God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Pagoda Berlian.


__ADS_3

Bab 140. Pagoda Berlian.


Dewa Binatang tetap dengan seksama mendengarkan gurunya bercerita. Dia mengagumi kehebatan Dewa Sihir setelah menyerap energi kabut hitam, tetapi dihatinya tidak ada niatan untuk meniru.


"... Terpenjaranya Dewa Sihir, juga kematian Dewa Tianwu, mati bukan karena terluka akibat pertempuran di Benua Qi (nama lain dari Alam Tianwu), melainkan tubuh keduanya terpenjara di tempat tanpa adanya energi alam. Di cerita ini ini, kamu sudah tahu kelanjutannya di Alam Tianwu."


Akhirnya Universe Lightning selesai menceritakan sejarah kelam Dewa Sihir yang hampir menghancurkan Alam Suci karena ambisi.


Mengetahui penyebab kematian pamannya, tidak sedikitpun membuat Dewa Binatang bersedih, sebab pamannya ini menjadi bagian dari penyebab penderitaannya.


Dewa Binatang tersenyum tipis, lalu berkata, "Dewa Tianwu pernah berkata ingin bertemu dengan saya. Tetapi hingga saat ini, dia tidak muncul. Apakah dia tahu siapa saya yang sebenarnya, atau ada hal yang lainnya?"


Sambil melihat muridnya. "Guru tidak tahu. Pola pikirannya sulit untuk dimengerti, semuanya sendiri dan berujung kekeliruan. Si ceroboh memiliki ambisi, sudah pasti lubang yang dilewatinya!" jawab Universe Lightning.


Dewa Binatang tertawa renyah bukan karena perkataan gurunya, melainkan ada hal lain. Universe Lightning ikut tertawa walaupun tidak tahu apa yang dipikirkan muridnya.


Seandainya pamannya tahu jika Yuna Aurora si Dewa Cahaya menjadi istrinya, termasuk Void Dragon yang merupakan pecahan dari 12 Naga Elemen, dia ingin tahu bagaimana reaksi pamannya? Hal inilah yang membuat Dewa Binatang tertawa.


Ketika Dewa Binatang berada di Alam Tianwu, memang Dewa Tianwu telah berjanji akan menemuinya, tetapi tidak pernah muncul. Justru yang muncul adalah Xukong Long si Void Dragon yang menjadi leluhur dari Qin Diao Chin. Hingga sampai bertemu dengan keempat kakaknya, Dewa Tianwu tidak pernah lagi menemuinya.


Kaisar Langit, Maharaja Yaksa dan semua penghuni di Alam Suci, hingga saat ini tidak mengetahui identitas asli dari Dewa Sihir. Seandainya tahu jika Dewa Sihir adalah Dewa Tianwu, kemungkinan besar kedua penguasa itu tidak membanggakan diri karena berhasil mengusir Dewa Tianwu dari Alam Suci.


Waktu itu, kedua penguasa Alam Suci bertarung dengan Dewa Tianwu karena merebutkan Dewi Cahaya. Dewa Tianwu berhenti melawan mereka karena Dewi Cahaya diculik. Sejak saat itu, kedua penguasa itu membanggakan diri sendiri.


"Mulailah untuk menyerap Batu Roh Dewi, Guru akan selalu menjagamu!" perintah Universe Lightning.


Tanpa banyak bicara, Dewa Binatang mengeluarkan 12 Batu Roh Dewi. Kemudian, dia duduk bersila dengan posisi melayang di udara. Dia mengaktifkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, yang mana energi di dalam Batu Roh Dewi memasuki dantian-nya.


Sedangkan Universe Lightning, tubuhnya menyebar menjadi serat-serat petir, kemudian mengelilingi tubuh Dewa Binatang. Hanya terlihat bola mata kebiruan yang selalu memperhatikan Dewa Binatang...


...****************...


Di suatu tempat yang jauh dari Planet Peliades, tetapnya di satelit milik Planet Peliades. Satelit itu lebih kecil dari bulan, dan namanya adalah Bulan Nordic. Seperti halnya di Bumi, ada kehidupan seperti tumbuhan, pepohonan dan binatang jinak. Tetapi tidak ada manusia maupun ras lainnya.


Ada sebuah gubuk bambu, di dalamnya ada tiga wanita duduk di kursi bambu sambil terengah-engah setelah berhasil kabur. Mereka adalah Dewi Pesona, Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih.


"Sial... Sial... Kenapa dia tiba-tiba datang?!" umpatan Dewi Pesona yang tidak menyangka Dewa Binatang merusak rencananya.


Dewa kedamaian tersenyum masam mengingat dirinya yang begitu panik karena kemunculan Dewa Binatang.


"Setidaknya kita masih mendapatkan hasil!" sahut Dewi Kasih sambil mengeluarkan Air Mata Elang berisi elemen angin.

__ADS_1


"Sudah pasti dia mendapatkan lebih banyak Batu Roh Dewi... Seandainya dia tidak datang, kita yang mendapatkannya!" Dewi Pesona masih tidak terima rencananya dikacaukan oleh Dewa Binatang.


