
Bab 25. Kebodohan Raja Phoniex Es.
Setelah menguburkan jenazah, Astrella Xiosien mengajak melanjutkan perjalanan menuju ke Kerajaan Phoniex Es. Twins Ice bersama kedua rekannya memimpin jalan dan diikuti Dewa Binatang.
Selama perjalanan, mereka tidak mengucapkan sepatah kata, hanya sesekali berhenti ketika melihat ras burung jenis lain tergeletak. Mengetahui telah tewas, Astrella Xiosien mengambil apapun yang bermanfaat.
Perjalanan cukup jauh karena Kerajaan Phoniex Es berada di pusat wilayah Bird Nibiru. Mereka terbang melewati pegunungan, hutan, jurang dan sungai. Sampai akhirnya tiba di perbatasan Kerajaan Phoniex Es.
Twins Ice terlihat panik karena ibukota Kerajaan Phoniex Es dikepung delapan oleh kapal angkasa ikan paus, puluhan kapal penjelajah dan ribuan serangga pelacak.
Tanpa berpikir panjang, dia segera terbang dengan kecepatan tinggi sambil mengaktifkan Mahkota Dewi Perang. Zyila Miralen dan Astrella Xiosien segera mengikuti dengan tubuh yang telah mengenakan zirah perangnya. Dewa Binatang menghela nafas panjang dan menyusul ketiga wanita itu...
Armada militer Kerajaan Phoniex Es dikerahkan semuanya untuk melawan penjajah. Saat ini Raja Phoenix Es dan pasukannya hanya bisa bertahan untuk melindungi rakyatnya.
Serangan yang tiba-tiba datang membuat Raja Phoenix Es tidak sempat mempersiapkan diri, apalagi jaringan komputer, elektronik dan internet terputus sehingga mengharuskan pengoperasian persenjataan secara manual.
Ketiga wanita itu mengaktifkan semua persenjataan yang tersedia di zirah perangnya, dan menggunakan senjata yang paling kuat, yaitu senapan Elektro Plasma di tangan dan senapan laser di kedua bahunya.
Kedua senjata tersebut mampu menembus pertahanan kapal angkasa dan membuatnya jatuh.
Kehadiran ketiga wanita itu yang menyerang dari belakang membuat kapal penjelajah menargetkan mereka. Jika ketiga wanita itu serius, berbeda dengan Dewa Binatang, dia mengaktifkan Mechanical Robotec untuk diuji sambil memegang Pedang Semesta.
Dewa Binatang menebaskan pedangnya yang mengeluarkan cahaya biru berbentuk sabit. Serangan senjatanya dengan mudah menembus pertahanan kapal angkasa hingga terbelah.
Serangan Dewa Binatang yang lebih kuat dan memiliki daya penghancur mengerikan dari persenjataan manapun membuatnya menjadi fokus utama para penjajah.
Setiap kapal angkasa mengunci Dewa Binatang dan melepaskan banyak serangan. Akan tetapi, dia dengan sengaja tidak menghindari setiap serangan. Akibatnya, Mechanical Robotec mengalami kerusakan.
Tahu jika Zhi Shimo adalah seorang Dewa, ketiga wanita itu tidak khawatir, mereka dengan segera memasuki ibukota dan berkumpul bersama Raja Phoenix Es.
Twins Ice segera memeluk ayahnya, dia pikir keluarga sama seperti yang dialami oleh Astrella Xiosien. Lalu Raja Phoenix Es menyambut baik kedatangan Zyila Miralen dan Astrella Xiosien.
"Siap pria muda itu?" tanya Raja Phoenix Es sambil melihat Dewa Binatang menghancurkan banyak kapal angkasa.
__ADS_1
Karena Sistem Pencipta melarang ketiga wanita itu mengungkapkan identitas Dewa Binatang, maka Twins Ice mengatakan jika Dewa Binatang seorang petualang dari Ras Manusia, dan kebetulan bertemu di arena Gladiator Cyber Supernatural.
