Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Bali


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis.


Happy reading


***


Setelah kejadian itu, aku kembali menjalani rutinitas sebagai staf di departemen Fisika.


* (Seminggu kemudian).


"Semua staf Fisika, kita akan ke Bali. Kita akan kerjasama dengan RSUD Tabanan." kata Pak Gede.


Semua orang girang, karena bisa skalian liburan.


"Wah bisa sekalian pulang kampung." kata Mas Arya


Mas Arya adalah salah satu asisten ahli peneliti. Dia dipercaya oleh Pak Gede untuk menghandle beberapa proyek. Dia asli dari Bali, lebih tepatnya di Kabupaten Karangasem, Bali.


*


Tamara


Tamara diberitahu oleh Satria bahwa mereka akan melakukan perjalanan ke Bali. Betapa senangnya dia. Bali adalah pulau yang ingin dia kunjungi. Dia poun ingat memiliki seorang teman.


📞📞📞


3x dia melakukan panggilan telepon tapi tak diangkat.


"Aura kemana sih?" tanya Tamara dengan kesal


Aura adalah panggilan sayang Tamara dari Citra Aurora. Mereka bertemu saat Aura liburan ke Eropa. Mereka berdua bertemu di Inggris.


Tak berapa lama, panggilan video telepon balik.


"Hello, Aura... dari mana saja kamu, hah?" omel Tamara


"Tamara, hai ... sabar lah sayang. Aku baru saja selesai mandi." kata Aura


"Aura aku akan ke Bali. Kita ketemu ya." kata Tamara


"What?? really? aku sangat merindukanmu." kata Aura


Mereka berdua pun lalu melepas kangen satu sama lain. Hingga Tamara cerita tentang kisah cintanya dengan Satria. Tamara nampak sangat antusias. Tapi hal itu membuat Aura sedih.


"Kamu kenapa say? kamu tak suka mendengar kabar bahagia ini?" tanya Tamara yang sedikit kecewa.


"Aku senang dengan kisah cintamu. Kamu beruntung sekali mendapatkan cinta dari Satria. Tidak denganku, aku baru saja putus cinta." kata Aura sedih


Tamara pun berusaha menghibur Aura. Hingga dia memiliki sebuah usul.


"Aku akan memperkenalkanmu pada lelaki tampan." kata Tamara


"Siapa?" tanya Aura


"Kamu jemput kami di Bandara yah... nanti aku kenalkan sama lelaki itu. Kalau kau berhasil mendekati dia. Maka aku akan memberikan kalian kado jadian." kata Tamara kegirangan.


Setelah itu, mereka mengakhiri panggilan call itu. Aura dengan wajah berseri - seri. Dia berharap akan mendapatkan ganti yang jauh lebih hebat dari mantan nya.


*


Aku pun seneng banget karena akan ke Bali. Sebenarnya Bali, aku sering mengunjungi. Tapi entah kunjungan kali ini aku sangat semangat. Aku pun mencoba kepo kepada Prasta. Apakah mereka akan ikut ke Bali.


📞📞

__ADS_1


"Hai princes, apa kabar?" tanya Prasta


"Prasta, Aku akan ke Bali untuk sebuah project." kataku


"Wah sama, aku, Satria, dan Tamara juga akan ke Bali." kata Prasta


Betapa senangnya aku, ternyata Prasta dan Satria juga akan ikut ke Bali. Prasta pun menjelaskan, jika mereka ke Bali dalam rangka project. Ya kami terlibat dalam sebuah project yang sama. Horeee... Aku pun senang kegirangan.


"Cuma terlibat project bareng saja sudah senang." ledek Adhiraksa.


Dia tu bener - bener seperti hantu. Muncul tanpa memberi kabar.


"Adhiiir... kamu kok menyebalkan sih." kataku sambil mengeluarkan bunga beracun.


"Putriii... stoooop.. maaf maaf banget. Kamu kok sekarang emosian sih?" tanya Adhiraksa


"Emosi gimana, kamu tu bisa membuat aku jantungan. Tris kalau aku kaget dan mati gimana? kan aku belum ketemu sama Rakai. Awas ya sekali lagi kamu mengaggetkanku. Aku tidak akan mengampunimu,. huh." omelku


Adhiraksa hanya mendengarkan ocehanku. Tapi kali ini dia membawa sebuah kabar yang penting.


"Aku punya kabar bagus" kata Adhiraksa


"Kabar bagus apaan?" tanyaku


"Aku akan ikut ke Bali nemenin kamu" kata Adhiraksa dengan senyum yang jingkrak - jingkrak.


Ku kira kabar yang membahagiakan apa. Ku kira kabar tentang Rakai. Ternyata kabar tak penting itu, huh.


"Ngapain kamu ikut? nggak ada kursi untuk hantu" kataku


"Aku bisa sampai dalam sekejab, putri. Tapi aku harus ikut untuk menjagamu. Bali tu daerah sakral putri. Kamu harus berkunjung ke sebuah tempat." kata Adhiraksa


"Kemana?" tanyaku


"Makanya aku diajak yaa... hehehe" kata Adhiraksa


Semprul banget tu hantu... Ternyata Adhiraksa pinter banget merayu..


