
Bab 262. Rumah Pohon Purba.
Dewa Abadi memanjakan Tian Fangsu dan Zhi Liuju dengan membuatkan masakan istimewa yang belum pernah dirasakan mereka. Ikan sebagai bahan utama, lalu dicampurkan dengan tanaman langka sebagai sayurannya.
Kedua wanita itu melihat Dewa Abadi membumbui 10 ekor ikan dengan rempah-rempah yang tersedia di sekitar danau. Setelah membumbui, lalu dibungkus dengan kertas berwarna keperakan (alumunium foil), kedua wanita itu tidak tahu kertas jenis apa itu, dan juga mereka baru tahu jika tanaman yang biasanya digunakan untuk meramu pil bisa dijadikan bahan masakan.
Kedua wanita itu melihat Dewa Abadi membuat lubang, lalu membelah kayu dan membakarnya di dalam lubang. Setelah kayu membara menjadi arang, ikan yang dibungkus kertas aluminium foil dimasukkan ke dalam lubang di atas arang, lalu menimbun lubang itu dengan tanah.
Kedua wanita itu tidak tahu apa yang akan dimasak Dewa Abadi, yang pasti bumbu-bumbu itu harum dan tampak sangat lezat.
Karena Dewa Abadi sudah pernah hidup menjadi manusia biasa di Bumi, dia mengeluarkan semua pengetahuannya dalam memasak. Dia mengeluarkan panci, wajan, minyak goreng dan berbagai bumbu halus yang siap digunakan.
Tian Fangsu dan Zhi Liuju selalu memperhatikan Dewa Abadi memasak berbagai macam menu, dan bahan utamanya adalah ikan yang ada di danau dan daging kura-kura.
Dewa Abadi melirik kedua wanita itu yang tidak sabaran untuk menikmati masakannya. Dengan cara membuatkan masakan, dia biasanya mampu menaklukkan wanita.
"Masakan apa ini, aku belum pernah melihat, mendengar dan merasakannya?"
Akhirnya Tian Fangsu membuka obrolan yang sudah ditunggu-tunggu oleh Dewa Abadi. Karena pernah menjalani hidup berumah tangga, dia selalu melakukan kewajibannya sebagai istri dan ibu. Jadi, masakan apapun yang diketahuinya telah dibuat untuk menyenangkan hati suami dan putranya.
Bumbu dan aroma masakan yang dibuat oleh Dewa Abadi belum pernah dirasakannya, dan tidak ada menu seperti itu di Tiga Alam, apalagi Alam Kudus yang baru dihuni oleh manusia. Wajar jika Tian Fangsu penasaran dan ingin belajar memasak menu baru.
"Tolong, ambil ikan yang aku timbun di tanah tadi! Aku menyebut masakan itu ikan kukus!" pinta Dewa Abadi kepada Zhi Liuju, dia sedang membuat ikan dan daging kura-kura goreng kecap manis.
Zhi Liuju dan Tian Fangsu segera menggali tanah dengan tidak sabaran. Ketika tanah digali, asap yang berasal dari ikan yang dibungkus menggugah selera makan. Mereka segera mengambil satu ikan kukus, dan dengan cepat membukanya tanpa sedikitpun merasakan kepanasan.
Mereka melihat daging ikan yang kemerahan karena bumbu, dan segera memakannya. Ketika daging ikan itu menyentuh ujung lidah, mereka diam membeku karena masakan ini sangatlah lezat.
Dewa Abadi tersenyum melihat tingkah kedua wanita itu yang seperti orang yang tidak pernah makan, makan dengan rakus. Ikan dan daging kura-kura goreng kecap manis juga telah jadi, lalu diletakkan di piring besar. Dia menyajikannya untuk kedua wanita itu.
Setelah itu, Dewa Abadi membuat sup daging kura-kura dengan bumbu yang berbeda. Dia benar-benar memanjakan kedua wanita itu dengan hidangan yang tidak pernah ada di Planet Tiga Alam dan Alam Kudus.
Karena aroma masakan menyebar ke sekeliling danau hingga ke hutan, membuat binatang-binatang berdatangan. Bahkan beberapa Omniverse Mata Lima yang telah berevolusi menjadi Asura, buru-buru mengikuti sumber aroma masakan.
Kedua wanita itu tidak menyangka masakan ini bisa meningkatkan kekuatannya, dan lebih berkhasiat daripada mengkonsumsi Pil Kultivasi. Yang mengejutkan mereka berdua, setiap kali naik level, mereka tidak perlu menstabilkan pondasi kekuatannya.
