
Bab 88. Saling Mengancam.
Pedang Penguasa Api telah mencapai tawaran tertinggi sepanjang diselenggarakannya lelang, saat ini sudah di angka 880 juta keping emas. Di tawaran yang hampir mencapai satu miliar, Seng Rong dan Putri Yu Jie tidak mengendurkan persaingan.
Kemudian, setelah Bao Yaoyao menceritakan kisah hidupnya, Dewa Binatang bertanya mengenai ruang bawah tanah yang berisi harta, "apakah kamu tahu ruang harta itu?"
Bao Yaoyao mengangguk lalu menjawab, "awalnya aku bisa melihat ke luar walaupun terkurung dan tahu apa yang dilakukan oleh Dewa Api Phoniex. Di dalam itu memang surganya harta berharga; emas, berlian, pil tingkat tinggi berbagai jenis, tanaman langka... Pokoknya sangat banyak hartanya. Namun ada satu harta paling berharga dari yang lainnya... Itu adalah mesin waktu...,"
Ruang bawah tanah itu sedalam hampir dua kilometer dari permukaan tanah, luasnya dua kali lebih besar dari Kota Chu. Banyak pilar-pilar besar yang difungsikan sebagai sekat setiap ruangan, serta untuk menahan gempa bumi.
Menurut keterangan Bao Yaoyao, ruangan bawah tanah itu terbagi menjadi tujuh wilayah dengan jalan masuk dan keluar satu pintu. Setiap ruangan harta ada penjaganya yang terbuat dari logam baja terkuat, atau nama lainnya robot manusia.
Kekuatan setiap robot manusia itu setara dengan kultivator di tingkat Half Gama dengan level yang bervariatif. Di bagian wilayah terdepan setelah memasuki pintu, siapapun yang memasuki akan langsung berhadapan dengan robot manusia yang memiliki kekuatan Half Gama level 10. Ada 1.000 ruangan jumlah di bagian wilayah terdepan, setiap ruangan dijaga oleh lima robot manusia.
"... Entah bagaimana Dewa Api Phoniex bisa memiliki puluhan ribu robot manusia... Aku katakan mereka adalah pasukan lebih cocoknya, bukan penjaga biasa. Namun, di wilayah ketujuh, kita tidak lagi berhadapan dengan Half Gama, melainkan robot manusia yang hampir sempurna seperti kita. Kekuatan mereka ... Aku sendiri tidak berani membayangkan bagaimana kekuatan robot-robot itu... Mengerikan...!" Bao Yaoyao berhenti berbicara saat mengingat masa lalu yang telah lama berlalu.
Tian Lihua dan ketiga saudarinya saling bertukar pandangan dengan mengembangkan senyuman. Demikian juga dengan Dewa Binatang dan semua istrinya.
"Robot-robot itulah harta berharga yang sebenarnya, bukan harta lainnya. Menurutku, Raja Arwah dan Raja Genjo mengincar robot manusia itu, bukan harta lainnya. Harta lainnya hanya sebagai bonus untuk biaya memobilisasi pasukan," kata Dewa Binatang yang perlahan mulai mengetahui tujuan kedua raja tersebut.
"Menjadikan robot untuk menguasai Galaksi Arcadia, kan?" tebakan Yuna Aurora dan di anggukan oleh Dewa Binatang.
"Benar. Itupun jika mampu menaklukkan mereka tanpa membuat kerusakan, itu hal sulit yang untuk dilakukan. Perkiraanku, robot manusia itu tidak jauh beda dengan boneka wayang, pasti ada mekanismenya. Jika tebakanku tidak meleset, robot manusia akan menyerang jika pemicunya dilanggar. Saat pintu masuknya terbuka, kemungkinan akan ada dua identifikasinya, langkah kaki dan perubahan suhu udara. Yang sulit kita antisipasi adalah suhu udara yang memicu bergeraknya setiap robot manusia. Kita tinggal melihat struktur bangunan ruang bawah tanah itu!" hipotesis argumentatif dari Dewa Binatang.
Semua istrinya merenungi perkataan suaminya, di mana saat masuk nanti tidak akan mudah dilalui. Seandainya ada pemicunya di lantai, hal itu masih bisa diantisipasi dengan tidak menyentuh lantai. Tetapi, jika pemicunya adalah suhu udara, maka setiap pergerakan akan dirasakan oleh setiap robot manusia.
