
Bab 162. Dewa Langit?
Bai Ze telah dikalahkan, dan medan perang Samudera Hitam bergemuruh dengan sorak-sorai dari prajurit. Bertahun-tahun lamanya melawan salah satu dari mahkluk 12 rasi bintang, dan pada akhirnya dikalahkan oleh musuh semua Dewa dan Asyura.
Nama Dewa Binatang dielu-elukan orang semua pejuang. Namun dia menolak semua pujian karena kemenangan ini berkat kerjasama semua pejuang. Tanpa kerjasama semua Dewa dan Asyura, tidak mungkin Dewa Binatang mampu mengalahkan Bai Ze.
Akan tetapi, tiba-tiba tungku emas bergetar hebat setelah digunakan untuk memurnikan Bai Ze. Seketika kegembiraan berubah menjadi kekhawatiran. Semua Dewa dan Asyura melihat tungku emas melesat sangat cepat ke arah altar Dewa Sihir.
Dewa Binatang dan semua orang yang kelelahan jelas tidak sanggup mengejar tungku emas itu.
Setelah berada di dalam lingkaran sihir, tungku emas itu meledak dan keluar kabut hitam yang berubah wujud menjadi Bai Ze, tetap berukuran kecil seperti manusia.
Melihat itu, jelas semua Dewa dan Asyura bersiap-siap untuk melawannya. Akan tetapi, Bai Ze diam mematung dengan mata terpejam. Semua Dewa dan Asyura, termasuk pasukan wanita melihat Dewa Binatang.
Dewa Binatang tahu arti tatapan mereka. Walaupun masih kelelahan dan Pil Pemulih Energi membutuhkan waktu untuk asimilasi di dalam dantian-nya, dia dengan sisa-sisa energi melesat ke arah lingkaran sinar.
Namun, tubuh Dewa Binatang terpental ke belakang setelah membentur lingkaran sihir, dan terseret sejauh ratusan meter. Untung saja dia mengenakan zirah perangnya sehingga tubuhnya tidak terluka, tetap saja dia memuntahkan darah segar.
Semua Dewa, Asyura dan pasukan Wanita syok melihatnya. Semua istrinya segera menghampiri Dewa Binatang yang terduduk lemas. Tian Lihua menjadikan dadanya sebagai sandaran punggung suaminya.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Yuna Aurora yang khawatir, ia berjongkok di samping Dewa Binatang.
"Lumayan!" jawaban singkat dari Dewa Binatang.
"Kenapa kamu tidak bisa memasuki lingkaran sinar?" selidik Chen Yeon yang akhirnya bisa mendekati Dewa Binatang setelah diberikan jalan oleh semua pasukan wanita.
"Kekuatan Jiwaku belum sepenuhnya pulih. Pil Pemulih Energi hanya dikhususkan untuk memulihkan energi spiritual, tidak dengan Kekuatan Jiwaku!" jelas Dewa Binatang sambil berusaha untuk berdiri. Tian Lihua, Yuna Aurora dan Shuǐ Jingling membantunya untuk berdiri.
Semua wanita memahami ucapan Dewa Binatang. Untuk memasuki lingkaran sinar, Dewa Binatang menggunakan energi Kekuatan Jiwanya, tanpa itu dia tidak mungkin bisa masuki lingkaran sinar.
Dewa Binatang dan semua orang melihat Bai Ze yang tidak sedikitpun bergerak. Mereka memikirkan cara untuk menghancurkan altar Dewa Sihir agar tidak menarik 11 mahkluk rasi bintang yang tersisa.
"Bai Ze itu memang sudah mati, tetapi tidak dengan fisiknya!" ungkap Tian She Meili yang memiliki Mata Surgawi, ia melihat organ tubuh Bai Ze yang sudah tidak ada, seperti cangkang telur yang kosong.
"Berarti itu sama saja--"
"Bisa dibangkitkan kembali!" sahut hampir semua wanita sebelum Chen Yeon selesai berbicara.
Semua Dewa dan Asyura menghela nafas berat karena masalah ini belum teratasi, belum lagi 11 mahkluk rasi bintang yang sewaktu-waktu datang ke Benua Peliades.
Dewa Binatang menatap langit, yang mana ingin mengetahui sudah seberapa dekat Chen Ying dan Hu Weiheng dari Galaksi Pengadilan Jagat Raya. Untuk mengatasi semua ini, semua kehidupan bergantung kepada mereka berdua yang mengemban misi untuk mengembalikan Pagoda Berlian ke tempatnya. Sayangnya, dia tidak melihat mereka berdua, dan membuatnya semakin gelisah karena takut kekhawatirannya terbukti.
Baru saja kekhwatiran melintas di pikiran semua orang, akhirnya kekhwatiran menjadi nyata, di mana semua orang merasakan tekanan kuat yang berasal dari Local Interstellar. Semua Dewa dan Asyura melihat anak panah seterang matahari melesat menuju ke Benua Peliades.
