God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Negeri Atas Awan.


__ADS_3

Bab 37. Negeri Atas Awan.


Ras Elf yang menyerang Dewa Binatang adalah Suku Pohon pelindung Jurang Kematian, di mana mereka bertanggung jawab penuh melindungi Altar Cermin Kebenaran.


Selain Suku Pohon, ada tiga suku lainnya, pertama adalah Suku Air yang mendiami wilayah berair seperti sungai, danau dan mata air. Kedua adalah Ras Elf penjaga makam, makam yang dilihat oleh Dewa Binatang. Lalu ada Suku Angin, ahli dalam sihir. Merekalah yang menangkap Evelyn dan anggotanya.


Selain Ras Elf atau Elves di Mysterious Land, ada pula ras lainnya, mereka ada Ras Giant, Ras Dragon, dan yang paling jahat adalah Ras Undeed (mayat hidup).


Sekilas wilayah Mysterious Land tampak tenang, tapi setiap suku dan ras selalu bersaing dengan segala hal. Namun, semua ras menjadi damai saat merayakan hari suci, yang diadakan setiap tahun di Jurang Kebenaran.


Dari semua ras tersebut, ada yang mereka takuti, yaitu binatang mistik yang memiliki jumlah lebih banyak dan berkelompok, terutama yang paling ditakuti adalah Demon Rabbit Mythical yang melegenda.


Walaupun Ras Naga dan Ras Giant memiliki ukuran besar, mereka tetap tidak mampu mengalahkan binatang mistik yang menang dalam jumlah.


Di Mysterious Land, ada aturan yang dipatuhi oleh semua ras, yaitu dilarang terbang untuk menghormati leluhur Mysterious Land, leluhur yang konon katanya adalah pencipta wilayah ini. Siapapun yang terbang akan dihukum, dengan cara dibuat cacat, bahkan dihukum mati jika melawan.


Selain aturan itu, leluhur Mysterious Land melarang penghuni asli keluar, begitu juga dengan pihak luar yang ingin masuk. Siapapun pihak luar yang masuk akan dihukum jika kedapatan dengan sengaja memasuki wilayah Mysterious Land.


Namun, jika tidak sengaja masuk seperti yang dialami Dewa Binatang dan yang lainnya, maka mereka tidak akan bisa keluar dari wilayah Mysterious Land, dan kebanyakan yang berniat buruk akan dihukum mati.


Sedangkan orang yang baik dan memiliki kemampuan biasanya dijadikan sebagai pasangan, dan yang tidak memiliki kemampuan akan dijadikan budak, pelayan dan pekerja kasar...


Kembali ke Dewa Binatang.


Cermin Kebenaran yang tadinya bening menjadi berwarna-warni, hal itu terus berulang-ulang. Kemudian, Dao Li Xia mengangguk kepada para tetua.


Empat tetua Ras Elf segera menempati posisi di belakang pilar altar, lalu kedua tangan mereka membuat pola di udara.


Setelah beberapa saat, puncak pilar mengeluarkan sinar yang memantul ke cermin. Dewa Binatang melihat empat tetua, dua wanita dan dua pria yang sudah tua.


Lalu dia kembali melihat ke cermin yang memunculkan gambar 10 kapal luar angkasa yang terjebak badai tornado.


Dari 10 kapal luar angkasa berukuran super besar, hanya ada 4 kapal luar angkasa yang utuh dan masih terjebak di dalam pusaran badai tornado. Sedangkan yang lain hancur berkeping-keping karena badai. Badai tornado itu lebih dahsyat daripada yang dialami oleh Dewa Binatang.


Setelah cermin menampilkan 10 kapal luar angkasa, lalu muncul Dewa Binatang di cermin, tubuhnya bercahaya dan ada lingkaran berwarna keemasan di belakang punggungnya.

__ADS_1


Semua orang yang melihat terkejut, sebab baru kali ini Cermin Kebenaran menampilkan sesuatu yang berbeda. Empat tetua segera menghampiri Dao Li Xia yang mengeluarkan kitab terbuat dari kulit binatang, ukurannya sangat tebal dan berisi catatan sejarah serta pengetahuan yang diberi oleh leluhur Mysterious Land.


