
Haaai ...
Kembali lagi,..
Spesial di Season 2,. i am back.
Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...
Maaf ya baru update,. kemarin full acara.
Happy reading
*Spesial update hari ini ya gais, Jangan lupa untuk vote*
***
Lelaki itu hanya tersenyum kecil.
"Apa kau ingin Dika aku matikan?" tanya Hainan.
"Aku akan membayar dan memberikan semua emas ini untukmu." kata lelaki itu.
Tentu saja mata Hainan menjadi bersinar. Dia melihat banyak emas di kantong itu.
"Apa yang harus aku lakukan, pangeran?" tanya Hainan.
Lelaki itu lalu mengeluarkan belati yang sangat tajam. Hal itu terlihat dari sorot cahaya yang memancarkan aura kematian.
"Maksud pangeran, saya harus membunuh Dika dengan belati itu?" tanya Hainan.
"Bukan" katanya singkat.
"Lalu?" tanya orang itu
Secepat kilat tangan lelaki itu menghujam jantung Hainan.
"Kau lah yang harus mati, karena tidak becus melaksanakan tugasmu" kata lelaki itu
Betapa terkejutnya Hainan mendapatkan perlakuan yang demikian.
"Ka kau ... sialan, nyawa ku akan menuntut balas" kata Hainan.
Lelaki itu semakin dalam memasukan belatinya. Seketika itu Hainan ambruk dan berlumuran darah.
"Dasar manusia tak berguna. Membunuh Ivan saja tidak bisa." katanya
Dia pun lalu menyuruh anak buahnya untuk membuang mayat Hainan. Pada saat itu, muncullah pengikutnya memberikan laporan.
"Ampun pangeran, saya datang untuk memberikan laporan." kata pengawal
"Apa yang kau bawa?" tanya lelaki itu.
"Ivan dan Dika adalah jelmaan dari Pangeran Prasta dan Satria." kata pengawal.
Sontak lelaki itu memicingkan matanya. Seolah tahu, bahwa memang dua lelaki itu yang ia maksud.
"Aku sudah curiga bahwa mereka berdua adalah dua ksatria Medang. Lalu dimana Dika dan Ivan yang asli?" tanya lelaki itu.
"Ampun pangeran, kami akan berusaha mencari mereka." kata pengawal.
"Carilah mereka, apa sebenarnya rencana mereka. Kenapa sampai harus malih rupa segala." kata lelaki itu.
Setelah memberikan hormat, pengawal itu pergi. Demikian juga dengan pangeran itu.
*
Istana kegelapan.
Patih dan Balapati pun masih menaruh curiga dengan keberadaan Nara.
"Ini sangat aneh Balapati, jika benar putri Nara yang sesungguhnya. Kenapa sampai sekarang para pangeran tidak menyerang kita?" tanya Patih.
"Betul ayah, saya pun telah menyelidiki ke Jerman. Bahwa Dika dan Ivan yang ikut latihan komando adalah Satria dan Prasta." kata Balapati.
__ADS_1
"Apa?? Bagaimana bisa itu terjadi? Lalu dimana Dika dan Ivan yang sebenarnya?" tanya Patih.
"Itu yang masih saya selidiki, ayah. Kenapa para pangeran itu malih rupa!" sunggut Balapati.
Pernyataan Balapati itu seolah membenarkan dugaan Patih. Bahwa putri Nara yang di istana bukanlah Nara. Melainkan Aura yang menggunakan mustika ampuh Medang.
"Balapati cepat cari keberadaan Dika dan Ivan. Apa yang sebenarnya mereka rencanakan." perintah Patih.
"Baik ayah" kata Balapati.
Setelah itu, Balapati segera memerintahkan anak buahnya. Dia juga curiga bahwa Aura dibalik wajah Nara.
"Jika benar itu Aura, aku tidak bisa tinggal diam. Aura milikku... tidak seorang pun boleh memilikinya." gumam Balapati.
Istana Utama.