Daging yang mereka makan tidak membuat perut kenyang, sebab makanan itu segera dicerna menjadi energi yang meningkat kekuatan. Yang tertinggal adalah rasa lezat di lidah kedua wanita itu.
Karena tidak perlu lagi menstabilkan pondasi kekuatan, kedua wanita itu terus melanjutkan makan dengan lahap, dan sekali-kali tersipu malu saat Dewa Abadi melihatnya.
"Aku akan cari daging binatang lain! Habiskan itu semua!" pamit Dewa Abadi saat merasakan aura Omniverse dan banyak binatang yang berdatangan dari segala penjuru mata angin.
"Terima kasih!" ucap kedua wanita itu dengan mulut penuh.
"Kalian ini cantik, ternyata lebih cantik jika mulutmu penuh makanan!" goda Dewa Abadi sambil berjalan keluar dari danau kering.
Pipi kedua wanita itu menjadi merah karena malu, dan juga senang dipuji...
Sebelum Omniverse Asura menemukan danau, Dewa Abadi segera mengeksekusi mereka tanpa memicu suara keributan. Sedangkan binatang mistik yang rata-rata berukuran besar lebih dari normalnya, segera mereka membaringkan tubuh karena Dewa Abadi mengeluarkan aura penguasa binatang.
Jika binatang mistik itu adalah manusia, tindakan mereka seperti berlutut sebagai bentuk pengakuan, hormat, dan patuh kepada Dewa Binatang Yang Abadi.
Dalam waktu singkat, Dewa Abadi telah menjadikan Omniverse Asura abu, dan dia mendapatkan 13 bola kristal energi kekuatan True Delta level 1. Lalu, dengan pikirannya dia memerintahkan kepada semua binatang mistik di sekitarnya untuk menangkap Omniverse Asura.
"Tangkap mereka hidup-hidup. Jika melawan, lukai separah mungkin! Akan ada hadiah untuk kalian nanti!" perintahnya.
Semua binatang mistik yang berada di luar wilayah danau segera memburu Omniverse Asura dengan semangat tinggi. Hebatnya, tidak ada satupun binatang yang bersuara, bergerak hening seperti pemburu terlatih.
Karena tidak ada hewan ternak di hutan ini, Dewa Abadi mengeluarkan seekor kambing jantan peliharaan yang ada di dalam Dunia Jiwanya.
"Kamu tidak adil!" protes Bai Ge yang ingin merasakan masakan Dewa Abadi.
"Bukannya kamu suka biji-bijian!" ledek Dewa Abadi.
Dia menggunakan komunikasi telepati karena Bai Ge tidak diperbolehkan untuk keluar dari dalam Dunia Jiwanya, dan bisa keluar jika nyawanya terancam. Oleh karena itu, Bai Ge protes saat Dewa Abadi membuatkan masakan untuk Tian Fangsu dan Zhi Liuju.
"Enak saja! Begini-begini aku adalah manusia wanita tercantik di--!"
"Wanita jadi-jadian di tanah antah-berantah!" sela Dewa Abadi.
__ADS_1
Tidak terima diejek, Bai Ge mengomel tak karuan sehingga membuat telinga Dewa Abadi berdengung. Ia tertawa lepas karena merindukan omelan Bai Ge yang sudah lama tidak didengarkan...
...****************...
Sudah 21 hari Dewa Abadi berpetualang di Alam Kudus bersama Tian Fangsu dan Zhi Liuju. Selama itu, dia membantu kedua wanita itu meningkat kekuatan, memanjakan lidah mereka dengan masakan yang selalu berbeda setiap harinya.
Lambat laun, benih-benih cinta tumbuh di hati Tian Fangsu karena perhatian dari Dewa Abadi yang jauh melebihi Tian Ba mantan suaminya. Ia tidak lagi malu-malu kucing seperti awal bertemu, bahkan secara terang-terangan duduk di pangkuan Dewa Abadi saat makan, dan berciuman mesra di hadapan Zhi Liuju sahabatnya.
Walaupun wajah Ling An si Dewa Abadi tidak setampan Tian Ba, Tian Fangsu tidak memperdulikan penampilannya. Yang dia butuhkan adalah kasih sayang dan perhatian dari pria seperti yang diberikan oleh Dewa Abadi kepadanya.
Sedangkan Zhi Liuju yang sudah memiliki calon suami yang bernama Hu Song, di hatinya juga sama seperti Tian Fangsu. Tapi, dia dalam hati bimbang untuk mengungkapkan perasaan ini.
