God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Formasi Penjara Elemen.


__ADS_3

Bab 129. Formasi Penjara Elemen.


Dewa Binatang yang keberadaannya sempat terdeteksi oleh Dewa Api, tidak sedikitpun khawatir. Dia tetap keluar dari Lubang Neraka. Seandainya Dewa Binatang mendengar pengalaman Dewa Penghancur, dia sudah pasti tidak akan tertarik, sebab dia telah mengetahui kehidupan di Alam Kudus.


Saat ini, dia telah keluar dari Lubang Neraka, dan kembali mempelajari ilmu yang dimiliki oleh Dewa Ilusi. Karena metodenya sama, dan juga telah dimengerti, maka Dewa Binatang berniat untuk membuat Formasi Kurungan menjadi gagal.


"Sedikit bermain-main!" batin Dewa Binatang sambil menjauhi Lubang Neraka.


Setelah jauh, dia menyamar sebagai seseorang penyihir muda; membawa tongkat sihir, memakai topi khas penyihir yang lancip, pakaiannya serba hitam. Kemudian, dia bergabung dengan anggota Suku Dewa Api.


Salah satu pria muda dari anggota Suku Dewa Api, yang juga seumuran dengan penyamaran Dewa Binatang, melihatnya. Karena tidak mengenal, dia bertanya, "siapa Anda?"


"Aku seorang penyintas yang ingin mencari pengalaman serta meningkatkan kemampuan. Aku ke sini karena merasakan panas ekstrim yang berbeda dari biasanya!" jawaban Dewa Binatang sambil melihat ke arah Dewa Ilusi yang sedang sibuk.


Penyihir muda itu mengangguk sebagai respon, dia tidak heran kekacauan hari ini akan mengundang perhatian banyak orang.


"Oh masalah itu! Itu karena Dewa Penghancur sedang bertarung dengan Devil Hunter Firefox... Hmm!" ucap penyihir muda itu, diakhiri dengan helaan napas berat.


"Tetapi, Dewa Penghancur gagal mendapatkan bibit Devil Hunter Firefox, itu gara-gara seorang penjahat yang bernama Dewa Binatang. Penjahat itu berhasil menjinakkan Devil Hunter Firefox dan mengambil bibitnya! Dan kita,... Kita tidak bisa lagi meningkatkan elemen api dan kekuatan gara-gara sumber panas menghilang!" ungkap penyihir muda itu dengan nada sedih.


"Bukannya Devil Hunter Firefox itu sangat kuat dan mengerikan, bagaimana mungkin bisa dijinakkan oleh Dewa Binatang?" tanya Dewa Binatang yang ingin tahu reaksi penyihir muda ini.


"Bukan namanya jika Dewa Binatang tidak mampu menjinakkan Devil Hunter Firefox! Karena tidak adanya sumber elemen api, kita hanya bergantung kepada Dewa Api. Beliau berjanji akan memberikan Api Abadi sebagai gantinya...," jawab penyihir muda itu dan menceritakan tentang kelanjutan masa depan Suku Dewa Api.


Dewa Binatang tidak peduli dengan perkataan si penyihir muda itu. Dia fokus melihat Dewa Ilusi sambil berpikir, apa yang harus dilakukannya agar Formasi Kurungan gagal.


"... Walaupun Api Abadi tidak sehebat Devil Hunter Firefox, setidaknya masih membantu kita untuk meningkatkan kemampuan walaupun menjadi lambat. Apakah kejadian hari ini sesuai dengan ramalan?"


Diakhir perkataan si penyihir muda itu, Dewa Binatang menjadi tertarik dengan ramalan. Dia segera bertanya, "tentang ramalan apa itu?"


"Anda tidak tahu ramalan mengenai Benua Peliades (Planet Peliades)?" si penyihir muda itu keheranan karena Dewa Binatang tidak mengetahui ramalan yang sudah diketahui oleh banyak orang.


"Aku dari pelosok desa yang jauh dari tempat ini. Aku keluar dari desa baru beberapa minggu. Jelas aku tidak tahu ramalan itu?" ungkap Dewa Binatang.


Penyihir muda itu mengangguk sebagai respon terhadap perkataan Dewa Binatang. Lalu dia melihat sekelilingnya dan mengajak Dewa Binatang menjauhi semua orang.


Dewa Binatang mengikuti karena tertarik dengan ramalan, dan juga penyihir muda ini menjadi serius. Sambil mengikutinya, dia bertanya, "siapa namamu?"


"Panggil saja Blair Witch. Anda?"


"Shimo!" jawab Dewa Binatang yang singkat.

__ADS_1


"Shimo nama yang unik!" pujian Blair Witch yang baru mendengar namanya.


Setelah jauh dari Lubang Neraka, Blair Witch melihat sekelilingnya, lalu dia menghentakkan tongkat sihir ke pasir. Muncul lingkaran di depannya, setelah itu muncul pintu.


"Ayo, ikuti aku!" ajakan Blair Witch yang terlebih dahulu masuk ke pintu sihir.


