
*Sebelum membaca jangan lupa like, vote, dan comment ya*
Rate bintang 5 juga boleh.
Maaf ya bahasannya masih seputar abad ke 9. Ini adalah kehebatan leluhur kita.
Cerita ini di bangun untuk membuat karakter Nara dan Satria semakin kuat.
.
Kami sangat heran dengan isi dalam kotak vitrin itu. Pandangan kami tak lepas dari apa yang kita lihat.
"Apakah ini emas?" tanyaku sambil terus melihat ke sebuah temuan yang menurutku menarik.
"Iya, terbuat dari emas. Ini adalah perhiasan pada abad ke 9 M." kata Fais.
"Apakah ini emas murni 24 karat?" tanya Dika.
"Bukan, aku tahu dari ibuku, kalau emas 24 karat itu tidak bisa dibentuk seperti ini. Biasanya kalau 24 karat itu berupa emas batangan." jelas Ivan.
"Ini emas 18 karat dan yang ada di depan kalian ini adalah replika atau tiruan." kata Fais.
"Tiruan?? trus aslinya dimana?" tanyaku.
"Ada di Museum Nasional Jakarta, disimpan di ruang khusus koleksi emas Wonoboyo." terang Fais
"Wonoboyo deket desa kita dong ya!" gumamku karena kaget begitu tahu kalau temuan emas itu dari daerah wonoboyo, tidak jauh dari tempatku tinggal.
---
Temuan emas Wonoboyo ditemukan pada tangal 17 Oktober 1991. Temuan tersebut secara tidak sengaja ditemukan oleh 6 penambang pasir. Mereka menambamg pasir di tanah milik Cipto Suwarno. Tanah tersebut rencana akan digunakan sebagai tanah uruk bangunan. Enam orang penemu emas tersebut bernama Witomoharjo, Dadi, Surip, Dodo, Marno, dan Hadi Sihono.
---
__ADS_1
"Coba baca di papan informasinya." perintah Dika.
Kami kemudian menuju ke papan informasi tentang emas itu.
"Wah ternyata tidak hanya perhiasan emas ya, tapi juga perlengkapan rumah tangga." kata Ivan sambil menunjuk tulisan yang ia baca.
---
Temuan emas tersebut memiliki berat sekitar 16,9 kg. Terdiri dari 14,9 kg dan 2 kg perak. Temuan yang sangat menarik dan dianggap masterpiece ialah temuan mangkok dan bokor yang terdapat ukiran cerita relief Ramayana.
Temuan lainnya meliputi tutup bokor 6 buah, 3 gayung, 1 baki, 97 gelang, 22 mangkuk kecil, pipa kecil. Semuanya diletakan dalam sebuah guci besar sari Dinasti Tang.
2 guci kecil berisi 11 cincin, 7 piring, 8 subang, tas emas berbentuk persegi yang terdapat hiasan sanka bersayap (tas ini lengkap dengan tali emasnya), gagang payung, manik - manik, dan uang emas sebesar biji jagung, mata uang emas tersebut disebut dengan pilocinto.
---
"Orang yang menemukan emas itu mendapatkan penghargaan dari Presiden Soeharto, lo." kata Fais
"Hah, penghargaan?" dapat uang nggak?" tanya Dika.
"Berapa ya besarnya?" tanyaku.
"Coba tebak." tanya Fais.
"Tahun 1991, kita belum lahir ya ... mungkin sekitar 10 jt." jawabku.
Fais kemudian tertawa terbahak - bahak karena mendengar jawabanku.
"Kenapa, ada yang salah? uang 10 juta tu banyak lo." kataku sambil cemberut karena Fais menertawakanku.
---
Presiden Soeharto 3 bulan setelah penemuan itu kemudian memanggil ke 6 penemu dan pemilik lahan. Mereka diundang untuk makan bersama dan menerima penghargaan.
__ADS_1
Mereka diberikan uang Rp 500.000.000 untuk kompensasi. Jumlah uang yang fantastis pada tahun 1991. Uang tersebut kemudian dibagi antara penemu dan pemilik lahan.
---
"Wow ... 500jt?" teriak kami bertiga.
"Aku nggak bayangin segitu banyak uang ganti ruginya. Sekarang saja uang 500jt banyak banget." kata Ivan.
"Aku jadi mau menemukan harta karun, biar bisa kaya raya." kata Dika.
Dika lupa, bahwa tindakan mencari harta karun atau benda cagar budaya dapat melanggar hukum dan terkena UU CB.
"Masing - masing orang dapat 500 jt?" tanya Dika mencoba konfirmasi ulang ke Fais.
"Enggak, 500 jt itu di bagi antara pemilik lahan dapat 239 juta. Sedangkan penemunya masing - masing 38 juta." terang Fais.
"Wah jadi jutawan ya berarti." kata Ivan.
Ivan kemudian mengusulkan kalau suatu saat nanti kita akan mengunjungi bekas temuan harta karun itu. Lokasi temuan dengan desa kita jaraknya tidak jauh, sekitar 2 km.
Aku kemudian mengajak mereka untuk keluar dari gedung museum setelah puas melihat - lihat. Kami kemudian bergegas turun dan ingin melanjutkan perjalanan ke Candi Bubrah, Lumbung, dan Sewu.
Aku keluar lebih dulu dan ku lihat dari kejauhan. Aku melihat wajah lelaki yang pernah menolongku ketika aku jatuh di dunia lain. Akan tetapi begitu aku sadar, Dika lah yang menolongku.
*
Episode kali ini cukup ya teman - teman.
terimakasih atas waktunya sudah berkenan membaca cerita saya.
With love
Citralekha.
__ADS_1