God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Putri Hua, Ming Lien-Hua.


__ADS_3

Bab 46. Putri Hua, Ming Lien-Hua.


Ketika Dewa Binatang mendengarkan cerita dari Evilyn selama di Mysterious Land, masuk Angela untuk melaporkan kondisi yang baru saja terjadi. Namun, dia syok melihat sosok pria yang sudah lama dirindukan sudah berada di dalam gua.


Dewa Binatang tersenyum dan melihat Angela menerjangnya. Mereka berdua berpelukan dengan erat. Namun, Evilyn segera menarik tangan Angela karena iri, dia langsung duduk di pangkuan Dewa Binatang.


"Sejak kapan kamu sudah ada di sini?" tanya Angela yang penasaran sambil memeluk lengan kanannya.


"Jika kekuatanmu lebih tinggi dari penghuni di sini, kamu bisa melewati mereka tanpa diketahui. Intinya sekarang, menyelamatkan anggota yang ditangkap mereka. Lalu berkumpul dengan Suku Pohon!" jawab Dewa Binatang dengan singkat namun mudah dipahami oleh Angela, terutama Evilyn yang akan mengikuti Dewa Binatang.


"Ledakan apa tadi?" sela Evilyn yang ingin tahu laporan Angela.


Angela tersenyum dengan wajah memerah karena malu, dia melupakan karena kehadiran Dewa Binatang yang tiba-tiba berada di gua.


"Brokade kayu sudah hancur oleh bom musuh. Apa yang harus kita lakukan?" jawab Angela dan meminta perintah selanjutnya untuk menangani Suku Angin.


Ya, Ming Lin tanpa seizin Putri Hua berinisiatif untuk menyerang dengan mengandalkan bom energi. Putri Hua yang mendengar suara ledakan segera keluar dari tenda sementara, lalu dia melihat brokade kayu telah hancur.


Putri Hua menghela nafas panjang dan tidak memarahi wakilnya. Lalu dia kembali masuk ke dalam tendanya setelah memerintahkan wakilnya untuk tetap mengikuti rencana awal.


"Sudah ada kekasihku, jadi aku tidak khawatir lagi!" ucap Evilyn yang sepenuhnya menyerahnya kemimpinan kepada Dewa Binatang, dia tidak sungkan-sungkan untuk memanggilnya dengan sebutan kekasih.


"Mereka akan menyerang setelah malam tiba. Ketika waktu itu tiba, biarkan aku yang mengurusnya," kata Dewa Binatang dengan santainya, dia mendengar obrolan Putri Hua dan Ming Lin.


"Kamu perintahkan anggota untuk waspada saat malam hari. Untuk saat ini, jangan ada yang keluar dari brokade!" perintah Evilyn kepada Angela.


Angela segera berdiri dan keluar dari gua dengan tergesa-gesa karena masih ingin bersama dengan Dewa Binatang. Setelah itu, Evilyn kembali mencium bibir Dewa Binatang, ciuman yang sempat terhenti.


Namun, Angela sudah kembali dan melihat adegan mereka sedang berciuman. Di dalam hati dia bersungut-sungut, "huff! Kemarin masih menyalahkan dia ...!"


Lalu dia berdehem agar pemimpinnya menyudahi adegan berciuman. Namun, Evilyn dengan sengaja tidak menggubrisnya, malahan berinisiatif untuk meraih tangan kanan Dewa Binatang dan meletakkan di dada kirinya.


"Bos...!" panggil Angela yang mulai terbawa arus mereka yang sedang bercumbu, lalu dia duduk di tempat semula di dekat Dewa Binatang.


Evilyn cemberut ketika Dewa Binatang menyudahinya karena kehadiran Angela. Kemudian, Angela bercerita tentang binatang berwujud aneh yang pernah dilihatnya sewaktu memata-matai Suku Angin. Ciri-cirinya sama dengan Demon Rabbit Mythical, lokasinya tidak jauh dari wilayah Suku Angin, tepatnya berada di dalam bawah tanah, jaraknya kurang lebih sejauh 7 kilometer dari wilayah pusat Suku Angin.


Menurut keterangan Angela sesuai apa yang dilihatnya, ada dua Demon Rabbit Mythical dan satunya terluka parah. Kedua binatang itu masuk ke dalam lubang tanah yang tertutupi oleh rerumputan liar. Karena waktu itu dia sedang mempelajari kekuatan Suku Angin demi menyelamatkan rekan-rekannya, sehingga tidak mempedulikan Demon Rabbit Mythical.