Tanpa keraguan, Dewa Binatang mengikuti Blair Witch yang telah menghilang, dengan menginjakkan kaki ke pintu sihir. Dalam sekejap mata, dia telah berada di dalam ruang bawah tanah, tempat tinggal milik Blair Witch.


Dewa Binatang melihat sekeliling ruangan yang luasnya 10 meter persegi; ada ranjang kayu, meja makan dan dua kursi, ada juga meja yang dipenuhi dengan botol kaca tempat untuk menyimpan potion (obat) cair.


"Kamu seorang Alchemist?" tanya Dewa Binatang sambil melihat botol-botol kaca di meja.


"Baru belajar selama 4 tahun ini. Selama itu, aku hanya stagnan di tingkat Disciple Grade Magic Alchemist tahap Rendah!" jawab Blair Witch yang kecewa dengan kemampuannya.


"Masih banyak waktu untuk belajar. Pencapaianmu ini sudah tergolong jenius!" ucap Dewa Binatang yang ingin memberikan semangat kepada Blair Witch.


Blair Witch tersenyum sambil duduk. Sebelum dia berbicara, Dewa Binatang terlebih dahulu bertanya, "apa tujuanmu mengajakku ke sini?"


"Aku bosan berada di luar, selalu saja diperintah oleh senior!" pengakuan Blair Witch.


"Bagaimana dengan ramalan itu?" kembali Dewa Binatang bertanya, dia mau mengikuti karena hal ini.


Blair Witch segera berbicara, "ramalan ini dari Dewa Sihir, pemilik Benua Peliades. Ribuan tahun yang lalu, beliau meramalkan, jika lima penghuni Lubang Neraka menghilang, atau berhasil dijinakkan, maka akan terjadi musibah. Musibah kebangkitan Penguasa Kegelapan. Seperti yang sudah kamu tahu, Devil Hunter Firefox telah dijinakkan terlebih, tersisa empat Lubang Neraka yang masih berpenghuni. Jika empat penghuni lubang itu juga berhasil dijinakkan, maka ramalan Dewa Sihir akan terbukti. Semoga saja tidak terjadi!"


Keempat Lubang Neraka itu berada jauh dari wilayah Kerajaan Hibernia; pertama, di wilayah Kerajaan Caladon. Lubang Neraka di wilayah itu dihuni oleh mahkluk roh, wujudnya menyerupai asap putih dengan bentuk ular bertanduk, tetapi sering kali menjadi wujud seorang wanita cantik. Namanya dikenal dengan sebutan Serpent Spirit (Roh Ular).


Kedua, di wilayah Kerajaan Datura, Lubang Neraka itu dihuni oleh mahkluk yang memiliki elemen air, wujudnya menyerupai ikan raksasa yang memiliki sepasang tanduk bercahaya, dari cahaya itu mampu menjadikan target berubah menjadi air, namanya adalah Ghost Water (Hantu Air).


Ketiga, di wilayah Kerajaan Abotorus, Lubang Neraka di tempat itu dihuni oleh mahkluk yang memiliki elemen angin (udara). Wujudnya menyerupai seekor burung, penghuni Benua Peliades menyebutnya Eagle Wizard King, tetapi ada juga yang memberikan nama lain, Hantu Elang Rakus.


Terakhir berada di wilayah Kerajaan Anarym, penghuni di Lubang Neraka adalah mahkluk yang memiliki elemen bumi (tanah), namanya adalah Turtle Divine Magic (Penyu Sihir Ilahi).


Dari keempat penghuni Lubang Neraka itu, Serpent Spirit adalah yang paling berbahaya, banyak orang yang telah menjadi korbannya. Tetapi, jika ada yang menjadi korbannya, maka dari Lubang Neraka itu keluar energi kekuatan jiwa, energi yang sangat dibutuhkan oleh kultivator manapun.


Agar Serpent Spirit terus-menerus memberikan energi Kekuatan Jiwa, maka orang yang melakukan kejahatan akan dikorbankan sebagai santapannya. Tradisi ini sudah dilakukan selama ribuan tahun.


"... Kelima mahkluk itu merupakan segel untuk memenjarakan Penguasa Kegelapan. Jika kelima mahkluk itu menghilang, sudah dipastikan Penguasa Kegelapan akan bangkit. Jika itu terjadi, bukan hanya Benua Peliades saja yang menerima musibah, tetapi seluruh Alam Semesta akan bernasib sama!"


Diakhir ceritanya, membuat Dewa Binatang sedikit terkejut karena menyangkut Penguasa Kegelapan, atau nama lainnya adalah The King Of Dark Matter.


"Siapa orangnya yang menjadikan kelima mahkluk itu sebagai kunci segel? Apakah Dewa Sihir?" selidik Dewa Binatang.

