God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kelicikan Dewi Pesona.


__ADS_3

Bab 136. Kelicikan Dewi Pesona.


...****************...


Keesokan harinya, tepatnya di pagi hari.


Raja Eluned, Raja Vlad dan Raja Datura menemui Dewi Pesona. Mereka mengutarakan tujuan yang membutuhkan bantuan untuk mengalahkan Dewa Binatang.


Dengan tegas, Dewi Pesona menolak keinginan mereka karena yang harus dihadapinya adalah Dewa Binatang, tetapi tidak memberikan alasannya.


Namun, reaksinya berubah, ketika Raja Vlad mengeluarkan benda berbentuk bola dengan tekstur kenyal seperti karet, yang tidak lain adalah Air Mata Elang berisi elemen angin.


"Baiklah, aku akan menanganinya. Tetapi setelah menghadapi Serpent Spirit!" janji Dewi Pesona sambil melihat Air Mata Elang di telapak tangan Raja Vlad.


Ketiga raja itu menahan kegembiraannya. Akan tetapi, mereka tidak tahu jika Dewi Pesona berbohong. Jelas ia tidak mau mati konyol dengan menyerahkan nyawa di tangan Dewa Binatang.


"Ini sebagai imbalan awal. Setelah berhasil ...." kata Raja Vlad dan berhenti berbicara agar Raja Datura menyambung ucapannya.


Tanpa sungkan, Dewi Pesona melambaikan tangan kanannya untuk mengambil Air Mata Elang dari tangan Raja Vlad. Air Mata Elang itu melayang karena energi spiritual, lalu perlahan mendarat di telapak tangan kanan Dewi Pesona.


Raja Datura segera mengeluarkan sesuatu dari cincin dimensi. Keluar kotak giok dan dibuka. Lalu dia berbicara kepada Dewi Pesona, "setelah Dewa Binatang dikalahkan, Mutiara Air Raja ini akan menjadi bonus."


Kedua mata Dewi Pesona berbinar-binar melihat Mutiara Air Raja, benda yang selalu menjadi incarannya. Akan tetapi, Raja Datura segera menyimpannya ke dalam cincin dimensi, karena Dewi Pesona belum menyelesaikan tugasnya.


"Setelah Dewi Pesona mengalahkan Dewa Binatang. Saya juga akan memberikan Batu Roh Dewi, asal Dewi mau menjadi pelindung kita selama 1.000 tahun." sambung Raja Eluned sambil mengeluarkan kotak giok yang berisi satu Batu Roh Dewi.


Di dalam hati, Dewi Pesona sangat kegirangan sambil melihat Batu Roh Dewi di tangan Raja Eluned. Perubahan wajahnya dilihat oleh ketiga raja itu, mereka juga ikut senang.


"Dewa Binatang itu hanyalah anak-anak, melawannya semudah merebut permen!" ucap Dewi Pesona dengan percaya diri, padahal ia berbohong agar ketiga orang ini mempercayainya.


"Berikan itu semua... Anggap saja permintaan kalian telah terkabul!" pinta Dewi Pesona dengan mengeluarkan sedikit aura kekuatannya.


Ketiga raja itu langsung tersungkur di lantai karena tidak mampu menahan aura kekuatannya. Dewi Pesona sengaja melakukan hal ini agar mereka tunduk.


"Ampun Dewi... Tolong tarik aura kekuatan Anda!" permintaan Raja Eluned yang sadar akan kesalahannya, seharusnya tidak mempermainkan orang kuat.


Setelah Dewi Pesona menarik aura kekuatannya, ketiga raja itu segera duduk tanpa berani lagi melihat wajahnya. Kemudian, Raja Datura dan Raja Eluned memberikan Batu Roh Dewi dan Mutiara Air Raja.


"Jangan khawatir, aku pasti akan membereskannya. Tidak hanya aku, kedua seniorku pasti akan senang memiliki mainan baru!" ucap Dewi Pesona sambil menyimpan ketiga harta berharga ke dalam Dunia Jiwanya, ia sengaja menggunakan nama Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih agar lebih menyakinkan kebohongannya.


Ketiga raja itu saling berpandangan, mereka sangat senang karena Dewi Pesona mengajak Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih. Dengan ketiga Dewi bertindak, sudah dipastikan Dewa Binatang dengan mudah dikalahkan, dipikiran mereka.

__ADS_1


"Orang itu saat ini tinggal di Kerajaan Anarym... Kalau boleh tahu, kapan Dewi akan segera bertindak?" tanya Raja Eluned yang ingin kepastian, lebih cepat lebih baik, pikirnya.


