God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Tulang Misterius.


__ADS_3

Bab 81. Tulang Misterius.


Dan, Putri Yu Jie yang paling terkejut karena hanya Dewa Binatang yang mengetahui jika dirinya mengikuti lelang. Padahal dia sudah bekerja sama dengan pemimpin Gedung Harta Langka agar identitasnya tidak dibocorkan. Selain itu, kaca setiap ruangan khusus anti Mata Dewa, tidak mungkin dilihat oleh siapapun siapa yang tinggal di ruangan.


Putri Yu Jie tahu siapa saja yang mengikuti acara lelang, dan mengetahui juga batas kekayaan mereka. Karena itu, dia penuh keyakinan akan mendapatkan peta kuno dan barang langka lainnya.


"Pria yang menarik!" gumam Putri Yu Jie sambil menyimpan peta kuno di kantung spasial berwarna merah motif bunga.


"Apa katamu?!" bentak Pangeran Jia yang jelas tidak terima dihina, apalagi melihat Gong Fang menahan tawa.


Dewa Binatang tidak menghiraukan bentakan Pangeran Jia, dia tetap menikmati hidangan. Lang Zhen Juan berhenti makanan karena selera makannya menghilang.


"Tuan Muda, Pangeran Jia terkenal pendendam. Kemungkinan besar setelah lelang berakhir, Anda akan mendapatkan masalah!" peringatan Lang Zhen Juan.


"Kerajaan kecil berani berjingkrak-jingkrak di hadapan Tuan Muda... Dipastikan akan menjadi sejarah dalam semalaman!" sahut Ruan Fei sambil menatap tajam ke arah Lang Zhen Juan.


Seketika Lang Zhen Juan memeluk lengan kiri Dewa Binatang karena ketakutan, dia tidak menyangka pengawal tuan muda Cheng mengeluarkan aura kuat yang tidak diketahui kekuatannya.


Ye Jiali dan Lei Jihan ikut berhenti makan dikarenakan ketakutan dengan Ruan Fei yang terlihat ramah tapi sangat menakutkan ketika marah.


"Sudah-sudah, kita lanjutkan makan!" cegah Dewa Binatang yang tidak ingin suasana hatinya berubah.


Akhirnya, peta kuno dimenangkan oleh Putri Yu Jie setelah Gong Fang mengetuk palu. Kemudian, acara lelang berlanjut hingga sessions pertama berakhir dengan kemenangan peserta lelang di lantai satu.


"Lelang berikutnya dimulai setelah jeda waktu 30 menit. Yang Mulia sekalian bisa pergunakan waktu istirahat ini untuk melakukan pembayaran atau hal lainnya." Setelah Gong Fang menutup sessions pertama, dia meninggalkan panggung lelang.


Di lelang sessions pertama, Dewa Binatang tidak mendapatkan apa-apa, tetapi dia mendapatkan salinan peta kuno tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.


"Kumpulkan enam orang untuk memeriksa ketiga jalur dungeon. Jika ditemukan hal yang membahayakan dan tidak mampu diatasi, tutup semua jalur dengan Formasi Array, nanti kita akan menjelajahi bersama-sama!" perintah Dewa Binatang kepada Ruan Fei sambil memberikan salinan peta yang telah dibuat oleh istrinya.


"Laksana, Tuan Muda!" jawab Ruan Fei dengan semangat sambil berdiri. Setelah memberikan hormat karena kebiasaan, dia keluar dari kamar.


Dewa Binatang melihat Ye Jiali yang tampak kekenyangan, lalu melihat Lei Jihan yang tidur juga karena kekenyangan.


"Tuan Muda, terima kasih atas hidangannya. Maaf, karena aturan di sini, saya tidak bisa berlama-lama mendampingi Anda!" pamit Lang Zhen Juan dengan nada manja sambil mengelus paha kiri Dewa Binatang.


"Santai saja! Berapa semuanya?" jawab Dewa Binatang dan bertanya.


"Semua hidangan gratis karena salah satu bentuk pelayanan ditempat ini!" jawab Lang Zhen Juan sambil berdiri.


"Ya sudah, lanjutkan pekerjaanmu," ucap Dewa Binatang.


Setelah itu, Lang Zhen Juan membereskan piring dan kotoran di meja, lalu dia keluar dari kamar. Jika tidak ada Ye Jiali, dia sudah pasti akan kembali mencium Dewa Binatang.

__ADS_1


"Tuan Muda ...," Ye Jiali kesulitan untuk berbicara dengan Dewa Binatang karena sungkan, dia tetap tidak berani menatap wajahnya.


"Ada apa, katakan saja?" tanya Dewa Binatang.


"Anu ... Jika berkenan dan tidak memiliki tempat tinggal, Tuan Muda bisa tinggal ditempat sederhana kami!" tawaran Ye Jiali sebagai bentuk ucapan terima kasihnya.


