God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Disambut Dengan Peperangan Pertama.


__ADS_3

Bab 211. Peperangan Pertama.


Lebih dari 10 tahun setelah tewasnya Dewa Elemen. Selama itu, Dewa Abadi berada di dalam Dunia Jiwanya, dia tidak henti-hentinya untuk membantu semua orang dalam meningkatkan kekuatan, termasuk istrinya si Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih.


Perkembangan di Alam Suci juga telah berubah, yang mana ada kegemparan saat kemunculan Maharaja Yaksa yang dibangkitkan oleh Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan. Akan tetapi, kekuatan Maharaja Yaksa belum sepenuhnya pulih.


Kaisar Giok yang tahu, segera melakukan hal yang sama, dia membangkitkan Kaisar Langit ayahnya agar bersaing dengan Maharaja Yaksa. Sama seperti dengan Maharaja Yaksa, kekuatan Kaisar Langit juga belum pulih, butuh waktu lama agar mencapai kekuatan semula sebelum terbunuh di Medan Perang Samudera Hitam.


Lima Pelindung Alam Suci yang tahu hanya diam saja karena bukan urusannya. Mereka akan bertindak jika ada sesuatu yang mengancam seluruh kehidupan di Alam Suci dan sekitarnya...


Dewa Abadi keluar dari Dunia Jiwanya setelah waktu berlalu selama 30 tahun, dia bersama dengan Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian, muncul di puncak Piramida Formasi Nonagon. Kelima Pelindung Alam Suci yang berkultivasi selama itu segera membuka mata karena kehadiran Dewa Abadi dan istrinya.


"Dewa Binatang Yang Abadi!" sapaan dari kelima Pelindung Alam Suci dan di anggukan kepala oleh Dewa Abadi.


Dewa Abadi dan kedua istrinya melihat di sekeliling Piramida Formasi Nonagon, di luar Sungai Batas menjadi ramai dengan dibangunnya infrastruktur jalan, bangunan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan setiap pengunjung.


Dua kota di dua wilayah dengan menggunakan namanya yang sama, yaitu Kota Naga Mengigit Ekor. Walaupun memiliki nama yang sama, hal ini tidak membingungkan siapapun, sebab tujuan pengunjung hanya ingin memasuki Piramida Formasi Nonagon.


Piramida Formasi Nonagon menjadi tempat rujukan bagi setiap institusi darimana pun saat merekrut anggota baru. Bahkan calon murid, pegawai dan calon prajurit harus diuji di dalam Piramida Formasi Nonagon.


"Ciptaan Anda ini sangat bermanfaat bagi kita semua," kata Dewi Kedamaian.


Dewa Abadi tersenyum, tetapi bukan berarti bangga karena menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi semua kehidupan.


"Sudah waktunya aku pergi!" ucap Dewa Abadi.


Walaupun Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih sudah tahu, tetap saja meneteskan air mata karena harus berpisah dengan suaminya. Mereka tidak tahu kapan akan bertemu kembali. Dan, yang dikhawatirkan mereka, peperangan akan terjadi di Alam Kudus, apakah suaminya bisa menang atau kalah.


"Aku akan selalu menunggumu!" ucap Dewi Kasih sambil memeluk erat Dewa Abadi, demikian juga dengan Dewi Kedamaian.


"Sampai kapanpun!" imbuh Dewi Kedamaian dan di anggukan kepala oleh Dewa Abadi.


Kelima Pelindung Alam Suci menghela nafas berat karena tidak bisa membantu Dewa Abadi dalam melawan musuh yang mengendalikan kehidupan di alam semesta.


"Aku pergi!" pamit Dewa Abadi kepada istrinya dan Pelindung Alam Suci.


Swosh...


Dewa Abadi terbang dengan sangat cepat ke arah luar angkasa, dia tidak sedikitpun ragu untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke Alam Kudus. Tujuh Pelindung Alam Suci melihat kepergiannya.


Saat berada di luar angkasa dan jauh dari Alam Suci, Dewa Abadi mengeluarkan pesawat luar angkasa berbentuk anak panah - Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama. Di dalam sudah ada 20 putrinya yang menjadi personil pesawat luar angkasa multifungsi.


"Kecepatan penuh!" perintah Dewa Abadi.

__ADS_1


"Siap, Komandan Ayah!" sahut Shimo Aurora sebagai wakilnya. Dewa Abadi tertawa karena putrinya ini.


Pesawat luar angkasa melesat dengan kecepatan cahaya. Dari puncak Piramida Formasi Nonagon, tujuh Pelindung Alam Suci melihat pesawat itu menghilang karena saking cepatnya.


"Sejarah baru akan ditorehkan oleh beliau," kata Dewa Bumi.