Raja Arda pun akhir - akhir ini merasa aneh. Dia seperti tidak merasakan cinta para Nara. Dia nampak gelisah, sorot mata Nara berbeda bahkan tidak ada cinta. Arda juga tidak lagi berhasrat dengan permaisurinya.
"Apa yang terjadi dengan diriku." batin Arda.
Dia bahkan terus bertanya - tanya. Tiba - tiba suara datang.
"Dia memang bukan putri Nara, maharaja" kata suara itu.
Betapa terkejutnya Raja ketika mendengar suara itu. Dia bahkan membela diri bahwa Nara adalah asli. Jika itu palsu pasti Arda bisa tahu. Dia tidak mungkin tertipu oleh manusia lemah seperti Aura.
"Apa maksudmu? Bagaimana aku bisa mempercaimu?" tanya Arda.
"Lakukan meditasi tingkat dalam di sanggar pamujanmu" kata suara itu.
Setelah paham dan mengerti maksud dari suara itu. Arda lalu menuju ke tempat meditasinya. Dalam perjalanan menuju ruang meditasi. Dia bertemu dengan Permaisurinya.
"Maharaja, aku sangat merindukanmu." kata Aura sambil bergelayut manja.
Arda pun tanpa ekspresi lalu menepis tangan Aura. Melihat perlakuan dari Arda membuat Aura heran dan kaget.
"Apa yang terjadi dengannya" kata Aura.
Dia pun segera mengejar Arda dan berusaha mensejajarkan langkahnya.
Arda yang merasa risih pun berusaha berbaik hati. Dia menatap pada wajah Aura.
"Kembalilah ke kamarmu, ada hal yang harus diselesaikan." kata Arda.
Arda berusaha menampilkan senyum bohongnya. Dia mengusap kepala Aura. Yang mendapatkan perlakuan manis langsung tersenyum.
"Aku akan menunggu mu malam ini." kata Aura.
Arda pun kembali tanpa ekspresi. Dia segera menuju sanggar pamujan. Hal itu dilihat oleh sang patih. Dia pun nampak tersenyum. Pasti Arda akan segera tahu kebenarannya.
"Maharaja akan segera tahu yang sebenarnya." batin Patih.
Sang Patih pun langsung mengejar Aura yang hendak menuju suatu tempat.
"Sang Ratu tunggu" teriak patih.
Aura pun segera kembalikan tubuhnya. Ada senyum licik dan sinis. Ya tentu saja karena sang patih telah memanggilnya ratu.
"Ada apa patih?" tanya Aura.
"Kau lihat, raja Arda menuju kemana?" tanya Patih.
"Sanggar pamujan" jawab Aura dengan percaya diri.
Patih pun lalu tertawa meledek Aura.
"Ada apa patih, kenapa kau tertawa?" tanya Aura
Patih pun lalu mendekatkan dirinya pada Aura.
"Bersiaplah untuk segera terbongkar siapa dirimu." bisik Patih.
Aura pun terperanjat dengan perkataan patih.
__ADS_1
"Apa maksudmu patih?" tanya Aura
"Raja sudah masuk ke Sanggar pamujan. Itu artinya, segala yang tidak nampak akan segera tampak. Sekarang apakah kau sadar bahwa akhir ini raja tidak bergairah denganmu? Karena raja mulai berpikir, bahwa kamu bukanlah putri Nara yang sebenarnya. Persiapkan dirimu dengan baik. Raja pasti akan menghukum berat dirimu." ancam Patih.
Setelah itu, Patih segera pergi meninggalkan Aura. Kini dia menyadari sesuatu. Tamara pernah berkata, bahwa Raja tidak boleh ke Sanggar pamujan. Aura pun segera bergegas menyusul Arda.
Tapi sayangnya, sebelum sampai pada Arda. Tangannya sudah ditarik oleh seseorang.
"Lepaskan aku Balapati! Ingat batasanmu.. Aku adalah Ratu kegelapan." kata Aura.
