Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Bhiksu Grha (Wihara Sang Biksu).


__ADS_3

*Sebelum membaca, jangan lupa untuk klik like, vote, rate, dan kasih masukan ya*


Happy reading.


.


.


"Puspa, ayo segera kita ke bhiksu grha." kata ku


"Iya putri." kata Puspa


Mereka berdua seperti biasanya menggandeng kedua lenganku. Tak berapa kita sampai di sebuah tempat yang dimaksud dengan Puspa.


"Ini candi yang megah, Pus. Berlantai dua." gumamku


"Lihat putri, ini adalah asrama para bhiksu yang memiliki tugas utama sebagai pemelihara Tara Bawana." kata Puspa


"Temboknya mengkilap" kataku


"Tembok candi ini dilapisi dengan vajralepa (brajalepa). Lapisan pelindung yang juga didapati di dinding-dinding Candi Kalasan. Dari luar terlihat bahwa tubuh candi terbagi menjadi dua tingkat, yaitu dengan adanya dinding yang menonjol melintang seperti "sabuk" mengelilingi bagian tengah tubuh candi. Pembagian tersebut diperjelas dengan adanya tiang-tiang rata di sepanjang dinding tingkat bawah dan relung-relung bertiang di sepanjang dinding tingkat atas." jelas Kencana


Aku sangat kagum dengan bangunan yang dibangun oleh leluhurku.


"Puspa, aku boleh jalan - jalan nggak?" tanyaku


"Tentu putri, silahkan." kata Kencana


Relung-relung di sepanjang dinding luar candi. Baik di tingkat bawah maupun atas. Saat ini dalam keadaan kosong. Relung-relung tersebut dihiasi dengan arca-arca Buddha.


Dinding luar tubuh dipenuhi pahatan arca dan hiasan lain yang sangat indah. Ambang pintu dan jendela masing-masing diapit oleh sepasang arca lelaki dan wanita dalam posisi berdiri memegang teratai.


"Putri bagaimana menurutmu?" tanya Kencana


"Hebat banget, selera leluhurku sangat luar biasa." kataku


"Putri coba hitung berapa banyak arca budha yang ada di dinding candi ini." kata Puspa


Aku kemudian berjalan dan menghitung banyaknya arca yang ada di relung. Jumlah arca secara keseluruhan adalah 36 buah, terdiri dari 8 arca di dinding depan (timur), 8 arca di dinding utara, 8 di dinding selatan, dan 12 di dinding barat (belakang). Ukuran arca-arca itu sama dengan ukuran tubuh manusia pada umumnya.


"Proposional ya" kataku


"Maksudnya?" tanya Kencana


"Penggambaran relief ini sangat proposional seperti kita." kataku


"Iya putri, ini melalui tapa samadhi dan yoga. Sehingga bentuknya mirip dan terkesan hidup." timpal Puspa


Pada bagian lain dinding dipenuhi dengan pahatan berbagai bentuk, seperti Kinara Kinari (manusia burung), suluran, dan kumuda (daun dan bunga yang menjulur keluar dari sebuah jambangan bulat).


Di atas ambang jendela dan relung-relung dihiasi dengan Kalamakara tanpa rahang bawah dalam bentuk yang sangat dekoratif dan jauh dari kesan seram. Sebagaimana dengan yang terdapat pada dinding Candi Kalasa.


"Puspa, apa fungsi dari Vajralepa?" tanyaku

__ADS_1


"Dinding Candi Sari juga dilapisi oleh lapisan Vajralepa, yang berfungsi memberikan warna cerah dan mengawetkan batu" jawab Puspa


Terdapat tangga naik ke permukaan kaki candi. Di sisi tangga terdapat sebuah umpak batu.


"Apa boleh aku naik ke atas?" tanyaku


"Boleh, sebelum itu bersihkan dirimu dulu, putri." saran Kencana


Aku kemudian menuju sebuah gentong air dan mengambil air menggunakan gayung. Air yang sangat segar. Setelah itu, aku menaiki tangga masuk. Aku kemudian mengamati sekelilingnya.


Pintu masuk berada di tengah sisi yang panjang di sebelah Timur. Aslinya, ambang pintu di dinding candi tersebut terletak dalam bilik penampilyang menjorok keluar. Saat ini bilik penampil tersebut sudah tidak bersisa. Sehingga pintu masuk ke ruang dalam candi dapat langsung terlihat.


Hiasan di bingkai dan Kalamakara di atas ambang pintu sangat sederhana, karena hiasan yang indah terletak di dinding luar bilik pintu.


