
Bab 171. Munculnya Dewa Tertinggi.
Dulu, sewaktu Excel Shimo mendeklarasikan nama sebagai Dewa Binatang, yang mengesahkan adalah Kitab Suci. Tetapi kali ini, yang datang bukan lagi Kitab Suci yang akan mengesahkan namanya sebagai Dewa Abadi.
Muncul dua Dewa tertinggi di dalam kabut hitam. Kedua Dewa itu mengeluarkan cahaya benderang yang menyilaukan mata. Chen Yeon dan Hu Yue Yan secara otomatis memejamkan mata karena tidak mampu melihat kedua orang itu, mereka segera berlutut menyambut kedatangannya.
Kedua orang itu adalah Dewa Pencipta dan Dewa Pemelihara, yang dikenal dengan sebutan Trimurti.
Chen Yeon dan Hu Yue Yan tidak menyangka akan datang Dewa tertinggi diwaktu yang tepat. Tubuh mereka gemetaran karena tidak mampu menerima keagungan dari Dewa tertinggi. Dan, ini adalah pertama kalinya Chen Yeon dan Hu Yue Yan bisa bertemu dengan dua Dewa tertinggi yang tidak pernah menunjukkan diri kepada siapapun.
Selama ini, mereka hanya melihat manifestasi dari Dewa tertinggi yang menyerupai manusia untuk melakukan kebajikan, bahkan menjadi binatang untuk menunjukkan kebaikannya kepada semua mahkluk hidup.
Kabut hitam yang menutupi perbatasan dua galaksi dengan mudah dihilangkan oleh Dewa Pemelihara. Kemudian, Dewa Pencipta menyentuh dahi Omniverse yang masih bergerak liar secara membabi-buta menyerang apapun.
Dalam sekejap mata, tubuh Omniverse yang super besar itu menyusut hingga berubah wujud menjadi sehelai rambut. Kemudian, ditiup dan seketika menjadi abu. Lalu muncul Dewa Binatang, dan Satria 12 Naga yang menjadi wujud manusia.
Sama seperti Chen Yeon dan Hu Yue Yan, Satria 12 Naga tidak mampu melihat Dewa tertinggi, mereka segera berlutut tanpa harus diperintahkan. Anehnya, Dewa Binatang tidak sedikitpun silau karena cahaya mereka, dia bisa melihat kedua Dewa itu dengan jelas, bahkan tidak melakukan tindakan seperti berlutut.
"Guru!" sapa Dewa Binatang sambil membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan, dan juga menangkupkan kedua tangannya, dia tidak berani lagi melihat gurunya karena adanya Dewa Pencipta.
"Jadi ini murid kesayangan yang selalu Anda disembunyikan?" tanya Dewa Pencipta kepada Dewa pemelihara.
"Seperti yang sudah Anda ketahui!" jawab Dewa pemelihara, lalu mengembangkan senyuman hangat sambil mendekati muridnya.
Tiba-tiba, Dewa Pemelihara menyentuh dahi muridnya, lalu keluar Pagoda Berlian yang tersimpan di dalam Dunia Jiwa. Dewa Binatang tidak mengeluh karena sudah seharusnya Pagoda Berlian kembali kepada pemiliknya.
Kemudian, Dewa pemelihara melemparkan Pagoda Berlian ke arah Galaksi Pengadilan Jagat Raya. Pagoda Belian melesat dengan sangat cepat tanpa bisa dilihat oleh Dewa Binatang, dan kembali ke tempat semula tanpa memicu keributan.
__ADS_1
"Sehebat inikah Guruku!" batin Dewa Binatang yang merasa bersalah karena sering berprilaku tidak sopan terhadap Universe Lightning, dia baru tahu bahwa gurunya adalah salah satu dari Trimurti.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan! Bersikaplah seperti biasa, aku lebih suka seperti itu karena kita bisa lebih dekat!" teguran Dewa Pemelihara dengan lembut.
Dewa Pencipta mengembangkan senyuman hangat, lalu mendekati Dewa Binatang dan menepuk lembut bahunya. Dewa Binatang mengernyitkan dahi karena tangan Dewa Pencipta mampu memulihkan seluruh energinya yang hampir habis.
Selain itu, hatinya terasa sangat damai dan enggan untuk merasakan namanya kenikmatan duniawi sesaat.
"Apakah Anda tahu arti abadi?" tanya Dewa Pencipta yang ingin tahu apa yang akan dijawab oleh Dewa Binatang, sebab ini adalah salah satu dari ujiannya.
"Sebenarnya di alam semesta ini tidak ada yang namanya abadi, yang ada hanya kehampaan yang kekal. Setiap kehidupan yang berasal dari energi akan kembali menjadi energi. Energi akan selalu ada untuk selamanya!" jawab Dewa Binatang dengan segera tanpa berani melihat Dewa Pencipta.
"Lalu kenapa Anda mengatakan bahwa diri Anda adalah abadi?" selidik Dewa Pencipta.
Pernyataan kedua juga ujian untuk Dewa Binatang. Jawaban pertama telah membuatnya senang karena tidak ada kemunafikan di hati.
"Jawaban yang benar-benar tepat!!" pujian Dewa Pencipta karena tidak menduga Dewa Binatang akan menjawab seperti ini.
Umumnya dan yang sudah sering didengar, jika seseorang telah menghembuskan nafas terakhir, maka akan kembali satu dengan tanah dan jiwanya akan kembali bereinkarnasi. Namun yang tidak disadari oleh semua kehidupan, bahwa benda hidup atau mati semua adalah bentuk dari energi.
