
*Sebelum membaca, jangan lupa untuk like, vote, dan comment ya*
Rate bintang 5 juga boleh hlo.
Apalagi koin seikhlasnya.
Happy reading.
Kami kemudian turun dari Candi Wisnu. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 14.30 WIB.
"Bakalan pulang malam nie." kata Ivan sambil melihat jam tangannya.
"Apa mau pulang sekarang?" Dika kemusian menawarkan untuk pulang lebih cepat sambil melirikku.
"Nggak papa pulang malam ... nginep di sini pun tak masalah kok, hehehe" kataku sambil berlalu dan menuju ke Candi Nandi.
Destinasi kita kali ini adalah ke Candi Nandi. Luas candi ini 15 m2 dan tingginya 25 m. Di dalamnya terdapat sebuah arca berbentuk Lembu memiliki ukuran panjang 2 m dan duduk di atas batur.
Dinding ruangan itu tidak dihiasi dengan relief cerita.
"Ayok naik." ajak Fais
Kami kemudian mengikuti Fais naik ke atas. Kali ini karena tidak ada relief cerita, kita langsung menuju bilik Nandi. Bilik ini tidak seperti pada bilik sebelumnya. Candi ini lebih sepi.
"Nandini ... lembu kendaraan Dewa Siwa." kata Fais menegaskan kalau arca dihadapan kita adalah lembu Nandi.
"Kalian tahu nggak, kenapa Nandi jadi kendaraan Dewa Siwa?" tanyaku.
"Nggak tahu." jawab mereka kompak.
__ADS_1
Dika juga ikut menggelengkan kepala.
"Emang kamu tau ceritanya? kapan bapakku nyeritainnya?" tanya Dika yang meragukanku, bahkan dia juga nggak ingat kapan bapaknya dia memberikan pelajaran tentang hal itu.
Aku kemudian tersenyum licik dan merasa puas, karena hanya aku sendiri yang tahu cerita tentang Nandi diantara mereka ber 3.
"Mau aku ceritain g?" tanyaku.
Mereka kemudian mengangguk kepala sambil mereka melihat secara menyeluruh arca Nandi itu.
"Oke aku ceritain" sahutku
-----
Ada seorang raja jin (asura) yang bernama Patanam. Ia memiliki 3 orang putra yang sangat sakti. Mereka bernama Nandini, Cingkarabala, dan Balaupata. Tiga saudara jin itu sangat sombong, tetapi diantara mereka yang paling kuat, sakti, licik, dan punya banyak akal adalah Nandi.
Kesaktian 3 bersaudara itu pun tersohor sampai ke dunia manusia dan dunia dewa. Tidak ada 1 manusia dan dewa di Indraloka yang mampu menghadapi kekuatan mereka.
Suatu hari, 3 asura tersebut menyerang Indraloka. Para dewa sudah bertarung sebaik mungkin. Akan tetapi semua dewa yang ada di situ dapat dikalahkan dengan mudah.
Dewa Indra kemudian menuju ke Kailash (gunung tempat tinggal Dewa Siwa). Dia memohon bantuan Siwa untuk mengalahkan 3 asura itu. Siwa menjadi marah ketika mendengar bahwa para dewa banyak yang terluka karena ulah para asura.
---
Siwa akhirnya sampai di Indraloka dan bersiap menghadapi 3 asura itu. Pertama kali maju adalah Cingkarabala dan Balaupata. Keduanya bertarung sangat hebat untuk menggalahkan Siwa. Akan tetapi Siwa kemudian bersiap untuk melemparkan trisula kepada saudara kembar itu.
Nandini sangat marah begitu mengetahui bahwa 2 saudaranya telah kalah dan takhluk kepada Siwa. Bahkan saudaranya telah berjanji akan melayani Siwa dengan baik.
Nandi kemudian menyerang Siwa dengan gagah berani. Kesaktian Nandi tidak dapat diremehkan. Nandi terkenal sangat licik beberapa kali Siwa hampir kalah oleh asura itu. Tapi Siwa dapat menghindar dari serangan Nandi yang mematikan. Nandi telah mendapatkan anugrah dari Dewa Brahma, sehinnga dia hanya akan mati oleh kekuatan dari Rudrapati.
__ADS_1
Rudrapati adalah bentuk awatara dari Dewa Siwa. Nandi tidak tahu bahwa Siwa dapat menjelma menjadi Rudrapati. Pertarungan yang sengit membuat Nandi tunduk dan dapat dikalahkan oleh Siwa dengan cara diinjak lehernya. Ketika Siwa dapat menginjak lehernya, dia memohon ampun kepada Siwa. Mendengar musuhnta memohon ampun Siwa kemudian melepaskan injakannya. Akan tetapi Nandi adalah asura yang sangat licik. Pada saat Siwa lenggah, Nandi telah mengumpulkan kekuatannya dan menyeruduk Siwa dengan tanduknya.
Siwa kemudian terhuyung dan merasakan sakit. Sehingga Siwa menjadi gusar dan marah. Siwa kemudian berubah wujud menjadi Rudrapati dan dapat mengalahkan Nandi tanpa ampun. Rudrapati telah bersiap untuk menusukan trisula pada leher Nandi. Tapi kali ini Nandi bener - benar bertobat dan berjanji akan melakukan apapun perintah Siwa.
Siwa kemudian mengampuni Nandi dan menjadikan Nandi sebagai wahananya. Sejak saat itu lah Nandi menjadi penyembahnya yang sangat taat. Sedangkan adik kembar Nandi yang bernama Cingkarabala dan Balaupata diberikan tugas untuk menjaga pintu istana Dewa Siwa. Dalam tradisi pengarcaan di masa Jawa Kuna menjadi Mahakala dan Nandiswara.
_____
"Apa kalian paham?" tanyaku
"Ya, kami paham, tapi dari mana kamu tahu cerita ini?" tanya Dika penasaran.
Aku kemudian tersenyumdan berkata, "Aku kan baca cerita di buku Siwa Tatwa."
"Eh ... itu dibelakang Nandi ada 2 arca, itu arca dewa siapa ya?" tanya Ivan penasaran dan kemudian mendekat ke salah satu arca yang berada di belakang kiri Nandi.
"Apakah ini adik kembar Nandi?" kata Fais.
Kami kemudian mendekat ke arah 2 arca yang ada di sisi kanan dan kiri belakang arca.
*
Episode kali ini cukup dulu ya gais, semoga tercerahkan. Bagi yang sudah tahu ceritanya, semoga dapat mengingatkan memorinya akan cerita ini.
Episode selanjutnya akan mengulik tentajg keberadaan 2 arca yang ada di belakang Nandi.
With love
Citralekha
__ADS_1