
Bab 39. Gagal Mengetahui Kebenaran.
Dewa Binatang mengangguk sebagai respon, lalu dia menyentuh permukaan Kitab Kebenaran. Namun, wanita itu dengan cepat memegang tangannya sebelum menyentuh Kitab Kebenaran.
"Ada tata cara untuk khusus untuk membuka Kitab Perjanjian Lama, tidak bisa sembarang!" teguran wanita itu.
"Maaf!" sesal Dewa Binatang dan merasakan sakit ketika tangannya yang dipegang.
"Jika kamu menyentuh Kitab Kebenaran ini, tubuh dan jiwamu akan lenyap, tidak akan berguna sekuat apapun Batu Keabadian yang bersemayam di jiwamu!" imbuh wanita itu.
Dewa Binatang bergidik ngeri setelah ditegur, dia juga tidak menyangka wanita ini mengetahui tentang Law Stone di dalam jiwanya. Dan, bisa dipastikan ucapannya bukan omong kosong belaka.
"Sebelum Anda mengetahui Kitab Kebenaran, persiapkan mental dan berpikirlah dengan bijaksana. Suatu kebenaran yang terungkap itu baik, tapi bukan berarti menjadi pemicu masalah baru. Jadikan suatu kebenaran itu pelecut semangat untuk memperbaiki diri dan membuat kehidupan menjadi lebih baik. Apakah Anda mengerti?" peringatan wanita itu dengan tegas.
Dewa Binatang menjadi gelisah karena peringatan wanita itu, dia merasa sesuatu yang besar dan itu menyangkut masa lalunya. Untuk mempersiapkan mentalnya, dia memejamkan mata sambil menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan.
"Saya siap!" ucap Dewa Binatang sambil menggeser tubuhnya untuk memberikan tempat bagi wanita itu.
Wanita itu berdiri tepat di depan Kitab Kebenaran, lalu dia berucap, "kebenaran dan misteri saling berkaitan. Kebenaran akan terbuka atas kehendak Alam Semesta. Terbukalah dan sudah waktunya kebenaran terungkap!"
Setelah wanita itu berucap dan seperti sebuah mantra untuk membuka Kitab Kebenaran, kitab tersebut mengeluarkan cahaya keemasan yang menerangi Istana Surga.
Namun, tiba-tiba Negeri Atas Awan bergejolak seperti akan terjadi bencana alam. Dewa Binatang jelas terkejut dan melihat reaksi wanita itu yang bingung dan juga gelisah.
"Dia mengetahuinya! Jika Anda ingin bertemu dengan jiwa keempat saudari Anda, selesaikan misi untuk menyelamatkan Mysterious Land, wilayah itu adalah milik saudari Anda. Saya akan mengirim Anda kembali!" ucap wanita itu yang terlihat panik dan tergesa-gesa.
Dewa Binatang jelas kebingungan maksud perkataannya. Segera dia buru-buru bertanya sebelum wanita itu mengirimkan kesadaran kembali ke dalam tubuhnya, "siapa dia itu? Apa maksud Anda?"
"Saat ini Anda tidak perlu tahu. Tidak ada waktu lagi!" jawab wanita itu yang tampak menyembunyikan sesuatu dari Dewa Binatang.
Sayangnya, sebelum Dewa Binatang kembali bertanya karena tidak mengerti, pandangannya menjadi buram. Dalam sekejap mata, dia telah kembali ke dalam tubuhnya, namun masih belum sadarkan diri.
...****************...
Sepeninggal Dewa Binatang, wanita itu terkejut melihat seseorang pria tua telah berdiri di depan pintu Istana Surga. Pria tua itu melihat sekeliling untuk mencari seseorang yang membuatnya khawatir.
"Aku merasakan auranya ada di sini! Ke mana dia?" tanya pria tua itu kepada wanita yang bertanggung jawab atas Istana Surga.
__ADS_1
"Anda datang sudah membuat kekacauan, apakah ini seseorang yang dihormati oleh banyak penguasa!" ucap wanita itu dengan nada ketus, dia sengaja mengalihkan pertanyaannya.
