Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2

Kekasih Dari Abad Ke -9 Season 1 & 2
Kebenaran Tamara


__ADS_3

Haaai ...


Kembali lagi,..


Spesial di Season 2,. i am back.


Jangan lupa untuk klik rate, vote, dan comment ya. Biar Authornya semangat buat nulis. Hayooo.. jangan lupa vote dan poin nya yaaa...


Happy reading


***


Tamara pun tersenyum lebar dan bahagia. Ternyata dia maish memiliki kesempatan untuk mencintai lelakinya.


"Tamara, katakan padaku apa yang membuat kamu mencintaiku. Serta apa yang harus aku pertahankan dari hubungan kita?" tanya Satria.


"Pangeran apa kau bener - bener tidak mengingatku?" kata Tamara sedih.


"Tamara, jika kau putri mahkota... Aku tidak merasakan ada aura permaisuri dalam dirimu. Katakan padaku yang sejujurnya, Tamara. Jika kau berkata dengan jujur aku akan mempertimbangkannya." kata Satria.


Tamara pun menimbang apa yang menjadi tawaran dari Satria.


"Apa kau berjanji tidak akan meninggalkanku? Jika aku mengatakan yang sebenarnya?" tanya Tamara.


"Semua itu tergantung dari jawabanmu." kata Satria.


Tamara pun terlihat bingung. Dia mencoba mencari kata - kata yang tepat untuk diri nya. Karena sekali salah dalam ucapan bisa - bisa dia dicampakkan oleh Satria. Sebenarnya Tamara juga belum yakin jika Satria di depannya ini adalah Satria Rakai Pikatan.


"Katakan Tamara" kata Satria


"Pangeran ... Tatap mata ku. Maka kau akan tahu aku siapa. Gunakan hati mu dan kenali aku." kata Tamara.


Satria pun lalu menatap Tamara. Dia mencoba mencari tahu masa lalu nya. Ya melalui pandangan mata. Satria bisa tahu tentang masa lalu seseorang. Akan tetapi dengan catatan bahwa orang tersebut memberikan izin.


Satria pun lalu menutup mata dan melihat dengan jelas masa lalu. Betapa terkejutnya dia setelah tahu siapa Tamara. Setelah itu dia membuka mata kembali.


"Kamu tahu siapa aku?" tanya Tamara


"Ya ... sekarang aku tahu." kata Satria


"Lalu kamu mau meninggalkanku?" tanya Tamara.


"Berikan aku waktu." kata Satria


"Aku sangat mencintaimu pangeran. Aku rela melakukan apapun untuk bersanding dengan dirimu." kata Tamara sambil menangis.


Satria pun lalu membelai lembut rambutnya Tamara. Ada rasa kasihan. Tapi dia juga masih marah karena Tamara telah bertindak jauh.


"Jika kamu mencintaiku kenapa kamu bekerjasama dengan musuh utama kerajaan?" tanya Satria


"Aku ... Aku melakukan itu karena kamu terlalu dekat dengan Nararia. Aku cemburu, aku nggak mau kamu dimiliki orang lain." kata Tamara.


"Izinkan aku merenung dulu, Tamara. Sekarang aku akan pulang dulu. Kamu langsung saja pulang." kata Satria.


Setelah pertemuan itu, Satria kembali ke rumahnya. Pikirannya kacau dengan apa yang dia lihat.


*


Indonesia


Saat ini Aku, Prasta, dan Mas Arya lagi makan di cafe. Tapi tiba - tiba Mas Arya izin pulang ke hotel duluan. Dia ditelpon oleh adiknya.


"Nara, Prasta .. Aku duluan kembali ke hotel ya. Koming lagi nunggu aku di depan hotel." katanya


"Oke Ya, hati - hati di jalan ya." pesan Prasta.

__ADS_1


Sepeninggalnya Mas Arya. Kini tinggal aku dan Prasta. Saat ini adalah waktu yang tepat aku mengulik masa lalunya bersama Satria.


"Prasta, kita sudah berteman kan?" tanyaku


"Pertanyaan aneh macam apa itu Nara?" tanya Prasta.


"Aku masih penasaran dengan orang yang menyerangku. Kenapa ya dia menyerangku bahkan juga menyerang Dika." kataku sedih.


