God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Zaman Selalu Berulang.


__ADS_3

Bab 24. Zaman Selalu Berulang.


Ketiga wanita itu tanpa lelah terus-menerus melepaskan tembakan ke arah musuh yang menyerang. Setiap kali musuh melepaskan tembakan, ketiga wanita itu dengan cepat menghindar dan memberikan serangan balik.


Yang membuat ketiga wanita itu berdecak kagum, Dewa Binatang tidak menggunakan apapun di tubuhnya, hanya menggunakan senjata api laras panjang. Setiap kali musuh menyerangnya, dia cukup melambaikan tangan yang membuat rudal dan laser meledak sebelum mengenai target.


"Jadi inilah seorang kultivator sejati!" gumam Zyila Miralen yang selalu memperhatikan Dewa Binatang.


Tiba-tiba Mahkota Dewi Perang merespon perkataannya dengan suara kaku, yang tidak lain adalah suara sistem.


[Dewa adalah penciptaku. Kekuatannya di luar batas pemikiran Anda. Jika Anda bercita-cita seperti beliau, berlatihlah dan saya akan membimbing Anda. Tetapi hanya di atas tingkat Ranah Penguasa Alam.]


Zyila Miralen sejenak berhenti karena kaget Mahkota Dewi Perang mampu berkomunikasi seperti halnya sistem yang diketahuinya. Mengetahui jika Zhi Shimo adalah seorang Dewa, Zyila Miralen makin mengaguminya.


"Siapa nama dewa-nya? Apa benar ada kekuatan di atas Ranah Penguasa Alam? Jika ada, seberapa tinggi kekuatan itu?" cecar Zyila Miralen yang ingin tahu, dia kembali melepaskan rentetan tembakan ke musuh.


[Beliau adalah Dewa Binatang, memiliki jutaan pasukan binatang mistik yang ganas, ada Naga, Phoniex, Macan dan lain sebagainya. Beliau bisa dikatakan sebagai seorang yang memiliki kekayaan di luar imajinasi Anda. Sedangkan tentang basis kultivasi, Ranah Penguasa Alam merupakan kultivasi fana di Planet Nibiru. Di galaksi lain seperti Galaksi Aurora, ada 55 tingkatan, dan itu belum batas tertinggi. Ranah Penguasa Alam di galaksi lain disebut kekuatan Saint. Di atasnya adalah tingkat Tyrant, setiap tingkat terbagi menjadi 9 level. Namun, semakin tinggi kekuatan, maka seorang kultivator harus melewati puluhan level...,]


Panjang lebar Sistem Pencipta menjelaskan sesuai pertanyaan Zyila Miralen. Demikian juga dengan Twins Ice dan Astrella Xiosien yang berkomunikasi dengan Sistem Pencipta.


Ketiga wanita itu sampai tidak bisa berkata-kata. Mereka tidak menyangka pria tampan ini seorang Dewa, yang konon katanya adalah pencapaian kehidupan abadi. Kehidupan yang diinginkan oleh semua kehidupan di Planet Nibiru.


Pantas saja jika kaya raya karena hidupnya abadi. Yang membuat mereka bertiga bungkam, tentang tingkat kekuatan yang hanya mitos di Planet Nibiru. Seseorang yang kuat dan menjadi pahlawan, bagi mereka bertiga hanyalah dongeng sebelum tidur.


"Time Stop!" gumam Dewa Binatang saat kapal penyelamat komandan Mechacircle akan melarikan diri.


Seketika waktu berhenti, semua kehidupan di wilayah Bird Nibiru menjadi patung, demikian juga dengan semua teknologi jenis apapun.


Dewa Binatang sesegera berteleportasi dan muncul di dalam kapal penyelamat musuhnya. Segera dia membaca ingatan si komandan Mechacircle. Setelah beberapa saat, dia telah kembali di posisi semula, lalu menghancurkan semua musuhnya dalam sekali lambaian tangannya.