"... Zhi Shimo yang telah menolong kita. Tanpanya, aku tidak mungkin berada di sini," panjang lebar Twins Ice menceritakan tentang Dewa Binatang.
Wajah Raja Phoenix Es seketika berubah muram karena Ras Manusia lebih hebat dari Ras Burung. Apalagi telah memberikan putrinya zirah perang yang lebih canggih.
Karena tidak ingin dipermalukan oleh Ras Manusia, dia memimpin pasukannya untuk keluar dari pertahanan ibukota. Twins dan kedua rekannya yang bisa menghela nafas berat mengetahui perubahan sikap Raja Phoenix Es.
Dengan Dewa Binatang yang menjadi pusat serangan kapal angkasa penjajah, Raja Phoenix Es dengan mudah menyerang lawan. Ketiga wanita itu tidak tinggal diam, mereka bersama Raja Phoenix Es mengeluarkan segala persenjataan andalannya.
Dewa Binatang tidak henti-hentinya mengayunkan pedangnya dan membuat kapal angkasa penjajah berjatuhan. Setiap serangan lawannya, dia selalu menggunakan perisai energi spiritual sehingga serangan lawan tidak satupun mengenainya.
Setelah beberapa waktu pertempuran berlalu, tersisa satu kapal angkasa ikan paus yang berhasil kabur dari serangan Dewa Binatang. Raja Phoniex Es memerintahkan pasukannya menyerang Dewa Binatang tanpa sepengetahuan putrinya, dia menginginkan Pedang Semesta.
Serangan mendadak dari Raja Phoenix Es dan pasukannya membuat Twins Ice panik, bukan panik karena khawatir keselamatan Dewa Binatang melainkan khawatir akan kemarahannya.
Dewa Binatang tersenyum sinis melihat banyak persenjataan melepaskan tembakan ke arahnya, dia merentangkan tangan kanan ke depan. Dengan sekali hentakan tangan, seketika semua serangan senjata meledak sebelum mendekatinya.
Raja Phoniex Es dan pasukannya terkejut bukan main melihat serangannya dengan mudah ditangani oleh manusia. Keterkejutan mereka berubah menjadi ketakutan saat Dewa Binatang mengayunkan pedang ke arahnya.
Namun, Dewa Binatang kembali mengayunkan pedangnya yang terfokus kepada Raja Phoniex Es. Cahaya berbentuk sabit melesat dengan sangat cepat melebihi kecepatan suara.
Raja Phoniex Es ketakutan setengah mati, melihat kecepatan serangan pedang, tubuhnya seakan-akan mati rasa dan sulit digerakkan agar bisa menghindarinya.
Sontak Twins Ice ketakutan jika ayahnya terbunuh, dia segera terbang sangat cepat untuk mencegah serangan Dewa Binatang. Dan...
Boom...
Tubuh Twins Ice terkena serangan, dia dengan sengaja menjadikan tubuhnya sendiri untuk melindungi ayahnya. Dewa Binatang yang tahu Twins Ice berniat mengorbankan nyawa demi ayahnya, dan dengan sengaja tidak menarik serangannya.
Mahkota Dewi Perang yang berubah menjadi zirah perang seketika hancur berkeping-keping, dan membuat tubuh Twins Ice terluka dan terjatuh. Sebelum menghantam tanah, Astrella Xiosien dan Zyila Miralen buru-buru menyelamatkannya.
Tubuh Raja Phoenix Es makin gemetaran melihat anaknya mengorbankan nyawa, dia melihat putrinya diselamatkan oleh Zyila Miralen dan Astrella Xiosien. Dia segera menyusul putrinya yang sudah dalam pelukan Zyila Miralen, dia tidak tahu apakah putrinya masih hidup atau mati.
__ADS_1
"Kebencianmu pada akhirnya merenggut nyawa orang yang kau kasihi. Dan, yang harus kau ketahui, sampai akhirnya zaman, seorang penyelamat akan selalu dihujat dan dimusuhi."
Setelah Dewa Binatang berbicara kepada Raja Phoniex Es, dia membalikkan badan ke arah wilayah Dragon Nibiru. Dewa Binatang sangat kecewa dengan sikap Raja Phoenix Es yang tidak tahu berterima kasih.