Selama berpetualang dengan Tian Fangsu sebelum hadirnya Ling An si Dewa Abadi, calonnya itu tidak pernah menemuinya, mencari keberadaannya, dan bahkan tidak sekalipun khawatir kepadanya.
Kurangnya perhatian dari Hu Song calon suaminya, membuatnya hatinya goyah karena kehadiran Dewa Abadi selalu ada untuknya, dan perlakuannya begitu lembut, penuh kasih, dan tidak segan-segan membantunya dalam segala hal.
Dewa Abadi yang selalu membantu mereka dalam meningkatkan kekuatan, merupakan hal yang sulit untuk dibalas kebaikannya. Seandainya tidak bertemu dengan Dewa Abadi, mereka akan sangat lama hanya untuk naik satu level. Selama bersama dengan Dewa Abadi, mereka seperti minum air saat meningkatkan basis kultivasinya.
Selama itu, dengan Mata Surgawi, Dewa Abadi selalu mengawasi gerak-gerik dari Tian Bo di wilayah marga Tian, wilayah Selatan yang dikuasai oleh Tian Ba.
Karena Tian Ba berkuasa atas wilayah Selatan, tingkah laku Tian Bo semakin menjadi-jadi, bahkan sering membuat keributan dengan pihak-pihak yang berasal dari wilayah tetangga.
Mansion Bunga Melati juga di bangun di perbatasan empat wilayah. Tian Bo sering tinggal di sana untuk menciptakan Kitab Kultivasi Ganda. Jika penelitiannya tidak membuahkan hasil, Tian Bo selalu melampiaskan kekesalannya terhadap orang-orang yang seumuran dengannya.
Walaupun Tian Ba tahu putranya berbuat onar di mana-mana, ia tidak sekalipun menegurnya, bahkan lebih memanjakannya sehingga tindakan Tian Bo semakin berlebihan.
Dewa Abadi juga selalu mengawasi gerak-gerik dari Hu Song calon suami Zhi Liuju. Tingkah lakunya tidak jauh berbeda dengan Tian Bo, suka mempermainkan wanita, dan bahkan melecehkan anak laki-laki yang rata-rata di bawah usia 10 tahun.
Mengetahui perbuatan kedua pria itu, tanpa sepengatahuan Tian Fangsu dan Zhi Liuju, Dewa Abadi menggunakan Kitab Tubuh Ganda untuk menyebarkan informasi tentang keberadaan kedua wanita mereka.
Infomasi itu mengenai hubungan suami-istri antara Ling An si pemilik Tombak Ilahi dengan Tian Fangsu dan Zhi Liuju. Ada 20 Tubuh Ganda yang menyebarkan Infomasi itu di empat wilayah yang dipisahkan oleh siang dan malam.
Bahkan di Infomasi itu juga menunjukkan lokasi Tian Fangsu yang berada di wilayah perbatasan antara marga Tian dan Zhi, berada di tengah-tengah wilayah Selatan dan Timur...
Dewa Abadi melihat pohon purba yang lebih besar dan tinggi daripada yang lainnya. Diameter lingkarannya mencapai 676 meter, tinggi mencapai lebih dari empat ribu meter.
"Ada apa dengan pohon ini?" tanya Tian Fangsu dengan nada manja, dan selalu memeluk lengan kiri Dewa Abadi.
Zhi Liuju sudah tidak lagi memikirkan tentang Hu Song calon suaminya. Saat ini, dia berpegangan tangan kanan Dewa Abadi. Yang semakin membuat kedua wanita itu mengaguminya, tidak pernah Dewa Abadi bertindak lebih selain berciuman, padahal kedua wanita itu menginginkan Dewa Abadi bertindak lebih dari sekedar berciuman saja.
"Aku ingin kita untuk sementara waktu tinggal di sini. Pohon ini akan menjadi rumah kita!" jawab Dewa Abadi.
"Ide yang bagus! Aku juga ingin tinggal di hutan ini, jauh dari semua orang!" ungkap Zhi Liuju.
"Jika begitu, kita putuskan untuk tinggal di sini. Baiklah, aku akan buatkan rumah nyaman dan aman untuk kita!"
Dewa Abadi segera bertindak. Pertama-tama, dia membakar sekeliling lingkaran batang pohon purba, tujuannya agar tidak ada serangan yang masuk. Kedua wanita itu tidak tinggal diam, mereka akan membuat masakan yang lezat yang sudah dipelajari selama bersama dengan Dewa Abadi.
Dewa Abadi melubangi batang pohon purba yang akan menjadi pintu masuk. Kerasnya batang pohon itu tidak berarti apa-apa baginya, dengan mudah ia melubanginya. Dia menirukan desain rumah pohon sewaktu hidup di Bumi...
