God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kehidupan Baru


__ADS_3

Ban 242. Kehidupan Baru Di Zaman Masa Lalu.


Zaman sebelum terjadinya Bencana Petir Semesta, masa sebelum lahirnya Tian Zhi Shimo si Dewa Abadi.


Zaman dulu dan sekarang geografis alam di Planet Tiga Alam tidak jauh berbeda, tetap sama. Tetapi, selain marga utama Yao, Chen dan Hu, masih ada marga Tian, Zhi, Yu dan Guan. Jika ditotal jumlah penduduknya, jauh lebih banyak dari zaman Pagoda Berlian, kurang lebih berjumlah 69 juta jiwa.


Tetapi, dengan banyaknya penduduk itu, Tiga Alam yang besar belum banyak dieksplor, masih banyak tempat-tempat yang tidak berpenghuni, dan jarang dijelajahi karena terlalu besarnya Planet Tiga Alam.


Mayoritas penghuninya tinggal di satu wilayah yang padat penduduk, tinggal di wilayah yang menjadi pusat perdagangan, dan tempat untuk menjajal kekuatan dalam bertarung.


Saat itu, masih belum adanya struktur pemerintahan seperti saat ini (zaman Dewa Abadi). Sistem monarki masih dipimpin oleh Kepala Suku dari tiga marga utama...


Tiba-tiba, terjadi dua fenomena alam yang belum pernah terjadi di Tiga Alam. Satu fenomena itu berada di wilayah Barat Daya dari Dinasti Anwuzhi (Suku Wuzhi - marga Yao), tetapnya di sebuah pulau di tengah-tengah Laut Spiritual (laut menjadi kering saat di zaman Dewa Abadi).


Di pulau tak bernama itu muncul 9 tornado air membentuk wujud ular. Tornado air itu mengelilingi pulau. Di tengah-tengah pulau itu terdapat seorang bayi perempuan yang sangat cantik, tertidur pulas di dalam bunga mawar yang terbuat dari kristal es.


Dan, satu fenomena alam yang lain berada di sisi utara dari wilayah Dinasti Shandui (Suku Shanhu - marga Hu), tepatnya di Danau Tujuh Warna. Di danau itu muncul pohon raksasa, diameter lingkaran mencapai 3 km, dan tingginya mencapai ribuan mil sehingga dengan jelas terlihat di segala arah di wilayah Dinasti Hu.


Uniknya, di tengah-tengah batang pohon raksasa itu seperti kaca, di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan yang lucu dan imut, mengeluarkan aura menenangkan hati siapapun yang melihatnya. Di batang pohon dan cabangnya itu tumbuh berbagai macam tanaman langka dan Buah Suci, hal yang belum pernah terjadi di Planet Tiga Alam.


Dengan adanya fenomena itu jelas menarik perhatian banyak kultivator di dua wilayah dinasti tersebut. Mereka segera berbondong-bondong menuju ke pusat fenomena alam.


Saat tiba di pulau tak bernama, terjadi pertarungan untuk merebutkan bayi perempuan. Pertarungan itu dipicu oleh provokasi seseorang, orang itu mengatakan bahwa bayi cantik itu adalah wujud lain dari Pil Kultivasi tingkat Supreme God.


Akibatnya, perebutan pun tidak terelakkan, salah satunya yang saling bertarung adalah Dewa Perusak yang dijuluki sebagai Pohuai Shen dari marga Yao. Dia bertarung dengan Kepala Suku Wuzhi untuk merebutkan bayi perempuan itu.


Demikian juga di pohon raksasa itu, sudah terjadi pertarungan merebutkan tanaman langka, terutama merebut bayi yang dianggap sebagai pemicu tumbuhnya tanaman langka.


Namun, yang tidak diketahui oleh siapapun, ada satu fenomena alam yang tidak menarik perhatian banyak orang. Fenomena itu berada di wilayah Dinasti Fandui (Suku Fanchen - marga Chen), tepatnya di Pegunungan Dantian.


Di kaki Pegunungan Dantian sisi utara ada sebuah gua, yang mana di dalam gua itu tumbuh tanaman jiwa yang memiliki delapan daun bunga unik. Setiap daunnya terdapat gambar dengan warna yang berbeda.