Seandainya dia tidak ikut campur, Kerajaan Phoniex Es sudah pasti tinggal sejarah. Walaupun Twins Ice dan kedua rekannya membantu, mereka tetap tidak akan mampu mengalahkan para penjajah.
Raja Phoniex Es memeluk putrinya yang dadanya berlumuran darah, dia menangis sejadi-jadinya karena kesalahannya sendiri. Perkataan Dewa Binatang memukul telak hatinya yang penuh kebencian terhadap Ras Manusia.
Zyila Miralen dan Astrella Xiosien meneteskan air mata melihat Twins Ice yang terluka parah, nafas terputus-putus seperti orang yang akan menemui ajalnya.
"Tu--tunggu...!!" cegah Twins Ice yang ternyata masih hidup, dia menggunakan sisa-sisa tenaga untuk bisa berbicara.
Mendengar suara Twins Ice membuat Dewa Binatang tidak tega, dia membalikkan badan dan melihatnya. Wajahnya pucat, darah segar mengalir dari sudut bibir, bagian dada sudah berwarna merah karena darah mengalir deras.
"Aku bisa mencari istriku tanpa bantuanmu. Aku hanya berpesan, Ras Manusia sama seperti kalian, mereka memiliki hak untuk hidup, mereka juga merasakan sakit yang sama seperti kalian. Fisik dan karakter yang membedakannya, dan perbedaan itu baik. Kalian dan manusia tidak tinggi maupun rendah, semua kehidupan itu setara. Ingat itu!"
Twins Ice meneteskan air mata dengan bibir bergetar, dia ingin berbicara tapi sulit karena lukanya sangat parah.
Setelah berbicara dan tanpa menunggu respon, Dewa Binatang mengeluarkan Pil Penyembuh dan menyentilnya. Pil tersebut melesat dengan sangat cepat ke arah Twins Ice. Semua orang melihatnya dan berpikir Dewa Binatang menyerang rajanya, namun mereka terlambat bergerak untuk menyelamatkan Raja Phoenix Es.
Akan tetapi, Pil Penyembuh itu masuk ke dalam mulut Twins Ice. Dalam sekejap mata dan disaksikan oleh Raja Phoniex serta banyak orang, luka yang diderita oleh Twins Ice dengan kecepatan mata mulai pulih, dada yang mengalir darah segera berhenti, wajah pucat menjadi berseri-seri.
Raja Phoniex Es dan semua orang tercengang melihat Twins Ice telah sembuh total karena satu benda yang tidak diketahui apa itu. Hanya Zyila Miralen dan Astrella Xiosien yang tahu jika itu adalah pil menyelamatkan Twins Ice.
Semua orang melihat ke arah Dewa Binatang, namun dia sudah tidak terlihat di tempatnya. Buru-buru Zyila Miralen dan Astrella Xiosien mengejar Dewa Binatang yang mengarah ke wilayah Dragon Nibiru.
Twins Ice segera berdiri karena telah sembuh total, dia berkata kepada ayahnya, "aku sudah dewasa dan berhak menentukan jalan hidupku. Pengorbananku sesaat lalu sebagai bukti kasih sayang seorang anak ke ayahnya. Ayah, renungkan perkataan kekasihku!"
Mendengar jika Dewa Binatang adalah kekasih putrinya, tubuh Raja Phoniex Es gemetaran, apalagi tahu maksud perkataan putrinya.
Ya, Twins Ice telah memutuskan untuk bersama dengan Dewa Binatang, entah direstui atau tidak, dia tidak peduli. Yang terpenting baginya, dia telah melakukan apapun demi ayahnya, dan itu lebih dari cukup sebagai bentuk pengabdian kepada ayahnya. Dan lagi, seorang wanita akan meninggalkan kedua orang tuanya untuk mengikuti suaminya.
"Putriku... Tunggu!" cegah Raja Phoenix Es.
__ADS_1
Sayangnya, Twins Ice tidak peduli dan terbang menyusul Dewa Binatang.