"Semoga akan ada perubahan yang bermanfaat bagi kehidupan dunia!" imbuh Dewa kebahagiaan.


Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih segera berpamitan kepada rekan-rekannya, meninggalkan Alam Suci untuk sementara waktu demi memenuhi keinginan Dewa Abadi. Tetapi, tidak memberitahukan tujuannya...


Selama perjalanan menuju ke Alam Kudus, Dewa Abadi selalu mawas diri untuk menghadapi lawan yang bisa sewaktu-waktu menyergapnya, dia selalu mengaktifkan Mata Surgawi.


Karena menuju ke Alam Kudus sangatlah jauh, putri-putrinya merasakan bosan dan meminta kepada ayahnya agar dimasukkan ke dalam Dunia Jiwa. Dewa Abadi segera memasukkan semua putrinya. Saat ini, dia mengendalikan pesawat luar angkasa seorang diri. Dengan seorang diri, dia lebih tenang...


Entah berapa lama waktu yang berlalu di luar angkasa. Saat ini, Dewa Abadi telah memasuki wilayah Observable Universe. Hal yang membuatnya merasakan ganjil, selama perjalanan tidak mendapatkan halangan.


Seperti halnya galaksi-galaksi yang lain, Observable Universe juga memiliki pusat tata surya, hanya saja memiliki 9 matahari, jutaan planet, miliran bintang, dan tak terhitung jumlahnya planet-planet yang baru terbentuk.


Dewa Abadi memperlambat laju pesawat luar angkasa karena tidak mengetahui lokasi tepatnya Alam Kudus, bahkan Mata Surgawi tidak menemukannya. Dia segera mengeluarkan kelima istrinya yang hafal dengan lokasi Alam Kudus.


Mereka adalah Shimo Lihua, Shimo Shuwan, Shimo Chunhua, Shimo Mei Yin, dan Shimo She Meili si Celestial She. Kelima istrinya itu telah membuang nama Tian, termasuk semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwa.


"Aku tidak menemukan keberadaan Alam Kudus, apakah kalian masih mengingatnya?" tanya Dewa Abadi kepada kelima istrinya ini.


"Semuanya telah berubah!" ungkap Shimo She Meili (Celestial She) yang tidak menemukan Alam Kudus.


"Benar-benar berubah! Tampaknya disengaja diubah agar kita tidak menemukan Alam Kudus!" sambung Shimo Lihua (Tian Lihua).


Baru saja Shimo Lihua berbicara, semua mata terfokus di depan, yang mana bermunculan jutaan kapal angkasa dengan bentuk berbeda-beda. Kapal angkasa itu juga memiliki persenjataan canggih dan modern.


"Disambut dengan perlawanan," kata Shimo Shuwan (Tian Shuwan).


"Saat yang tepat untuk menguji Antimatter Bomb Spaceship (Pesawat Luar Angkasa Bom Antimatter)!" ucap Shimo She Meili dengan semangat membara.


Ia segera mengenakan helm seperti robot yang terhubung dengan mekanisme sistem Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama. Lalu dia memegang tuas pemicu persenjataan. Demikian juga dengan keempat saudarinya yang segera bersiap untuk bertarung.


"Tunggu dulu! Aku akan menemui mereka terlebih dahulu untuk mengetahui titik koordinat lokasi Alam Kudus!" cegah Dewa Abadi sebelum istrinya menekan tombol peluncuran persenjataan canggih.


Dia segera menghilang dan muncul di luar Antimatter Bomb Spaceship. Dia kembali menghilang dan muncul di hadapan jutaan kapal angkasa. Kapal angkasa pihak musuh segera berhenti, lalu mengarahkan persenjataan mereka yang tertuju kepada Dewa Abadi.


Salah satu orang keluar dari induk kapal angkasa yang berukuran paling besar, ukurannya dua kali lipat melebihi BESD 1, mampu menampung 4 juta jiwa.


Orang itu bertubuh kurus, dan tinggi badan mencapai 210 cm. Kulit tubuhnya berwarna kuning, telinga runcing menyamping, rambut pendek berwarna hitam, mata besar berwarna coklat. Dia adalah komandan kapal induk luar angkasa, nama Yu Menghao.

__ADS_1


"Keluar dari wilayah Observable Universe, atau kami tidak segan-segan membunuhmu!" hardik Yu Menghao.


Dewa Abadi segera membaca pikiran Yu Menghao untuk mendapatkan informasi lokasi Alam Kudus. Setelah beberapa saat, dia akhirnya menemukan lokasinya.


Tiba-tiba, Dewa Dewa mengangkat tangan kirinya, lalu menyentil udara yang tertuju kepada Yu Menghao. Tahu adanya bahaya yang berasal dari Dewa Abadi, Yu Menghao segera menghilang dan muncul di dalam ruang kendali utama kapal induk.