__ADS_1


"Beruntung kamu tidak diketahui binatang itu! Itu adalah Demon Rabbit Mythical atau yang dikenal dengan sebutan si Mulut Besar. Mereka pandai berkamuflase, memangsa apapun yang hidup dan menyisakan tulangnya saja...," sela Dewa Binatang setelah Angela belum selesai bercerita, lalu dia menceritakan tentang Demon Rabbit Mythical sewaktu di wilayah Suku Pohon.


Angela dan Evilyn bergidik ngeri saat mendengar cerita Dewa Binatang. Mereka tidak menyangka binatang kecil mampu berubah wujud menjadi raksasa.


Seandainya Demon Rabbit Mythical menyamar sebagai salah satu dari anggotanya, kemungkinan besar nasibnya sama seperti yang dialami oleh Dao Meimei.


"Satu saja sudah mengerikan apalagi ada lebih dari dua!" ujar Angela yang tidak penasaran dengan persembunyian Demon Rabbit Mythical.


Akhirnya malam pun tiba, Dewa Binatang dan kedua wanitanya keluar dari gua. Di luar, anggota Evilyn tidak menggunakan penerangan, mereka hanya mengandalkan kacamata pendeteksi hawa panas untuk memantau pergerakan Suku Angin.


Anggota Evilyn terkejut melihat Dewa Binatang yang keluar bersama dua pimpinannya. Namun keterkejutan mereka menjadi suka cita karena tahu kehebatannya.


"Kalian di sini saja. Aku yang akan urus mereka," kata Dewa Binatang kepada Evilyn dan anggotanya.


Dia ingin sesegera mungkin untuk menyelamatkan Evilyn dan seluruh anggotanya, termasuk yang telah ditangkap oleh Suku Angin. Rencananya, sebelum kedatangan invasi pihak luar, dia harus menyiapkan segalanya untuk menangani musuh.


"Mereka bukanlah apa-apa bagimu!" pujian Angela yang sangat mempercayainya.


Dewa Binatang berjalan keluar dari brokade bebatuan dengan diiringi tatapan mata Evilyn dan anggotanya. Mereka tercengang karena Dewa Binatang tiba-tiba menghilang, bahkan suhu panas tubuhnya tidak terdeteksi kacamata.


Saat ini, Dewa Binatang berada di tengah-tengah kelompok Putri Hua yang siap untuk menangkap Evilyn, mereka tinggal menunggu pemimpinnya memberikan perintah.


Dewa Binatang masuk ke dalam tenda setelah melewati Ming Lin. Saat berada di dalam, hanya ada penerangan dari obor, lalu dia melihat Putri Hua yang sedang duduk membelakanginya, di depannya ada sebuah cermin.


Pakaian atas dilepaskan karena bahu kiri terluka, terlihat seperti terluka karena cakaran binatang. Luka itu membusuk, mengeluarkan bau busuk, darah menghitam, serta mengeluarkan nanah, dan jelas cakaran binatang itu mengandung racun.


Putri Hua menahan rasa sakitnya ketika lukanya ditaburi dengan bubuk untuk mencegah racun menyebar. Setelah itu keluar asap hitam dari lukanya, baunya sangat menyengat hidung.


Melihat luka itu, Dewa Binatang menebak lukanya sudah cukup lama diderita. Racun itu hanya bisa disembuhkan dengan Pil Penyembuh tingkat Saint tahap puncak, dan Alkemis setingkat itu tidak ada di Mysterious Land.


Dia juga menebak tujuan Evilyn diburu Suku Angin, kemungkinan besar untuk mendapatkan penawar racun. Yang menjadi pertanyaannya, kenapa Putri Hua turun tangan hanya untuk menangkap Evilyn, lalu ke mana orang tuannya?


Melihat wajah Putri Hua yang mirip dengan Dao Li Xia, dia menjadi kasihan. Rencana awalnya, cukup membunuh Putri Hua sebagai balasan atas kematian 44 anggota Suku Pohon.


Setelah dipikir-pikir lagi sebelum mengeksekusi Putri Hua, tidak ada gunanya untuk membalas dendam. Karena tujuan utama untuk mempersatukan seluruh penghuni Mysterious Land, maka anggap saja 44 Suku Pohon yang mati ada pengorbanan.


Dewa Binatang melambaikan tangan kanannya yang memegang tongkat. Kemudian, keluar domain energi yang menutupi tenda milik Putri Hua. Domain energi tidak diketahui oleh Putri Hua. Dengan adanya domain energi, maka siapapun tidak bisa mendengar suara dari dalam tenda.