__ADS_1


Dihatinya, ada rasa bersalah telah mengambil Api Semesta, tetapi dia juga sangat membutuhkannya untuk meningkatkan kekuatan serta kemampuannya. Dan, untuk keempat mahkluk itu, setelah mengetahui, Dewa Binatang tidak lagi berminat untuk menjinakkan keempat mahkluk itu.


"Aku tidak tahu pasti. Yang kuketahui melalui catatan sejarah, Pengadilan Surga yang menjadikan mahkluk itu sebagai kunci yang menyegel Penguasa Kegelapan. Dewa Ilusi dan Dewa Api yang lebih tahu tepatnya tentang sejarah ini, tetapi beliau merahasiakan hal ini. Sedangkan Dewa Sihir, satu-satunya Dewa yang mengorbankan diri ketika menyegel Penguasa Kegelapan!" jawab Blair Witch yang seolah-olah mengetahui sejarah masa lalu.


"Maksudmu... Dewa Sihir juga tersegel?"


"Benar, menurut catatan sejarah. Beliau berada di satu tempat dengan Penguasa Kegelapan!" jawab Blair Witch dengan nada menyakinkan.


Dewa Binatang tidak lagi bertanya, sebab sedang menarik benang merah semua peristiwa yang dialami dan juga tentang Penguasaan Kegelapan. Dari semua yang diceritakan oleh Blair Witch, ada bagian yang mengganjal di hati Dewa Binatang.


"Jika benar Dewa Sihir ikut tersegel, bagaimana kalian bisa mengetahui ramalannya?" selidik Dewa Binatang.


Blair Witch tidak segera menjawab, dia beranjak dari tempat duduknya menuju ke rak buku. Setelah beberapa saat mencari buku sejarah, dia akhirnya menemukan sebuah buku kuno yang telah lama disimpan.


"Ini adalah buku sejarah. Saudara Shimo bisa membacanya," kata Blair Witch sambil meletakkan buku sejarah di atas meja.


Dewa Binatang segera membuka buku sejarah dan mulai membacanya dengan cepat serta penuh semangat.


"Saudara Shimo di sini saja, aku tidak bisa berlama-lama berada di sini!" pamit Blair Witch yang ingin melanjutkan aktivitasnya.


"Terima kasih!" ucap Dewa Binatang.


"Bukan rahasia umum!" sahut Blair Witch sambil berjalan menuju ke pintu sihir.


Bagi Blair Witch, memang sejarah Planet Peliades tidak terlalu menarik, berbeda dengan Dewa Binatang yang bukan asli penduduk benua ini. Sejarah baginya merupakan hal penting karena menyangkut masa lalu yang akan selalu terhubung ke masa depan.


Akhirnya Dewa Binatang mengetahui bagaimana Dewa Sihir sampai mengorbankan diri. Ternyata, sebelum menyegel Penguasa Kegelapan, Dewa Sihir jauh hari telah meramalkan kejadian ini, dan apa yang akan terjadi jika kelima mahkluk itu menghilang dari Benua Peliades.


Mengenai kelima mahkluk itu, mereka sudah ada di Planet Peliades. Oleh Dewa Sihir, mereka dipelihara. Dan akhirnya berguna untuk menyegel Penguasa Kegelapan.


"... Kelima mahkluk itu sebagai bentuk Formasi Penjara Elemen. Jika kelima elemen itu hilang, sudah dipastikan bahwa Penguasa Kegelapan akan bangkit. Kebangkitannya merupakan bencana bagi seluruh kehidupan."


Dewa Binatang membaca akhir dari catatan sejarah, yang mana di catatan itu sebagai peringatan bagi siapapun. Yang menjadi pertanyaan dihatinya, di mana letak pintu yang menyegel Penguasa Kegelapan?


Kemudian, Dewa Binatang mengeluarkan peta pemberian Tian Mei Yin, lalu melihat kelima wilayah Benua Peliades. Di peta itu, ada lingkaran hitam yang merupakan titik keberadaan Lubang Neraka.


Dari titik Lubang Neraka itu, Dewa Binatang menarik garis hingga membentuk sebuah bintang. Dari garis bintang itu, wilayah tengah yang merupakan lautan bebas menjadi kesimpulannya, di mana pintu segel itu berada di sana. Laut itu disebut Magic Sea.


Di petanya, tidak memberikan petunjuk. Tetapi bisa ditebak karena Infomasi dari catatan sejarah, mengenai Formasi Penjara Elemen.


"Menarik juga benua ini!" gumam Dewa Binatang yang menyukai sesuatu yang berbau sejarah dan misteri.

__ADS_1


"Waktunya untuk penyelidikan mengenai Dewa Sihir dan Penguasa Kegelapan. Di catatan sejarah ini, tidak sedikitpun menceritakan sebab musabab Penguasa Kegelapan disegel...," gumam Dewa Binatang


Dia memang tidak mengetahui kenapa Penguasa Kegelapan sampai disegel, apakah sebelumnya telah membuat kekacauan, atau ada sesuatu yang ditakuti oleh banyak orang? Hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Dewa Binatang.


__ADS_2