__ADS_1


Setelah robot, kapal penjelajah, serangga pelacak hancur, Dewa Binatang mengembalikan waktu seperti sediakala, dan semua bergerak kembali.


Zyila Miralen dan kedua rekannya tercengang melihat kapal angkasa musuh, dan semua persenjataan canggih berjatuhan. Mereka hanya bisa bengong karena tidak tahu apa yang telah terjadi.


Lalu mereka bertiga melihat Dewa Binatang yang berdiri di puncak pohon sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya, pandangan mata tertuju ke arah langit.


Melihat reaksinya yang biasanya saja, ketiga wanita itu menduga jika Dewa Binatang satu-satunya orang yang membuat semua teknologi penjajah dikalahkan dengan mudah.


Sedangkan Dewa Binatang, dia kecewa karena tidak mendapatkan informasi penting dari ingatan komandan Mechacircle. Komandan Mechacircle hanya menjalankan perintah dari pimpinan Ras Pleidian untuk menghancurkan Planet Nibiru, planet yang berpotensi mengalahkan Ras Pleidian dalam segi teknologi dan kecerdasan.


"Anggap saja ini benar!" batin Dewa Binatang yang tidak ambil pusing memikirkan dalang di balik kejadian ini dan juga tujuan mereka.


Dewa Binatang membalikkan badan untuk melihat Astrella Xiosien, lalu dia berkata, "ayo, sekarang ke rumahmu."


Ucapan Dewa Binatang baru membuat mereka tersadar mereka dari keterkejutannya. Astrella Xiosien memimpin jalan, dia dan kedua rekannya kebingungan harus berkata apa. Kejadian hari ini sudah membuat mereka syok berat, kejadian yang hanya ada di cerita dongeng dan hiburan.


Dewa Binatang tersenyum melihat mereka, dia tahu ketiga wanita itu sedang terguncang secara psikologis dengan kejadian ini. Baginya, apa yang baru saja dilakukannya untuk melatih mental mereka agar kuat.


Segera Astrella Xiosien meningkatkan kecepatan terbang agar segera tiba di kediamannya. Bagi Dewa Binatang, melihat mayat-mayat bergelimpangan sudah hal biasa, dia juga banyak membunuh orang tapi yang berhubungan dengan musuhnya.


Astrella Xiosien di depan. Sedangkan Dewa Binatang berada di belakang, diapit oleh Zyila Miralen dan Twins Ice yang mengikuti Astrella Xiosien.


"Di tempat lain, hal seperti sering terjadi, bahkan tak jarang orang mati tanpa tubuh dimakamkan. Inilah kehidupan seorang kultivator, hidupnya yang dipenuhi dengan darah dan tangisan. Untuk mencapai kekuatan tertinggi, rasa takut, khawatir, gelisah, dan apapun itu yang menyangkut hati, harus mampu dikendalikan," kata Dewa Binatang dengan tujuan mereka siap jika menjadi seorang kultivator sejati.


"Apakah ini tidak bisa dihindari atau dicegah?" tanya Zyila Miralen dengan nada sedih.


Dewa Binatang tersenyum tipis karena ketiga wanitanya benar-benar tidak tahu apa-apa.


"Bisakah niat para penguasa di planet ini dicegah?" tanya balik Dewa Binatang.

__ADS_1


"Niat penguasa? Apa maksudmu?" Zyila Miralen kebingungan dengan pertanyaan Dewa Binatang.


Dewa Binatang menghela nafas panjang. Setelah itu dia berbicara, "tahukah kamu, penghuni planet ini bagi galaksi lain di anggap ras cerdas. Tahukah kamu, Ras Reptilian, Ras Ellojiim, Ras Grey atau alien banyak menjadikan planet lain sebagai kebun binatang, mengeploitasi alamnya, menciptakan kehidupan baru, dan setelah itu mereka memusnahkannya dan menyisakan 20 persen kehidupan untuk kembali berkembang biak...,"


Dewa Binatang berhenti berbicara karena Astrella Xiosien membalikkan badan. Ketiga wanita itu kembali kaget dengan belum pernah mendengar jika para penguasa di Planet Nibiru sekejam itu.