"Hebat, dinding ini memiliki jendela." kataku


"Iya jendela berfungsi agar cahaya matahari dan angin dapat masuk. Sehingga bilik ruangan tidak lembab." kata Kencana


Di dalam candi terdapat tiga ruangan berjajar yang masing-masing berukuran 3,48 m x 5,80 m. Kamar tengah dan kedua kamar lainnya dihubungkan oleh pintu dan jendela. Bilik-bilik ini aslinya dibangun sebagai bilik bertingkat.


Tinggi dindingnya dibagi dua dengan lantai kayu yang disangga oleh empat belas balok kayu yang melintang, sehingga dalam candi ini seluruhnya terdapat 6 ruangan. Dinding bagian dalam kamar polos tanpa hiasan.


"Apa aku boleh naik ke lantai dua?" tanyaku


"Iya putri, hati - hati ya." kata Puspa


Pada dinding belakang masing-masing kamar terdapat semacam rak yang letaknya agak tinggi yang dahulu dipergunakan sebagai tempat upacara agama dan menempatkan arca. Di lantai bawah terdapat beberapa tatakan arca dan relung untuk tempat meletakkan arca.


Pada dinding kamar utara dan kamar selatan terdapat relung untuk menempatkan penerangan.


"Iya, betul." kata Kencana


Di dinding bilik yang paling selatan didapati batu-batu yang dipahat menyerong, yang berfungsi sebagai penyangga ujung tangga yang terbuat dari kayu.


"Puspa, bagaimana mereka tahu tentang bangunan berlantai dua?" tanyaku penasaran.


"Ini agar candi ini menjadi simple. Jadi dalam sebuah bangunan terdapat tempat pemujaan, tempat belajar spiritual, dan tempat tinggal." jelas Kencana


"Lalu kenapa lantai dua menggunakan kontruksi kayu?" tanyaku


"Kayu dapat memperingan beban dari candi ini. Jika full menggunakan batu. Bisa jadi konstruksinya tidak akan kuat." terang Puspa


Aku kemudian melangkahkan kaki keluar dari bangunan utama. Aku melihat dengan seksama candi ini. Atap candi berbentuk persegi datar dengan hiasan 3 buah relung di masing-masing sisi. Bingkai relung juga dihiasi dengan pahatan sulur-suluran dan di atas ambang relung juga dihiasi dengan Kalamakara.


Puncak candi berupa deretan stupa, yang terdiri atas sebuah stupa di setiap sudut dan sebuah di pertengahan sisi atap


"Putri pegang tanganku." kata Kencana


Kencana kemudian membawaku terbang. Aku sangat senang. Tatkala Kencana membawaku mendarat di atap candi.


"Kencana ini luar biasa. Aku bisa melihat permukiman dan aku juga bisa melihat tara Bhawana." kataku


"Tentu putri, tempat ini adalah favorit ku dan Puspa." kata Kencana

__ADS_1


"Eh favorit? apa kalian berkencan?" tanyaku sambil tersenyum


Mendengar hal itu, Kencana jadi salah tingkah. Puspa kemudian menyusul ke atap candi.


"Sedang apa?" tanya Puspa


"Bergosip." kataku sambil tertawa


"Gosip?" tanya Puspa


Aku kemudian menceritakan jika tempat ini adalah tempat favorit Kencana bersama seorang bidadari cantik.


"Apakah itu benar, Kencana?" tanya Puspa


"Eng ... enggak ... Putri Nararia hanya bercanda kan putri?" kata Kencana sambil matanya berkedip - kedip


Aku tersenyum melihat tingkah laku Kencana yang berusaha menyembunyikan perasaannya kepada Puspa.


"Oh iya aku mau tanya, butuh berapa lama dalam penyelesaian biara ini?" tanyaku


"Sekitar 4 tahun." kata Kencana


"Lamanya." gerutuku


"Kenapa putri? kau pasti membayangkan akan butuh waktu lama untuk membuat sebuah kompleks candi yang indah, kan?" goda Puspa


Kali ini Puspa yang menggodaku. Tak lama kemudian Puspa mengeluarkan minuman dan makanan.


"Ayo putri, silahkan dinikmati" kata Puspa


"Seperti piknik saja." gumamku


Aku bener- bener bahagia bisa menghabiskan waktu bersama dua sahabat tak kasat mata.


"Puspa, setelah ini kita mau kemana?" tanyaku


"Ke Parahyangan i Tiga Haryyan di Tlu Ron." kata Kencana


Tempat macam apa itu. Aku belum pernah dengar. Pasti akan menyenangkan.


"Tempat apa itu?" tanyaku


"Tapi sebelum ke sana, kita harus membersihkan diri dulu. Sebaiknya putri mandi dulu." kata Puspa.


**


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktunya. Maaf telat update.


Bhiksu Grha ini sekarang diberi nama Candi Sari. Letaknya tidak jauh dengan Candi Prambanan.


with love


Citralekha

__ADS_1



__ADS_2