Prasta pun lalu memegang tanganku. Ada perasaan aneh ketika itu. Tapi segera aku tepis tangannya.


"Maafkan aku yang telah melibatkanmu dan teman - temanmu." kata Prasta.


"Bisakah kau ceritakan padaku siapa sebenarnya yang menyerangku?" tanyaku


Sebenarnya aku tahu kalau yang menyerangku adalah Tamara dan Aura. Juga musuh utama kerajaan. Aku masih ragu juga masih ragu. Apakah yang menyerangku adalah Adikku, Balaputradewa. Tapi itu tidak mungkinkan. Setega tega nya adikku. Dia pasti tidak akan tega membunuh kakaknya sendiri.


"Yang menyerang kalian adalah Tamara dan Aura. Tapi mereka menyerang kalian karena atas dasar cemburu." kata Prasta.


"Cemburu? cemburu dengan ku, karena dekat denganmu dan Satria gitu?" tanyaku


Prasta hanya menganggukan kepala. Tapi sebelum melanjutkan itu. Telepon Prasta berdering.


"Satria." kata Prasta


"Angkat saja, kali saja ada informasi penting." kataku


Prasta pun lalu mengangkat telepon dari Satria. Sepertinya Satria ingin memberitahu tentang sosok Tamara.


📞📞📞


"Hallo, apakah ada informasi?" tanya Prasta


"Iya Pras, ternyata Tamara adalah Rakyan Pu Tamer. Pantas saja dia selalu mengejarku. Dia sangat yakin bahwa aku adalah Rakai Pikatan." kata Satria


"Tidak, biarkan wanita yang dengan tulus lah yang akan tahu siapa Rakai Pikatan itu." kata Satria


"Yaudah ... yang penting sekarang kita tahu. Siapa sebenarnya Tamara." kata Prasta.


Setelah itu, Prasta pun mematikan teleponnya dengan Satria. Tanpa sengaja aku mendengar pembicaraan Prasta.


"Prasta, ada apa? Siapa sebenarnya Tamara itu?" tanyaku


Prasta kemudian memandangku. Rasanya dia masih menimbang. Antara berkata jujur dan memberitahukan padaku.


"Tamara adalah reinkarnasi dari selir Rakai Pikatan." kata Prasta.


Sontak aku pun kaget. Jika benar, Tamara adalah Rakyan Pu Tamer. Berarti di masa lalu, setelah aku kembali ke masa depan. Satria menikah lagi. Artinya, aku diduakan. Kurang ajar bener tu Rakai Pikatan pikirku. Nggak akan aku biarkan dia mendapatkan ku dengan mudah. Dia sudah bermain api di masa lalu.


Pikiranku pun melayang ketika kami menolong seorang wanita di tengah hutan. Saat pertama kemunculannya pun. Dia sudah bermain mata dengan Rakai Pikatan. Bahkan di depanku dia berani menggoda Pikatan. Artinya, Pu Tamer berhasil masuk istana. Serta dia menjadi selir raja. Pantas saja, dia sangat membenciku. Mungkin dulu di masa lalu, aku (Sanjiwani) sangat cemburu.


Mungkin juga di masa lalu, Pu Tamer berusaha menggantikan posisiku sebagai permaisuri. Tapi itu tidak mungkin, karena tahta itu sebenarnya milikku. Jadi dia tidak berhak atas kerajaan Medang. Jadi ada banyak cerita di masa lalu yang telah aku lewatkan.


"Nara ... Nara ... hai, kok kamu jadi melamun?" tanya Prasta.


Aku pun sadar dengan apa pikiranku. Ternyata di depanku masih ada Prasta.


"Jadi pada masa lalu, Rakai Pikatan memiliki 2 orang istri?" tanyaku


"Ya, kamu pun pasti tahu. Karena itu tercatat juga dalam prasasti, kan?" tanya Prasta balik.


Ya, aku memang tahu jika Pikatan masih mempunyai seorang istri lain selain Pramodhawarddhani. Tapi kenapa sampai dia menikahi Pu Tamer.


"Lalu kenapa Pikatan menikahi Pu Tamer?" tanyaku


"Karena Tamer adalah putri dari kerajaan sekutu di Utara Jawa. Sehingga untuk memperkuat Medang. Pikatan melakukan perkawinan politik. Sehingga pada masa pemerintahan anak nya yang bernama Kayuwangi sampai penerus nya menjadikan Medang sangat kuat. Apa kamu tahu Dyah Balitung?" tanya Prasta

__ADS_1


Aku lalu mengingat bahwa Dyah Balitung adalah raja Mataram yang sangat terkenal.