Dao Li Xia segera mencari catatan yang sesuai dengan gambaran Cermin Kebenaran. Sedangkan Dewa Binatang, ketika melihat dirinya di cermin, tubuhnya sulit untuk digerakkan, bahkan untuk menoleh sedikit saja tidak bisa, dia benar-benar seperti patung. Tetapi, dia masih bisa melirik dan juga mendengar suara apapun.


Setelah mencari, akhirnya Dao Li Xia menemukan gambaran Cermin Kebenaran di lembaran aturan dan petunjuk. Dia dan empat tetua membacanya petunjuk dari leluhur Mysterious Land.


Setelah membaca, mereka menatap punggung Dewa Binatang dengan mata berbinar-binar. Entah apa yang mereka baca sehingga raut wajah berubah menjadi baik dan tidak dingin seperti sebelumnya.


Dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh Dewa Binatang, Dao Li Xia berdiskusi dengan empat tetua Suku Pohon.


"Dia orang baik pada tingkatan Dewa. Sesuai petunjuk leluhur, tingkat Dewa akan memberikan kita keberuntungan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan. Jika diketahui oleh pihak luar, dia akan menjadi rebutan. Kita harus sembunyikan hal ini, bahkan dia juga tidak boleh mengetahuinya. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar dia tinggal bersama kita untuk selamanya?"


Tetua pertama yang bernama Dao Li Qian, dia seorang wanita tua. Walaupun wajah sudah muncul kerutan, wajahnya masih terlihat cantik dan terawat. Sedangkan tetua kedua dan ketiga adalah seorang pria tua, mereka adalah Dao Di dan Dao Ming. Sedangkan tetua keempat sedikit lebih muda dari Dao Li Qian, namanya adalah Dao Li Xie.


Dao Li Qian berbicara mewakili tiga tetua, "kita lihat dulu tugasnya. Setelah itu baru kita diskusikan. Selama kita berdiskusi dan agar dia tidak curiga, kita beri dia pelayanan terbaik. Aku lihat dia selalu memperhatikanmu dan juga wanita lain, dan kamu tahu artinya!"


Wajah Dao Li Xia menjadi merah karena merasa tersanjung dan juga malu, dia hanya mengangguk sebagai jawaban dan kembali melihat ke Cermin Kebenaran.


Setelah menunjukkan tubuh Dewa Binatang yang bercahaya, Cermin Kebenaran muncul tulisan yang tidak dimengerti oleh Dewa Binatang, tapi dia masih bisa mendengar suara Dao Li Xia dan empat tetua.


Dao Li Xia dan semua orang membaca tulisan itu, tulisan itu adalah tugas yang harus dijalani oleh Dewa Binatang sebagai bentuk hukum telah memasuki wilayah Mysterious Land.


Semua membaca tugas untuk Dewa Binatang, Dao Li Xia dan para tetua tampak kegirangan, namun mereka menahan diri agar Dewa Binatang tidak mengetahuinya, dan belum waktunya untuk tahu.


"Ayo, kita buat rencana untuk masa depan Suku Pohon!" ajak Dao Li Xia yang tidak sabar ingin mendiskusikan hal ini, dia terlihat serius karena akan ada invasi.


Setelah tulisan di cermin menghilang, tubuh Dewa Binatang bisa digerakkan lagi, tapi dia merasakan lelah dan mengantuk yang sangat teramat. Lambat laun matanya menjadi buram dan seketika tubuhnya ambruk ke belakang.


Dao Li Xia buru-buru melompat sebelum tubuh Dewa Binatang menyentuh ubin altar, dia menopang tubuhnya, lalu empat pria bertubuh besar mengambil alih.


"Rawat dia sebaik mungkin selama kita berdiskusi!" perintah Dao Li Xia kepada para wanita yang akan melayani Dewa Binatang, lalu dia segera keluar dari Jurang Kebenaran bersama semua orang.


Dewa Binatang ditandu oleh empat pria bertubuh besar yang berada di belakang Dao Li Xia dan empat tetua Suku Pohon. Demon Rabbit Mythical mengikuti mereka tanpa diketahui oleh siapapun.


