Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Latihan Tenaga Dalam


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


Aku pun lalu membalas pelukan dari Dika. Pelukan yang sangat hangat dan nyaman. Tak terasa air mata ku menetes. Tapi aku juga merasa ada yang janggal dengan Dika. Aku lalu memikirkan perkataan Dika. Bukannya Dika tidak pernah tahu tentang Adhiraksa.


"Dika, kau tahu tentang Adhiraksa?" tanyaku keheranan


Bagaimana aku tidak heran. Dika kan selama ini tidak bisa melihat Adhiraksa.


"Aku tahu ketika aku diselamatkan oleh Pangeran Adhiraksa. Saat itu dia menitipkan dirimu padaku. Nararia, aku akan menjaga dan melindungimu. Aku tidak akan membiarkan kamu bersedih atau terluka" kata Dika


"Tapi, Dik ... musuhku itu" kataku


"Senopati Dandaka akan melatih kami berdua. Sebagai seorang pasukan khusus tentu saja, ilmu tenaga dalam sangat penting untuk diriku." kata Dika


Aku pun lalu melirik ke arah Senopati Dandaka. Sang Senopati pun mengiyakan perkataan Dika.


"Iya putri, hamba bersedia mengajari pangeran berdua untuk berlatih tenaga dalam. Saya juga yang telah membuka mata hati mereka. Agar mereka dapat melihat kehadiran saya." kata Senopati


"Terimakasih ya senopati kau baik sekali." kataku


"Hanya ini yang bisa saya lakukan." balas senopati.


Aku sangat bersyukur dikelilingi sama orang dan sahabat tak kasat mata.


"Dika, apa kamu juga bisa melihat 2 Apsara dan apsari ini?" tanyaku


Dika pun menggelengkan kepala. Demikian juga dengan Ivan.


"Aku nggak melihat selain kita ber 4" kata Ivan.


Aku pun lalu melirik ke arah Kencana dan Puspa. Mereka berdua kemudian tersenyum.


"Putri, kami adalah milikmu. Jadi orang lain tidak akan melihat kita." kata Kencana


"Terlebih kami hanya bisa dilihat oleh orang atau makhluk kalau kami menginginkan dan mengizinkan." timpal puspa


Ya, aku ingat jika mereka berdua tidak menginginkan dilihat orang lain. Maka mereka tidak akan terlihat.


**


1 minggu kemudian


Kami sudah kembali dari Bali. Kami pun melakukan aktivitas seperti biasanya. Aku berangkat dari Klaten menuju UGM, Yogya. Setiap hari aku pulang pergi dengan motor Supra atau dengan Honda CBR. Ya sebagai seorang wanita, tentu menggunakan motor sport memiliki sensasi tersendiri.


Dika dan Ivan pun sudah kembali dari liburannya. Mereka kembali ke maisng - masing satuan nya. Ardika kembali ke Markas Besar Kopassus Cijantung dan Ivan kembali ke Markas Satbravo-90 yang bertempat di Lanud Rumpin Bogor.

__ADS_1


Tapi Dika dan Ivan hampir setiap malam mereka bertemu di sebuah tempat. Ya mereka berdua sedang mempelajari ilmu beladiri dan tenaga dalam. Guru nya ialah senopati Dandaka.


"Apakah pangeran berdua sudah siap untuk mulai latihan ini?" tanya senopati Dandaka.


"Kami siap menerima pelatihan dari tuan senopati" kata Ivan


"Untuk pertama kalian harus bermeditasi selama 2 hari 3 malam." kata Senopati


Dika dan Ivan lalu melakukan meditasi terlebih dahulu. Ya, mereka melakukan ini pada hari jumat malam. Sehingga sabtu dan minggu mereka berdua libur. Kegiatan meditasi awal dilakukan agar tubuh mereka tidak kaget ketika menerima latihan lebih lanjut.


Senopati juga tahu bahwa dua sahabatku itu adalah manusia biasa secara olah tenaga dalam. Tapi siapa sangka, kalau mereka berdua sebenarnya berbakat juga.


Dalam meditasi itu, Ivan dan Dika berada di sebuah tempat. Entah tempat apa itu, yang jelas tempat itu sangat mengerikan. Mereka berdua banyak bertemu dengan para dedemit.


"Van, kamu lihat bagaimana ketika Prasta mengalahkan para demit itu?" tanya Dika


"Ya, mereka melawan nya dengan penuh ketenangan. Hilangkan rasa takut dan yakin kalau kita akan menang." kata Ivan.


"Betul, wujud mereka sangat jelek sekali. Aku baru tahu sekarang, kalau dedemit seperti itu bener - bener ada. Mereka adalah godaan pertama kita. Jika kita memang maka kita akan lulus." kata Dika


Akhirnya Dika dan Ivan pun bekerjasama untuk mengalahkan dedemit itu. Tapi demit ciptaan senopati Dandaka bukanlah demit yang mudah dikalahkan. Sehingga membuat Ivan dan Dika sedikit kewalahan.


"Mereka sangat kuat Van, ketika mereka terjatuh maka akan bangkit lagi." keluh Dika.


"Aku pernah bermain game plant vs zombie. Mereka seperti mayat hidup. Jadi kita harus memenggal kepala nya." saran Ivan.