Delapan daun itu menyatu menutup sesuatu yang ada di dalam. Di dalamnya terdapat bola berwarna madu. Di dalam bola itu meringkuk seorang bayi laki-laki yang tidak lain adalah Dewa Abadi, tetapi tidak memiliki gelar lagi.


Wajahnya masa kecilnya dengan sekarang jauh berbeda. Intinya, Dewa Abadi yang datang dari masa depan jauh berbeda saat terlahir di Tiga Alam masa lampau (masa kini).


Jika tanaman jiwa ini dilihat dari luar, siapapun orangnya tidak akan mengetahui bahwa ada seorang bayi di dalamnya, sebab penampilannya seperti getah pohon yang berwarna keemasan. Jika getah itu dibuka, maka akan melihat sembilan energi dengan warna berbeda yang menyelimuti si bayi...


17 tahun berlalu setelah munculnya dua fenomena alam yang menghebohkan Tiga Alam.


Bayi perempuan yang dikira mampu meningkatkan kekuatan, ternyata mampu melarikan diri dari rebutan kultivator. Bayi itu dijuluki Pil Dewi. Yang tidak diketahui oleh siapapun, Pil Dewi itu adalah penjelmaan dari Permaisuri Qiao yang berasal dari masa depan.


Tetapi, setelah pengejaran bertahun-tahun, akhirnya Dewa Perusak berhasil menjinakkan Permaisuri Qiao si Pil Dewi, dengan membuat kesepakatan, yaitu menjadikan Pil Dewi sebagai murid, tidak dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan kekuatan.


Demikian juga dengan bayi di dalam pohon raksasa, tidak ada seorang pun yang berhasil melubangi batang pohon untuk mendapatkan bayi tersebut. Bahkan Dewa Perusak juga tidak mampu melubangi batang pohon. Dia telah melakukan berbagai upaya untuk menaklukkan Dewi Kesuburan yang membuatnya jatuh cinta.

__ADS_1


Pohon itu oleh penghuni Tiga Alam diberi nama, yaitu Pohon Peri, dan bayi itu disebut Dewi Kesuburan. Dia sebenarnya adalah Putri Mahatma, anak dari Dewa Pemelihara.


Sedangkan Dewa Abadi, dia masih tetap berada di dalam delapan daun bunga yang melindunginya, dia belum pernah sekalipun membuka matanya. Selama 17 tahun ini, perkembangan fisiknya lambat, saat ini penampilannya seperti anak usia 12 tahun.


Dewa Abadi tidak seperti Permaisuri Qiao dan Putri Mahatma, kedua wanita itu tumbuh besar seperti manusia pada umumnya. Hanya saja, fisik mereka di zaman ini melampaui kehidupan di masa depan, tinggi-tinggi fisiknya.


Permaisuri Qiao memiliki tinggi badan mencapai 252 cm. Sedangkan Putri Mahatma sedikit lebih pendek, tingginya mencapai 250 cm. Tetapi penampilan wajah mereka tetap sama seperti di masa depan.


Untuk kaum prianya, tinggi badan tertinggi mencapai lebih dari 3 meter. Faktor fisik mereka yang tinggi dikarenakan pengaruh Energy Primordial yang lebih padat daripada zaman masa depan.


Sedangkan untuk binatang mistik, jelas ukurannya juga besar, bisa dikatakan sebagai binatang raksasanya di zaman ini. Penampilan mereka masih murni, belum bercampur darahnya karena persilangan DNA.


Setelah 5 tahun berlalu.


Akhirnya Dewa Abadi membuka matanya saat fisik seperti usia 17 tahun. Dia terlihat bingung dengan keadaannya yang diselimuti oleh getah tanaman jiwa.


Dewa Abadi tidak sedikitpun mengingat masa depannya. Namun, dia hanya mengingat tujuannya terlahir di masa ini, yaitu menghentikan seseorang yang bergelar Dewa Langit dan Dewa Surgawi agar tidak mengungkapkan kejadian di masa depan kepada Dewa Perusak.