Pria tua itu tersenyum sinis dan tidak menemukan orang yang dikhawatirkannya. Lalu dia berkata dengan ancaman, "jangan berpikir aku tidak berani membuat kekacauan di Negeri Atas Awan! Jika kamu berniat membocorkan rahasiaku... Lihat saja, Kerajaan Langit selamanya mengalami teror!"
Wanita itu jelas marah, namun sebelum dia menyerang pria tua tersebut, muncul di depannya seseorang yang tubuhnya mengeluarkan serat-serat petir, tidak terlihat wajahnya.
"Berani melakukannya, silakan! Kamu pikir aku tidak mampu memporak-porandakan Alam Kudus. Lakukanlah, aku tunggu!" ancam balik pria petir tersebut yang tidak takut sama sekali kepada pria yang berasal dari Alam Kudus.
Pria tua itu diam dengan senyuman sinis. Sebelum pergi, dia berkata, "selama kalian tidak membocorkan rahasia yang seharusnya tertutup rapat... Yakinlah, aku tidak akan muncul di hadapan kalian!"
Perkataannya tetap mengandung ancaman. Setelah berbicara, dia lenyap begitu saja dari hadapan mereka berdua. Istana Surga kembali tenang dengan perginya pria tua itu.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan, jika dia terus menghalangi jalan kebenaran ... Aku khawatir saat dia tahu--"
"Kebenaran akan mencari jalannya sendiri diwaktu yang tepat! Cepat atau lambat, Dewa Binatang akan mengetahuinya. Untuk saat ini, Kitab Perjanjian Lama jangan dibuka karena dia pasti akan tahu!" sela pria petir tersebut sebelum bawahannya menyelesaikan perkataannya.
Wanita itu khawatir jika Dewa Binatang terlambat mengetahui kebenaran tentang masa lalunya, khawatir kemarahannya memicu hal yang tidak diinginkan oleh pria petir dan juga wanita penjaga Istana Surga.
"Sesuai kehendak Tuanku!" jawab wanita itu dengan patuh.
"Kemarahannya akan membangkitkan Penguasa Dark Matter. Jika itu terjadi ... Semoga saja tidak!" gumam wanita itu yang berharap sesuatu yang ditakutinya tidak terjadi.
Dark Matter adalah energi kegelapan dan penguasa kehampaan. Asal mula adanya alam semesta yang dihuni banyak kehidupan berasal dari energi kegelapan. Jika Penguasa Dark Matter sampai bangkit, maka hanya ada satu jawaban, alam semesta menghilang atau makin berkembang pesat.
...****************...
Dewa Binatang perlahan membuka matanya, lalu dia melihat atap rumah yang terbuat dari jerami yang ditopang dengan kayu. Lalu melihatnya sekitarnya yang berada di dalam rumah kayu.
Dia juga melihat dua wanita muda cantik yang sedang membersihkan ruangan, mereka adalah Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua.
Kemudian, dia memikirkan kejadian di Negeri Atas Awan, situasi yang tidak dimengerti. Banyak pertanyaan di benaknya yang tidak menemukan jawaban. Kitab Perjanjian Lama yang berisi tentang Kebenaran membuat ingin tahu isinya.
"Siapa yang ditakuti oleh wanita itu? Melihat kegelisahannya, aku duga orang tersebut ada hubungannya denganku!" batin Dewa Binatang, lalu kembali melihat Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua.
"Berapa lama aku pingsan?" tanyanya.
Dua wanita itu kaget dan melihat ke arah Dewa Binatang yang sudah duduk di pinggir ranjang kayu. Mereka berdua juga yang menyerangnya ketika terbang melewati wilayah Suku Pohon.
__ADS_1
"Akhirnya kamu bangun juga!" ucap Dao Li Nuwa yang sangat senang.
"Lama sekali kamu pingsan, lima hari!" jawab Dao Li Chunhua sambil mendekati Dewa Binatang.