Bagi Dewa Binatang dan semua istrinya, menghadapi robot-robot manusia hal yang sepele, masalahnya adalah jumlah dan logam yang digunakan jenis apa untuk menciptakan robot manusia itu. Jika logam anti energi spiritual, itu akan menyulitkan mereka untuk menaklukkan tanpa membuat kerusakan.
Ini seperti halnya Scorpion ATV yang mampu menahan serangan energi spiritual, tapi bisa dihancurkan ketika diserang menggunakan senjata seperti pedang khusus.
__ADS_1
"Mungkin saja Dewa Api Phoniex menggunakan auranya sebagai kunci sehingga robot manusia tidak menyerangnya!" Yuke menebak jika aura Dewa Api Phoniex sebagai identifikasi.
"Benar, saudari! Memang aura Dewa Api Phoniex adalah kuncinya. Dengan auranya, maka setiap robot itu akan tunduk dan mematuhi perintahnya. Aku tahu karena melihat dengan mata kepala sendiri. Sayangnya, dia mengetahuinya dan menyegel Pedang Penguasa Api agar aku tidak bisa melihat situasi di luar!" sahut Bao Yaoyao.
Pedang Penguasa Api memang disegel dengan menggunakan Formasi Array. Ketika Pedang Penguasa Api mengeluarkan api, itu karena Dewa Binatang menghancurkan Formasi Array agar bisa mengetahui apa yang ada di dalamnya.
"Ini tugasku... Kita ambil satu robot manusia untuk dipelajari!" interupsi Dewa Binatang sebelum istrinya selalu menebak-nebak.
Karena Dewa Binatang memiliki kemampuan dalam berubah wujud menjadi apapun, dia bisa masuk dan keluar dari ruang bawah tanah tanpa diketahui oleh robot manusia. Dengan menangkap satu robot itu untuk dipelajari, maka robot lainnya akan mudah ditaklukkan untuk dijadikan pasukan garda depan dalam peperangan nanti.
Ya, tujuan Dewa Binatang menjadikan robot manusia sebagai pasukan, tetapi dia akan tetap merekrut banyak orang dengan tujuan menyelamatkan mereka. Karena itu, Dewa Binatang tidak tebang pilih dalam merekrut banyak orang, rakyat biasa pun bisa menjadi bagian dari keluarganya.
"1,1 miliar keping emas!" tawaran Putri Yu Jie dengan suara keras karena marah, sebab Seng Rong menaikkan tawaran hingga angka bulat satu miliar.
Tawaran Putri Yu Jie membuat para peserta ricuh karena harga melampaui ekspetasi setiap orang. Bagi Gong Fang dan para pemimpin Gedung Harta Langka, ini adalah lelang terbaik sepanjang sejarah.
Sha Meyleen dan bawahannya tidak bisa menahan kegembiraan. Sedangkan Gong Fang, ia mengembangkan senyuman bahagia.
"Kamu temui Pangeran Jia dan Putri Liangyi, minta uang mereka berdua!" perintah Seng Rong kepada ajudannya, dia akan meminjam uang untuk bersaing dengan Putri Yu Jie.
Putri Yu Jie menyunggingkan senyuman sinis terhadap ancaman dari Seng Rong, lalu dia membalas ancamannya, "sejak dahulu, Ras Manusia dan Ras Iblis selalu berseteru... Ancamanmu, sudah hal biasa bagi kami. Ayo, jika kamu menginginkan perang! 1,3 miliar keping emas."
Akhirnya semua orang tahu siapa sosok wanita yang tidak takut dengan Seng Rong. Sontak perkataan Putri Yu Jie membuat keributan di dalam Gedung Harta Langka. Mereka tahu dengan jelas maksud perkataan Putri Yu Jie.
"Apapun berseteru kalian, tolong hormat kami selaku menyelenggarakan lelang ini! Lepas dari wilayah kita, itu bukan urusan kami. Jika kalian berdua melibatkan Gedung Harta Langka, bukan berarti kami takut dengan kalian. Sekali kalian mengigit, tahu akibatnya!" Sha Meyleen segera memberikan peringatan keras dan juga mengingatkan mereka berdua.
Seketika keributan para peserta lelang terhenti, mereka tahu Gedung Harta Langka memiliki banyak orang-orang kuat. Di sini, siapapun yang masuk akan selalu mematuhi aturan, bahkan Raja Guang dan Raja Genjo tidak berani berbuat macam-macam.
