Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Mencari Nara (2)


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Maaf ya baru update,. kemarin full acara.


Happy reading


*Spesial update hari ini ya gais, hayooo..jangan lupa vote nya lho*


***


"Raja Arda" sahut seseorang yang baru saja datang.


Mereka semua pun menoleh kepada sumber suara itu. Betapa kagetnya setelah mereka tahu siapa yang datang.


Dika dan Ivan pun merapatkan tubuhnya. Tatkala mengetahu wujud seseorang itu. Wanita menggunakan kebaya merah. Penuh aura pada zaman dahulu.


"Ratu Kala Bang" sapa Senopati Dandaka.


Senopati pun kemudian mengucapkan salam dan baktinya. Bagaimanapun juga, Ratu Kala Bang adalah sesembahannya di Kerajaan Dandaka.


Sang ratu pun lalu berjalan dengan anggunnya. Dia pun menghampiri Adhiraksa.


"Salam hormat saya, Ratu Kerajaan Dandaka." sapa Adhiraksa.


"Pangeran, ternyata kau sudah memiliki tubuh manusia. Jika pangeran Pikatan dan Pasopati tahu. Pasti sangat iri dengan ketampananmu" kata Ratu Bang


Adhiraksa pun lalu memperkenalkan Ratu Kerajaan Dandaka kepada Ivan dan Dika.


"Jangan takut cah bagus. Aku adalah temanmu" kata Ratu Bang


Mereka berdua pun lalu memberi salam dan hormat kepada Ratu Bang.


(sosok Ratu Bang)



Senopati pun lalu mendekatinya Ratu nya. Tentu ada hal yang penting. Hingga ratu nya turun ke masa depan.


"Apakah Ratu datang ke mari untuk membantu kami?" tanya Senopati.


Sang ratu hanya tersenyum ketika mendengar pertanyaan senopatinya.


"Benar senopati, aku ke sini karena ingin menyampaikan pesan dari Pangeran Dyah Seladu" kata Ratu Bang


"Pangeran Dyah Seladu?" tanya Ivan dan Dika secara bersamaan.


Adhiraksa pun lalu menjelaskan siapa Pangeran Dyah Seladu itu.


"Oh jadi nama abhiseka Pangeran Pikatan adalah Rakai Pikatan Dyah Seladu Jatininingrat?" tanya Dika.


"Iya, itu lah kembaranku" kata Adhiraksa.


"Tunggu Ratu, mohon berkenan menjelaskan kepada kami. Bagaimana bisa pangeran Jatiningrat menitipkan pesan ke Ratu. Sedangkan mereka menghilang bak ditelan Bumi." kata Senopati.


Sang Ratu pun kemudian tersenyum dan memandang Senopatinya. Tentu saja semuanya juga bingung. Bagaimana bisa Jatiningrat menitipkan pesan ke Ratu. Sementara Ratu ada di Hutan Dandaka. Hutan yang kini menjadi kerajaan terkuat di Pulau Jawa. Hutan yang saat ini merupakan tak kasat mata. Serta hutan yang ada ketika Medang berkuasa.

__ADS_1


"Pangeran Jatiningrat ada di Mamratipura." kata Sang Ratu


"Bagaimana bisa itu ratu?" tanya Senopati.


"Pangeran Jatiningrat sedang menyiapkan ribuan pengawal. Seperti kalian ketahui, cepat atau lambat. Perang akan segera terjadi. Jadi pangeran kembali ke masa lalu. Demikian juga dengan mu, pangeran Adhiraksa. Kamu harus kembali ke Kerajaan Utara Jawa. Himpun kekuatan dan pengawalmu. Tapi, kalian harus menyelamatkan Putri Sanjiwani terlebih dahulu. Jika terlambat, maka putri tidak bisa kembali lagi dengan kita." kata Sang Ratu


Semuanya pun saling melihat satu sama lain. Mereka masih bingung dengan penjelasan San Ratu.


"Jika terlambat apa yang akan terjadi, Ratu?" tanya Dika.


"Putri Nara akan menjadi bagian dari adharma." sahut Kencana


"Artinya, kalian akan berperang melawan Nararia." kata Sang Ratu.


Adhiraksa dan Dika pun seketika itu marah. Mereka tidak akan membiarkan itu terjadi. Bagaimana bisa mereka berperang melawan ku? sungguh, jangan sampai ini terjadi.


"Kami sudah berusaha menyelamatkan Nararia. Jangankan menyelamatkan. Mengetahui keberadaannya saja, kami tidak tahu." kata Adhiraksa sambil menundukan kepala.


"Benar Ratu, kami sudah mencoba. Bahkan dengan menggabungkan kekuatan kami. Juga semuanya sia-sia." imbuh Senopati.


Ratu Bang pun tersenyum. Kini dia mendekati Adhiraksa. Ratu berusaha menghibur hati oangeran ke dua itu.


"Untuk itu lah, aku datang kemari. Membawa pesan dari Pangeran Jatiningrat." kata Sang Ratu.


"Pesan apa ratu?" tanya Dika.


"Apakah Pangeran Jatiningrat tahu hal ini?" tanya Senopati.


"Apa yang harus kita lakukan ratu?" tanya Adhiraksa.


Ratu Bang pun kemudian mengeluarkan bejana sakti. Yaa sebuah tempayan berisi air sakti. Dari dalam air itu, nantinya akan tampak orang atau makhluk tak kasat. Semacam kamera CCTV gitu deh.


Ratu pun kemudian membaca mantra. Beberapa saat kemudian, nampak ada bayangan atau gambar ku.


"Nara mau ngapain itu?" tanya Dika.