Yang membuatnya bingung, dia tidak mengingat wajah kedua musuhnya itu. Dia bahkan tidak mengingat siapa namanya sendiri. Karena enggan untuk melihat dunia ini, dia kembali memejamkan mata untuk tidur. Dia merasakan kedamaian hati tanpa mengingat apapun di masa depan...


Setelah 2 tahun berlalu.


Secara kebetulan, ada empat orang, satu wanita dan tiga pria yang sedang menjelajahi Pegunungan Dantian. Wanita itu bernama Zhi Xiu Juan, paras wajahnya sangat cantik, usianya 23 tahun, mengenakan pakaian serba berwarna hijau.


Sedangkan ketiga pria itu adalah Tian Bo si Dewa Langit, usianya 30 tahun, pakaiannya serba hitam. Sedangkan pria berpakaian biru tua adalah Dewa Surgawi yang bernama Yu Tien, usianya 33 tahun, masih lajang.


Ketiga wajah pria itu tetap sama seperti di masa depan. Tetapi, mereka berempat tidak mengingat apapun di kehidupan masa depan. Terutama Mahaguru Sam, sebab dia bukan berasal dari masa depan. Dewa Langit dan Dewa Surgawi akan mengingat masa depan saat kekuatan berada di tingkat True Omega.


Dewa Langit dan Dewa Surgawi dari masa depan tetap terlahir di kehidupan masa lalunya. Dengan kata lain, mereka terlahir di dalam dirinya sendiri.


Zhi Xiu Juan juga belum menjadi istri Dewa Langit, masih menjadi seorang teman berpetualang, dia juga tidak tahu tentang kehidupan di masa depan, karena bukan berasal dari masa depan.


Mahaguru Hu Samhok yang pertama kali menemukan gua yang mengeluarkan cahaya benderang, gua tempat Dewa Abadi tiba di zaman ini. Mereka berempat dengan semangat tinggi segera masuk ke dalam gua.


Saat berada di ujung gua, mereka terkagum-kagum melihat tanaman jiwa setinggi 7 meter, dengan delapan daun yang bisa dijadikan alas tidur. Mereka merasakan energi kekuatan jiwa keluar dari tanaman jiwa.


Tanaman jiwa di Tiga Alam belum pernah ada, membuat mereka tidak mengetahui jenis tanaman langka apa ini. Namun, satu hal yang dirasakan, tanaman ini menenangkan hati dan pikirannya saat dekat.


"Jenis tanaman langka apa ini?" tanya Zhi Xiu Juan sambil mendekati tanaman jiwa, ia bertanya kepada Hu Samhok yang lebih senior dari siapapun di timnya.


"Tidak tahu! Ini tanaman baru pertama kali kulihat!" jawab Hu Samhok dengan jujur sambil melihat keseluruhan tanaman jiwa.


Ketiga pria itu juga segera mendekati tanaman jiwa itu. Namun, saat jarak baru terpaut 6 meter, tubuh mereka terpental ke belakang hingga membentur dinding gua. Anehnya, Zhi Xiu Juan yang lebih dekat dengan tanaman jiwa ikut terpental setelah ketiga rekannya mendekatinya.


"Mengerikan! Ini seperti Pohon Peri yang sulit untuk ditembus oleh siapapun!" seruan Zhi Xiu Juan, lalu mengusap darah di sudut bibirnya. Dia segera bangkit.

__ADS_1


"Adik Juan, benar! Coba kamu yang ambil ... Tadi kamu bisa lebih dekat dengan tanaman itu. Jika kita tidak ikut, kamu pasti berhasil mendapatkannya!" pinta Hu Samhok.


"Seperti sebelumnya, apapun yang kita dapatkan harus dibagi rata!" sela Yu Tien yang mengingatkan Zhi Xiu Juan tentang perjanjian tim sebelum terbentuk.


"Kau selalu saja khawatir!" kekesalan Zhi Xiu Juan yang selalu dicurigai oleh Yu Tien.


"Sabar, lebih baik kita fokus pada tanaman itu!" sahut Tian Bo yang membela Zhi Xiu Juan karena menyukainya.


"Hei, sebelumnya kau tidak jujur setelah mendapatkan Buah Suci Bluepeach. Untungnya saja aku mengetahuinya!" Yu Tien menjadi marah karena Tian Bo sahabatnya selalu saja membela Zhi Xiu Juan.