Tanpa banyak bicara, ajudan dari Seng Rong segera menemui Pangeran Jia dan Putri Liangyi. Pangeran Jia tidak bisa menolak perintah dari Seng Rong, dia memberikan semua uangnya untuk bersaing.
__ADS_1
Sedangkan Putri Liangyi, ia menolaknya secara halus. Ia beralasan jika tidak banyak memiliki uang, uangnya ada hanya untuk mendapatkan telur binatang suci. Si ajudan tidak memaksa kehendak karena tahu keuangan Putri Liangyi.
"Untung buat kalian, tapi apa buatku ...!" kekesalan Putri Liangyi yang selalu ditahan-tahan setelah si ajudan keluar dari kamarnya.
Walaupun ia seorang putri kerajaan, selama hidupnya selalu dibatasi dan diawasi oleh Permaisuri Liiu, Xian Liiu Yaoshan. Tujuannya, agar Putri Liangyi dan ibunya tidak bisa memperluas pengaruh di dalam wilayah Kerajaan Arcadia.
Permaisuri Liiu menginginkan putranya menjadi satu-satunya ahli waris tahta kerajaan tanpa adanya pesaing. Dan yang tidak diketahui banyak orang, ia telah banyak membunuh calon anak dari Raja Guang dari para selirnya. Setiap kali ada selir raja yang mengandung, Permaisuri Liiu segera bertindak untuk menggugurkan kandungan mereka secara sembunyi-sembunyi.
Ibu dari Putri Liangyi bernama Jing Yenih, atau dikenal dengan sebutan Selir Jing, selir tercantik dari semua selir Raja Guang, bahkan melampaui kecantikan Permasuri Liiu.
Putri Liangyi bisa selamat dari percobaan pembunuhan karena Selir Jing yang terlebih dahulu keluar dari lingkup istana. Selir Jing tahu kejahatan Permasuri Liiu dan buru-buru meninggalkan istana saat kandungannya berusia dua Minggu dengan kembali ke asalnya.
Di kota asal, Selir Jing dilindungi oleh seluruh keluarganya dengan menyembunyikan keberadaannya di suatu tempat. Raja Guang jelas kelabakan karena Selir Jing pergi tanpa memberikan kabar, dia memerintahkan kepada bawahannya untuk mencarinya karena sedang dalam keadaan mengandung.
Akhirnya, Selir Jing ditemukan setelah satu tahun pencarian. Saat itu, ia baru keluar dari persembunyiannya dengan membawa seorang bayi, yang tidak lain adalah Putri Liangyi. Raja Guang jelas sangat bahagia karena memiliki anak lagi, dan anak pertamanya adalah Pangeran Jia.
Dengan Putri Liangyi terlahir, maka Permaisuri Liiu tidak bisa berbuat apa-apa karena Raja Guang selalu melindungi putri kesayangannya. Tetap saja Permaisuri Liiu masih bisa membatasi pergerakan ibu dan anak yang dibencinya, sebab ia pemegang kekuasaan tertinggi setelah Raja Guang.
Seng Rong hanya mendapatkan tambahan uang dari Pangeran Jia sebesar 200 juta keping emas. Total secara keseluruhan, uangnya hanya ada 1,5 miliar keping emas.
"Apakah ada harga tertinggi dari 1,3 miliar keping emas?" tanya Gong Fang kepada semua peserta lelang.
"1,5 miliar keping emas!" ucap Seng Rong saat menaikan tawaran, itu harga tawaran tertinggi sesuai keuangannya saat ini.
Kembali Putri Yu Jie menggebrak meja karena harga Pedang Penguasa Api telah melampaui harga normal Artefak Bintang 5. Tetapi, ia juga paham aturan di Gedung Harta Langka, apalagi sudah ditegur oleh Sha Meyleen sehingga tidak berani membuat onar.
"1,6 miliar!" tawaran Putri Yu Jie dengan nada keras yang tertuju kepada Seng Rong.
Semua orang melihat ke arah ruangan yang ditempati oleh Seng Rong, di mana mereka melihat kabut hitam keluar dari celah-celah dinding ruangan. Tetapi mereka tidak tahu jika Seng Rong sangat marah.
__ADS_1
"Menarik! Tanpa kita susah payah membuat skema peperangan, mereka sudah membuat pekerjaan kita lebih mudah," kata Dewa Binatang sambil melihat ke ruangan milik Seng Rong.
Setelah Dewa Binatang merekrut banyak penghuni Galaksi Arcadia, maka langkah selanjutnya memicu peperangan, dengan tujuan datang sebagai penyelamat.