"Nara akan diajak makan malam. Tentu saja itu untuk menghilangkan kesadarannya." kata Adhiraksa.


"Kita harus segera menyelamatkan dia. Atau sesuatu yang buruk akan terjadi pada nya" kata Ivan.


Ratu Bang pun masih mengamati bagaimana respon dari para pangeran itu.


*


Istana Ilusi


Aku masih dalam semediku. Hingga aku merasakan hangat. Ya hangat yang terpancar dari dalam diriku. Aku bisa melihat semua yang ada di istana ini. Dalam penglihatanku, aku melihat ketika Dipta sedang duduk di kursi kebesarannya.


(Ruangan Dipta)


Pada waktu itu, Dipta sedang duduk dan dilayani oleh para dayang. Dayang begitu sensual dan menggoda nya. Arda pun terlihat memainkan wanita itu. Sungguh sangat masuk sekali lelaki itu.


"Maharaja" kata seorang pelayan


"Ada pesan apa?" tanya Dipta


"Pangeran Kedua beserta teman - teman nya sedang berusaha menembus benteng ini. Mereka sepertinya sudah sadar. Kalau putri Nara ada di sini." kata pengawal itu.


Tapi Dipta malah tersenyum menyeringgai.


"Tenang saja, mereka semua tidak akan bisa menembus benteng pertahanan kita. Raja Ardana Kumara adalah penguasa dunia ilusi. Meskipun kekuatan mereka tinggi. Ilusi yang aku ciptakan ini adalah paripurna. Mereka tidak akan bisa menembus nya." kata Dipta.

__ADS_1


"Tapi Maharaja, jika putri Nara..." kata pengawal.


"Untuk itu kita harus selalu membuat dia lupa siapa jati dirinya. Serta membuat dia lupa dengan sahabatnya. Aku sudah menciptakan semua ini nyata. Sehingga dia tidak menyadari bahwa orang di sekitarnya adalah ilusi."


"Baik Maharaja, hamba akan mengecoh para pangeran itu. Agar tidak mengusik ketenangan Maharaja." kata pengawal.


Setelah pengawal itu pergi, Dipta (Raja Arda), memanggil dayang.


"Siap menerima titah dari paduka Maharaja" kata dayang.


"Bawa segera putri Nara ke ruang makan." titah Dipta


"Ampun Maharaja, tapi putri Nara katanya capek. Ingin istirahat, tadi saya sudah memintanya. Tapi dia tidak bergeming. Alasannya, ingin istirahat. Agar hari esok lamaran. Dia tidak capek." kata dayang


Mendengar perkataan dayang, Dipta pun tertawa senang. Rencananya akan berhasil sebentar lagi. Dia pun lalu meminta pengawalnya untuk malih rupa. Ya tentu saja malih rupa menjadi keluarga dan kerabatku.


Mengetahui hal itu, tentu saja aku menjadi geram. Ternyata selama ini, aku sudah ditipu. Aku pun lalu mencari cara agar bisa keluar dari istana ilusi.


Aku lalu berdoa kepada Dewi Sakti. Agar membantu ku keluar dari sini. Sisi lain, Adhiraksa dan lainnya masih mengamati keberadaanku. Tak berapa lama, Dewi Sakti muncul. Seperti kemarin, aku tidak bisa mendekat kepadanya. Aku tahu, aku sudah kotor. Ya, aku sudah berada dekat dengan Arda. Sehingga aku harus menyucikan diri dengan air 7 mata air.


"Putri ku, kau bisa keluar dari sini. Tetapi kau harus ditolong oleh 5 ksatria yang mencintaimu dengan tulus. Ke lima ksatria itu harus menggabungkan diri. Sehingga akan mampu menembus dunia ilusi yang diciptakan oleh Arda" kata Dewi Sakti.


Setelah itu, Dewi Sakti menghilang. Lantas aku berpikir. Bagaimana caranya aku berkomunikasi dengan 5 ksatria itu. Aku pun menerka, 5 ksatria itu adalah Prasta, Satria, Adhiraksa, Ivan, dan Dika. Tapi kini, aku bingung. Jangankan berkomunikasi, aku bahkan tidak bisa menembus keluar dari dunia ilusi ini.


"Tenanglah putri, meskipun kau tidak bisa berkomunikasi dengan pangeran. Tapi pangeran Adhiraksa dan yang lainnya sudah tahu. Semua ini atas bantuan dari Ratu Hutan Dandaka. Pasti secepatnya, mereka akan menolongmu. Sekarang peran mu adalah pura - pura masih dalam pengaruh Arda. Makanlah dan minumlah, tapi terlebih dahulu kau harus berdoa. Dengan begitu, kau tidak akan terpengaruh dengan ilusi." kata suara itu.


Aku pun lalu tersenyum dan terharu. Ternyata Adhiraksa dan yang lainnya menyadari kalau aku hilang.


"Adhir, Dika, Ivan, dan yang lainnya selamatkan aku." kataku lalu meneteskan air mata.


*


Ratu Bang


"Kalau begitu kita sudah 3 orang disini. Sekarang kita panggil Prasta dan Satria." kata Adhiraksa.


Ratu Bang pun kemudian menundukan kepala. Ada raut kesedihan ketika Adhiraksa menyebut 2 orang itu.


"Tidak pangeran, kita tidak bisa memanggil mereka ber dua." kata Ratu Bang


"Ada apa ratu? apa yang terjadi dengan mereka ber2?" tanya Adhiraksa.


***


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next:


Apa yang terjadi dengan Satria dan Prasta?


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".

__ADS_1


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"


__ADS_2