatinya...
...****************...