"Semuanya ... Semua kehidupan di Alam Semesta ini, bergantung kepada kita. Semuanya bersiap menghadapi keburukan yang akan segera datang!" Ucap Chen Yeon kepada semua orang.
Dengan sisa-sisa energi, semua balatentara Langit dan Asyura segera masuk ke dalam benteng pertahanan. Kemudian setelah itu, Dewa Binatang meminta resep Pil Pemulih Energi kepada Chen Yeon.
__ADS_1
Chen Yeon dengan murah hati memberikan resep Pil Pemulih Energi yang sangat berharga kepada Dewa Binatang, tetapi Shuǐ Jingling yang menerima resep itu.
"Sayangnya, aku tidak punya resep Pil Pemulih Energi Kekuatan Jiwa!" sesal Chen Yeon karena tidak bisa membantu Dewa Binatang.
"Jangan khawatir, seharusnya Anda tahu kenapa suami kita memiliki banyak istri!" sahut Tian Mei Yin tanpa rasa malu.
Spontan Dewa Binatang dan semua istrinya tertawa. Kekuatan Jiwa bisa dipulihkan kembali ketika menyerap Energi Yin. Chen Yeon dan Hu Yue Yan tersipu malu tanpa berani menatap wajah Dewa Binatang...
"Wilayah Timur, tolong dijaga selama aku memulihkan kondisi!" pinta Dewa Binatang kepada Chen Yeon dan semua sahabatnya.
"Tenang saja, dengan Panglima Perang menjagamu, semua musuh akan takut kepadaku!" sahut Xu Huang sambil menepuk-nepuk dadanya.
"Iya, takut dengan lemak diperutmu!" canda Dewa Binatang dan membuat semua wanita serta sahabatnya tertawa.
Kemudian, Dewa Binatang menuju ke wilayah timur yang menjadi markas untuk pasukannya, termasuk juga untuk pasukan Kekaisaran Pang. Chen Yeon dan Hu Yue Yan segera mendirikan tenda untuk melindungi Dewa Binatang yang akan masuk ke dalam Dunia Jiwa...
...****************...
Chen Ying dan Hu Weiheng dengan kecepatan penuh terbang menuju ke Galaksi Pengadilan Jagat Raya. Saat ini mereka telah keluar dari wilayah Laniakea Super Cluster.
Ketika akan memasuki perbatasan antara Observable Universe dan The Living Tribunal Multiverse, Chen Ying dan Hu Weiheng dihadang oleh seseorang pria yang menyamar dengan jubah putih. Dengan Mata Dewa, Chen Ying dan Hu Weiheng tidak bisa melihat penyamarannya.
"Kenapa Anda menghadang laju kami?" selidik Chen Ying kepada orang itu.
"Jika kalian masih ingin menikmati hidup, serahkan Pagoda Berlian!" pinta orang itu tanpa basa-basi.
"Siapa Anda? Dan atas perintah siapa?" selidik Hu Weiheng.
"Tidak ada yang memberikan perintah. Ini semua atas kehendak pribadiku. Siapa aku? Kalian tidak perlu tahu!" jawab orang itu yang jelas tidak akan mengungkapkan jati dirinya.
Karena orang itu tidak mengungkapkan asal-usulnya, Hu Weiheng diam-diam mengeluarkan sebuah alat khusus untuk melihat identitas orang itu.
"Dewa Langit!" seruan Hu Weiheng saat alatnya mengungkapkan identitas orang itu.
Dewa Langit segera menyerang Hu Weiheng sebelum mengetahui lebih jauh identitasnya, dia menghancurkan alat itu tanpa bisa dihindari oleh Hu Weiheng. Alat itupun hancur. Chen Ying dan Hu Weiheng segera menyerang Dewa Langit
"Bodoh! Kalian pikir aku dengan ceroboh menghadang kalian!" ucap sinis Dewa Langit karena Chen Ying dan Hu Weiheng tidak menyerahkan Pagoda Berlian
Dewa Langit jelas memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Chen Ying dan Hu Weiheng, oleh karena itu dia berani mencegat perjalanan mereka yang akan mengembalikan Pagoda Berlian. Dialah orang yang telah mencuri salah satu dari lima Pagoda Berlian, yang saat ini disimpan di dalam Dunia Jiwa milik Chen Ying.
Dewa Langit menghentakkan kaki kirinya di udara sehingga membuat Chen Ying dan Hu Weiheng terpental ke belakang.
"Saudara Ying, cepat pergi, biar aku yang melawannya!" pinta Hu Weiheng.
Tahu maksud perkataan Hu Weiheng, Chen Ying segera melesat ke arah Galaksi Pengadilan Jagat Raya. Sedangkan Hu Weiheng kembali menyerang Dewa Langit.