"Tenaang kan panglima ku banyak." kata Adhiraksa


Akhirnya setelah berdebat. Aku pun mengizinkan Adhiraksa ikut.


"Tapi kamu jangan bikin ulah di sana." kataku memperingatkan Adhiraksa.


*


(Keberangkatan ke Bali).


Seminggu ini, aku dan tim peneliti sangat sibuk. Aku sibuk menyiapkan berkas dan dokumen kerjasama dengan RSUD. Aku memastikan semua dokumen benar dan sudah masuk dalam tas file. Setelah semuanya siyap. Aku berangkat ke Bandara. Aku diantarkan oleh bapakku menggunakan motor. Setiba nya di Bandara kami langsung menuju ke titik poin yang sudah ditetapkan.


"Prasta kalian bareng dengan kita?" tanyaku


"Iya, tapi pasangan bucin belum kelihatan ni" kata Prasta


Aku tahu yang dimaksud itu adalah Satria dan Tamara. Tapi saat itu juga Tamara ngabari kalau mereka akan pergi ke Bali dengan waktu berbeda.


"Tuan Indraprasta senang sekali kita menjadi tim yang akan solid." kata Pak Gede


"Ya Pak Gede, kalau gitu kita harus membuat sistem Teleradiografi ini sebaik mungkin." kata Prasta


Setelah pembicaraan itu, kami masuk untuk check in. Aku dan Prasta duduk bersebelahan.


"Semoga kamu tidak keberatan kita duduk bersebelahan nona Nara." kara Prasta


"Ah tidak tuan Prasta." kataku mengimbangi gaya bahasa Prasta


Perjalanan ke Bali membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Itu karena perbedaan waktu antara WIB dengan WITA.


* 2 jam kemudian

__ADS_1


Pesawat landing dengan selamat. Kami pun antri untuk turun dari pesawat. Aroma laut dan angin pantai, serta alunan gamelan Bali membuatku damai.


"Welcome to Bali" kataku sambil merentangkan tangan menghirup wangi asap dupa.


"Apakah ini pertama kalinya kamu ke Bali, Nara?" tanya Prasta


"Tidak, aku sering ke Bali kok." ucapku


Seperti biasa, si tengil Adhiraksa muncul.


"Ngapain muncul sekarang?" tanyaku (tentu saja dalam hati).


"Aku mencium aroma bahaya. Kamu nanti harus mengunjungi sebuah tempat, Ra." kata Adhiraksa


"Bahaya gimana?" tanyaku


"Entahlah ... tapi sangat kuat aura mistiknya." kata Adhiraksa


Setelah menyampaikan nasihat agar hati- hati. Dia lalu melayang dan entah kemana.


Kami lalu menuju Tabanan. Kami nginep di sebuah home stay yang nyaman dan indah. Tempat tinggal atau dalah satu villa milik anak lab. Ya villa ini milik Mas Putu. Dia sebenarnya ingin memberikan gratis. Tapi Pak Gede ingin membayar profesional. Tapi Mas Putu kemudian mengambil jalan tengah. Kami membayar 50% dari biaya yang biasanya mas Putu tawarkan ke orang lain.


Terdapat sebuah padmasana. Villa ini sangat khas dengan budaya Bali. Tiap kamar terbuat dari batu paras merah. Ukiran dan ornamen sangat balisentris. Terdapat sebuah balai yang terdapat gambangnya. Gambang adalah alat musik tradisional. Suaranya sangat indah dan menyejukkan hati.


Kami pun kemudian di bagi menjadi beberapa kamar. Prasta kebetulan memiliki kamar sendiri. Aku bersama mbak Yesi. Kami berhadap hadapan kamarnya. Setelah membereskan barang - barang. Mas Putu mempersilahkan kami untuk menikmati makan siang bersama.


"Mas, mbak, Pak ... mari kira makan siang bersama. Ibu saya sudah menyiapkan semuanya." kata Mas Putu


Kami pun menuju ruang makan. Hmmm...menyenangkan, makanan khas Bali tersaji. Ada ayam betutu, nila nyat - nyat, sate lilit, nasi jenggo, lawar, tum.... Hmmm... membuat lapar semakin bertambah.


Kami tanpa ragu segera mengambil makanan itu. Kebiasaan, ngambil makanan sedikit - sedikit tapi rata. Hehehehe...


Setelah itu, Adhiraksa datang.


"Putri ... akan ada bahaya malam ini." kata Adhiraksa


"Bahaya apa sih, dari tadi ngomongin bahaya." kataku sebal


Adhir pun segera keluar rumah. Entah apa yang akan dilakukan oleh hantu itu. Ketika aku hendak menuju kamar. Aku mendengar beberapa orang yang sedang membicarakan tentang makhluk halus.


"Makhluk halus apa?" batinku


Ternyata mereka melihatku. Mereka segera menyapaku.


"Ada yang bisa di bantu, mbok?" tanyanya


Mbok adalah sebutan untuk orang perempuan yang lebih tua. Atau bisa juga menyebut "luh" untuk orang yang lebih muda.


"Saya mau minta air putih" kataku mencari alasan


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment ya.


next :


Bahaya apa yang akan mengancam mereka?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


With love


Citralekha


berikut kira - kira potret villa atau home stay tempat kami tinggal selama di Bali.

__ADS_1



__ADS_2