"Ya, dia adalah raja yang menyelesaikan pembangunan kompleks Candi Prambanan." kataku


"Benar, Balitung memiliki darah dari Pu Tamer." kata Prasta.


"Apa??" tanyaku


Aku kaget dong, bagaimana mungkin cucuku Dyah Balitung memiliki darah dari Pu Tamer.


"Kamu kenapa kaget begitu?" tanya Prasta


"Aku tidak menyangka saja, Pu Tamer yang licik itu sampai memiliki benih yang unggul itu." kataku


"Ya, istri Balitung adalah putri mahkota. Artinya istri Balitung adalah cucu generasi Pikatan - Pramodhawarddhani. Sedangkan Balitung adalah keturunan Pu Tamer?" tanyaku


"Ya begitulah, pada zaman dahulu. Perkawinan sedarah memang bisa terjadi asalkan lain ibu atau lain bapak. Hal tersebut guna menghindari konflik perebutan kekuasaan." kata Prasta.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Prasta pun aku paham. Memang lazim raja pada zaman dahulu memiliki istri lebih dari satu. Tetap saja, aku adalah permaisurinya. Tapi yang aku herankan kenapa Pu Tamer atau Tamara berpihak kepada musuh.


"Ra ... Nara kamu kenapa sih melamun begitu? Apa kau berpikir jika Rakai Pikatan itu seorang playboy?" tanya Prasta.


"Awalnya aku mikir gitu. Kurang ajar banget, dia menikah dua kali. Bahkan dia menduakan Sanjiwani. Tapi setelah tahu alasannya ialah pernikahan politik. Aku paham, aku malah salut sama dia. Dia hanya menikah 2 kali. Serta menghasilkan keturunan yang unggul. Lalu, pertanyaanku kenapa sekarang Tamara berpihak pada musuh kerajaan?" tanyaku.


Prasta pun diam sejenak. Obrolan malam ini memang lumayan berat.


"Pras, kenapa sekarang kamu yang gantian diam?" tanyaku


"Sorry, mungkin dia bekerjasama dengan musuh utama untuk mendapatkan kembali cinta sang Rakai. Pada masa lalu, Rakai lebih memilih menghabiskan waktu sepanjang hari bersama Sanjiwani dan putra - putra nya, Kayuwangi dan Gurunwangi." kata Prasta.


Aku pun tersenyum bahagia. Meskipun Rakai menikah dua kali. Tapi tetap cinta nya hanya untuk aku, hehehe... Tapi aku maish sangat penasaran dengan musuh utama kerajaan itu.


"Oh iya, sebenarnya musuh utama kerajaan itu siapa? Apakah Balaputradewa? Tapi bukankah, Bala Putra itu telah sadar dan kembali ke Swarnadwipa untuk memimpin Sriwijaya? Serta dia bisa memajukan kerajaannya dan bekerjasama dengan Kerajaan Cola dan membuat asrama di Nalanda?" tanyaku


"Musuh utama kerajaan bukanlah Bala Putra. Tapi ..." kata Prasta tertahan.


"Tapi kenapa? dan Siapa musuh utama kerajaan?" tanyaku


***


Haii... jangan menghujat ya teman2,. maaf ini sedang banyak deadline. Jadi jangan menghujat konten sedikit, lama update ya. Ini sudah berusaha disempatkan untuk diketik.


Episode kali ini cukup ya, terimakasih atas waktu nya.


Jangan lupa, klik like, vote, rate, dan comment.


next :


Apakah Prasta akan memberitahu siapa musuh utama kerajaan itu?


Kasih masukan ya, untuk episode berikutnya.


terimakasih


with love


Citralekha


**


Oh iya, jangan lupa ya untuk mulai membaca novel baru lho. Judulnya "Cinta Arkeolog dan Perwira Kopassus".


jangan lupa dapatkan souvenir cantik dari author ya... dengan terus vote sebanyak - banyaknya.


juga jangan lupa mampir di karya "Beasiswa Penuntun Jalan Hidupku"

__ADS_1


__ADS_2