Dewi Kedamaian beranjak dari tempat duduknya, lalu berpamitan, "aku akan masuk ke dalam Dunia Jiwaku untuk meningkatkan kekuatan. Jika aku belum selesai berkultivasi, kalian bisa meninggalkanku!"


"Aku juga akan masuk ke Dunia Jiwaku. Air Mata Elang ini juga bisa meningkatkan kekuatanku walaupun tidak banyak, lumayan bisa naik 1 level jika dijadikan pil!" sahut Dewi Kasih.


"Semoga berhasil!" ucap Dewi Pesona dengan nada ketus karena masih tidak menerima dengan apa yang baru dialaminya.


Kedua seniornya tertawa kecil dan tiba-tiba menghilang dari hadapannya. Mereka muncul di dalam Dunia Jiwa miliknya masing-masing. Setelah mereka pergi, Dewi Pesona mengembangkan senyuman.


"Mutiara Air Raja memang tidak seperti milik kalian... Setelah aku memiliki Pagoda Berlian, tidak hanya kekuatanku yang meningkat pesat ... Saat itu tiba, aku akan menjadi satu-satunya Maharani di Alam Suci!" batin Dewi Pesona sambil mengepalkan kedua tangannya, tatapan matanya tertuju di lokasi seniornya yang tinggal di dalam Dunia Jiwa.


Kemudian, ia menghilang dan muncul di dalam Dunia Jiwa tingkat rendah miliknya sendiri. Di dalamnya memang tidak seluas milik Dewa Binatang, tetapi layak untuk ditinggali; ada mansion yang disekitarnya dikelilingi hutan, ada juga kolam pemandian pribadi.


Dewi Pesona melihat ke dalam kolam itu, yang mana ada tubuh seorang pria tak bernyawa, pria itu adalah Dewa Perang - suaminya. Tetapi itu bukan tubuh aslinya, melainkan tubuh buatan tanpa kultivasi.


Dewi Pesona telah mengeluarkan banyak biaya untuk mendapatkan bantuan dari temannya, temannya merupakan seorang ahli Alkemis. Dia meminta kepada temannya untuk membuat tubuh baru untuk suaminya.


Kemudian, ia mengeluarkan kristal seukuran ibu jari, berwarna bening. Di dalamnya tersimpan sisa-sisa kenangan milik suaminya. Dewi Pesona melihat kristal itu.


"Aku mau menikahmu karena status, kekayaan dan juga kekuasaan, bukan karena atas dasar cinta! Dan, karena kau membocorkan rahasia pribadimu, aku susah payah untuk mendapatkan Mutiara Air Raja ini... Saat kau hidup nanti kau dalam kendaliku, dan jangan sekali-kali mengecewakan pengorbananku!" gumam Dewi Pesona sambil melihat ke kolam.


Dewi Pesona mengalirkan energi spiritual ke dalam kolam. Lalu, tubuh pria itu keluar dari dalam kolam, melayang di depannya. Kemudian, ia memasukkan Mutiara Air Raja ke dalam mulut pria itu. Dengan bantuannya, mutiara itu pecah dan Dewi Pesona segera menutup mulut pria itu.


Setelah cahaya dari pria itu menghilang, ia memasukkan kristal kenangan ke dalam mulut pria itu. Ia segera memecahkan kristal kenangan. Sambil menunggu kebangkitan Dewa Perang, Dewi Pesona memejamkan mata untuk berkultivasi...


Satu hari berlalu, dan di hari berikutnya tubuh pria itu mulai bergerak-gerak, dimulai dari jari-jari tangannya. Dewi Pesona yang merasakan adanya pergerakan, segera membuka mata dan melihat pria itu. Tersungging senyuman di bibirnya saat tahu jerih payahnya membuahkan hasil.


Pria itu si Dewa Perang akhirnya bangkit, membuka matanya secara perlahan. Namun, dia kembali memejamkan mata karena mencerna semua ingatannya yang akan pulih.


Di dalam ingatan Dewa Perang, dia teringat terakhir kali sebelum terbunuh, dibunuh oleh musuh bebuyutannya sebelum memulai berkultivasi.


"Penguasa Iblis Langit... Sampai kapanpun, aku pasti mengejarmu, walaupun kau bersembunyi di dalam lubang semut!" gumam Dewa Perang yang sangat dendam.


Setelah Kaisar Api Asyura tewas, dia bereinkarnasi menjadi Penguasa Iblis Langit. Waktu itu sebelum Dewa Perang bereinkarnasi, Penguasa Iblis Langit terlebih dahulu bereinkarnasi, terpaut jarak 30 tahun.


Saat itu, Penguasa Iblis Langit sangat kejam kepada Ras Manusia, dan kebetulan Dewa Perang bereinkarnasi menjadi manusia. Setelah usianya 12 tahun, datang pasukan Penguasa Iblis Langit yang membantai seluruh keluarganya, termasuk Dewa Perang.


Penguasa Iblis Langit alias Dewa Binatang tidak mengetahui pasukannya telah membunuh reinkarnasi dari Dewa Perang, dia hanya memerintahkan kepada pasukannya untuk membantai manusia tanpa pandang bulu.