"Tidak perlu terkejut! Sifat seorang penguasa di manapun tempat juga sama. Semakin tinggi kekuasaannya, maka sifat serakah akan selalu mengikutinya. Tidak puas dengan apa yang dimilikinya, mereka akan melirik tempat lain untuk dijarah. Salah satu caranya, dengan menciptakan kehidupan baru untuk dijadikan budak. Memilih beberapa pemimpin dari kehidupan itu untuk dijadikan tangan kanannya. Setelah kehidupan tersebut menjarah dan saling berperang, para penguasa akan datang untuk memanennya," lanjut Dewa Binatang.


Dewa Binatang ingin ketiga wanita itu tahu kebenaran, kebenaran yang selalu ditutup-tutupi oleh para penguasa. Astrella Xiosien kembali melakukan perjalanan menuju ke kediamannya sambil memikirkan perkataan Dewi Binatang.


Selama perjalanan, Dewa Binatang tak henti-hentinya berbicara tentang kebenaran kepada mereka. Sampai-sampai mulut ketiga wanita itu tidak mampu terbuka.


Kebenaran ini membuat psikologis mereka makin terguncang, dan tidak mampu menerimanya kenyataan ini.


"... Di Bumi, tepatnya di galaksi Bimasakti, Kaum Grey dianggap sebagai alien, Ras Annunaki disembah sebagai Dewa Kuno. Ras ini memberikan banyak pengetahuan tentang teknologi dengan tujuan seperti yang aku katakan sesaat lalu. Mereka menciptakan doktrin agar manusia selalu tunduk dan percaya kepada mereka, doktrin itu juga membuat manusia di Bumi saling berperang."


Panjang lebar Dewa Binatang mengungkapkan kebenaran yang selalu ditutupi. Dia harus mengungkapkan agar ketiga wanita itu sadar jika hidupnya tidak baik-baik saja, salah satunya kejadian hari ini.


"Kebenaran ini sulit aku terima!" ujar Zyila Miralen.


"Aku tahu, kalian pasti tidak siap mengetahui kebenaran ini! Tapi, ini justru membuat kalian selalu mawas diri menghadapi hal-hal yang tidak terduga, berpikiran bijaksana setelah mendengar berita yang tak logis. AI di Bumi mampu memanipulasi pikiran manusia sehingga tidak mengetahui perbedaan informasi yang benar dan salah. Keadaan itu akan terjadi di sini jika kalian tidak siap dan mawas diri!" terang Dewa Binatang yang sedikit memberikan peringatan.


Menjalani siklus Samsara, membuat Dewa Binatang mengetahui banyak hal, dan setiap kejadian selalu berulang-ulang. Tujuan itu semua sangatlah sederhana, yaitu mendapatkan sumber daya alamnya.


Tidak terasa, Astrella Xiosien telah tiba di kediamannya. Melihat rumahnya yang bertingkat hancur, dia bergegas sambil menangis. Dia melihat mayat-mayat keluarganya yang sudah tidak utuh dengan kondisi tertimbun reruntuhan rumah.


Ayahnya tewas dengan tubuh yang tidak utuh dan masih menggunakan perlengkapan canggih. Melihat itu, ayahnya bertempur sengit dan akhirnya tewas. Zyila Miralen dan Twins Ice segera memeluk Astrella Xiosien.


Dewa Binatang menatap langit, seakan-akan melihat sesuatu yang sangat jauh.

__ADS_1


"Selama alam semesta bergerak, zaman akan selalu berganti dan kehidupan berubah. Inilah siklus kehidupan yang tiada henti, zaman akan selalu berulang!" gumamnya dan duduk bersila di bawah pohon, lalu memejamkan mata.


Setelah Astrella Xiosien tenang, dia menguburkan jenazah keluarga dengan bantuan kedua rekannya. Air matanya selalu mengalir deras tanpa ada suara lagi.


__ADS_2