Dewa Binatang dibawa ke rumah pohon besar yang menjadi tempat Dao Li Xia tinggal sebagai pemimpin Suku Pohon, tetapi beda rumah. Sedangkan Dao Li Xia sendiri menuju ke pohon terbesar yang menjadi tempat khusus pertemuan.

__ADS_1


Karena Dewa Binatang berada di Mysterious Land, hidupnya akan berubah sesuai dengan namanya ke-Dewa-annya. Di tempat ini, sifat asli seseorang yang terpendam keluar secara alami, tidak ada sesuatu yang tersembunyi, entah itu sifat baik atau buruk akan terungkap dengan sendirinya.


Dua wanita muda Suku Pohon berpenampilan menarik bertugas untuk merawat Dewa Binatang, mereka adalah Dao Li Chunhua dan Dao Li Nuwa. Mereka berdua adalah pilihan terbaik dari semua wanita dari Suku Pohon yang ditugaskan untuk melayani dan menjaga Dewa Binatang.


Kedua wanita terlihat gelisah sebelum melepaskan pakaian Dewa Binatang untuk dibersihkan. Kebersihan adalah hal utama bagi Suku Pohon karena sebagai satu-satunya ras pelindung Altar Cermin Kebenaran.


Perlahan dan dengan lemah lembut mereka bekerjasama untuk membuka seluruh pakaian yang dikenakan oleh Dewa Binatang. Ketika melihat dada dan perutnya, mereka berdecak kagum karena tubuh Dewa Binatang seperti seorang atlit binaraga, berbentuk sixpack.


Dao Li Nuwa membelai dada bidang Dewa Binatang, sedangkan Dao Li Chunhua membelai perutnya yang berbentuk kotak-kotak. Mereka mengagumi keindahan tubuh seorang pria tampan, satu-satunya pria yang baru disentuh.


"Tubuhnya kekar dan berotot!" pujian Dao Li Chunhua.


"Dadanya juga bidang... Ingin rasanya aku tidur di sini!" sahut Dao Li Nuwa dengan jujur.


Kemudian, mereka perlahan mulai melucuti pakaian bagian bawah milik Dewa Binatang, dan terkejut melihat kebanggaan seorang pria. Milik Dewa Binatang tidak normal, berbeda jauh dari pria manapun di Ras Elf.


Kedua wanita muda itu menatap lama kejantanan Dewa Binatang...


Sedangkan Dewa Binatang tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya karena pingsan. Ternyata, kesadarannya dibawa oleh Cermin Kebenaran di suatu tempat, tempat yang sangat indah seperti di negeri dongeng.


Saat ini, dia melihat istana di atas awan, istana yang terbuat dari emas dan berlian. Lalu dia juga melihat banyak burung beraneka ragam jenisnya dan berbentuk aneh, burung yang tidak pernah dilihat olehnya.


Lalu dia melihat kakinya yang berpijak di atas awan, lalu melihat sekitarnya yang hanya ada hamparan awan putih. Anehnya, dari bawah awan putih melompat banyak ikan terbang, lalu ada juga ikan berukuran besar. Ikan-ikan dan burung tampak bahagia berada di sini.


"Di mana ini?" gumam Dewa Binatang.


Dia ingin menuju ke Istana indah tersebut, namun kedua kakinya sulit untuk digerakkan.


"Anda berada di Negeri Atas Awan. Gunakan pikiranmu jika ingin masuk ke Istana Surga."


Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang di benak Dewa Binatang. Jelas dia ingin masuk karena penasaran. Dengan pikirannya, awan di bawah kakinya bergerak sesuai keinginannya.


Saat awan bergerak, ikan-ikan melompat di atas kepala Dewa Binatang, dia merasakan kulitnya terciprat air embun. Lalu burung-burung memutari tubuhnya.


"Tempat ini membuatku betah," ucap Dewa Binatang sambil mengangkat tangan kanan agar burung bisa hinggap.

__ADS_1


Sejujurnya, Dewa Binatang lelah menjalani kehidupannya, dia ingin tinggal di suatu tempat untuk menikmati hasil jerih payahnya. Namun, dia tahu tujuan hidupnya tidak hanya untuk bersenang-senang, melainkan ada tujuan besar yang harus diselesaikannya.


__ADS_2