"Sudah, sudah! Tim ini bisa rusak karena keegoisan kalian!" lerai Hu Samhok sebagai pemimpin timnya.


"Huff!" dengus Zhi Xiu Juan yang tidak suka dengan sikap Yu Tien.


Ia segera berjalan mendekati tanaman jiwa. Saat jaraknya terpaut 2 meter, tiba-tiba tanaman itu bergerak-gerak liar, seolah-olah tidak menghendaki siapapun mendekatinya. Zhi Xiu Juan segera mundur karena takut jika tanaman itu mengeluarkan sesuatu yang mengancam jiwanya.


"Coba gunakan energi Yin agar kita tahu jenis apa tanaman itu!" interupsi dari Hu Samhok.


Zhi Xiu Juan kembali mendekati. Saat jaraknya kurang dari 3 meter, ia merentangkan kedua tangannya ke depan tanaman jiwa. Kemudian, mengeluarkan Energi Yin. Saat energinya menyentuh tanaman jiwa, dia merasakan sakit kepala dan segera mundur.


"Kenapa?" tanya Tian Bo dengan panik sambil menahan tubuh Zhi Xiu Juan yang sempoyongan.


Zhi Xiu Juan menghindari tangan Tian Bo. Yu Tien tersenyum senang karena sahabatnya selalu gagal menaklukkan hati Zhi Xiu Juan.


Setelah jauh dari Tian Bo, Zhi Xiu Juan berkata kepada Hu Samhok, "tanaman ini mampu mempengaruhi jiwa. Awalnya aku merasakan pusing saat energi-ku terkoneksi dengan tanaman ini, namun hanya sesaat. Dan setelah itu, aku merasakan kemampuanku dalam kekuatan jiwa sedikit mengalami peningkatan!"


Wajah Hu Samhok, Tian Bo dan Yu Tien menjadi berseri-seri karena paham dengan penjelasan dari Zhi Xiu Juan. Kekuatan jiwa bisa ditingkatkan dengan tanaman yang baru ada di Tiga Alam.


"Berarti tanaman ini mampu memberi kesempatan kita untuk meningkatkan kekuatan jiwa. Dengan begitu, kita bisa meningkatkan profesi Alkemis dan yang lainnya, bukan?" tanya Hu Samhok dengan semangat, dan di anggukan kepala oleh Zhi Xiu Juan.


"Cepat ambil!" sahut Tian Bo yang tidak sabaran untuk mendapatkan tanaman jiwa.


Zhi Xiu Juan kembali mendekati tanaman jiwa. Setelah jaraknya sedikit lebih dekat dari sebelumnya, dia mengeluarkan Energi Yin. Seperti sebelumnya, dia merasakan sakit kepala, namun ditahannya.


Setelah beberapa saat menahan rasa sakit kepalanya, rasa sakitnya berangsur-angsur menghilang. Tiba-tiba delapan daun tanaman jiwa terbuka perlahan, dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata.


Zhi Xiu Juan yang paling dekat jelas kaget, dia segera mundur menjauhi tanaman jiwa. Namun, tubuhnya sulit untuk digerakkan. Delapan daun tanaman jiwa itu seperti tanaman pemakan manusia yang segera melahap tubuhnya.


Boom...


Ledakan energi spiritual setelah tanaman jiwa melahap tubuh Zhi Xiu Juan. Ketiga rekannya terpental ke belakang dengan sangat keras, dan membentur dinding gua. Setelah ledakan itu, mereka bisa melihat karena cahaya menyilaukan mata menghilang.


Namun, mereka syok saat tanaman jiwa berubah menjadi sinar dan keluar dari dalam gua. Mereka bertiga segera mengejar tanaman jiwa itu.


Mereka pikir Zhi Xiu Juan telah berhasil mendapatkan tanaman langka, dan berniat untuk kabur karena tidak mau berbagi.

__ADS_1


Setelah keluar dari dalam gua, mereka bertiga telah kehilangan jejak dari sinar itu. Mereka segera menyebar untuk mencari Zhi Xiu Juan. Yu Tien berkali-kali mengumpat karena firasatnya menjadi kenyataan.


__ADS_2