Sederhananya, benda mati itu adalah batu. Bagaimana terciptanya batu? Menurut pengetahuan, batu dapat terbentuk melalui proses kristalisasi magma, sedimentasi, maupun metamorfisme. Dan yang telah dilupakan, bagaimana proses itu bisa terjadi? Jawabannya adalah karena Energi, yang menjadi titik awal semua benda mati dan hidup menjadi ada.
"Muridku, kami menjadi saksi dan juga mengesahkan Anda sebagai Dewa Abadi. Mulai saat ini dan seterusnya, Anda adalah Dewa Abadi. Nama sebelumnya tidak akan pernah hilang karena itu adalah cikal-bakal yang menjadikan Anda seperti ini. Itu juga bentuk dari keseimbangan bagi Ras Binatang di seluruh alam semesta, tidak ada yang rendah maupun tinggi," kata Dewa Pemelihara.
"Dewa Binatang Yang Abadi. Sebagai Dewa, Anda tidak berpihak kepada yang gelap maupun terang, Anda berada di tengah-tengahnya." Imbuh Dewa Pencipta
Kemudian Dewa pemelihara dan Dewa Pencipta mengangkat telapak tangan kanan dengan sikut sedikit tertekuk. Mereka memberkati dan mengesahan gelar baru untuk Tian Zhi Shimo si Dewa Binatang.
__ADS_1
Dewa Binatang tanpa kehendak dengan sendirinya segera berlutut.
"Mulai saat ini, Anda, Tian Zhi Shimo adalah Dewa Binatang Yang Abadi."
Dewa tertinggi secara bersamaan saat mengesahkan gelar untuk Dewa Binatang yang menjadi Dewa Abadi. Kemudian, dari telapak tangan mereka mengeluarkan cahaya yang menyelimuti Dewa Abadi.
Chen Yeon, Hu Yue Yan dan Satria 12 Naga yang semenjak tadi selalu berlutut tanpa berani mendongakkan kepala. Karena tidak lagi melihat cahaya benderang, mereka memberanikan diri untuk mendongak, tetapi tidak melihat Trimurti dan Dewa Abadi.
Tetapi dibenak mereka mendengar suara Dewa Pencipta. "Planet Peliades membutuhkan kalian, kembalilah!"
Dengan segera mereka segera menuju ke Planet Peliades tanpa berkata-kata. Mereka terbang dengan sangat cepat dari sebelumnya. Setelah jauh dari tempat semula, Satria 12 Naga baru bisa tertawa bahagia karena telah menjadi saksi bisu peristiwa ini.
Chen Yeon dan Hu Yue Yan segera bertanya kepada Satria 12 Naga tentang hubungannya dengan Dewa Abadi. Xukong Long mewakili rekannya untuk menjawab setiap pertanyaan kedua wanita itu...
Pagoda Berlian telah kembali ke tempatnya, dan berpengaruh besar terhadap alam semesta yang kembali seperti semula, yang mana rasi bintang kembali ke asalnya, demikian juga dengan 12 galaksi di Local Interstellar. Dan, alam semesta kembali damai, tetapi meninggalkan kekacauan akibat fenomena alam yang dengan sengaja diciptakan oleh seseorang.
Terbang dengan kecepatan cahaya, mereka akhirnya tiba di Benua Peliades lebih cepat karena mendapatkan kekuatan dari Dewa Pencipta. Tetapi, mereka tercengang melihat pemandangan yang mengerikan, yang mana banyak korban jiwa berjatuhan di medan perang Samudera Hitam, korban jiwa kali ini lebih banyak daripada sebelumnya.
Satria 12 Naga meraung-raung keras karena amarah, mereka segera berubah menjadi wujud aslinya sebagai Naga mitologi. Chen Yeon dan Hu Yue Yan juga sangat murka karena Bintang Virgo Gorgon membantai banyak Dewa dan Dewi. Pasukan Wanita juga tidak luput dari kebrutalan Bintang Virgo Gorgon.
Gorgon yang merupakan perwujudan dari rasi bintang Virgo, tidak kembali ke asalnya, sebab telah tiba di Planet Peliades terlebih dahulu sebelum Pagoda Berlian kembali.
Dari jutaan Pasukan Wanita, yang tersisa tidak lebih dari 100 ribu wanita, dan yang tewas karena basis kultivasinya terlalu rendah, jelas tidak mampu menandingi kekuatan Bintang Virgo Gorgon.
Kaisar Langit, Maharaja Yaksa, dan banyak balatentara juga tidak luput dari kebrutalan Gorgon. Dua penguasa itu tewas di medan perang Samudera Hitam dengan gagah berani.
Untung saja istri utama dari Dewa Abadi masih bisa bertahan hidup menghadapi keganasan Bintang Virgo Gorgon. Semua itu berkat Tian She Meili yang berubah wujud aslinya menjadi Celestial Snake, sehingga mampu mengalahkan banyak pasukan Bintang Virgo Gorgon yang tercipta dari pasir.
__ADS_1
Dengan kedatangan Chen Yeon, Hu Yue Yan dan Satria 12 Naga, akhirnya Bintang Virgo Gorgon berhasil dikalahkan. Kemenangan yang memilukan hati karena harus mengorbankan banyak jiwa. Jumlah Pasukan Wanita, Tian Lihua tidak sanggup untuk menghitungnya, apalagi melihat saudarinya yang telah tewas.