...****************...
Setelah waktu berlalu 15 hari, infomasi yang disebarkan oleh 20 Tubuh Ganda, akhirnya sampai di telinga Tian Ba, Tian Bo dan Hu Song. Bahkan Infomasi itu sampai ke telinga Patriark Zhi Haocun pemimpin wilayah Timur, Patriark Yu Zheng pemimpin wilayah Barat, dan Patriark Guan Yu pemimpin wilayah Utara.
Di aula keluarga besar Tian, Tian Bo menemui Tian Ba ayahnya.
"Ayah, perbuatan mantanmu sungguh memalukan! Apakah tidak ada pria yang lebih baik daripada si kera itu!" Tian Bo sengaja memanas-manasi hati ayahnya, dia enggan memanggil Tian Fangsu dengan sebutan ibu.
Tian Ba geleng-geleng kepala karena merasa harga dirinya diinjak-injak oleh mantan istrinya. Namun, di hatinya bukan masalah hubungan mereka, melainkan mengincar Tombak Ilahi yang memiliki oleh Ling An.
"Biarkan saja mereka. Kita fokus pada senjata ilahi!" tandas Tian Ba.
"Ayah benar! Dengan adanya sedikit pesaing, kita pasti bisa memilikinya. Ayah, apa rencanamu?" Tian Bo bersemangat karena sudah lama menginginkan Tombak Ilahi saat pertama kali melihatnya.
"Kiriman orang untuk memastikan bahwa lokasi itu benar. Setelah itu kita kepung tempat itu!" rencana Tian Ba yang tidak sedikit tersinggung dengan tata cara bicara putranya yang sangat tidak sopan.
"Mantanmu biar aku yang urus! Kelakuan itu mencoreng nama keluarga besar kita!" ujar Tian Bo yang sangat benci kepada ibu kandungnya sendiri.
"Terserah!" sahut Tian Ba yang tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh putranya nanti.
__ADS_1
Tian Bo segera keluar dari aula keluarga menemui anggota keluarganya yang ahli dalam pelacakan. Dia memberikan perintah kepada beberapa orang untuk memastikan kebenaran informasi keberadaan Ling An.
"Su'er, aku melakukan ini agar kamu menjadi wanita tangguh. Tapi kamu salah mengartikan caraku ini!" gumam Tian Ba yang ternyata masih mencintai Tian Fangsu.
"Kera itu memang perlu dibunuh!" lanjutnya karena cemburu. Dia segera keluar dari aula...
Di aula keluarga besar Zhi.
Hu Song yang berasal dari Kasta Kesatria, bersama dengan keluarga besar Hu menemui Patriark Zhi Haocun, mereka tidak terima mengetahui informasi tentang Zhi Liuju yang telah memiliki suami.
Zhi Liuju dianggap telah mengingkari janji waktu itu di Tiga Alam. Hu Song menuntut Patriark Zhi Haocun agar bertanggung jawab atas hinaan ini.
Karena tidak ingin hubungan antara keluarga menjadi buruk, Patriark Zhi Haocun dan keluarga besar Hu memutuskan untuk menjemput Zhi Liuju.
Karena lokasi keberadaan Ling An sangat jauh, mereka menyiapkan banyak perbekalan, membawa banyak orang kuat untuk menangkap Ling An dan Tombak Ilahi...
Di aula keluarga besar Guan.
Guan Shilin istri dari Zhi Houcun kebetulan berkunjung ke rumah keluarganya di wilayah Utara, dia mendengar putrinya telah memiliki suami. Bukannya marah, Guan Shilin tersenyum bahagia karena tidak suka dengan Hu Song calon menantunya itu.
Perbuatan buruk yang dilakukan oleh Hu Song jelas diketahui oleh keluarga besar Zhi dan Guan. Namun, berhubungan keluarga Hu berasal dari Kasta Kesatria, mereka hanya bisa mencela dari belakang.
Walaupun struktur sosial kasta telah dihapus, mereka masih memegang teguh rasa hormat kepada kasat yang lebih tinggi, rasa ini telah tertanam di hati mereka.
"Kita harus mendapatkan Tombak Ilahi sebelum banyak orang yang tahu. Lin'er, apakah kamu ikut?" Patriark Guan Yu jelas tidak akan melepaskan kesempatan ini untuk mendapatkan Tombak Ilahi.
Dia tidak menyangka bahwa Ling An juga berada di Alam Kudus. Kehebatan Tombak Jiwa Berlian Petir telah membutakan hati semua orang yang ingin memilikinya.