__ADS_1


"Aku bisa menyembuhkan lukamu," kata Dewa Binatang yang membuat Putri Hua terkejut setengah mati.


Putri Hua segera berdiri dengan membalik badan, dia tercengang melihat sosok pria tampan yang tidak dirasakan kehadirannya. Namun, dia menduga jika pria tampan ini salah satu orang luar yang sedang diburunya.


Akan tetapi, melihat tongkat komando milik Suku Pohon dipegang oleh Dewa Binatang, dia makin tercengang. Sekali lagi dia menebak jika pria ini adalah pencuri.


"Siapa kamu? Itu... itu tongkat Suku Pohon, kamu pasti mencurinya!" bentak Putri Hua yang melupakan pakaian belum dibenahi sehingga terlihat buah kenyalnya.


Putri Hua sengaja membentak keras agar anak buahnya mendengar. Namun, tidak ada satupun anak buahnya masuk. Dia menjadi waspada dan khawatir jika anak buahnya telah terbunuh tanpa sepengetahuan.


Melihat dada Putri Hua dan juga dibentak, Dewa Binatang tersenyum tipis, dia tidak merasa bernafsu karena sudah sering melihat milik istrinya.


"Kamu tidak tahu apapun tentang berkembang Suku Pohon? Sayang disayangkan...!" jawab Dewa Binatang yang enggan menjelaskan dirinya adalah Kepala Suku Pohon yang baru.


Melihat lirikan mata Dewa Binatang, Putri Hua segera membenahi pakaiannya. Raut wajahnya berubah menjadi merah karena malu, namun itu hanya sesaat karena menganggap Dewa Binatang musuh.


Kemudian, dia mengambil tongkat sihir dan mengarahkan ke arah Dewa Binatang.


"Katakan, apa yang terjadi dengan Suku Pohon? Apa kamu datang untuk mendapatkan Cermin Kebenaran?" selidik Putri Hua sebelum menyerang, dia meringis karena menahan rasa sakitnya. Matanya melirik pintu keluar tenda yang tertutup rapat.


Cermin Kebenaran merupakan artefak yang sangat berharga bagi seluruh penghuni Mysterious Land. Jika dicuri pihak luar, dikhawatirkan akan menjadi bencana. Putri Hua tidak menginginkan itu terjadi.


Dewa Binatang menghela nafas panjang karena malas menjelaskan tanpa adanya saksi. Namun demi tujuannya, dia segera menjelaskan tentang perkembangan Suku Pohon.


"Aku adalah suami dari Kepala Suku Pohon, Dao Li Xia. Ya, aku Kepala Suku yang baru. Tujuanku ke sini untuk menyelamatkan rekan-rekanku yang kalian buru, dan juga yang sudah kalian tangkap...,"


Panjang lebar Dewa Binatang menjelaskan kepada Putri Hua. Sayangnya, penjelasan tidak dipercayai oleh Putri Hua.


"Ming Lin, ada musuh! Segera tangkap!" perintah Putri Hua dengan suara keras.


Akan tetapi Ming Lin Dan anggotanya tidak segera datang, dan dugaannya makin besar jika Dewa Binatang telah membunuh mereka. Karena Ming Lin dan anak buahnya telah dianggap mati, dia segera menyerang.


Dari tongkat sihirnya keluar sinar yang melesat ke arah Dewa Binatang. Namun, serangannya seakan-akan menguap sebelum mengenai musuhnya. Serangannya gagal karena berada di dalam domain energi.


"Mudah membunuhmu! Tenang dulu dan kita bicara dengan baik-baik!" pinta Dewa Binatang sambil mendekati Putri Hua.


Putri Hua tidak menggubris perkataannya, dia kembali menyerang dan hasilnya sama, sihirnya tidak seperti biasanya yang dengan mudah mengalahkan musuh.

__ADS_1


"Cermin Kebenaran mengatakan, akan ada bencana dialami oleh Mysterious Land. Tujuanku tidak membunuhmu... Aku ingin mempersatukan seluruh penghuni di sini untuk melawan invasi pihak luar!" terang Dewa Binatang.


Baru setelah Dewa Binatang mengungkapkan tujuannya, Putri Hua tidak lagi menyerang. Tapi, dia tidak sedikitpun mengendorkan kewaspadaannya. Setelah dipikir-pikir, pria itu memang bisa dengan mudah membunuhnya karena sihir tidak berpengaruh.


__ADS_2