Kejam memang, tetapi Ras Manusia yang terlebih dahulu membantai keluarganya, sehingga Penguasa Iblis Langit membalas perbuatan mereka dua kali lipat lebih kejam. Dan, Dewa Perang yang tidak tahu-menahu terkena imbasnya.

__ADS_1


Dewa Perang mengetahui jika pelakunya adalah Dewa Binatang, karena melihat di lengan prajurit iblis memiliki segel Yin Yang, ciri-ciri khas yang hanya dimiliki oleh musuh bebuyutannya.


Setelah mencerna semua ingatannya, Dewa Perang membuka mata, lalu melihat istrinya si Dewi Pesona yang sedang menatapnya.


Dia segera bangun dan memeluk istrinya, dia berkata, "terima kasih telah membangkitkanku!"


Dewa Pesona mengelus punggung suaminya sambil meneteskan air mata buaya. Ia berkata, "sudah seharusnya sebagai istri melakukan apapun demi suaminya!"


Dihatinya, jika bukan karena ingin mendapatkan Pagoda Berlian, jelas tidak mau susah payah untuk membangkitkan Dewa Perang.


Kemudian, mereka berdua saling berhadapan penuh kasih. Sebelum Dewa Perang mencium bibirnya, Dewi Pesona segera berdiri sambil berkata, "engkau harus meningkatkan kekuatan sesegera mungkin agar bisa memanfaatkan kehebatan Pagoda Berlian untuk membalas dendam!"


Dewa Perang tidak tersinggung karena tidak bisa mencium istrinya, dia ikut berdiri sambil berkata, "aku jadi teringat itu... Tenang saja, dengan Pagoda Berlian, dalam kurun waktu 100 tahun kedepan, kekuatanku akan pulih. Membunuh Dewa Binatang... Dengan kekuatanku di tingkat True Omega, dia jelas bukanlah apa-apa!"


Dewa Perang melihat langit-langit di Dunia Jiwa, dia tidak tahu Dewi Pesona sedang meliriknya dengan tatapan sinis.


"Itu pengetahuan lama... Kekuatannya di atas Half Super Omega!" ungkap Dewi Pesona.


Dewa Perang terkejut karena musuhnya jauh berada di atasnya, tingkatan yang belum pernah dilampauinya. Namun keterkejutannya hanya sesaat dan berganti senyuman.


"Dengan memiliki Pagoda Berlian... Tingkat Super Omega, Hyper Omega hingga tingkat Divine Realm (Ranah Ilahi), bukanlah sesuatu yang mustahil untuk digapai. Berikan aku waktu 1.000 tahun untuk mencapai tingkat Divine Realm!" ucap Dewa Perang dengan percaya diri.


Dewi Pesona tersenyum sambil melihat Dewa Perang, ia tahu kehebatan dari Pagoda Emas karena pernah memasukinya.


"Aku percaya... Jangan buang waktu, keluarkan Pagoda Berlian agar engkau segera melampui Dewa Binatang!" pinta Dewi Pesona sambil memegang tangan kanan Dewa Perang.


Dewa Perang mengangguk, lalu memejamkan mata agar terhubung dengan Dunia Jiwanya. Seandainya dia memiliki kekuatan, untuk mengeluarkan sesuatu dari Dunia Jiwanya tidak perlu memejamkan, cukup memikirkan apa yang diinginkan maka akan keluar.


Keringat keluar dari pori-pori wajahnya saat berusaha untuk terhubung dengan Dunia Jiwanya. Dewa Pesona tersenyum sinis melihat Dewa Perang yang kesulitan.


Setelah beberapa waktu berkonsentrasi, akhirnya Dewa Perang terhubung dengan Dunia Jiwanya. Lalu dia segera mengeluarkan Pagoda Berlian.


Boom...


Muncul Pagoda Berlian yang menghancurkan kolam di depannya. Ternyata Pagoda itu lebih tinggi dari Pagoda Emas; memiliki 20 lantai, bahan bangunannya terbuat dari berlian, dindingnya penuh dengan tulisan kuno yang dibentuk menyerupai tubuh Naga dan Kura-kura.


Di depan pintu Pagoda Berlian ada dua patung Macan Putih yang terbuat dari berlian. Setiap atap lantai berbentuk bulu-bulu burung Suzaku yang juga terbuat dari berlian. Di puncak lantai 20, terdapat lambang Yin Yang sebagai atapnya. Dan, disetiap lantainya memiliki fungsi yang berbeda-beda, tidak hanya untuk berkultivasi.


"Untuk sementara ini, aku hanya bisa masuk di lantai pertama. Kamu bisa masuk lebih tinggi dariku asal sanggup," kata Dewa Perang sambil melihat Artefak Alami Pagoda Berlian, artefak yang menjadi kebanggaannya.


Dia tidak melihat Dewi Pesona yang sangat bahagia sambil tangan kirinya berubah menjadi pedang energi. Lalu tangan pedang energi itu terayun ke leher Dewa Perang, dan...

__ADS_1


Sling...


...****************...


__ADS_2