"Dengan senang hati aku akan tinggal sementara rumahmu!" jawab Dewa Binatang dengan segera.


"Terima kasih, Tuan Muda... Terima kasih!" ucap Ye Jiali yang sangat gembira.


"Kalau begitu dan maaf karena tidak sopan... Saya akan pulang untuk menyiapkan tempat untuk Tuan Muda!" pamit Ye Jiali dan di anggukan kepala Dewa Binatang.


Segera Ye Jiali mengendong putrinya yang tertidur. Tinggal Dewa Binatang seorang diri di ruang nomer 9, tidak adanya orang di ruangan membuat suasana menjadi sepi.


Dewa Binatang beranjak dari tempat duduknya, lalu dia menuju ke ranjang yang telah tersedia di setiap ruangan untuk beristirahat...


...****************...


Duke Manchu berpamitan kepada Pangeran Jia, dia beralasan ada hal yang perlu ditangani sebentar, dan akan kembali sebelum acara lelang sessions kedua dimulai.


Duke Manchu keluar dari Gedung Harta Langka, lalu dia memanggil bawahannya.


"Tangkap Ye Jiali dan putrinya!" perintah Duke Manchu kepada bawahannya.


Dia mengetahui jika Ye Jiali telah sembuh ketika Raja Arwah menegurnya melalui komunikasi telepati, saat itu ketika Pangeran Jia memberikan perintah untuk mencari informasi tentang penghuni ruang 9.


Lembah Arwah memanjang sejauh dua kilometer, dengan ketinggian tebing mencapai 200 meter, luas mencapai 54 meter dinding tebing setiap sisi memiliki kontur bebatuan yang beragam.


Saat ini, Duke Manchu telah berada di dalam gua dan sudah berhadapan dengan penguasa Lembah Arwah. Sosok Raja Arwah diselimuti oleh kabut hitam yang membentuk jubah, tidak sedikitpun memperlihatkan kulit tubuh dan hanya terlihat matanya yang berwarna merah darah.


"Apa kamu lupa hukumannya jika gagal mendapatkan penggantinya!" teguran Raja Arwah dan juga mengingatkan perjanjian.


Sebenarnya, Duke Manchu sangat ketakutan, namun berusaha untuk tetap tenang dengan berdiri tegak sambil menundukkan kepala.


"Hamba dengan jelas mengingatnya, Yang Mulia! Sebelum menemui Yang Mulia, hamba telah memerintahkan untuk menangkap Ye Jiali. Dan sebagai permintaan maaf, hamba akan mengorbankan dua gadis murni!" jawab Duke Manchu.


"Bagus! Yang harus kamu ketahui, orang yang membunuh anak buahku bukanlah orang sembarang, dia sangat kuat, berhati-hatilah!" peringatan Raja Arwah yang telah mengetahui siapa Dewa Binatang.


Setiap Roh-roh iblis, Raja Arwah selalu terhubung dengan anak buahnya, dia selalu mengetahui apapun yang terjadi. Dan, ketika Dewa Binatang membunuh anak buahnya, dia jelas mengetahuinya.


"Siapa dia, Yang Mulia?" tanya Duke Manchu dengan memberanikan diri untuk menatap Raja Arwah.


Raja Arwah melambaikan tangan kirinya, lalu muncul sosok Dewa Binatang. Duke Manchu melihat si pelaku yang tidak dikenali. Jika dia tahu orang yang memprovokasi Pangeran Jia, jelas dia akan segera bertindak untuk menangkapnya.

__ADS_1


"Sekuat apa dia?" tanya Duke Manchu.


"Aku sendiri tidak mengetahui. Yang jelas dia kuat! Kamu jangan bertindak sendiri!" jawab Raja Arwah dan juga memberikan peringatan.


...****************...


Dikediaman Ye Jiali. Anak buah Duke Manchu telah mengepung rumah Ye Jiali. Ye Jiali dan Lei Jihan jelas ketakutan dengan menutup pintu dan jendela. Akan tetapi, di saat anak buah Duke Manchu akan mendobrak pintu, datang Ruan Fei yang langsung menghabisi mereka dengan cepat dan tanpa suara.


"Terima kasih, Tuan!" ucap Ye Jiali setelah Ruan Fei menyelamatkannya.


"Tidak perlu berterima kasih! Aku ke sini untuk membantu kalian atas perintah tuan muda!" jawab Ruan Fei.


Ruan Fei tahu jika Dewa Binatang akan tinggal dikediaman Ye Jiali, sebab itu dia ingin membantu serta mengamankan sekitarnya. Sebelum datang ke rumah Ye Jiali, dia telah menemui rekan-rekannya yang masih berada di Kota Chu. Sesuai perintah, keenam rekannya menyebar di tiga tempat.