"Seperti yang kukatakan tadi, setelah menghadapi Serpent Spirit!" jawab Dewi Pesona dengan nada ketus.


"Kalau begitu, kita akan siapkan pasukan. Setelah Dewi berhasil mendapatkan lagi Batu Roh Dewi, kita akan sama-sama menuju ke Kerajaan Anarym!" ucap Raja Eluned dengan penuh semangat, dia beranjak dari tempat duduknya, dia sengaja mengucapkan kata "lagi" agar Dewi Pesona tidak melupakan janjinya.


"Dewi pasti berhasil! Kalau begitu, kita undur diri!" pamit Raja Datura sambil menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.


Dewi Pesona hanya mengangguk sebagai jawaban. Kemudian, ketiga Raja itu keluar dari ruang tamu mansion.


Setelah ketiga raja itu keluar dari mansion, Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih turun dari langit dua, mereka mendengar pembicaraan Dewi Pesona dan ikut senang.


"Susah jika tidak mengetahui kekuatan lawan," kata Dewi Kasih yang membicarakan ketidaktahuan ketiga raja itu.


"Jika mereka tahu kekuatan Dewa Binatang, tidak mungkin meminta bantuan kepada kita. Entah dikatakan bodoh atau ... Entahlah!" sahut Dewi Pesona yang kebingungan harus berkata apa untuk kebodohan ketiga raja itu.


"Hmm...! Anggap saja ini adalah hukuman atas tindakan mereka yang mengorbankan jiwa tak berdosa!" Dewi Kedamaian tersenyum masam sambil menggelengkan kepala.


Dewi Pesona mengeluarkan ketiga benda yang baru saja didapatkannya, lalu meletakkan di atas meja tamu. Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih segera membuka ketiga kotak itu.


"Kita jadikan Dewa Binatang sebagai kambing hitam karena membunuh ketiga orang itu. Dengan begitu, kita lepas dari janji!" rencana Dewi Pesona.


Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian menatap wajah Dewi Pesona. Mereka berdua paham apa yang dikatakan juniornya ini.


"Ayo, kita eksekusi mereka agar cepat berurusan dengan Serpent Spirit!" ajak Dewi Pesona sambil berdiri, ia menyimpan Mutiara Air Raja untuk membangkitkan jiwa suaminya si Dewa Perang.


Dewi Kedamaian yang lebih senior dari Dewi Kasih, segera mengambil Batu Roh Dewi untuk meningkatkan kekuatannya. Dewi Kasih jelas senang mendapatkan Air Mata Elang karena akan membuatnya semakin cantik, cantik abadi.


Segera, Dewi Pesona merubah wujudnya menjadi Dewa binatang. Kemudian keluar dari mansion menuju ke istana, tempat ketiga raja itu yang masih berdiskusi.


Ketika ketiga raja itu sedang serius berdiskusi dengan petinggi kerajaan, muncul Dewi Pesona yang menyamar di depan pintu istana. Mereka jelas syok melihat Dewa Binatang.


Tanpa membuang waktu dan omongan yang tidak berguna, Dewi Pesona segera membunuh ketiga raja itu yang menjadi targetnya, ia cukup melambaikan tangan kanan yang mengeluarkan energi spiritual...


Boom...


Ledakan hebat dan menghancurkan istana. Seketika raja itu tewas beserta para petinggi kerajaan. Mereka tidak sempat menghindar karena kekuatannya jauh di bawah Dewi Pesona.


Mendengar ledakan keras, semua prajurit berdatangan, mereka jelas sangat murka melihat Dewa Binatang menghancurkan istana kerajaan.


Semua prajurit segera menyerang Dewi Pesona yang menyamar. Namun sayangnya, mereka dengan mudah dikalahkan. Banyak penduduk yang berdatangan dan melihat apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Ketika Dewi Pesona akan kabur, muncul Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian. Terjadilah pertarungan sengit di antara mereka bertiga di langit. Banyak penduduk yang keluar dari Ibu Kota Kerajaan Caladon, dan sebagian melihat pertarungan itu, satu pria melawan dua wanita.


Namun, pertarungan itu tidak berselang lama, di mana Dewi Pesona yang menyamar segera kabur. Kemudian, Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian menenangkan semua penduduk, dan mengatakan jika pembunuh ketiga raja dan petinggi kerajaan adalah Dewa Binatang...


...****************...


Setelah pertarungan di wilayah Kerajaan Caladon, tetapnya di siang hari.


Dewa Binatang keluar dari dalam Dunia Jiwanya dan bersantai di taman belakang istana, dia bersama dengan Putri Floryn dan Putri Bella. Mereka tidak mengetahui di Kerajaan Caladon terjadi pertarungan karena tinggal di dalam Dunia Jiwa.