"Tentu, aku ingin menemui putriku tercinta yang lama tidak bertemu," kata Guan Shilin yang memang sudah beberapa tahun tidak bertemu dengan Zhi Liuju putrinya.
"Semuanya, bersiap-siap! Besok kita mulai perburuan Tombak Ilahi!" perintah Patriark Guan Yu kepada semua anggota keluarga besarnya.
Semua orang yang memiliki keahlian dalam bidang geografis alam juga ikut dalam perburuan, tugas mereka memetakan wilayah yang tidak bernama dan belum dijelajahi. Para ahli pelacakan sudah pasti ikut serta, demikian juga dengan para kultivator kuat.
Semua orang yang tahu jika Tombak Jiwa Berlian Petir memiliki kecepatan tinggi, mereka telah membuat rencana, dan menyiapkan alat khusus untuk mencegah Tombak Ilahi kabur.
Tombak Jiwa Berlian Petir yang dianggap ciptaan Dewa Tertinggi, jelas membuat siapapun orangnya menjadi serakah. Mahaguru Tu yang belum kembali ke Planet Tiga Alam, segera memberitahukan informasi ini kepada pihak di Tiga Alam...
...****************...
Tian Fangsu dan Zhi Liuju mengagumkan desain rumah pohon istimewa yang dibuat oleh Dewa Abadi. Rumah pohon ini membuat mereka betah untuk tinggal selamanya di sini.
Di dalam batang rumah pohon itu, Dewa Abadi membuat banyak jebakan sebagai bentuk keamanan, membuat banyak lorong labirin yang hanya bisa dilalui oleh dua orang. Segala kemampuannya dalam bidang Formasi Array, Penyihir, dan Pandai Besi dituangkan di dalam rumahnya.
Kedua wanita itu tidak tahu jika Dewa Abadi menyebarkan informasi keberadaannya. Yang mereka tahu jebakan itu hanya sebagai keamanan rumahnya, tidak untuk digunakan menjebak orang-orang yang akan datang.
Di luar area pohon rumah, Dewa Abadi juga membuat banyak jebakan Formasi Array. Bahkan sudah menyiapkan binatang mistik sebagai alat untuk menggempur lawannya yang terjebak.
Selama itu, binatang mistik selalu datang silih berganti untuk menyetorkan Omniverse Asura yang berhasil ditangkap. Upah mereka adalah 10 butir Pil Sky Soul Esensi Tahap Puncak, lebih tinggi dari Pil Sky Soul Qi.
Karena upahnya yang begitu menggiurkan bagi binatang mistik, Dewa Abadi tidak kehabisan bola kristal energi untuk kedua kekasihnya. Sampai-sampai kedua kekasihnya bosan berkultivasi.
"Ayo, kita masuk!" ajakan Dewa Abadi di saat matahari terbenam.
Kedua wanita itu memegang erat tangan Dewa Abadi dengan hati gembira. Di dalam rumah pohon, mereka melihat Batu Cahaya berwarna-warni sebagai penerangan. Sungguh indah di dalam rumahnya ini.
Mereka bertiga masuk ke lift yang terbuat dari Formasi Array. Saat lift Formasi Array naik, mereka bisa melihat pemandangan di luar batang pohon seperti transparan.
Ketika kedua wanita itu menggagumi keindahan malam di luar, Dewa Abadi tiba-tiba berbicara, "kita sudah lama bersama... Aku ingin memiliki keturunan!"
Seketika ucapannya membuat tubuh kedua wanita itu gemetaran karena menahan kebahagiaannya. Mereka langsung memeluk erat tubuh Dewa Abadi.
"Aku sudah lama siap!" ungkap Tian Fangsu yang lama menunggu momen ini.
"Aku menjaga kesucianku hanya untuk pria yang kucintai. Malam ini, kaulah pria itu!" tutur lembut dan manja keluar dari mulut Zhi Liuju.
Dewa Abadi tertawa bahagia. Lalu mereka keluar dari lift Formasi Array yang terhubung langsung dengan kamar tidur mereka bertiga. Di dalam kamar tidur yang luas itu, kedua wanita itu tidak henti-hentinya berdecak kagum melihat keindahan kamarnya.
Dewa Abadi mengaktifkan Kitab Kultivasi Ganda sehingga aroma wangi dari tubuhnya memicu hasrat Tian Fangsu dan Zhi Liuju. Mereka melepaskan pakaiannya, dan terkejut memandang wajah Dewa Abadi yang tiba-tiba menjadi tampan melebihi semua pria yang pernah dilihatnya...
__ADS_1