Dewa Binatang tidak terkejut telah pingsan selama lima hari, karena ada ada perbedaan antara dunia fana dan Negeri Atas Awan, di sana tidak ada yang namanya konsep waktu.
"Apakah kalian tahu temanku yang mendaratkan kapal angkasa di bukit dekat tempat ini?" tanya Dewa Binatang yang teringat dengan Evilyn dan Angela.
Pertanyaan Dewa Binatang membuat wanita gelisah, dan gestur tubuh mereka diperhatikannya. Dewa Binatang langsung menebak jika sesuatu terjadi kepada Evilyn.
"Apa mereka baik-baik saja?" tanyanya sebelum Dao Li Nuwa menjawab.
Dua wanita muda itu menarik kursi kayu dan duduk berhadapan dengan Dewa Binatang.
"Sejujurnya, ketika anggota Suku Pohon berpatroli memang melihat ada kapal angkasa di Bukit Ratapan, tapi kapal itu dalam keadaan rusak parah dan tidak melihat ada seseorang di sana...," terang Dao Li Nuwa yang menceritakan apa yang terjadi selama Dewa Binatang pingsan.
Kepala Suku Pohon sudah memerintahkan anggotanya untuk menyelidiki apa yang telah terjadi dengan Evilyn dan anggotanya. Menurut penyelidikan, Evilyn dan anggotanya ditangkap oleh Suku Angin.
Namun, selama perjalanan menuju ke wilayah Suku Angin, terlihat jejak pertempuran. Setelah penyelidikan lebih lanjut hingga dekat dengan pusat wilayah Suku Angin, utusan Kepala Suku Pohon mendapatkan informasi.
Ternyata, Evilyn berhasil kabur bersama beberapa anggotanya, sisanya anggota kini dipenjara. Penjara anggota Evilyn berada di tengah-tengah danau, ditempatkan di situ untuk memancing Evilyn yang ingin menyelamatkan mereka.
Kepala Suku Pohon juga mencari keberadaan Evilyn karena berhubungan dengan Dewa Binatang. Dao Li Xia tidak ingin Dewa Binatang keluar dari wilayahnya, dia berusaha untuk membuatnya betah di tempat ini. Dao Li Xia ingin menciptakan kesan baik.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang tidak dikatakan oleh Dao Li Nuwa tentang tujuan Kepala Suku Pohon - Dao Li Xia. Di mana Dewa Binatang akan menjadi mempelai pria bagi beberapa wanita Suku Pohon.
Mendapatkan berita ini, Dewa Binatang sedikit lega. Dia akan sesegera mungkin untuk menemukan Evilyn dan Angela. Namun, Dao Li Nuwa memintanya untuk makan terlebih dahulu sebelum menemui Kepala Suku. Sedangkan Dao Li Chunhua keluar dari rumah pohon untuk melapor kepada Dao Li Xia.
"Lima hari ini kamu pasti lapar, ayo makan dulu. Kami memasak terbaik untukmu," kata Dao Li Nuwa.
Dewa Binatang segera makan dan tidak menyisakan apapun di meja. Melihat masakannya habis, Dao Li Nuwa merasa senang hasil jerih payahnya dinikmati oleh Dewa Binatang, seorang pria yang menjadi perbincangan kaum wanita Suku Pohon.
Setelah makan, Dewa Binatang diantar untuk menemui Kepala Suku. Selama makan, dia melihat Dao Li Nuwa yang selalu berusaha untuk menarik perhatiannya dengan bernyanyi dan juga banyak bicara perihal kehidupan sehari-hari Suku Pohon.
"Tidak mudah untuk mengetahui kebenaran ini!" batin Dewa Binatang yang masih memikirkan kejadian di Istana Surga.
Rencananya, setelah menemukan Evilyn, dia ingin menuju ke Jurang Kebenaran untuk menemui wanita penjaga Kitab Perjanjian Lama. Sesuatu didepan mata yang gagal diketahui membuatnya makin ingin tahu.
__ADS_1