Boom...


Ledakan keras ketika sentilan Dewa Abadi mengenai puluhan kapal angkasa yang berada di depannya. Seketika, Shimo Lihua mengendalikan Antimatter Bomb Spaceship yang melesat ke depan dan melewati Dewa Abadi. Keempat saudarinya segera mengunci kapal angkasa musuh.


Boom boom boom boom...


Kembali ledakan keras dan lebih kuat dari sebelumnya. Dewa Abadi menghilang dan muncul di dalam Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama. Pihak musuh segera menyebar agar tidak terkena dampak ledakan kapal angkasa.


Pertempuran sengit di luar angkasa pun terjadi. Satu kapal luar angkasa melawan jutaan armada musuh. Seandainya semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwa milik Dewa Abadi mengetahuinya, sudah pasti putrinya meminta keluar.


Yu Menghao tercengang melihat kecepatan Antimatter Bomb Spaceship seperti seorang kultivator tingkat Half Super Omega. Semua persenjataan kapal angkasa tidak mampu mengimbangi pergerakan lawan.


Alhasil, ribuan kapal angkasa hancur berkeping-keping akibat terkena senjata laser yang menggunakan material Anti Matter. Setiap kali satu kapal meledak, serpihannya melubangi kapal angkasa yang berada di dekatnya.


Antimatter Bomb Spaceship memutari kapal angkasa lawan sambil terus menerus melepaskan tembakan laser berkecepatan tinggi. Melajunya Antimatter Bomb Spaceship yang memutar, membuat lawan kesulitan untuk menguncinya.


Berhubungan lawan terlalu banyak, Dewa Abadi memerintahkan kepada putrinya untuk bersiap-siap untuk bertarung. Semua istri dan putrinya sangat bersemangat, mereka segera masuk ke dalam Antimatter Bomb Spaceship generasi ke-2.


Jumlahnya mencapai 716 unit Antimatter Bomb Spaceship generasi ke-2, setiap pesawat dikendalikan dua pilot - ibu dan anak. Dan ukuran Antimatter Bomb Spaceship generasi ke-2 jelas lebih kecil dan ramping daripada generasi pertama, mobilitasnya juga jelas lebih tinggi, hanya saja persenjataannya lebih sedikit karena mengikuti ukurannya.


Dewa Abadi menghilang dan muncul jauh dari Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama, lalu dia mengeluarkan 716 Antimatter Bomb Spaceship generasi ke-2.


Segera semua Antimatter Bomb Spaceship generasi ke-2 menyebar dan mengunci targetnya. Dewa Abadi kembali menghilang dan sudah berada di dalam Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama.


Yu Menghao dan pasukannya syok melihat musuhnya memiliki banyak armada yang lebih cepat. Dia segera memerintahkan kepada semua kapal angkasa untuk melepaskan tembakan ke arah lawan.


Sayangnya, setiap tembakan tidak satupun yang mengenai sasarannya karena saking cepatnya laju Antimatter Bomb Spaceship. Satu pesawat saja tidak bisa ditembak, apalagi 716 pesawat tempur canggih yang lebih cepat.


Hasilnya, pihak Komandan Yu Menghao dengan mudah dikalahkan, armada kapal angkasanya dijatuhkan. Dia segera memerintahkan untuk mengeluarkan pesawat tempur canggih, Stealth Spaceship.


Stealth Spaceship berwarna hitam, memiliki persenjataan rudal jarak jauh dan dekat, dilengkapi dengan persenjataan mesin otomatis. Bentuknya sangat mirip dengan pesawat Sukhoi Superjet, sedikit lebih besar.


Segera Stealth Spaceship seukuran pesawat Antimatter Bomb Spaceship generasi ke-2 keluar dari kapal induk, jumlahnya mencapai ribuan unit. Dengan dikeluarkannya Stealth Spaceship, Antimatter Bomb Spaceship sedikit mendapatkan perlawanan.


Akan tetapi, Stealth Spaceship kalah dalam hal kecepatan dari Antimatter Bomb Spaceship. Hasilnya, sudah jelas menjadi sasaran empuk bagi Antimatter Bomb Spaceship. Setiap kali Antimatter Bomb Spaceship dikejar, selalu mampu bermanuver dengan lincah, lalu membalikkan keadaan.


Semua istri dan putri Dewa Abadi makin bersemangat setiap kali mengecoh lawan dan menembak jatuh pesawatnya. Inilah hasil latihan selama bertahun-tahun di dalam Dunia Jiwa, tidak keluar dari dalam Dunia Jiwa hanya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi lawan di Observable Universe.

__ADS_1


__ADS_2