"Paman, apa tuan muda akan lama tinggal di sini?" tanya Lei Jihan.


Ruan Fei tersenyum sambil membelai rambut Lei Jihan. Lalu dia menjawab, "beliau tidak bisa ditebak, saat ini bisa di sini, beberapa saat beliau sudah berada di tempat lain."


Lei Jihan menjadi cemberut karena ingin berlama-lama bersama Dewa Binatang, dia merasa memiliki seorang kakak yang selalu diimpikan selama ini.


"Tuan duduk saja, membersihkan kamar hal sepele buat kita!" pinta Ye Jiali yang sungkan harus dibantu oleh Ruan Fei, "kamu buatkan Paman teh hangat!" perintahnya kepada Lei Jihan.


Dengan senang hati Lei Jihan segera membuatkan teh hangat. Sedangkan Ruan Fei membereskan mayat-mayat anak buah Duke Manchu dengan mengumpulkan mereka. Dengan kekuatannya yang berada di tingkat True Alfa, mayat-mayat itu dalam sekejap menjadi abu tanpa mengeluarkan bau.


"Duke Manchu...! Berani mengusik ketenangan Yang Mulia, jangan harap bisa melihat matahari lagi!" gumam Ruan Fei yang geram terhadap kejahatan Duke Manchu...


Di Gedung Harta Langka, waktu 30 menit telah berlalu, Gong Fang kembali berada di panggung lelang. Duke Manchu juga telah berkumpul dengan Pangeran Jia, dia belum mengetahui jika anak buahnya mati sia-sia.


"Terima kasih sudah menunggu sessions kedua! Baiklah, akan kita mulai kembali acara lelangnya. Kali ini hanya ada 10 barang yang akan dilelang...," Gong Fang segera membuka acara lelang dan berhenti berbicara sebab menunggu rekannya mengeluarkan barang.


Dewa Binatang yang tahu acara lelang dimulai tetap menutup mata karena barang lelang tidak menarik minatnya. Sampai pada akhir sessions kedua, dia membuka mata ketika merasakan aura kuat yang berasal dari barang lelang kesepuluh.


"Barang ini ditemukan oleh seorang nelayan ketika menjaring ikan. Setelah diteliti sekian lama, para ahli kita belum mengetahui benda apa ini. Yang jelas, aura kuat yang Yang Mulia rasakan berasal dari benda ini...," Gong Fang menjelaskan perihal barang lelang, dua berhenti berbicara untuk membuka penutup barang lelang.


Dewa Binatang dan semua orang melihat tulang lengan kanan manusia. Di tulang itulah yang mengeluarkan aura kekuatan tingkat True Omega, dan hanya Dewa Binatang yang mengetahui kekuatan tulang tersebut.


Melihat tulang itu, semua orang jelas kebingungan karena tidak tahu kegunaannya. Gong Fang melihat ke peserta di lantai pertama yang tidak tinggal di ruang pribadi, raut wajah mereka dengan jelas terlihat jika kebingungan.


"Para ahli sudah menguji kekuatan tulang ini... Tulang ini tidak bisa dihancurkan karena selalu mengeluarkan perisai energi. Kegunaan tulang ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai perisai saat digunakan, mampu menahan serangan kultivator di tingkat True Alfa. Tetapi kita tidak tahu berapa lama tulang ini bisa bertahan dari serangan. Tapi kita jamin tulang ini sangat kuat dan cocok dijadikan pelindung diri. Harga awal 500 ribu keping emas, setiap kali kenaikan minimal senilai 10 ribu keping emas." Akhirnya Gong Fang selesai menjelaskan.


Penjelasan Gong Fang memantik kericuhan karena tulang tersebut sangat berharga. Setiap peserta lelang langsung berlomba-lomba menaikkan tawaran, bahkan Pangeran Jia dan Putri Liangyi saling berebut dengan menaikkan tawaran.


Putri Mao Yu Jie juga ikut menawar, dan persaingan sangat ketat. Sedangkan Dewa Binatang tidak sekalipun menaikkan tawaran karena penjelasan Gong Fang tidak detail.

__ADS_1


"Jika para ahli di sini tahu, tulang itu bisa dijadikan bahan pembuatan zirah perang atau senjata, dan tidak mungkin dihargai murah!" gumam Dewa Binatang sambil berpikir, "tulang milik siapa itu? Dari bentuk struktur tulangnya, itu pasti milik manusia kuno. Tulang misterius!" lanjutnya.


Tulang lengan kanan itu memang milik manusia, tapi ukurannya lebih besar dan panjang. Apa yang dikatakan oleh Dewa Binatang memang benar bahwa itu adalah tulang manusia raksasa, ukurannya tiga kali lipat dari ukuran manusia normal.


__ADS_2