Semalam ketika berada di dalam kamarnya, Dewa Binatang membuat Putri Floryn dan Putri Bella terkapar karena tidak mampu melawannya di ranjang. Kedua istrinya ini sampai meminta ampun.


Kemudian, Dewa Binatang membawa mereka ke dalam Dunia Jiwanya, memperkenalkan mereka kepada keluarga besarnya. Dia juga telah memberikan segel keluarga besarnya kepada kedua istrinya ini.


Karena segelnya, Putri Floryn menerobos ke tingkat Sang Void level 50, sedangkan Putri Bella sedikit lebih rendah 2 level. Kekuatan kedua Putri kerajaan itu belum diketahui oleh orang tuanya.


Ketika sedang bersantai dengan istri barunya, Dewa Binatang tiba-tiba melihat ke arah wilayah Kerajaan Caladon, dia merasakan aura kekuatan tingkat Super Omega.


Dengan Mata Surgawi-nya, dia melihat Lubang Neraka yang dihuni oleh Serpent Spirit. Dia juga melihat tiga wanita, satu orang dikenalinya, yang tidak lain adalah Dewi Pesona. Sedangkan kedua wanita lain itu tidak dikenali oleh Dewa Binatang.


Lubang Neraka kali ini berbeda dari sebelumnya, kali ini di dasar lubang itu dipenuhi dengan kabut putih, dan tak terhitung banyaknya tulang manusia yang menggunung. Tulang-tulang itu adalah milik korban yang menjadi persembahan untuk Serpent Spirit.


Di bawah tulang yang menggunung itu, tersembunyi altar Dewa Sihir, dan di tengah altar itu ada 13 buah Batu Roh Dewi, bentuknya seperti berlian yang berwana putih susu, sebesar kepalan tangan bayi.


Ketiga Dewi itu sedang bertarung dengan Serpent Spirit, tetapi mereka bertiga terlihat kewalahan. Jelas mereka kewalahan, sebab Serpent Spirit lebih unggul dalam basis kultivasi, di tingkat Hyper Omega level 2.


Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih, kekuatan mereka selisih 2 level, lebih kuat Dewi Kedamaian di tingkat Super Omega level 4. Sedangkan Dewi Pesona berada di tingkat Half Super Omega level 3, jelas bukan tandingan dari Serpent Spirit. Walaupun tahu kalah kuat, mereka masih saja berusaha untuk mendapatkan Batu Roh Dewi.


Dewa Binatang memperhatikan mereka, di mana Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih bertugas mengalihkan perhatian dari Serpent Spirit, sedangkan Dewi Pesona bertugas untuk mengambil Batu Roh Dewi.


Kemudian, Dewa Binatang ingin tahu apa yang diinginkan ketiga wanita itu. Setelah beberapa saat mencari, dia tersenyum saat melihat 13 Batu Roh Dewi yang tertimbun tulang.


"Batu Roh Dewi...!" seruan Dewa Binatang di dalam hatinya saat mengetahuinya.


"Walaupun tidak memberikan kekuatan secara instan seperti Api Semesta, itu juga masih bisa meningkatkan kekuatanku ...," batin Dewa Binatang dan berpikir sejenak untuk mengukur batas dantian-nya.


"Dengan menyerap 10 Batu Roh Dewi, aku baru bisa naik ke tingkat Epsilon. Baru setelah itu, satu Batu Roh Dewi bisa meningkatkan kekuatanku sebanyak 1 level." lanjutnya dengan membatin.


Karena Dewa Binatang berbeda dengan kultivator manapun, maka dia membutuhkan lebih banyak energi untuk naik setiap level, makin banyak lagi ketika akan naik ke tingkat yang lebih tinggi.


Umumnya di dunia kultivator, satu Batu Roh Dewi bisa memberikan kekuatan sebanyak 5 level, dan dua Batu Roh Dewi untuk naik ke tingkat berikutnya.

__ADS_1


Ada 4 faktor perbedaan Dewa Binatang dan kultivator manapun; pertama, dantian-nya lebih luas sepuluh kali lipat di tingkatan yang sama. Kedua, memiliki Dunia Jiwa di tingkat puncak yang membutuhkan banyak energi.


Ketiga, memiliki 12 Galaksi Elemen yang juga membutuhkan energi jenis apapun (dulu pernah memiliki 24 Galaksi Elemen dan kini berevolusi menjadi 12 Galaksi Elemen). Dan keempat, yang tidak kalah penting adalah Kekuatan Jiwa yang juga membutuhkan banyak sumber energi.


__ADS_2