"Oke, kita coba, tak ada pedang maka tangan pun jadi." kata Dika yang sambil mempraktekkan bagaimana dia mematahkan leher demit berupa mayat hidup itu.


Ketika kepala mereka terpisah dari badannya. Benar saja, makhluk itu langsung lenyap.


"Sekarang anggap saja kita lagi main game. Zombie vs spesial force" kata Ivan.


Dia juga memperagakan hal yang sama kepada Dika. Mereka pun lalu enjoy dengan kegiatan pisah memisahkan kepala demit itu. Sambil terus mengarah pada kepala.


"Bener - bener sedang main game kita." kata Ivan


"Ivan, sekarang coba kita atur nafas. Serta ambil kekuatan dari sekitar untuk memusnahkan mereka. Seperti senopati tidak membiarkan demit ini musnah begitu saja. Lihat saja, demit nya terus bermunculan." kata Dika yang mulai capek dengan permainan mematahkan leher.


Ivan lalu mengingat gerakan yang dipakai oleh Satria ketika hendak mengalahkan makhluk yang tempo hari akan melawan Dika. Ivan lalu duduk bersila dan memusatkan pikiran pada kehancuran makhluk itu. Benar saja, ketika Ivan membuka mata. Sorot mata membunuh dan menghancurkan sangat tinggi. Sehingga dari mata nya mengeluarkan sinar biru. Sinar itu lalu memusnahkan semua dedemit.


"Hebat, gimana bisa kamu melakukannya?" tanya Dika kagum


"Aku belajar dari Satria pas kami melindungi raga mu." kata Ivan.


Tak berapa lama senopati Dandaka muncul.


"Selamat kepada pangeran Dika dan Ivan. Kalian berhasil lulus ujian yang pertama." puji senopati


"Terimakasih senopati." kata mereka bersamaan.


Selanjutnya, mereka berdua sering mendapatkan ujian setiap saat. Tidak ada waktu untuk beristirahat. Setiap malam senopati Dandaka pasti muncul. Senopati menyerang mereka berdua melalui dunia meditasi mereka berdua.


Kegiatan latihan itu dilakukan selama beberapa minggu. Hingga mereka berdua dinyatakan siyap untuk pelajaran selanjutnya. Tubuh Dika dan Ivan sudah dapat menerima ilmu tenaga dalam. Mereka ber dua pun lalu diajari cara menggunakan berbagai kesaktian. Serta ilmu menggunakan pedang di dunia gaib.


**

__ADS_1


1 bulan kemudian


Prasta dan Satria kembali dari gunung tempat mereka meditasi. Ya, mereka berdua harus meditasi di 2 gunung yang berbeda tapi berdekatan. Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Mereka berdua melakukan meditasi di goa yang ada di puncak gunung.


"Prasta, kita sudah menyelesaikan meditasi kita. Ayo kita uji kemampuan kita." ajak Satria.


"Ya, lama juga aku tidak menghajar dirimu." kata Prasta.


Akhirnya mereka ber dua sama - sama menguji kekuatannya. Suara gemuruh dari kesaktian yang mereka keluarkan pun menggelegar bagaikan petir dan kilat. Tenaga mereka benar - benar hebat saat ini. Tapi kelakuan mereka membuat para penghuni gaib 2 gunung itu menjadi marah.


"Hey manusia, berani sekali kalian menganggu ketenangan kami!" bentak seorang gandharwa.


Satria dan Prasta kemudian saling bertatap. Dengan sopan mereka berdua lalu meminta maaf.


"Maafkan kami berdua tuan gandharwa yang sakti. Kami tidak bermaksud untuk mengusik ketenangan kalian." kata Prasta


"Kalian harus dihukum atas kelakuan ini. Atau ..." kata gandharwa itu terhenti


"Atau apa?" tanya Satria


"Aku akan mengampuni kalian, asalkan kalian berdua mau menikah dengan ke 2 putri ku." kata gandharwa itu.


Satria pun tak tahan untuk tertawa mendengar penawaran dari gandharwa itu.


"Kenapa kau tertawa anak manusia? apakah omonganku dianggap lelucon?" kata gandharwa tak senang.


"Mohon maaf tuan gandharwa, kami berdua sudah memiliki calon istri. Jadi kami tidak bisa menerima tawaran anda." kata Prasta sehalus mungkin.


"Aku tidak suka perkataanku dibantah. Ini adalah daerah kekuasaanku. Jadi aku akan membunuh kalian ber dua. Setelah kalian mati, maka sukma kalian akan aku ikat sebagai prajurit ku." kata gandharwa itu


Maka terjadilah pertarungan ringan antara pasukan gandharwa dengan Satria dan Prasta. Tentu saja pertarungan ini menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi mereka berdua. Mereka bisa menjajal kemampuan beladiri yang mereka dapatkan selama meditasi.


Gandharwa itu pun terus mengawasi ke dua pemuda. Setiap gerakan serta serangan menjadi fokus utamanya.


"Pemuda itu sangat sakti ternyata" kata Senopati gandharwa.


"Betul, segera lumpuhkan mereka berdua." kata Raja gandharwa.


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Apakah raja gandharwa akan berhasil mengalahkan Satria dan Prasta?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


With love

__ADS_1


Citralekha


__ADS_2