Dewa Langit melambaikan tangan kanannya yang mengeluarkan energi ke arah Hu Weiheng, sedangkan tangan kirinya melepaskan pukulan berenergi ke arah Chen Ying sebelum terbang jauh.
__ADS_1
Boom...
Ledakan energi spiritual ketika tubuh Hu Weiheng terkena serangan dari Dewa Langit, dia terpental seperti seekor lalat. Sedangkan pukulan dari Dewa Langit berubah menjadi Macan Putih yang melesat ke arah Chen Ying.
Chen Ying meliuk-liuk saat menghindari pukulan berenergi dari Dewa Langit, namun Macan Putih energi terus mengejarnya. Dewa Langit menghilang dan muncul di depan Chen Ying.
Chen Ying jelas syok melihat kecepatan lawannya, namun tetap tenang sambil bermanuver ke kiri agar serangan dari lawannya mengenai diri sendiri.
Dewa Langit tersenyum tipis sambil menetralisir serangannya sendiri dengan mudah, dan serangannya sendiri menguap. Setelah itu, dia melesat mengejar Chen Ying.
Namun Dewa Langit segera terhenti ketika Hu Weiheng melepaskan pukulan berenergi dengan jarak yang sangat dekat. Sebelum pukulan itu mengenai dadanya, Dewa Langit menggeser tubuhnya ke kanan.
Pukulan Hu Weiheng meleset, dan meledak di belakang Dewa Langit. Akibatnya, dia tidak sempat menghindari serangan balasan dari Dewa Langit yang mengenai perutnya.
Boom...
Ledakan hebat ketika telapak tangan Dewa Langit mengenai perut Hu Weiheng sehingga berlubang. Hu Weiheng terpental ke belakang. Karena sangat cepatnya gerakan Dewa Langit, dia seperti menghilang dan muncul di hadapan Chen Ying, padahal jaraknya cukup jauh.
Chen Ying kembali bermanuver sambil sekilas melihat kondisi Hu Weiheng setelah terkena pukulan Dewa Langit, dan ternyata masih hidup walaupun perutnya berlubang. Dia segera secepat mungkin melarikan diri dari Dewa Langit tanpa prihatin dengan kondisi rekannya, sebab misi ini lebih penting.
Baru saja bermanuver, telapak tangan raksasa dengan kecepatan tinggi menghantam tubuhnya dari atas. Jelas Chen Ying terlambat menghindarinya karena kalah cepat.
Boom...
Suara benturan keras ketika kepala Chen Ying terkena telapak tangan energi, dia terpental sangat jauh ke bawah. Seluruh wajahnya berlumuran darah akibat serangan itu. Belum sempat menstabilkan tubuhnya, Dewa Langit muncul di bawahnya dengan membawa labu kendi yang tutupnya sudah terbuka.
Labu kendi itu adalah Artefak Bintang 7 yang khusus untuk memenjarakan musuh setingkat Holy Light Realm ke atas.
"Arghhh...!!" teriakan Chen Ying ketika labu kendi menyedot tubuhnya.
Hu Weiheng mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyelamatkan Chen Ying, tetapi justru dirinya ikut masuk ke dalam labu kendi. Dewa Langit segera menutup labu kendi setelah musuhnya terpenjara.
"Serahkan Pagoda Berlian atau selamanya terpenjara di dalam labu ini!?" ancaman Dewa Langit sambil menggoyangkan labu kendi.
Chen Ying dan Hu Weiheng yang terluka, tidak menggubris perkataan Dewa Langit, mereka segera duduk bersila untuk memulihkan kondisi. Mereka berdua segera menelan 10 butir Pil Penyembuh dan Pil Pemulih Energi, namun karena labu kendi terguncang, membuat mereka menjatuhkan pilnya.
"Baiklah jika ini keinginan kalian. Setidaknya, kalian tidak menghentikan perlombaan ini!" ujar Dewa Langit yang didengar dengan jelas oleh Chen Ying dan Hu Weiheng.
"Jadi kau yang telah mencuri Pagoda Berlian? Jangan-jangan kau adalah utusan dari Dewa Perusak!" kegeraman Chen Ying yang menebak jika semua kejadian ini sudah terencana.
"Aku bukan bawahan Lord Dark Matter, ingat itu?!" bentak Dewa Langit yang sangat membenci Dewa Perusak, "iya, aku yang telah mencurinya, dan itu juga karena Trimurti!" ungkapnya dengan nada penuh kebencian.
"Apa maksudmu?" tanya Hu Weiheng dengan nada tinggi.
"Tidak perlu tahu!" sahut Dewa Langit dan segera menyimpan labu kendi ke dalam Dunia Jiwanya, lalu dia melihat ke arah Local Interstellar, tersungging senyuman di sudut bibirnya.
Chen Ying dan Hu Weiheng terus mencecar banyak pertanyaan, namun suaranya diblokir oleh labu kendi. Kemudian, Dewa Langit menghilang dari posisinya...
__ADS_1
...****************...