"Aura ... meskipun kau bersembunyi dibalik wajah ayu Putri Nara. Tapi hati ku tak bisa dibohongi. Kau ADALAH Auraku" kata Balapati.
Betapa terkejutnya Aura, bahwa Balapati dan ayahnya mengetahui siapa dirinya. Tapi dia berusaha tersenyum ramah.
"Balapati, apa maksudmu?? Aku adalah Ratu Kegelapan. Singkirkan tanganmu" teriak Aura.
"Kau tidak bisa menyembunyikan kecantikanmu dariku. Seharusnya kau bangga dengan dirimu sendiri. Bukan bersembunyi dibalik kecantikan orang lain. Aura ... aku sangat mencintaimu. Jadilah istriku, maka akan aku buat kau bahagia selamanya." kata Balapati.
Perkataan Balapati kemudian memunculkan sebuah ide besar. Benar apa yang dikatakan oleh Balapati. Kalau dia tidak selamanya bersembunyi dalam wajah Nara. Terlebih, dia harus melakukan sesuatu untuk mengelabuhi Arda.
"Balapati tapi bagaimana dengan ayahmu?" tanya Aura.
"Kita akan keluar dari istana ini dan akan hidup bahagia di istanaku" kata Balapati.
"Baiklah, aku setuju... Tapi aku punya sebuah persyaratan. Kau harus membantuku." kata Aura.
Balapati pun langsung menyetujui apapun syarat dari Aura.
"Kita akan bersama, tapi sebelum itu. Kita rusak nama baik putri Nara dihadapan para rakyat kegelapan." kata Aura sembari tersenyum licik.
"Bagaimana caranya?" tanya Balapati.
"Aku akan bercinta denganmu dengan menggunakan wajah ini. Aku akan merusak citra Nara dihadapan Arda. Agar aku tidak dihukum oleh Arda. Dengan begitu, Arda akan membenci Nara. Arda akan bisa membunuh Nara dan teman - temannya." kata Aura.
Tentu saja Balapati sangat senang. Dia akan mendapatkan tubuh Aura. Ya, meskipun bekas dari Arda. Tapi dia tetap bangga, karena bisa merebut Aura dari Maharaja Arda.
"Kalau begitu ayo segera kita lakukan. Selain itu, kita bisa mengagalkan Arda masuk ke Sanggar pamujan nya." usul Balapati
Setelah setuju, mereka nampak berjalan mesra di hadapan para pengawalnya. Sehingga para pengawal mulai membicarakan tingkah Nara dan Balapati. Mereka memang sengaja menciptakan rumor negatif.
"Kenapa permaisuri mesra sekali dengan Balapati?" tanya para pengawal.
"Sebaiknya kita ikuti, dan kau segera lapor ke Maharaja." kata pengawal lainnya.
Demikian juga dengan para dayang yang melihat kemesraan keduanya. Kini Aura mengajak Balapati masuk ke kamarnya. Serta berbicara dengan keras. Agar didengar oleh para prajurit dan dayang.
"Aku akan melayanimu, Balapati." kata Aura.
"Apa kau yakin? Bagaimana dengan Raja Arda?" tanya Balapati.
"Aku bukanlah putri Nara tapi putri Aura. Aku ditawan oleh pangeran Adhiraksa. Sehingga mau tidak mau harus mengikuti perintah mereka. Aku hanya mencintaimu Balapati." kata Aura.
Selanjutnya mereka pun menikmati cinta mereka yang sempat tertunda. Dalam hati Aura sangat bangga, dia akan selamat dari Arda. Serta mendapatkan pelindung dari Balapati. Sungguh benar - benar sangat licik.
Sedangkan para pengawal dan dayang mulai bergosip. Bahwa selama ini dugaan Patih benar. Dia bukanlah putri Nara tetapi putri Aura.
***
Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.
Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.
terimakasih
with love
Citralekha
**
Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".
jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.
__ADS_1
juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"